Mengenal Tanda Tubuh Kekurangan Fluoride dan Cara Mengatasinya

    Mengenal Tanda Tubuh Kekurangan Fluoride dan Cara Mengatasinya

    Anda biasanya mengetahui kandungan fluoride terdapat pada produk pasta gigi. Fluoride atau fluorida merupakan jenis mineral penting untuk kesehatan tubuh. Kekurangan fluoride bisa menyebabkan gangguan yang berkaitan dengan gigi dan tulang.

    Tanda-tanda tubuh kekurangan fluoride

    karies gigi

    Fluorida (fluoride) tergolong salah satu zat mineral mikro. Hal ini berarti tubuh hanya membutuhkan dalam jumlah kecil untuk mendapatkan manfaat mineral fluorida.

    Tubuh memperoleh mineral ini melalui konsumsi air minum yang mengandung fluorida, makanan dan minuman, hingga pasta gigi dan produk perawatan gigi.

    Mineral ini akan masuk ke dalam tubuh dan diserap melalui saluran pencernaan. Selanjutnya, sebagian besar mineral fluorida disimpan dalam gigi dan tulang Anda.

    Nah, kekurangan fluoride dapat menimbulkan tanda-tanda terkait dengan kesehatan gigi dan tulang yang bisa Anda alami seperti berikut ini.

    1. Gigi berlubang

    Gigi berlubang atau juga dikenal sebagai karies gigi bisa menjadi tanda utama bahwa tubuh kekurangan fluoride.

    Kadar fluorida yang rendah membuat bakteri menghasilkan asam dari sisa makanan dalam rongga mulut.

    Zat asam inilah yang melemahkan enamel, yakni lapisan terluar dari anatomi gigi yang bersifat keras dan berfungsi untuk melindungi bagian gigi yang lebih dalam.

    Kondisi bisa menimbulkan rasa nyeri parah seiring berjalannya waktu. Tanpa pengobatan, gigi berlubang dapat memicu infeksi, gigi patah, penyakit gusi, hingga mengubah struktur rahang.

    Sebuah artikel dalam Scientific Reports (2019) bahkan menyebutkan sekitar 0,4% kasus karies gigi berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner pada orang paruh baya.

    2. Osteoporosis

    Tak hanya kalsium, tubuh membutuhkan mineral fluorida untuk mendukung kesehatan gigi dan tulang.

    Fluorida dapat membantu merangsang pertumbuhan tulang baru. Oleh karena itu, kekurangan fluorida dalam tubuh dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

    Osteoporosis atau pengapuran tulang umumnya terjadi ketika tulang mulai mengalami pengeroposan.

    Lama-kelamaan, kondisi yang lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua ini membuat tulang kehilangan kekuatannya sehingga rapuh dan mudah patah.

    Akibatnya, pengidap osteoporosis berisiko lebih tinggi mengalami patah tulang yang dapat terjadi pada tulang panggul, tulang pergelangan tangan, atau tulang belakang.

    Berapa kebutuhan harian mineral fluorida untuk tubuh?

    Untuk menghindari penyakit akibat kekurangan fluorida, tentu Anda harus memenuhi kebutuhan tubuh terhadap mineral ini.

    Kebutuhan fluorida harian akan berubah tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tahap kehidupan Anda.

    Menurut Permenkes No. 28 Tahun 2019, secara umum rata-rata kebutuhan fluorida untuk laki-laki dewasa adalah 4 mg per hari dan perempuan dewasa adalah 3 mg per hari.

    Sementara itu, bayi berusia di bawah 6 bulan membutuhkan sedikit fluorida yang terkandung dalam ASI.

    Bayi dan anak-anak berusia 6 bulan hingga 9 tahun memiliki kebutuhan fluorida harian yang makin meningkat, mulai dari 0,7–1,7 mg per hari.

    Bagaimana cara mengatasi kekurangan fluorida?

    diet sehat

    Kebanyakan orang mendapatkan asupan fluorida dalam jumlah cukup melalui air minum dan makanan bergizi seimbang yang memiliki kandungan mineral ini.

    Ada pula pola diet sehat yang dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan fluoride dan nutrisi lainnya sebagai berikut ini.

    • Konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta makanan berprotein, termasuk daging tanpa lemak, unggas, telur, makanan laut, dan kacang-kacangan.
    • Batasi makanan dan minuman yang tinggi kandungan natrium, gula, dan lemak jenuh.
    • Hindari merokok dan batasi minuman beralkohol.
    • Hitung kebutuhan kalori harian Anda.

    Beberapa produk perawatan gigi yang umum Anda gunakan, termasuk pasta gigi dan obat kumur juga memiliki mengandung fluorida.

    Selain untuk mencegah kekurangan fluoride, penambahan mineral ini juga membantu mencegah bakteri jahat pada rongga mulut dan memperkuat gigi Anda.

    Menurut American Dental Association, sodium fluorida dapat diresepkan sebagai suplemen fluorida untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 16 tahun.

    Fluorida topikal yang dioleskan pada gigi, seperti fluoride varnish juga dapat memperkuat lapisan enamel dan mencegah kerusakan gigi.

    Pada dasarnya, kekurangan fluorida sangat jarang terjadi bila Anda mendapatkan asupan makanan sehat dan mempraktikkan perawatan gigi dengan benar.

    Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Fluoride. National Institutes of Health. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Fluoride-HealthProfessional/

    Fluoride: foods, functions, how much do you need & more. European Food Information Council. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.eufic.org/en/vitamins-and-minerals/article/fluoride-foods-functions-how-much-do-you-need-more

    Fluoride: Topical and Systemic Supplements. MSD Manual. (2020). Retrieved 7 December 2021, from https://www.msdmanuals.com/home/disorders-of-nutrition/minerals/fluoride-deficiency

    Fluoride: Topical and Systemic Supplements. American Dental Association. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/fluoride-topical-and-systemic-supplements

    Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Retrieved 7 December 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

     Kim, K., Choi, S., Chang, J., Kim, S., Kim, S., & Kim, R. et al. (2019). Severity of dental caries and risk of coronary heart disease in middle-aged men and women: a population-based cohort study of Korean adults, 2002–2013. Scientific Reports, 9(1). https://doi.org/10.1038/s41598-019-47029-3

    Everett, E. (2010). Fluoride’s Effects on the Formation of Teeth and Bones, and the Influence of Genetics. Journal Of Dental Research, 90(5), 552-560. https://doi.org/10.1177/0022034510384626

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Dec 13, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan