7 Bahaya Gigi Berlubang Jika Tidak Segera Diobati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Masih banyak orang yang luput menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tidak sedikit pula yang kurang begitu menyadari pentingnya rutin kontrol ke dokter gigi. Padahal, gigi yang tidak terawat rentan rusak dan bahkan berlubang. Jika dibiarkan terus, gigi berlubang bahaya untuk kesehatan. Tidak cuma untuk kesehatan mulut, tapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Komplikasi akibat gigi berlubang bahkan dapat menimbulkan bahaya berupa penyakit kronis yang mungkin berujung pada kematian.

Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan tak diobati

Gigi berlubang biasanya berbentuk lubang berwarna hitam atau cokelat gelap yang berkembang pada permukaan gigi bagian geraham belakang dan geraham lainnya yang bertugas mengunyah dan menggiling makanan.

Umumnya gigi berlubang dialami oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga orang dewasa yang mengalami masalah gigi yang satu ini.

Dikutip dari Mayo Clinic, gigi berlubang merupakan masalah dental yang sangat umum. Maka dari itu, bukan hal aneh pula ketika orang tidak begitu menganggap serius. Padahal, kalau dibiarkan saja akan terjadi bahaya dari gigi berlubang. Seperti terjadi kerusakan gigi ditambah dengan komplikasi serius.

Jika gigi berlubang tidak segera ditangani dengan benar, ia dapat memicu infeksi jaringan tubuh. Nah, kalau jaringan tubuh sudah terinfeksi, maka infeksi tersebut akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain.

Saat gigi berlubang dan rusak, hal-hal yang bisa Anda alami adalah:

  • Rasa sakit yang mengganggu aktivitas keseharian.
  • Adanya penurunan berat badan sampai masalah gizi. Hal ini terjadi akibat sulit mengunyah juga terasa menyakitkan.
  • Kehilangan gigi yang berujung pada mempengaruhi penampilan

Berikut beberapa masalah kesehatan akibat gigi berlubang yang tidak obati:

1. Rasa nyeri yang parah

Gigi berlubang menimbulkan rasa nyeri yang kadang tidak boleh dianggap sepele. Tingkat keparahan nyeri ini tergantung pada seberapa besar gigi yang berlubang.

Bahaya gigi berlubang yang pertama adalah Anda mungkin secara tiba-tiba akan mengalami rasa sakit yang berdenyut-denyut di bagian gigi, lalu tak lama hilang.

Namun tak lama setelahnya, rasa nyeri itu muncul lagi bahkan menjalar ke telinga dan rahang sampai menyebabkan sakit kepala. Rasa nyeri ini kadang membuat aktivitas Anda jadi terhambat.

Bahkan tak jarang ketika rasa nyeri muncul, efek gigi berlubang ini menyebabkan Anda menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar, mudah marah jika mendengar suara bising, misalnya.

2. Memengaruhi struktur rahang

Jika Anda mengalami gigi berlubang namun dibiarkan terlalu lama, hal ini akan menyebabkan bahaya gigi berlubang lainnya seperti infeksi semakin meluas. Tidak hanya di bagian gigi, tetapi sampai ke bagian gusi.

Bahkan bila tidak disembuhkan, bahaya dari gigi berlubang akan menyebabkan kerusakan di bagian tulang rahang.

Hal ini terjadi jika terdapat beberapa gigi yang ompong akibat pembusukan dari gigi berlubang, maka secara otomatis gigi akan bergeser dan mempengaruhi struktur gigi Anda dan tentunya akan berpengaruh pada struktur rahang juga.

3. Pembentukan abses

Bahaya dari gigi berlubang juga dapat membuat abses di area gigi Anda. Hal ini adalah yang terjadi jika gigi berlubang tidak diobati sehingga infeksi menyebar ke jaringan lunak dari pulp, mulut, atau rahang.

Pembentukan abses atau kantong nanah, dapat dilihat di sekitar gusi atau gigi dan akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Abses ini disebabkan karena adanya bakteri yang berkumpul di dalam mulut.

Anda memerlukan penanganan dari sikter secara langsung untuk menghindari kondisi yang bertambah parah. Jika tidak, yang terjadi adalah kerusakan jaringan pada tulang gigi.

4. Penyakit gusi

Penyakit gusi juga bisa menjadi salah satu bahaya dari masalah gigi Anda yang berlubang.  Seperti gingivitis, ditandai dengan adanya rasa nyeri dan peradangan pada gusi, dan bisa menjalar ke bagian gusi lainnya.

Hal ini menyebabkan gusi tampak merah dan bengkak, bahkan gusi akan berdarah ketika dipegang atau disikat.

Dalam kasus yang lebih parah, ini memungkinkan Anda mengalami penyakit gusi yang disebut periodontitis. Kondisi yang stau ini merupakan infeksi pada area gusi namun lebih serius. Hal ini dikarenakan infeksi dapat merusak jaringan tulang yang menyokong gigi.

5. Gigi patah

Gigi merupakan salah satu anggota tubuh yang tergolong kuat. Namun, saat terjadi sesuatu seperti cedera maka akan mengakibatkan gigi menjadi patah.

Tidak hanya karena jatuh, mengigit sesuatu yang keras, atau bahkan mengunyah makanan terlalu kencang, gigi patah juga bisa terjadi karena bahaya dari gigi berlubang. Hal ini terjadi karena gigi sudah lemah dan tidak mampu menahan beban sehingga berisiko mudah patah.

6. Penyakit jantung

American Academy of Periodontology menyebutkan, sudah banyak penelitian yang mengaitkan penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan risiko penyakit jantung.

Gusi yang bengkak dan terluka dapat memicu bakteri dalam mulut memasuki aliran darah. Kondisi ini pun merupakan bahaya dari gigi berlubang yang bisa terjadi sehingga bisa menyebabkan infeksi di otot bagian dalam jantung (infective endocarditis).

Infeksi tersebut membutuhkan pengobatan lebih lanjut dengan menggunakan antibiotik.

7. Penyakit stroke

Penelitian lainnya telah menunjukan jika adanya hubungan antara penyakit periodontal dengan stroke. Penelitian tersebut melihat adanya hubungan sebab akibat dari bahaya gigi berlubang seperti infeksi oral sebagai faktor risiko terkena stroke.

Pasalnya ditemukan masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, sehingga memicu terjadinya stroke isemik.

Baik penyakit jantung maupun stroke, keduanya berisiko menyebabkan kematian.

Bagaimana cara mengobati bahaya gigi berlubang?

Hal terpenting yang harus dilakukan jika Anda mengalami bahaya serta efek pada gigi berlubang adalah, segeralah pergi konsultasi ke dokter agar segera ditangani apa tindakan selanjutnya yang harus dilakukan. Jika lubang gigi sudah mulai membesar, biasanya dokter akan menambalnya.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakit sebelum pergi ke dokter.

  • Tetap menjaga kebersihan mulut dan juga gigi sebaik mungkin. Hal ini juga termasuk pada area gigi yang sedang terasa bermasalah seperti berlubang.
  • Mengonsumsi obat pereda sakit sementara seperti ibuprofen, paracetamol, atau naproksen. Selain itu, Anda pun juga bisa mengonsumsi antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter.
  • Perhatikan pula asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hindari dulu makanan serta minuman yang terlalu dingin, panas, juga manis.

Jadi, mulai sekarang jangan menyepelekan gigi berlubang! Pasalnya, selain menimbulkan sakit, gigi berlubang jika tidak diobati akan menyebabkan infeksi semakin parah bahkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Gigi bungsu biasanya baru tumbuh belakangan. Bagaimana mengobati rasa sakit ketik gigi bungsu tumbuh? Perlukah operasi gigi bungsu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berkumur dengan air garam

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit