Panduan Menjalani Diet Golongan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diet golongan darah belakangan ini digandrungi banyak masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Masyarakat modern sudah mulai menyadari masalah kesehatan, terutama mengenai obesitas dan berat badan, sehingga banyak jenis-jenis diet yang bermunculan, dan salah satunya adalah diet golongan darah. Namun, apakah Anda telah mengetahui lebih mendalam tentang diet golongan darah? Berikut ini serba-serbi diet golongan darah yang wajib Anda ketahui.

Apa itu diet golongan darah?

Diet golongan darah adalah jenis diet yang menyarankan orang untuk makan makanan tertentu berdasarkan jenis darah mereka: A, B, O, atau AB. Diet ini dikembangkan oleh dokter naturopati yaitu Peter D’Adamo dalam bukunya yang berjudul “Eat Right for Your Type: The individualized diet solution to staying healthy, living longer & achieving your ideal weight”. D’Adamo mengklaim bahwa setiap golongan darah mencerna makanan secara berbeda. Ia percaya bahwa makan makanan yang salah dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh. Efek ini termasuk melambatnya metabolisme, kembung, dan bahkan menyebabkan munculnya penyakit tertentu, seperti kanker.

Apa saja makanan yang baik dikonsumsi oleh masing-masing golongan darah?

Menurut D’Adamo, hal ini tergantung dengan jenis golongan darah Anda, sehingga masing-masing golongan darah memiliki jenis makanannya sendiri.

1. Golongan darah A

Menurutnya, golongan darah A merupakan vegetarian. Golongan ini tidak baik untuk mengonsumsi daging, susu perah, kacang merah, kacang lima, dan gandum. Makanan yang baik untuk dicerna golongan ini adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, seafood, padi-padian, dan biji-bijian yang organik dan segar. Hal tersebut karena orang dengan golongan darah A memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif. Sedangkan makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah A adalah makanan yang mengandung minyak sayur, kedelai, sayuran, dan nanas.

2. Golongan darah B

Golongan darah B merupakan omnivora alias pemakan segala. Golongan ini tidak boleh mengonsumsi jagung, miju-miju, kacang-kacangan, wijen, benih, soba, dan gandum. D’Adamo juga mengatakan bahwa golongan B harus didorong untuk makan sayuran, daging tertentu, dan susu rendah lemak. Secara spesifik yaitu: seluruh daging (selain ayam), susu perah, padi-padian, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran hijau, dan buah-buahan. Namun, makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan bagi pemilik golongan darah B adalah sayuran hijau, telur, hati, teh, daging rusa, dan akar manis.

3. Golongan darah O

Golongan darah O merupakan golongan tinggi protein. Makanan yang baik dikonsumsi adalah daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Berbeda dengan ketiga golongan darah lainnya, golongan O memiliki batasan untuk mengonsumsi padi-padian, kacang polong, dan kacang kacangan. Sedangkan makanan yang tidak boleh dimakan adalah gandum, jagung, kacang merah, kacang navy, kacang-kacangan, kubis, bunga kol, dan sawi hijau. Sebaliknya, makanan yang paling baik untuk menurunkan berat badan untuk golongan darah O adalah seafood, garam, hati, daging merah, kangkung, bayam, dan brokoli.

4. Golongan darah AB

Golongan darah AB merupakan campuran dari diet ketiga golongan darah dengan jumlah sedang. Makanan yang baik dikonsumsi adalah daging, seafood, susu perah, tahu, kacang polong, kacang-kacangan, padi-padian, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Makanan yang dilarang adalah daging merah, kacang merah, kacang lima, benih, jangung, dan soba. Sedangkan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan untuk pemilik golongan darah AB adalah jagung, seafood, susu perah, sayuran hijau, kelp, dan nanas. Orang yang memiliki golongan darah ini cenderung memiliki asam lambung yang rendah.

Berbagai pro dan kontra seputar diet golongan darah

Pro

  • Diet ini menekankan bahwa setiap orang tak bisa menjalani pola diet yang sama karena masing-masing tubuhnya memiliki kebutuhan yang berbeda.
  • Merupakan gaya hidup yang lebih aktif yang didorong dengan kesehatan secara menyeluruh.
  • Beberapa orang telah mengalami kesuksesan dengan menggunakan metode diet ini.

Kontra

  • Tidak ada penelitian ilmiah independen yang menanggung atas klaim bahwa diet golongan darah memiliki pengaruh.
  • Terkadang tidak mudah untuk membatasi kategori makanan, dan sebagian besar ahli gizi tidak merekomendasikan hal ini.
  • Akan sulit dilakukan oleh sekelompok orang secara bersamaan.

Apakah diet ini aman untuk kondisi tertentu?

Diet golongan darah didasarkan hanya pada golongan darah Anda. Jadi, jika Anda memiliki kondisi kronis, misalnya diabetes, maka praktiknya akan menjadi lain. Contohnya, Anda disarankan oleh diet golongan darah untuk banyak makan protein, namun karena Anda memiliki diabetes, maka Anda harus menghindari susu dan ayam. The American Diabetes Association merekomendasikan pendekatan yang lebih praktis untuk makanan sehari-hari Anda, sekaligus memperingatkan Anda agar tidak terfokus pada makanan tertentu.

Diet golongan darah juga gagal untuk mengatasi kondisi lain seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol. Penurunan berat badan tentu memiliki efek yang positif untuk kondisi tersebut, namun tak peduli dengan golongan darah Anda, Anda wajib mengikuti pedoman yang sehat untuk diet rendah lemak dan rendah garam.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

    Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

    Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

    Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    makanan penyubur sperma

    10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    pilihan beras untuk menurunkan berat badan

    Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit