home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Orang yang Tidak Makan Nasi Hidupnya Lebih Sehat?

Apakah Orang yang Tidak Makan Nasi Hidupnya Lebih Sehat?

Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sangat penting bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas. Namun, banyak orang yang menganggap nasi sebagai musuh bebuyutan. Terutama orang yang sedang menurunkan berat badannya. Karena takut gemuk, mereka pun membatasi nasi atau bahkan tidak makan nasi sama sekali. Sebenarnya bolehkah seperti itu? Apakah tubuh akan jadi lebih sehat?

Apakah baik tidak makan nasi sama sekali?

Karbohidrat yang terkandung dalam nasi diperlukan tubuh untuk membantu proses pembakaran kalori menjadi energi. Hal ini yang membuat tubuh menjadi lebih kuat dan berenergi ketika melakukan aktivitas. Jika Anda sengaja tidak makan nasi atau karbohidrat lain, maka tubuh tidak akan mendapat energi untuk beraktivitas secara optimal.

Itulah mengapa nasi bisa menjadi salah satu sumber energi Anda. Sebenarnya, Anda memang tidak diharuskan untuk makan nasi setiap waktu makan. Tidak masalah juga jika Anda tidak makan nasi. Namun, semua itu dibolehkan selama Anda tetap menjaga kadar karbohidrat tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan lain yang mengandung karbohidrat.

Anda dapat mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain. Misalnya kentang, roti, bihun, ubi, dan berbagai makanan pokok lainnya. Sebaiknya Anda juga tetap menjaga kadar nutrisi dalam tubuh dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi. Jangan sampai tubuh kurang mendapatkan karbohidrat dalam asupan gizi setiap harinya.

Mengurangi bukan berarti tidak makan nasi atau karbohidrat lain sama sekali!

Umumnya seseorang tidak makan nasi atau karbohidrat lain dalam melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Sebenarnya diet rendah karbohidrat sendiri bukan berarti tidak mengonsumsi karbohidrat, tapi cukup dengan mengurangi asupan karbohidrat dari biasanya.

Tidak makan nasi atau sumber karbohidrat lain membuat Anda tak bersemangat menjalani aktivitas, merasa kelelahan, dan tidak enak badan seharian. Kebiasaan ini juga justru akan merusak program diet Anda.

Telah dibuktikan bahwa sengaja tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali saat diet justru membuat Anda tambah sulit menurunkan berat badan.

makan nasi putih

Jadi harus mengonsumsi berapa banyak karbohidrat yang sehat setiap harinya?

Pada umumnya, orang dewasa yang sehat dianjurkan menerima asupan karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari. Saat menjalani diet, asupan karbohidrat dapat dikurangi setengahnya atau menjadi sekitar 150-200 gram.

Pengurangan karbohidrat harus disesuaikan dengan pola aktivitas Anda, dan dilakukan secara perlahan dalam hitungan mingguan maupun bulanan. Hindari menurunkan asupan karbohidrat terlalu banyak jika Anda aktif bergerak dengan intensitas yang cukup tinggi. Terlalu sedikit karbohidrat akan menurunkan metabolisme dan dapat menghilangkan massa otot. Penurunan asupan karbohidrat juga harus diimbangi dengan asupan protein dan serat yang mencukupi.

Apa yang terjadi jika Anda tidak makan nasi dan sumber karbohidrat lain?

Ketika kekurangan karbohidrat, tubuh akan lemas dan mengambil protein dan lemak untuk dijadikan energi. Proses pecahnya lemak untuk dijadikan energi dapat menyebabkan terjadinya penumpukan unsur keton di dalam darah.

Jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi ini bisa berlanjut jadi ketosis. Kondisi dapat menyebabkan gejala pusing, lemas, mual dan dehidrasi. Kekurangan karbohidrat berisiko membuat Anda kekurangan nutrisi lain yang penting untuk fungsi tubuh. Beberapa efek samping lain jika tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat yaitu:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Bau mulut
  • Meningkatkan gangguan pencernaan: sembelit, diare
  • Tubuh kekurangan serat, vitamin, mineral
  • Meningkatkan risiko penyakit kronis

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Number of Carbohydrates Needed Per Meal https://www.livestrong.com/article/427735-number-of-carbohydrates-needed-per-meal/ diakses 3 November 2017.

Signs & Symptoms of Not Enough Carbohydrates

http://healthyeating.sfgate.com/signs-symptoms-not-enough-carbohydrates-8462.html diakses 3 November 2017.

Side Effects of Not Enough Carbs https://www.livestrong.com/article/70129-side-effects-not-enough-carbs/ diakses 3 November 2017.

What Happens if You Don’t Eat Enough Carbohydrates? https://www.livestrong.com/article/313023-what-happens-if-you-dont-eat-enough-carbohydrates/ diakses 3 November 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 07/11/2017
x