home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Air Hangat dan Air Dingin, Apa Perbedaannya?

Manfaat Air Hangat dan Air Dingin, Apa Perbedaannya?

Mengenai suhu air, memilih yang lebih memberikan manfaat di antara minum air hangat dan minum air dingin masih menjadi perdebatan. Padahal, keduanya sama-sama baik untuk tubuh. Mari kita lihat berbagai manfaatnya di bawah ini!

Manfaat minum air hangat

manfaat minum air panas atau hangat

Banyak orang mengatakan bahwa minum air hangat dapat memberikan lebih banyak manfaat daripada minum air dingin. Lantas, apa saja manfaatnya?

1. Membantu kelancaran pencernaan

Minum air putih hangat, terutama di pagi hari, dapat melancarkan pencernaan. Hal ini karena air hangat dapat mengaktifkan sistem pencernaan yang akan merangsang aliran darah menuju usus. Sehingga, Anda terhindar dari gangguan pencernaan seperti sembelit.

Memang, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk manfaat satu ini. Namun, sebuah studi pada 2016 pernah menunjukkan bahwa air putih hangat berpotensi untuk memperbaiki fungsi pergerakan usus dan pengeluaran gas setelah operasi.

2. Membuang toksin dari tubuh

Para ahli berpendapat bahwa air hangat bisa bantu tubuh dalam proses detoksifikasi tubuh. Air hangat akan menaikkan suhu tubuh seseorang dan memicu keluarnya keringat.

Melalui keringat, racun dan zat lain yang tidak diperlukan akan keluar dari tubuh. Berkeringat juga membantu membersihkan pori-pori. Agar lebih efektif, Anda bisa tambahkan bahan lain seperti lemon, madu, irisan mentimun, atau irisan apel.

4. Meredakan hidung tersumbat

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa air hangat sangat baik untuk orang-orang yang menderita hidung tersumbat dan batuk berdahak.

Hal ini disebabkan oleh air hangat yang dapat bertindak sebagai ekspektoran alami yang berfungsi untuk membantu pengenceran dahak dari saluran pernapasan.

5. Melancarkan peredaran darah

Manfaat lainnya air hangat yakni meningkatkan sirkulasi peredaran darah. Minum air hangat juga dapat menghilangkan timbunan lemak dalam sistem saraf. Air hangat dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan-jaringan tubuh,

Air hangat juga dapat bertindak dengan sangat baik sebagai bantuan alami terhadap rasa sakit. Oleh karena itu, jika sering mengalami nyeri sendi atau kram saat menstruasi, Anda sangat disarankan untuk minum air hangat.

Manfaat minum air dingin

manfaat minum air dingin

Minum air hangat memang bisa memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, bukan berarti minum air dingin sepenuhnya buruk. Air dingin juga bisa memberikan manfaat di bawah ini yang sayang jika Anda lewatkan!

1. Menghidrasi tubuh seusai olahraga

Selama berolahraga, suhu tubuh akan meningkat. Untuk menurunkan suhu tubuh setelah olahraga, Anda dianjurkan untuk minum air dingin. Air dingin akan membantu tubuh Anda untuk menurunkan suhu inti tubuh.

Sebuah studi yang terbit pada Journal of the International Society of Sport Nutrition menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi air dingin mampu menjaga suhu inti tubuh mereka sebanyak 50% dibandingkan kelompok yang minum air suhu kamar.

2. Menurunkan demam

Saat demam, minum air dingin akan bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh. Sangatlah penting untuk menjaga tubuh terhidrasi penuh saat demam, karena tubuh Anda sedang bekerja keras untuk melawan segala faktor yang menyebabkan demam.

Ketika Anda kepanasan, minum air dingin dapat menjadi bantuan yang tepat. Anda juga bisa menambahkan beberapa perasan lemon segar dan garam untuk membantu Anda mengisi elektrolit yang hilang.

3. Menurunkan berat badan

Minum air dingin telah terbukti untuk meningkatkan metabolisme dan membakar hingga 70 kalori per hari.

Ketika seseorang yang memiliki berat badan 70 kg dapat membakar 70 kalori dengan berjalan kaki selama 15 menit, minum air dingin mungkin dapat menjadi cara yang efektif untuk menurunkan berat badan.

4. Melawan heat stroke

Minum air dingin selama cuaca panas akan lebih cepat diserap dibandingkan dengan air hangat. Ketika Anda kembali ke rumah dari cuaca yang sangat panas atau ketika Anda mengalami heat stroke, ada baiknya Anda minum air dingin untuk mengatasinya.

Selain menghidrasi tubuh, air dingin juga akan bantu mengembalikan suhu tubuh Anda kembali pada suhu yang normal.

Mana yang lebih baik untuk kesehatan?

Keduanya sama-sama baik untuk dikonsumsi tentunya dengan menyesuaikan kondisi tubuh Anda.

Bila Anda ingin mengatasi penyakit seperti flu atau hidung tersumbat, minum air hangat mungkin akan lebih membantu. Sedangkan bila cuaca sedang panas, Anda bisa bantu mendinginkan tubuh dengan air dingin.

Yang terpenting yaitu, bagaimanapun suhunya, pastikan bahwa kebutuhan air putih Anda dalam sehari sudah terpenuhi dengan baik. Selain terhindar dari dehidrasi, air akan bantu menjaga fungsi tubuh agar tetap bekerja dengan optimal.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

LaFata, D., Carlson-Phillips, A., Sims, S.T. et al. The effect of a cold beverage during an exercise session combining both strength and energy systems development training on core temperature and markers of performance. J Int Soc Sports Nutr 9, 44 (2012). https://doi.org/10.1186/1550-2783-9-44. Retrieved 5 May 2021.

Hosseinlou, A., Khamnei, S., & Zamanlu, M. (2013).The effect of water temperature and voluntary drinking on the post rehydration sweating. International journal of clinical and experimental medicine, 6(8), 683–687. Retrieved 5 May 2021. 

Abraham, J. and Diller, K., 2019. A Review of Hot Beverage Temperatures—Satisfying Consumer Preference and Safety. Journal of Food Science, 84(8), pp.2011-2014. Retrieved 5 May 2021.

Get the Facts: Drinking Water and Intake. (2020). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 5 May 2021, from https://www.cdc.gov/nutrition/data-statistics/plain-water-the-healthier-choice.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro