home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Bahaya Gigi Berlubang Jika Tidak Segera Diobati

7 Bahaya Gigi Berlubang Jika Tidak Segera Diobati

Masih banyak orang yang luput menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tidak sedikit pula yang kurang begitu menyadari pentingnya rutin kontrol ke dokter gigi. Padahal, gigi yang tidak terawat rentan rusak dan bahkan berlubang. Jika dibiarkan terus, gigi berlubang bahaya untuk kesehatan. Tidak cuma untuk kesehatan mulut, tapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Komplikasi akibat gigi berlubang bahkan dapat menimbulkan bahaya berupa penyakit kronis yang mungkin berujung pada kematian.

Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan tak diobati

Gigi berlubang biasanya berbentuk lubang berwarna hitam atau cokelat gelap yang berkembang pada permukaan gigi bagian geraham belakang dan geraham lainnya yang bertugas mengunyah dan menggiling makanan.

Umumnya gigi berlubang dialami oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga orang dewasa yang mengalami masalah gigi yang satu ini.

Dikutip dari Mayo Clinic, gigi berlubang merupakan masalah dental yang sangat umum. Maka dari itu, bukan hal aneh pula ketika orang tidak begitu menganggap serius. Padahal, kalau dibiarkan saja akan terjadi bahaya dari gigi berlubang. Seperti terjadi kerusakan gigi ditambah dengan komplikasi serius.

Jika gigi berlubang tidak segera ditangani dengan benar, ia dapat memicu infeksi jaringan tubuh. Nah, kalau jaringan tubuh sudah terinfeksi, maka infeksi tersebut akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain.

Saat gigi berlubang dan rusak, hal-hal yang bisa Anda alami adalah:

  • Rasa sakit yang mengganggu aktivitas keseharian.
  • Adanya penurunan berat badan sampai masalah gizi. Hal ini terjadi akibat sulit mengunyah juga terasa menyakitkan.
  • Kehilangan gigi yang berujung pada mempengaruhi penampilan

Berikut beberapa masalah kesehatan akibat gigi berlubang yang tidak obati.

1. Rasa nyeri yang parah

Gigi berlubang menimbulkan rasa nyeri yang kadang tidak boleh dianggap sepele. Tingkat keparahan nyeri ini tergantung pada seberapa besar gigi yang berlubang.

Bahaya gigi berlubang yang pertama adalah Anda mungkin secara tiba-tiba akan mengalami rasa sakit yang berdenyut-denyut di bagian gigi, lalu tak lama hilang.

Namun tak lama setelahnya, rasa nyeri itu muncul lagi bahkan menjalar ke telinga dan rahang sampai menyebabkan sakit kepala. Rasa nyeri ini kadang membuat aktivitas Anda jadi terhambat.

Bahkan tak jarang ketika rasa nyeri muncul, efek gigi berlubang ini menyebabkan Anda menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar, mudah marah jika mendengar suara bising, misalnya.

2. Memengaruhi struktur rahang

Jika Anda mengalami gigi berlubang namun dibiarkan terlalu lama, hal ini akan menyebabkan bahaya gigi berlubang lainnya seperti infeksi semakin meluas. Tidak hanya di bagian gigi, tetapi sampai ke bagian gusi.

Bahkan bila tidak disembuhkan, bahaya dari gigi berlubang akan menyebabkan kerusakan di bagian tulang rahang.

Hal ini terjadi jika terdapat beberapa gigi yang ompong akibat pembusukan dari gigi berlubang, maka secara otomatis gigi akan bergeser dan mempengaruhi struktur gigi Anda dan tentunya akan berpengaruh pada struktur rahang juga.

3. Pembentukan abses

Bahaya dari gigi berlubang juga dapat membuat abses di area gigi Anda. Hal ini adalah yang terjadi jika gigi berlubang tidak diobati sehingga infeksi menyebar ke jaringan lunak dari pulp, mulut, atau rahang.

Pembentukan abses atau kantong nanah, dapat dilihat di sekitar gusi atau gigi dan akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Abses ini disebabkan karena adanya bakteri yang berkumpul di dalam mulut.

Anda memerlukan penanganan dari sikter secara langsung untuk menghindari kondisi yang bertambah parah. Jika tidak, yang terjadi adalah kerusakan jaringan pada tulang gigi.

4. Penyakit gusi

Penyakit gusi juga bisa menjadi salah satu bahaya dari masalah gigi Anda yang berlubang. Seperti gingivitis, ditandai dengan adanya rasa nyeri dan peradangan pada gusi, dan bisa menjalar ke bagian gusi lainnya.

Hal ini menyebabkan gusi tampak merah dan bengkak, bahkan gusi akan berdarah ketika dipegang atau disikat.

Dalam kasus yang lebih parah, ini memungkinkan Anda mengalami penyakit gusi yang disebut periodontitis. Kondisi yang stau ini merupakan infeksi pada area gusi namun lebih serius. Hal ini dikarenakan infeksi dapat merusak jaringan tulang yang menyokong gigi.

5. Gigi patah

Gigi merupakan salah satu anggota tubuh yang tergolong kuat. Namun, saat terjadi sesuatu seperti cedera maka akan mengakibatkan gigi menjadi patah.

Tidak hanya karena jatuh, mengigit sesuatu yang keras, atau bahkan mengunyah makanan terlalu kencang, gigi patah juga bisa terjadi karena bahaya dari gigi berlubang. Hal ini terjadi karena gigi sudah lemah dan tidak mampu menahan beban sehingga berisiko mudah patah.

6. Penyakit jantung

American Academy of Periodontology menyebutkan, sudah banyak penelitian yang mengaitkan penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan risiko penyakit jantung.

Gusi yang bengkak dan terluka dapat memicu bakteri dalam mulut memasuki aliran darah. Kondisi ini pun merupakan bahaya dari gigi berlubang yang bisa terjadi sehingga bisa menyebabkan infeksi di otot bagian dalam jantung (infective endocarditis).

Infeksi tersebut membutuhkan pengobatan lebih lanjut dengan menggunakan antibiotik.

7. Penyakit stroke

Penelitian lainnya telah menunjukan jika adanya hubungan antara penyakit periodontal dengan stroke. Penelitian tersebut melihat adanya hubungan sebab akibat dari bahaya gigi berlubang seperti infeksi oral sebagai faktor risiko terkena stroke.

Pasalnya ditemukan masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, sehingga memicu terjadinya stroke isemik.

Baik penyakit jantung maupun stroke, keduanya berisiko menyebabkan kematian.

Bagaimana cara mengobati bahaya gigi berlubang?

Hal terpenting yang harus dilakukan jika Anda mengalami bahaya serta efek pada gigi berlubang adalah, segeralah pergi konsultasi ke dokter agar segera ditangani apa tindakan selanjutnya yang harus dilakukan. Jika lubang gigi sudah mulai membesar, biasanya dokter akan menambalnya.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakit sebelum pergi ke dokter.

  • Tetap menjaga kebersihan mulut dan juga gigi sebaik mungkin. Hal ini juga termasuk pada area gigi yang sedang terasa bermasalah seperti berlubang.
  • Mengonsumsi obat pereda sakit sementara seperti ibuprofen, paracetamol, atau naproksen. Selain itu, Anda pun juga bisa mengonsumsi antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter.
  • Perhatikan pula asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hindari dulu makanan serta minuman yang terlalu dingin, panas, juga manis.

Jadi, mulai sekarang jangan menyepelekan gigi berlubang! Pasalnya, selain menimbulkan sakit, gigi berlubang jika tidak diobati akan menyebabkan infeksi semakin parah bahkan kematian.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kandola, Aaron. Tooth cavities: Symptoms, causes, and prevention. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/324783

What Happens if Cavities are Left Untreated and Allowed to Grow?. (2020). Retrieved 27 March 2020, from http://www.mytooth.net/cavities/what-happens-if-cavities-are-left-untreated-and-allowed-to-grow/

Higuera, Valencia. Tooth Cavities: Symptoms, Causes, and Treatments. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.healthline.com/health/dental-oral-health-cavities#causes

Periodontology, A. (2020). Gum Disease and Heart Disease | Perio.org. Retrieved 27 March 2020, from https://www.perio.org/consumer/gum-disease-and-heart-disease

Complications of tooth decay – HSE.ie. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.hse.ie/eng/health/az/d/dental-caries/complications-of-tooth-decay.html

Dr. Ananya Mandal, M. (2013). Complications of Tooth Decay. Retrieved 27 March 2020, from https://www.news-medical.net/health/Complications-of-Tooth-Decay.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x