7 Makanan Sumber Antioksidan Tinggi untuk Lawan Radikal Bebas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Radikal bebas juga berkaitan erat dengan penuaan dini. Untuk melawan radikal bebas, Anda perlu antioksidan. Tubuh memiliki antioksidan, tapi tidak cukup banyak untuk melawan dampak dari radikal bebas. Berikut ini asupan makanan tinggi antioksidan alami.

Beragam makanan tinggi antioksidan alami untuk tangkal radikal bebas

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosisParkinson, dan berbagai penyakit lainnya.

Maka itu, penting untuk mengonsumsi makanan termasuk buah-buahan yang tinggi antioksidan. Hal tersebut demi menangkal radikal bebas. Apa saja?

1. Ceri

manfaat buah ceri

Ceri adalah makanan tinggi antioksidan alami, khususnya antosianin yang sekaligus juga memberikan warna merah khas ceri.

Per 100 gram buah ceri segar memiliki skor ORAC 4,873. ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) adalah tolak ukur untuk mengetahui berapa banyak jumlah antioksidan dalam makanan yang dapat diserap tubuh.

Semakin tinggi skor ORAC, semakin besar efek antioksidan dalam tubuh.

Sebuah studi menemukan makan setidaknya 20 buah ceri dalam sehari mampu mengurangi nyeri asam urat. Antioksidan dalam ceri juga bermanfaat untuk menangkal kanker dan penyakit jantung,

2. Kacang pecan

manfaat kacang pecan

Selain menjadi sumber lemak sehat dan mineral yang penting untuk tubuh, kacang pecan juga mengandung antioksidan tinggi. Per 100 gram kacang pecan mengandung 10,6 mmol antioksidan dengan skor ORAC 5.095.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition Research melaporkan konsumsi kacang pecan rutin meningkatkan kadar antioksidan dalam darah secara drastis.

Kacang pecan kaya akan antioksidan polifenol flavonoid yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, tulang, dan kulit.

Bahkan, kandungan polifenol dalam kacang pecan dua kali lipat lebih tinggi daripada kacang almond, kacang mete, dan pistachio. Kacang pecan juga membantu mencegah sembelit.

3. Stroberi sebagai makanan tinggi antioksidan

manfaat buah stroberi

Stroberi yaitu buah sumber vitamin C tinggi. Vitamin C itu sendiri sebenarnya merupakan bentuk lain dari antioksidan, yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kekenyalan kulit, hingga mencegah anemia.

Selain vitamin C, antiokidan lain yang terkandung dalam buah strooberi yaitu antosianin.

Tidak hanya memberikan warna merah segar, antosianin juga juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan cara menurunkan kolesterol jahat LDL dan memperbanyak kadar kolesterol baik HDL dalam tubuh.

Dalam 100 gr buah stroberi mengandung hingga 5,4 mmol antioksidan dengan skor 5.938 ORAC.

4. Blueberry

blueberry

Makanan tinggi antioksidan lainnya adalah blueberry. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa kadar antioksidan blueberry adalah yang tertinggi di antara semua buah dan sayuran. Per 100 gram blueberry mengandung 9,2 mmol antioksidan dengan skor ORAC mencapai 9.019.

Selain kaya antioksidan, blueberry juga diperkaya oleh vitamin C, vitamin K, dan mangan tapi tetap rendah kalori. Itu sebabnya blueberry bisa jadi camilan saat diet yang ideal karena bisa dimakan banyak tanpa harus khawatir berat badan naik.

Tidak hanya itu. Penelitian dari Nutritional Neuroscience membuktikan bahwa blueberry bermanfaat untuk menunda penurunan fungsi otak yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Bahkan penelitian lainnya juga mengungkapkan kalau buah yang satu ini mampu menurunkan risiko penyakit jantung, kadar kolesterol jahat, dan menurunkan tekanan darah.

5. Cokelat hitam

coklat hitam menurunkan darah tinggi hipertensi

Bagi Anda pecinta cokelat, cobalah sesekali untuk makan cokelat hitam. Pasalnya, kandungan mineral dan antioksidan dalam cokelat hitam jauh lebih banyak daripada cokelat lain pada umumnya.

Dalam 100 gram cokelat hitam mengandung sekitar 15 mol antioksidan dengan skor 20,816 ORAC. Jumlah antioksidan ini bahkan melebihi yang ada dalam buah blueberry dengan porsi yang sama.

Salah satu kandungan antioksidan yang terdapat dalam cokelat hitam adalah flavonol, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi risiko diabetes.

6. Raspberry

raspberry

Dalam 100 gr buah raspberry terdapat 4 mmol antioksida dan skor OCRA 6.058, yang juga disertai dengan vitamin C dan mangan yang tentunya baik untuk tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition Research menemukan kandungan antioksidan dalam buah raspberry efektif membunuh sel kanker di dalam lambung, usus besar, dan payudara bahkan hingga 90 persen.

Keunggulan tersebut diduga datang dari antioksidan antosianin yang bekerja mengurangi peradangan dan stres oksidatif penyebab kanker. Raspberry juga bermanfaat untuk menekan risiko penyakit jantung.

7. Kubis ungu termasuk makanan tinggi antioksidan

kubis ungu

Kubis ungu mengandung jumlah antioksidan 4 kali lebih banyak daripada kubis putih. Pre 100 gram jenis kubis ini mengandung 2,2 mmol antioksidan dengan skor ORAC 2496.

Uniknya, jumlah antioksidan dalam kubis ungu bisa meningkat ketika direbus. Skor ORAC dalam kubis ungu setelah direbus mencapai 3,145. Selain itu, kubis ungu juga kaya akan vitamin C, vitamin K, dan vitamin A.

Sama halnya seperti buah stroberi dan raspberry, kubis ungu juga memiliki kandungan antioksidan bernama antosianin.

Tidak sekadar memengaruhi warna kubis, antosianin juga banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Misalnya membantu mengurangi peradangan hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Kandungan vitamin C dalam kubis juga bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari berbagai infeksi penyakit.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Air Sereh dan Kandungan Antioksidannya untuk Asam Lambung

Tanaman sereh punya segudang manfaat jika diolah dengan benar. Ternyata, olahan sereh juga bermanfaat untuk asam lambung, lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Ketan Hitam, Si Hitam Legit Kaya Rasa

Ketan hitam banyak digunakan sebagai panganan Nusantara. Tapi, tahukah Anda? Manfaat ketan hitam lebih banyak dibandingkan beras lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Fakta Gizi, Nutrisi 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat bunga lawang

6 Manfaat Mujarab Bunga Lawang yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep membuat bakwan

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit