home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Fluoride dalam Air Minum Kemasan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Benarkah Fluoride dalam Air Minum Kemasan Berbahaya Bagi Kesehatan?

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat dikejutkan dengan adanya berita mengenai kandungan fluoride dalam air kemasan yang membahayakan. Entah siapa yang pertama kali memulai berita ini, ribuan orang telah membagikan informasi tentang efek negatif air mengandung fluoride terhadap kesehatan.

Apa itu fluoride?

pasta gigi untuk gigi sensitif

Fluoride atau fluorida adalah jenis mineral yang dapat ditemukan dengan mudah di alam bebas. Mineral ini bisa berikatan dengan unsur kimia lain sehingga membentuk natrium fluorida, hidrogen fluorida, gas fluor, dan masih banyak lagi.

Fluor dapat berbentuk gas, cairan, atau zat padat. Zat ini umumnya tidak berwarna atau berwarna putih dan akan larut begitu bertemu air. Anda bisa menemukan fluoride dalam air minum secara alami atau karena ditambahkan dengan sengaja oleh produsen.

Kandungan fluoride dalam air minum sehari-hari biasanya bervariasi. Hal ini tergantung dari batuan dan mineral yang dilewatinya. Air tanah yang melewati pegunungan biasanya akan termineralisasi secara alami dan kaya dengan fluoride.

Setelah diminum atau dimakan, hampir seluruh fluor akan diserap oleh pencernaan, masuk ke aliran darah, dan disimpan dalam tulang atau gigi. Bersama mineral lain, fluor membantu mempertahankan struktur tulang dan gigi agar tetap kuat.

Apakah fluoride berbahaya bagi kesehatan?

menghilangkan jerawat dengan pasta gigi

Fluorida merupakan salah satu mineral penting bagi tubuh. Bahkan, penambahan zat ini pada air kemasan atau pasta gigi bertujuan untuk mencegah timbulnya karang gigi dan gigi berlubang. Kecukupan fluorida juga bermanfaat bagi kesehatan tulang.

Departemen Kesehatan AS pun menganjurkan penambahan fluoride ke dalam air minum kemasan untuk tujuan serupa. Hasilnya, kasus karies gigi terus mengalami penurunan selama 70 tahun terakhir setelah program ini berjalan.

Mengacu Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan fluoride untuk laki-laki dewasa yakni 4 miligram per hari, sedangkan perempuan 3 miligram per hari. Pada dosis ini, fluorida berfungsi sebagai mineral penting yang bermanfaat bagi kesehatan.

Fluorida baru menimbulkan efek negatif bila dosisnya terlalu besar. Dosis sejumlah 0,7 mg/liter cukup untuk memberikan efek yang baik bagi tulang dan gigi. Pada dosis yang berlebihan, mineral ini dapat menyebabkan kerusakan tulang dan gigi.

Efek dari konsumsi fluoride yang berlebihan

perbedaan karies gigi dan gigi berlubang

Konsumsi fluorida yang berlebihan dapat membahayakan tulang, gigi, dan organ tubuh lainnya. Kelebihan fluorida pada tingkat yang berbahaya sebetulnya bukanlah kondisi umum. Namun, berikut dampak yang mungkin terjadi.

1. Fluorosis gigi

Fluorosis gigi merupakan kelainan struktur email gigi akibat asupan fluor yang berlebih selama delapan tahun pertama kehidupan. Kondisi ini terjadi bila kandungan fluoride dalam air mencapai 1,5 – 2 mg/L, tergantung seberapa banyak seseorang meminum air tersebut.

2. Menghambat perkembangan otak anak

Sebuah penelitian di Tiongkok menyatakan adanya penurunan IQ pada anak-anak yang meminum air dengan kandungan fluoride 2,5 – 4 mg/L. IQ mereka rata-rata lebih rendah 0,45 poin dari anak-anak yang meminum air dengan kandungan fluorida lebih kecil.

3. Memengaruhi sistem hormon

Konsumsi berlebihan dari fluorida juga bisa menyebabkan penurunan hormon tiroid, peningkatan hormon paratiroid dan kalsitonin, serta mengganggu kerja insulin dalam mengontrol gula darah. Ketidakseimbangan ini bisa berdampak pada sistem lainnya.

4. Gangguan reproduksi

Penelitian pada hewan menyimpulkan bahwa fluoride dalam kadar yang sangat tinggi dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan sistem reproduksi. Akan tetapi, efek pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

5. Gangguan pada organ lain

Penelitian pada hewan menyimpulkan bahwa asupan fluorida melebihi 4 mg/L dapat menyebabkan iritasi organ pencernaan, serta merusak hati dan ginjal. Sementara pada manusia, kadar fluorida yang tinggi tidak dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal.

Apakah air minum yang mengandung fluoride aman dikonsumsi?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan standar kandungan fluoride dalam air kemasan, yakni tidak boleh melebihi 1,5 miligram/liter (mg/L). Kandungan melebihi standar ini dapat menyebabkan fluorosis gigi atau bahkan fluorosis tulang.

Indonesia pun menerapkan standar yang sama. Melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, ditetapkanlah bahwa kandungan fluoride dalam air minum tidak boleh melebihi 1,5 mg/L.

Batasan yang lebih ketat justru ditetapkan oleh SNI 01-3553-2006 Tentang Air Minum dalam Kemasan. Pada peraturan tersebut, disebutkan bahwa kandungan fluoride dalam air mineral tidak boleh melebihi 0,5 mg/L.

Selama tidak melebihi batas tersebut, air minum yang mengandung fluoride tetap aman untuk dikonsumsi. Air kemasan yang memenuhi standar ini biasanya memiliki label dan nomor SNI. Jadi, pastikan Anda memilih air minum kemasan yang sudah terstandardisasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Guidelines for Drinking-Water Quality. (2004). Retrieved 24 March 2021, from https://www.who.int/water_sanitation_health/water-quality/guidelines/fluoride-fs-new.pdf

Fluoride Myths & Facts. (n.d.). Retrieved 24 March 2021, from https://ilikemyteeth.org/fluoridation/fluoride-myths-facts/

5 Reasons Why Fluoride in Water is Good for Communities. (n.d.). Retrieved 24 March 2021, from https://www.ada.org/en/public-programs/advocating-for-the-public/fluoride-and-fluoridation/5-reasons-why-fluoride-in-water-is-good-for-communities

Community Water Fluoridation. (2020). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cdc.gov/fluoridation/index.html

National Research Council. 2006. Fluoride in Drinking Water: A Scientific Review of EPA’s Standards. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/11571.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Choi, A., Sun, G., Zhang, Y. and Grandjean, P. (2012). Developmental Fluoride Neurotoxicity: A Systematic Review and Meta-Analysis. Environmental Health Perspectives, 120(10), pp.1362-1368.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Tanggal diperbarui 24/05/2016
x