backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

Apakah Orang yang Tidak Makan Nasi Hidupnya Lebih Sehat?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    Apakah Orang yang Tidak Makan Nasi Hidupnya Lebih Sehat?

    Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama yang dapat menjadi sumber energi yang baik bagi tubuh. Namun, sebagian orang memilih membatasi atau tidak makan nasi sama sekali sebab takut berat badan bertambah atau berisiko diabetes. 

    Benarkah dengan membatasi atau menghentikan asupan nasi tubuh menjadi lebih sehat? Yuk, simak simak ulasannya berikut ini.

    Apakah baik tidak makan nasi sama sekali?

    diet tidak makan nasi

    Tubuh memerlukan karbohidrat yang terkandung dalam nasi untuk membantu proses pembakaran kalori menjadi energi. Hal ini yang membuat tubuh berenergi saat beraktivitas.

    Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama di Indonesia. Masyarakat Indonesia terbiasa memenuhi sebagian besar asupan karbohidratnya dengan mengonsumsi nasi.

    Jika selama ini nasi menjadi sumber karbohidrat utama, tidak makan nasi bisa mengganggu metabolisme sehingga tubuh kekurangan energi. 

    Meskipun begitu, Anda sebenarnya tidak diharuskan makan nasi setiap waktu makan karena nasi bukanlah satu-satunya sumber karbohidrat.

    Anda boleh tidak makan nasi selama tetap mencukupi asupan karbohidrat harian. Anda bisa mengonsumsi makanan pengganti nasi yang juga tinggi karbohidrat kompleks. 

    Beberapa jenis sumber karbohidrat untuk diet atau pengganti nasi yang bisa Anda konsumsi, antara lain:

    • kentang,
    • jagung,
    • beras merah,
    • pasta gandum, 
    • roti gandum utuh,
    • oatmeal,
    • quinoa, 
    • kacang-kacangan, dan
    • buah-buahan.

    Jadi, sebenarnya tidak masalah bila Anda tidak makan nasi sama sekali. Satu hal yang terpenting adalah jangan sampai tubuh Anda kekurangan asupan karbohidrat. 

    Jika ingin berhenti atau membatasi konsumsi nasi, pastikan Anda menggantinya dengan sumber karbohidrat lain yang tak kalah berkualitas.

    Efek samping yang terjadi bila tidak makan nasi

    Jika Anda tidak lagi mengonsumsi nasi dan sumber karbohidrat lainnya, hal ini bisa berdampak buruk pada tubuh.

    Ketika Anda kekurangan karbohidrat, tubuh akan terasa sangat lemas karena kehilangan bahan bakar energi. Sebagai gantinya, tubuh akan mengambil protein dan lemak untuk dibakar sebagai energi. 

    Proses pemecahan protein dan lemak menjadi energi ini dapat mengakibatkan penumpukan zat asam yang disebut keton di dalam aliran darah. 

    Peningkatan kadar keton dalam darah dapat berkembang menjadi ketosis bila terus berlangsung.

    Dalam tahap awal, ketosis bisa menyebabkan gejala pusing, lemas, mual, dan dehidrasiKetosis akibat dari tidak makan nasi juga berisiko membuat Anda tubuh tidak dapat menyerap zat gizi esensial lainnya. 

    Beberapa efek samping lain saat tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat yang cukup, antara lain:

    • kelelahan,
    • sakit kepala,
    • bau mulut (halitosis),
    • gangguan pencernaan, seperti sembelit dan diare,
    • tubuh kekurangan serat, vitamin, dan mineral, hingga
    • meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes.

    Apakah tidak makan nasi bisa menurunkan berat badan?

    karbohidrat

    Seseorang yang menjalani diet nasi atau karbohidrat lain umumnya bertujuan untuk mengubah kebiasaan makan yang membantu menurunkan berat badan.

    Sayangnya, sebagian orang keliru mengartikan diet rendah karbohidrat sebagai aturan makan yang tidak makan nasi atau sumber karbohidrat sama sekali.

    Saat menjalani diet, Anda sebenarnya cukup mengurangi asupan karbohidrat. Anda juga bisa memilih sumber karbohidrat selain nasi yang mengandung serat tinggi.

    Karbohidrat berserat tinggi alias karbohidrat kompleks memang akan sulit dicerna tubuh. Alhasil, Anda akan merasa kenyang lebih lama.

    Karbohidrat kompleks juga cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang dapat meningkatkan risiko diabetes hingga penyakit kardiovaskular.

    Di samping itu, tidak mengonsumsi nasi atau karbohidrat lain bisa membuat Anda tidak bersemangat saat menjalani aktivitas sehari-hari.

    Hal ini bisa menyebabkan Anda merasa kelelahan dan tidak enak badan seharian yang justru merusak program diet secara keseluruhan.

    Sengaja tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali selama diet bahkan berisiko membuat Anda tambah sulit menurunkan berat badan.

    Berapa banyak makan nasi yang sehat dalam sehari?

    Tidak makan nasi atau sumber karbohidrat lain sama sekali ternyata bukanlah anjuran yang tepat dalam menjaga kesehatan ataupun menurunkan berat badan.

    Aturan konsumsi nasi yang sehat tetap mengacu terhadap Angka Kecukupan Gizi.

    Berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2019, kebutuhan karbohidrat untuk orang dewasa yang sehat berkisar 430 gram per hari untuk laki-laki dan 360 gram per hari untuk perempuan.

    Namun saat menjalani diet, Anda bisa mengurangi asupan karbohidrat harian menjadi sekitar 150–200 gram per hari.

    Pengurangan asupan nasi harus Anda sesuaikan dengan pola aktivitas. Hal ini perlu dilakukan secara perlahan dalam hitungan mingguan maupun bulanan. 

    Hindari menurunkan asupan nasi terlalu banyak bila Anda beraktivitas dengan intensitas yang cukup tinggi. 

    Terlalu sedikit karbohidrat akan menurunkan fungsi metabolisme dan menghilangkan massa otot

    Penurunan asupan karbohidrat juga harus Anda imbangi dengan asupan protein, serat, dan zat gizi lain yang tak kalah penting bagi tubuh.

    Apabila ragu untuk tidak makan nasi selama menjalani diet, lebih baik konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk mendapatkan saran terbaik.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan