backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Bahaya Kebiasaan Minum Minuman Manis bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 06/03/2024

7 Bahaya Kebiasaan Minum Minuman Manis bagi Kesehatan

Minuman tinggi gula dapat dijumpai di berbagai tempat, mulai dari restoran, swalayan, bahkan lemari es rumah Anda. Karena rasanya yang enak dan menyegarkan, jenis minuman ini menjadi favorit banyak orang. Namun, konsumsi minuman manis secara berlebihan menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Bahaya minuman manis

Minuman manis merujuk pada produk minuman yang diberi tambahan gula atau pemanis lainnya seperti sirup jagung, sukrosa, konsentrat jus buah, dan masih banyak lagi.

Berbagai minuman yang termasuk dalam istilah ini di antaranya adalah air karbonasi (soda), tonik, jus buah kemasan, serta minuman berenergi.

Kebanyakan makan makanan manis atau minuman bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan serius. Berikut ini bahaya mengonsumsi minuman manis berlebihan.

1. Obesitas

tanda gejala obesitas

Salah satu dampak negatif mengonsumsi minuman tinggi gula berlebihan adalah meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan. 

Minuman manis ini tentu mengandung banyak gula. Pada satu kaleng minuman air berkarbonasi misalnya, kandungan gulanya bisa mencapai 7 – 10 sendok teh.

Gula akan menambah asupan kalori ke tubuh tanpa Anda sadari. Terlebih lagi, minuman ini tidak akan membuat Anda merasa kenyang meski kandungan gulanya hampir sama dengan makanan padat.

Hal ini mendorong seseorang untuk lebih banyak mengonsumsi minuman manis, bahkan makanan berkalori tinggi. Kebiasaan ini bisa mengarah pada kenaikan berat badan. 

2. Diabetes tipe 2

Sering mengonsumsi minuman tinggi gula juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2. 

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kadar gula darah tinggi akibat sel-sel tubuh tidak lagi peka terhadap insulin (resistensi insulin), sehingga tubuh kesulitan mengubah gula menjadi energi. 

Studi dalam Journal of Diabetes Investigation mengungkapkan bahwa sering minum minuman manis dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. 

Hal ini karena kebiasaan konsumsi minuman manis memicu obesitas atau kelebihan berat badan. Pada kondisi ini, terjadi penumpukan lemak di perut serta trigliserida di hati dan otot. Hal ini bisa memicu resistensi insulin.

3. Penyakit jantung

Sering minum minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang. Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang terbit pada Journal of The American Heart Association.

Dalam studi tersebut, orang yang minum minuman tinggi gula lebih dari 1 porsi per hari lebih berisiko mengalami penyakit jantung.

Konsumsi berlebihan minuman tinggi gula dapat menyebabkan kenaikan kadar trigliserida dalam darah. Akibatnya, plak di pembuluh darah bisa terbentuk sehingga menyumbat aliran darah di arteri.

4. Gigi berlubang

Minuman tinggi gula juga dapat menyebabkan gigi berlubang, terutama pada anak-anak.

Gula yang terdapat di dalam soda atau minuman manis lainnya dapat bercampur dengan bakteri di dalam mulut dan membentuk asam. 

Jika mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan, zat asam di mulut dapat meningkat. Lama-kelamaan terjadi kerusakan pada enamel, yakni lapisan pelindung bagian dalam gigi, sehingga gigi lebih berisiko berlubang.

Contoh minuman manis

Contoh minuman manis yang banyak dikonsumsi adalah soda, minuman berenergi, sports drink, sari buah, teh, dan jus kemasan. Semua minuman ini tinggi gula sehingga tidak menyehatkan bagi tubuh jika terus-menerus diminum.

5. Penyakit asam urat

Studi yang diterbitkan dalam jurnal  Frontiers in Nutrition mengungkapkan bahwa konsumsi minuman manis berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat

Hal ini karena minum minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. 

Normalnya, asam urat akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urine atau feses. Jika berlebih, asam urat akan menempel dan membentuk kristal di sendi dan menimbulkan peradangan.  

6. Penyakit liver

Kebiasaan minum minuman manis juga dapat meningkatkan risiko penyakit liver atau gangguan pada organ hati. 

Studi dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology mengungkapkan sering minum minuman manis dapat meningkatkan kadar lemak dalam hati. 

Hal ini karena kandungan fruktosa di dalam minuman tersebut akan diubah menjadi lemak di dalam hati. 

Semakin banyak gula yang Anda konsumsi, maka lemak semakin menumpuk di hati. Kondisi ini menganggu fungsi hati. 

7. Penyakit kanker

Ada kaitan antara kebiasaan konsumsi minuman manis dengan risiko kanker. Hal ini disebutkan oleh studi dalam jurnal JAMA Network.

Dalam penelitian, wanita yang mengonsumsi satu porsi atau lebih minuman manis per hari lebih berisiko terkena kanker hati dibandingkan wanita yang mengonsusmi 3 porsi minuman tinggi gula per bulan.

Penelitian ini tidak menjelaskan bagaimana mekanisme minum minuman tinggi gula menyebabkan kanker hati. 

Namun, peneliti menduga kebiasaan ini dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko kanker hati.

Cara mengurangi konsumsi minuman manis

Kalori teh manis dengan gula rendah kalori

Berbagai bahaya di atas membuat Anda perlu membatasi konsumsi minuman tinggi gula.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi konsumsi gula, di antaranya sebagai berikut. 

  • Biasakan minum air putih. Ketagihan gula bisa menyebabkan orang tidak suka minum air putih. Padahal air putih penting bagi tubuh. 
  • Memilih minuman manis yang lebih menyehatkan. Contohnya yaitu cokelat panas, smoothie buah dan sayur, jus buah tanpa gula, serta susu kedelai. 
  • Tambahkan lebih banyak rasa. Jika biasa minum teh manis dengan gula, coba kurangi jumlah gula yang biasa Anda masukkan ke dalam teh, alternatifnya tambahkan perasan lemon atau sari jahe.

Mengubah pola makan tinggi gula bukanlah hal yang mudah. Namun bukan berarti mustahil, Anda bisa mengurangi kebiasaan minum yang manis-manis secara bertahap.

Coba latih diri Anda agar lebih disiplin mengurangi asupan gula. Awali dengan memperhatikan berapa besar gula yang terkandung dalam minuman yang akan dikonsumsi.

Jika ternyata tinggi, pilihlah minuman lain yang tak kalah lezat tapi juga lebih menyehatkan. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 06/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan