home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ingin Turun Berat Badan? Coba Makan Lebih dari 3 Kali Sehari

Ingin Turun Berat Badan? Coba Makan Lebih dari 3 Kali Sehari

Sebenarnya, banyak hal sederhana dan mudah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya harus diet dan olahraga, namun hal-hal kecil seperti mengatur jam makan dan frekuensi makan Anda juga dapat membantu.

Jam dan frekuensi makan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan jika Anda ingin menurunkan berat badan. Berapa kali frekuensi makan yang baik dan ideal untuk menurunkan berat badan? Apakah benar bahwa makan 3 kali sehari adalah yang terbaik untuk dilakukan?

Berat badan memang sangat mudah untuk naik dan turun, mengubah pola makan dalam sehari saja mungkin dapat menurunkan atau bahkan menaikkan berat badan Anda. Oleh karena itu, memilih makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsi saja tidak cukup untuk menjaga berat badan ideal atau bahkan menurunkan berat badan. Yang harus Anda lakukan adalah mengatur pola makan Anda.

Makan lebih jarang malah bikin berat badan naik

Jika Anda berpikir bahwa mengurangi frekuensi makan bisa menurunkan berat badan, maka anggapan Anda salah. Justru, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pengurangan frekuensi makan dapat meningkatkan berat badan, dan menambah frekuensi makan justru lebih efektif untuk menurunkan berat badan.

Sebuah percobaan pernah dilakukan terkait dengan pembagian dan frekuensi makanan yang dapat mengontrol nafsu makan. Pada percobaan tersebut terdapat dua kelompok responden yang keduanya diberikan sarapan sebanyak 1000 kalori, namun dengan pembagian frekuensi makan yang berbeda.

Satu kelompok diberikan makanan sebanyak 1000 kalori dalam satu waktu, sedangkan kelompok lainnya diberikan dengan beberapa pembagian porsi makan. Kemudian hasil percobaan ini menyebutkan bahwa kelompok yang makan dengan beberapa pembagian porsi makan menjadi lebih baik dalam mengontrol nafsu makannya, karena perutnya selalu terisi penuh dengan makanan. Berbeda dengan kelompok yang diberikan makanan hanya satu kali yang memiliki nafsu makan lebih besar.

Dalam penelitian tersebut juga dilakukan pembagian frekuensi makan ketika makan siang, dan hasil yang didapatkan adalah kelompok yang makan hanya satu kali memiliki kalori yang masuk lebih besar 27% dibandingkan dengan kalori pada kelompok yang membagi frekuensi makanannya menjadi beberapa kali.

Makan lebih sering juga lebih baik bagi gula darah

Selain itu, penelitian lain juga membuktikan bahwa pembagian frekuensi makan dapat berpengaruh pada kadar gula darah, hormon insulin, dan hormon ghrelin seseorang. Dalam penelitian ini, satu kelompok diberikan makan 2 kali untuk makan siang dengan jeda 4 jam. Sementara kelompok lainnya diminta untuk makan 12 kali dengan jeda 40 menit sekali. Pada akhir penelitian diketahui bahwa frekuensi makan yang hanya dua kali dengan jeda 4 jam sekali menyebabkan kadar glukosa dalam darah tidak stabil dan normal. Selain itu, diketahui juga bahwa hormon insulin yang mengatur gula dalam darah serta hormon ghrelin yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan, jumlahnya menjadi tidak normal yang kemudian dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan.

Kenapa semakin sering makan, semakin mudah turun berat badan?

Dari berbagai hasil penelitian yang sudah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa frekuensi makan yang lebih banyak (namun dengan jumlah kalori yang sama) dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan kepuasan serta rasa kenyang, membuat fungsi hormon insulin dan ghrelin lebih baik, serta tidak membuat lambung kosong dalam waktu yang lama sehingga perut selalu merasa penuh. Tidak hanya itu, energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan yang masuk ke tubuh pun berbeda. Ketika mencerna makanan yang dimakan dalam frekuensi yang lebih banyak, energi yang dibutuhkan lebih sedikit karena makanan yang masuk sedikit-sedikit. Hal ini akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih santai dan tidak memberatkan pekerjaan mereka.

Nafsu makan sangat berhubungan dengan kepuasan serta rasa ‘penuh’ yang dirasakan ketika makanan masuk ke dalam perut. Oleh karena itu, salah satu hal yang dapat mengontrol nafsu makan adalah kepuasaan yang akan membuat seseorang berhenti makan atau tidak makan makanan lagi. Saat nafsu makan terkontrol dan rasa kenyang serta puas akan makanan terpenuhi, Anda akan mengurangi porsi makan serta tidak ‘lapar mata’ yang bisa membuat berat badan Anda naik seketika. Selain itu, pengaturan hormon ghrelin yang baik dapat mencegah munculnya keinginan untuk makan yang berlebihan sehingga berat badan Anda tidak meningkat secara cepat.

Jadi, memang makan dengan frekuensi lebih sering namun dengan porsi kecil dapat membantu menurunkan berat badan Anda dengan mudah.

BACA JUGA

 

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

House, B., Shearrer, G., Miller, S., Pasch, K., Goran, M. and Davis, J. (2014). Increased eating frequency linked to decreased obesity and improved metabolic outcomes. International Journal of Obesity, 39(1), pp.136-141.

Leidy, H. and Campbell, W. (2010). The Effect of Eating Frequency on Appetite Control and Food Intake: Brief Synopsis of Controlled Feeding Studies. Journal of Nutrition, 141(1), pp.154-157.

Ohkawara, K., Cornier, M., Kohrt, W. and Melanson, E. (2013). Effects of increased meal frequency on fat oxidation and perceived hunger. Obesity, 21(2), pp.336-343.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x