home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Diet Noom, Turunkan Berat Badan dari Mengubah Kebiasaan

Mengenal Diet Noom, Turunkan Berat Badan dari Mengubah Kebiasaan

Diet untuk menurunkan berat badan biasanya berfokus pada pengurangan kalori, gula, atau lemak untuk menurunkan berat badan. Namun, tidak dengan diet Noom. Diet ini kabarnya menggunakan teknologi khusus yang akan membantu mengubah kebiasaan makan Anda.

Apa itu diet Noom?

diet vegan

Diet Noom, atau Noom’s Healthy Weight Program, adalah program diet yang berfokus pada psikologi perilaku.

Program ini mengklaim bahwa perubahan perilaku tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tapi juga menjaganya dalam jangka panjang.

Melalui aplikasi dengan nama yang sama, diet Noom membantu penggunanya untuk menurunkan berat badan, menjaga kebugaran, dan memelihara kesehatan.

Tiap orang akan mendapatkan program diet dan kebugaran sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Berbekal prinsip terapi kognitif perilaku (CBT), program diet ini akan melatih Anda untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat.

Alih-alih mengejar hasil yang instan, diet Noom mendorong pengguna untuk memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan aktivitas fisik.

Selama 16 pekan menjalani diet, Anda akan belajar menentukan pilihan makanan yang lebih baik.

Anda akan mendapatkan artikel dan kuis interaktif mengenai gizi, penurunan berat badan, dan aktivitas fisik hingga semua perubahan baik ini menjadi kebiasaan rutin.

Panduan diet Noom

sarapan untuk diet

Untuk memulainya, Anda perlu mengunduh aplikasi diet Noom dan memasukkan data.

Data yang Anda isi antara lain tinggi badan, berat badan, usia, jenis kelamin, kesehatan secara umum, serta berat badan ideal yang Anda inginkan.

Anda juga akan menjawab pertanyaan terkait gaya hidup, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan seberapa cepat Anda ingin menurunkan berat badan.

Setelah itu, Anda akan diberikan rekomendasi makanan dan diarahkan kepada seorang instruktur.

Diet Noom menyarankan Anda untuk memperbanyak asupan makanan penurun berat badan alami. Makanan ini juga membuat Anda berenergi dan merasa kenyang tanpa menyumbangkan banyak kalori.

Program diet ini juga menggolongkan makanan menjadi kategori hijau, kuning, dan merah berdasarkan kepadatan gizinya.

Asupan harian Anda sebaiknya terdiri atas 30% makanan hijau, 45% makanan kuning, dan 25% makanan merah.

Berikut adalah kategori-kategori makanan pada diet Noom.

Makanan berlabel hijau

Kelompok makanan ini mengandung zat gizi paling banyak dan kalori paling sedikit, contohnya sayuran, buah-buahan, putih telur, gandum utuh, dan produk susu tanpa lemak.

Makanan berlabel merah

Kelompok makanan ini mengandung zat gizi paling sedikit dan kalori paling banyak, seperti berbagai jenis minyak, kacang dan selainya, daging merah, susu full-fat, burger, kentang goreng, kue, dan piza.

Bahan makanan berlabel kuning

Kandungan gizi makanan ada di tengah-tengan antara makanan berlabel hijau dan merah, misalnya alpukat, ikan, tahu, telur, tempe, daging rendah lemak, dan susu rendah lemak.

Selain itu, diet Noom juga menganjurkan penggunanya untuk mengonsumsi superfood yang padat gizi. Makanan yang termasuk superfood antara lain:

  • ubi jalar,
  • bayam,
  • blueberry,
  • biji chia,
  • biji rami (flaxseed), dan
  • quinoa.

Apa keunggulan dan kekurangannya?

diet mediterania

Program Noom membantu para penggunanya untuk memantau berat badan secara rutin.

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Diabetes Research, kebiasaan ini memang cukup ampuh untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang.

Meski begitu, cara diet dengan memantau berat badan biasanya rentan gagal.

Untuk mencegahnya, aplikasi diet Noom menyediakan fitur-fitur yang membuat penggunanya tetap termotivasi, misalnya instruktur pribadi, kuis interaktif, dan sebagainya.

Pada 2016, beberapa peneliti akhirnya melakukan penelitian tentang keampuhan program Noom untuk menurunkan berat badan.

Dari 35.921 pengguna Noom, sekitar 77,9% melaporkan penurunan berat badan selama menggunakan aplikasi ini.

Penelitian lain pada responden yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas pun memberikan hasil senada.

Sekitar 64% responden mengalami penurunan berat badan sebanyak 5% dari total berat badannya setelah berdiet selama 16 pekan.

Kendati ada bukti ilmiah yang mendukung keberhasilan diet ini, Noom juga punya kekurangan.

Program ini ini hanya menggolongkan makanan tanpa memberikan informasi lebih lanjut tentang kandungan gizinya. Padahal, orang yang diet membutuhkan asupan zat gizi makro dan mikro.

Program Noom mungkin juga akan menjauhkan Anda dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak yang menyehatkan.

Ditambah pengurangan kalori yang sedemikian besar, tubuh Anda akan kekurangan energi dan berbagai zat gizi penting.

Diet dengan memantau gaya hidup seperti Noom memang efektif, tapi cara ini mungkin tidak cocok bagi beberapa orang.

Namun, jika Anda dapat menjalani program ini tanpa masalah, Noom bisa menjadi awal dari gaya hidup yang lebih sehat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chin, S., Keum, C., Woo, J., Park, J., Choi, H., Woo, J., & Rhee, S. (2016). Successful weight reduction and maintenance by using a smartphone application in those with overweight and obesity. Scientific Reports, 6(1). doi: 10.1038/srep34563

Ingels, J., Misra, R., Stewart, J., Lucke-Wold, B., & Shawley-Brzoska, S. (2017). The Effect of Adherence to Dietary Tracking on Weight Loss: Using HLM to Model Weight Loss over Time. Journal Of Diabetes Research, 2017, 1-8. doi: 10.1155/2017/6951495

Michaelides, A., Raby, C., Wood, M., Farr, K., & Toro-Ramos, T. (2016). Weight loss efficacy of a novel mobile Diabetes Prevention Program delivery platform with human coaching. BMJ Open Diabetes Research & Care, 4(1), e000264. doi: 10.1136/bmjdrc-2016-000264

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 3 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x