home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Menjalani Diet Golongan Darah

Panduan Menjalani Diet Golongan Darah

Diet golongan darah belakangan ini digandrungi banyak masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Masyarakat modern sudah mulai menyadari masalah kesehatan, terutama mengenai obesitas dan berat badan, sehingga banyak jenis-jenis diet yang bermunculan, dan salah satunya adalah diet golongan darah. Namun, apakah Anda telah mengetahui lebih mendalam tentang diet golongan darah? Berikut ini serba-serbi diet golongan darah yang wajib Anda ketahui.

Apa itu diet golongan darah?

Diet golongan darah adalah jenis diet yang menyarankan orang untuk makan makanan tertentu berdasarkan jenis darah mereka: A, B, O, atau AB.

Diet ini dikembangkan oleh dokter naturopati yaitu Peter D’Adamo dalam bukunya yang berjudul “Eat Right for Your Type: The individualized diet solution to staying healthy, living longer & achieving your ideal weight”.

D’Adamo mengklaim bahwa setiap golongan darah mencerna makanan secara berbeda. Ia percaya bahwa makan makanan yang salah dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh.

Efek ini termasuk melambatnya metabolisme, kembung, dan bahkan menyebabkan munculnya penyakit tertentu, seperti kanker.

Apa saja makanan yang baik dikonsumsi oleh masing-masing golongan darah?

Menurut D’Adamo, hal ini tergantung dengan jenis golongan darah Anda, sehingga masing-masing golongan darah memiliki jenis makanannya sendiri.

1. Golongan darah A

Menurutnya, pola makan yang baik untuk golongan darah A hampir serupa dengan prinsip vegetarian. Golongan ini tidak dianjurkan untuk mengonsumsi banyak daging, susu perah, kacang merah, kacang lima, dan gandum.

Karena orang dengan golongan darah A cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif. Maka dari itu, dibutuhkan makanan yang bisa mendukung sistem imun. Misalnya adalah makanan yang organik dan segar seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, seafood, padi-padian, dan biji-bijian.

Sedangkan makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah A adalah makanan yang mengandung minyak sayur, kedelai, sayuran, dan nanas.

2. Golongan darah B

Golongan darah B merupakan omnivora alias pemakan segala. Saat menjalani diet, golongan darah B disarankan untuk menghindari konsumsi daging ayam, kacang tanah, jagung, miju-miju, wijen, benih, soba, dan gandum.

D’Adamo juga mengatakan bahwa golongan B harus didorong untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran, daging tertentu, dan susu rendah lemak. Secara spesifik, jenis makanannya yaitu:

  • seluruh daging (selain ayam),
  • susu perah,
  • padi-padian,
  • kacang-kacangan selain kacang tanah,
  • kacang polong,
  • sayuran hijau, dan
  • buah-buahan.

Namun, makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah B adalah sayuran hijau, telur, hati, teh, daging rusa, dan akar manis.

3. Golongan darah O

Golongan darah O merupakan golongan tinggi protein. Makanan yang baik dikonsumsi adalah daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan.

Berbeda dengan ketiga golongan darah lainnya, golongan O memiliki batasan untuk mengonsumsi produk gandum. Sebab, dipercaya bahwa lectin yang terkandung di dalamnya dapat memberikan dampak berupa perlambatan metabolisme pada orang-orang bergolongan darah O.

Selain itu, makanan yang juga harus dihindari adalah jagung, ikan lele, belut, kenari, terong, dan kentang putih. Orang dengan kelompok Rh-positif O tidak disarankan untuk makan blueberry, pisang, dan pepaya.

Sebaliknya, makanan yang paling baik untuk diet golongan darah O adalah makanan laut (selain lele dan belut), garam, hati, daging merah, kangkung, bayam, dan brokoli.

4. Golongan darah AB

Golongan darah AB merupakan campuran dari diet ketiga golongan darah dengan jumlah sedang. Orang yang memiliki golongan darah ini cenderung memiliki asam lambung yang rendah. Makanan yang baik dikonsumsi adalah:

  • daging ayam,
  • makanan laut,
  • susu perah,
  • tahu,
  • kacang polong,
  • kacang-kacangan,
  • padi-padian,
  • sayur-sayuran, dan
  • buah-buahan.

Makanan yang dilarang adalah daging merah, kacang merah, kacang lima, benih, jangung, dan soba. Sedangkan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan untuk pemilik golongan darah AB adalah jagung, susu perah, sayuran hijau, kelp, dan nanas.

Berbagai pro dan kontra seputar diet golongan darah

Diet ini tentu saja tak lepas dari pro dan kontra. Sebagian orang setuju bahwa mengatur pola makan sesuai dengan golongan darah bisa memberikan pengaruh yang baik untuk kesehatan, ada pula yang menyangkal bahwa diet golongan darah tak akan memberi hasil yang efektif.

Kelebihannya, diet ini menekankan bahwa setiap orang memiliki kerja tubuh dan kebutuhan yang berbeda, maka pola diet yang dilakukan pun pasti juga akan berbeda.

Diet ini juga menyarankan penggiatnya agar bergerak lebih aktif dan tidak hanya bergantung pada pembatasan jenis makanan tertentu. Bahkan beberapa orang melaporkan, mereka telah sukses menurunkan berat badan dengan menjalani diet golongan darah.

Di sisi lain, belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar membuktikan bila makanan tertentu akan memberikan efek yang berbeda sesuai dengan golongan darahnya.

Memang, sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi atau lebih rendah terhadap suatu penyakit. Namun, mengatasinya dengan diet golongan darah tidak akan memberikan pengaruh.

Sebagian besar ahli gizi juga tidak merekomendasikan diet ini, sebab beberapa makanan yang harus dibatasi termasuk makanan pokok sehari-hari yang susah dihindari dan tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Jadi, bolehkah melakukan diet ini?

Terlepas dari pro dan kontra, tak ada salahnya bila Anda ingin mencoba diet ini. Akan tetapi, diet tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

Misalnya, diet golongan darah Anda menyarankan Anda untuk lebih banyak makan protein. Sayangnya, Anda memiliki diabetes, maka Anda tetap harus menghindari makanan yang berisiko seperti susu dan daging.

Selain itu, jika tujuannya adalah menurunkan berat badan, Anda tetap wajib mengikuti pedoman yang sehat, idealnya dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah garam.

Untuk mendapatkan solusi yang terbaik, konsultasikanlah kepada dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui pola makan seperti apa yang tepat bagi tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Whitney, C. and D’Adamo, P., 2014. The eat right 4 your type the complete blood type encyclopedia. New York: Riverhead Books.

Blood Type Diet http://www.webmd.com/diet/a-z/blood-type-diet Accessed on July 13, 2016

Blood Type Diet http://www.healthline.com/health/blood-type-diet Accessed on July 13, 2016

What to Eat on the Blood Type Diet https://www.drlam.com/blog/blood-type-diet/16865/ Accessed on July 13, 2016

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 28/07/2016
x