home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Mitos Kacang Kedelai yang Harus Anda Tinggalkan

5 Mitos Kacang Kedelai yang Harus Anda Tinggalkan

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan bahan dasar tempe dan tahu, yaitu kacang kedelai. Kacang kedelai termasuk jenis kacang-kacangan yang baik bagi tubuh. Namun, masih banyak mitos kacang kedelai yang meragukan dalam masyarakat. Apa saja?

Mitos 1: Kacang kedelai bisa mengganggu kesuburan

mandul dan tidak subur

Makan kedelai dalam jumlah banyak bisa memengaruhi kesuburan wanita? Banyak yang percaya kacang kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa kimia alami yang mungkin mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan masalah kesuburan.

Padahal, berbagai penelitian lainnya justru menyatakan bahwa makan kedelai sewajarnya bisa membantu wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan. Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan dalam jangka panjang.

Studi tersebut mengemukakan bahwa wanita yang mengonsumsi sumber protein hewani (daging, produk susu, atau telur) dalam jumlah banyak justru lebih berisiko mengalami masalah kesuburan dibandingkan dengan makan sumber protein nabati.

Bahkan para peneliti menyimpulkan bahwa menambahkan satu porsi kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dan olahannya secara teratur dalam porsi makan harian, baik untuk kesehatan reproduksi wanita. Jadi, mitos kedelai ini tidaklah benar.

Mitos 2: Kacang kedelai bukan sumber protein yang baik

kedelai meningkatkan risiko kanker

Faktanya, kacang kedelai mampu menyuplai protein dalam jumlah banyak dengan kalori yang jauh lebih rendah daripada sumber protein hewani.

Tidak hanya itu, kedelai mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan tubuh, kaya akan serat, antioksidan, bebas kolesterol, dan tidak memiliki kandungan lemak jenuh yang biasanya ditemukan dalam produk hewani.

Itu sebabnya, kedelai digadang-gadang termasuk sumber makanan yang kaya nutrisi penting. Bahkan jika Anda memasak secangkir kedelai, akan menyumbang 22 gram protein untuk tubuh, yang hampir sama dengan makan satu porsi steak daging.

Mitos 3: Kacang kedelai menyebabkan kanker payudara

kacang kedelai mengobati kanker payudara

Tidak sedikit orang yang meragukan manfaat kedelai karena kandungan fitoestrogen di dalamnya. Pasalnya, fitoestrogen yang memiliki struktur mirip dengan estrogen ini, diketahui bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Ini keliru!

Berbagai penelitian menunjukkan hasil bahwa makan kacang kedelai dalam jumlah banyak tidak akan meningkatkan pertumbuhan kanker payudara pada wanita. Justru sebaliknya, kedelai dipercaya dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Melansir WebMD, sebuah penelitian yang dilakukan pada 73.000 wanita di Tiongkok menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi setidaknya 13 gram kedelai sehari (sekitar satu sampai dua porsi kedelai) memiliki risiko kanker payudara 11 persen lebih kecil dibandingkan wanita yang makan kedelai kurang dari 5 gram per hari.

Menurut dr. Marleen Mayers, pimpinan program kanker Langone Medical Center di AS, beberapa orang yang makan kedelai dalam jumlah banyak sejak usia muda, lebih terlindungi dari risiko kanker payudara di kemudian hari.

Pernyataan ini juga diperkuat dengan analisis dari 8 penelitian yang menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi kacang kedelai dalam jumlah banyak, punya risiko 29% lebih kecil terserang penyakit dibandingkan wanita yang makan sedikit kedelai.

Mitos 4: Pasien kanker payudara sebaiknya tidak makan kedelai

ciri-ciri kanker payudara ciri awal kanker payudara, ciri-ciri benjolan kanker payudara, penyebab kanker payudara, ciri kanker payudara stadium awal

Pernahkah Anda mendengar mitos kacang kedelai yang satu ini? Ya, beberapa orang menyarankan untuk menghindari makan kacang kedelai selama menjalani pengobatan kanker payudara. Namun lagi-lagi, hal ini sebaiknya tidak Anda percaya begitu saja.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 9.500 wanita di Amerika Serikat dan Tiongkok membuktikan bahwa wanita yang rutin makan kedelai mengalami penurunan risiko kanker muncul lagi hingga 25% dibandingkan wanita yang hanya makan sedikit kedelai.

Selain kacang kedelai segar, beberapa makanan olahan dari kedelai yang dilibatkan dalam penelitian yakni tahu dan susu kedelai.

Mitos 5: Pria tidak boleh makan kedelai

manfaat kedelai

Ternyata mitos kedelai tidak hanya mengintai para wanita. Karena kandungan fitoestrogen, pria yang banyak makan kedelai cenderung memiliki konsentrasi sperma lebih rendah (tapi masih dalam batas normal) daripada pria yang tidak makan kedelai.

Meski begitu, penelitian yang membuktikan hal tersebut masih terbatas. Bahkan, para peneliti mencatat adanya faktor lain seperti obesitas dan kelebihan berat badan yang dimiliki sebagian besar pria dengan jumlah sperma yang relatif lebih sedikit.

Pernyataan ini didukung ahli gizi Nancy Chapman, RD, MPH, yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara makan kedelai dan kualitas sperma dan kesuburan pria.

Terlebih lagi, penelitian yang dilakukan oleh Chavarro dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa bukan kedelai yang mengakibatkan penurunan jumlah sperma, melainkan berat badan berlebih dan pola hidup tidak sehat secara keseluruhan.

Itu sebabnya, belum ada bukti kuat yang mengatakan bahwa kedelai bisa menurunkan kesuburan pria. Jadi, bagi para pria yang hobi makan kedelai segar maupun berbagai olahan kedelai lainnya, Anda tidak perlu khawatir lagi.

Mengutip Huffington Post, para pria justru bisa mendapatkan banyak manfaat baik dari makan kacang kedelai, salah satunya bisa menurunkan risiko kanker prostat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Myths About Soy You Probably Still Believe. https://www.huffingtonpost.com/2014/07/15/soy-myths_n_5571272.html Diakses pada 11 Mei 2018.

3 Myths About Soy That You Should Stop Believing Right Now. https://www.prevention.com/food/is-soy-bad-for-you Diakses pada 10 Mei 2018.

Everything You Need to Know About Soy Food. https://www.shape.com/healthy-eating/diet-tips/soy-milk-soy-protein-soy-foods Diakses pada 11 Mei 2018.

Soy and Breast Cancer: 5 Myths and Facts. https://www.webmd.com/breast-cancer/features/soy-effects-on-breast-cancer#1 Diakses pada 11 Mei 2018.

Soy Foods, Sperm Concentration Link? https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20080723/soy-foods-sperm-concentration-link#1 Diakses pada 11 Mei 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 25/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x