Diet atau pola makan tertentu dipercaya seorang ahli kesehatan bisa mencegah penyakit yang berisiko dialami orang bergolongan darah AB. Aturan diet ini juga menjaga kesehatan golongan darah AB secara keseluruhan.
Diet atau pola makan tertentu dipercaya seorang ahli kesehatan bisa mencegah penyakit yang berisiko dialami orang bergolongan darah AB. Aturan diet ini juga menjaga kesehatan golongan darah AB secara keseluruhan.

Namun, tidak semua metode diet memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Benarkah pola makan ini bermanfaat bagi golongan darah AB?
Seorang ahli naturopati, Dokter Peter D’Adamo, mengatakan setiap golongan darah memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan tertentu.
Dalam bukunya Eat Right 4 (for) Your Type, Dokter D’Adamo menyebutkan aturan diet khusus untuk golongan darah tipe AB.
Pola makan ini bisa menghindari masalah kesehatan yang cenderung dialami orang bergolongan darah AB, seperti yang disebutkan berikut.
Sebuah penelitian dalam jurnal PloS one (2014) mencoba mengetahui pengaruh diet golongan darah dengan kesehatan.
Dari hasil analisis kuesioner, peneliti menduga pola makan golongan darah AB bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Hal ini dikarenakan metode diet ini menghindari konsumsi mentega dan menganjurkan konsumsi putih telur serta ikan sebagai sumber protein hewani.
Selain menerapkan aturan makan sehat, diet golongan darah ini mendorong Anda untuk olahraga secara teratur.
Diet sehat yang dijalani bersamaan dengan olahraga rutin dapat membuat berat badan lebih terkontrol.
Meskipun begitu, belum ada penelitian yang menunjukkan diet golongan darah terbukti bisa menurunkan berat badan.
Diet golongan darah AB menekankan pada konsumsi makanan utuh daripada makanan olahan.
Makanan olahan mengandung kadar gula, garam, dan lemak trans yang tinggi.
Konsumsi makanan olahan secara berlebihan meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.
Artinya, menerapkan pola makan yang dirancang khusus untuk golongan darah AB bisa menekan risiko penyakit tersebut.

Aturan makan untuk golongan darah AB menggabungkan pola makan golongan darah A dan golongan darah B.
Secara umum, diet golongan darah ini bertujuan memenuhi sebagian besar kebutuhan gizi harian.
Dalam menjalankan diet, ada sejumlah anjuran dan pantangan yang perlu ditaati.
Golongan darah AB harus menambah asupan kaya fruktosa dan pati, terutama dari biji-bijian dan nasi sebagai sumber energi.
Selain itu, Anda perlu mengonsumsi jenis-jenis makanan berikut.
Saat menjalani diet ini, Anda perlu untuk menghindari jenis-jenis makanan berikut.

Berikut ini beberapa contoh menu diet golongan darah AB yang bisa Anda coba selama seminggu.
Sarapan
Makan siang
Camilan
Makan malam
Terlepas dari klaim manfaat yang disebutkan Dokter D’Adamo, berbagai studi ilmiah memperlihatkan hasil sebaliknya.
Dalam sebuah studi dari Transfusion medicine reviews (2012), peneliti memeriksa data dari lebih dari seribu penelitian.
Peneliti mencoba menemukan efek positif diet golongan darah untuk kesehatan.
Namun, tidak ada satu pun penelitian yang dirancang dengan baik untuk melihat efek kesehatan dari diet golongan darah.
Peneliti menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada bukti diet golongan darah bermanfaat bagi kesehatan.
Bahkan menurut beberapa penelitian lain, metode diet golongan darah AB sebenarnya dirancang dengan buruk.
Jika masih ragu dengan manfaat diet golongan darah, Anda lebih baik berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui cara diet yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
D’Adamo, Peter. (1996). Eat right 4 (for) your type: the individualized diet solution to staying healthy, living longer & achieving your ideal weight. New York : G.P. Putnam’s Sons.
Cusack, L., De Buck, E., Compernolle, V., & Vandekerckhove, P. (2013). Blood type diets lack supporting evidence: a systematic review. The American journal of clinical nutrition, 98(1), 99–104. https://doi.org/10.3945/ajcn.113.058693
Fock, K. M., & Khoo, J. (2013). Diet and exercise in management of obesity and overweight. Journal of gastroenterology and hepatology, 28 Suppl 4, 59–63. https://doi.org/10.1111/jgh.12407
Langman, M. J., Leuthold, E., Robson, E. B., Harris, J., Luffman, J. E., & Harris, H. (1966). Influence of diet on the “intestinal” component of serum alkaline phosphatase in people of different ABO blood groups and secretor status. Nature, 212(5057), 41–43. https://doi.org/10.1038/212041a0
Mäkivuokko, H., Lahtinen, S. J., Wacklin, P., Tuovinen, E., Tenkanen, H., Nikkilä, J., Björklund, M., Aranko, K., Ouwehand, A. C., & Mättö, J. (2012). Association between the ABO blood group and the human intestinal microbiota composition. BMC microbiology, 12, 94. https://doi.org/10.1186/1471-2180-12-94
Tsamesidis, I., Stalika, E., Egwu, C. O., Pritsa, A., Parpori, M., Gkinoudis, A., Samara, D., & Lymperaki, E. (2022). The Potential Impact of Blood System on Dietary Habits and Smoking. Medicines (Basel, Switzerland), 9(1), 3. https://doi.org/10.3390/medicines9010003
Wang, J., García-Bailo, B., Nielsen, D. E., & El-Sohemy, A. (2014). ABO genotype, ‘blood-type’ diet and cardiometabolic risk factors. PloS one, 9(1), e84749. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0084749
Yamamoto, F., Cid, E., Yamamoto, M., & Blancher, A. (2012). ABO research in the modern era of genomics. Transfusion medicine reviews, 26(2), 103–118. https://doi.org/10.1016/j.tmrv.2011.08.002
Facts About Blood and Blood Types. (n.d.). The American National Red Cross. Retrieved October 07, 2022 from https://www.redcrossblood.org/donate-blood/blood-types.html
Fox, N. (2019). The Many Health Risks of Processed Foods. Laborers’ Health & Safety Fund of North America. Retrieved October 07, 2022 from https://www.lhsfna.org/the-many-health-risks-of-processed-foods/#:~:text=Heavily%20processed%20foods%20often%20include,Lacking%20in%20nutritional%20value.
Versi Terbaru
28/10/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah