Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sering Minum Kopi Berisiko Bikin Gemuk? Ini Faktanya!

Sering Minum Kopi Berisiko Bikin Gemuk? Ini Faktanya!

Minum kopi adalah salah satu kegiatan favorit banyak orang. Aroma dan rasa kopi yang khas memang membuatnya memiliki banyak penggemar. Namun, apakah minum kopi bikin gemuk? Selisik jawaban selengkapnya berikut ini.

Apakah minum kopi bikin gemuk?

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Kebiasaan mengonsumsi minuman yang satu ini memang bisa memengaruhi berat badan Anda.

Efek tersebut tergantung dengan bagaimana cara Anda mengonsumsi kopi itu sendiri.

Minum kopi bisa bikin gemuk jika Anda menambahkan gula, krim, atau susu pada kopi, serta mengonsumsinya secara berlebihan.

Bahan tambahan pada kopi inilah yang membuat kopi jadi tinggi kalori.

Terlebih, banyak orang minum kopi disertai ngemil kudapan manis seperti kue atau roti. Tentunya, kebiasaan ini makin meningkatkan asupan kalori.

Di samping itu, kandungan kafein bisa membuat Anda ingin mengonsumsi makanan atau minuman manis terus-menerus.

Riset dalam Journal of food science (2017) menemukan kafein mengubah rasa manis yang Anda rasakan, sehingga hasrat untuk menyantap makanan manis meningkat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan minum kopi manis bergelas-gelas disertai kudapan manis berisiko mengakibatkan obesitas.

Selain itu, minum kopi bisa menyebabkan berat badan bertambah ketika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat.

Hal ini berhubungan dengan bahaya minum kopi yang menyebabkan gangguan pola tidur akibat minum kopi di malam hari.

Kurang tidur dikaitkan dengan penambahan berat badan, nafsu makan yang meningkat, dan keinginan yang lebih untuk makan makanan olahan.

Kopi juga baik untuk menjaga berat badan

kopi untuk diabetes

Sebaliknya, konsumsi kopi secara tidak berlebihan dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan metabolisme.

Sebuah studi lama dari The American journal of clinical nutrition menunjukkan dosis kafein 10 miligram per kilogram berat badan meningkatkan metabolisme hingga 13 persen.

Jumlah tersebut setara dengan 7 cangkir (1.660 ml) kopi untuk seseorang yang beratnya 68 kg.

Karena kopi meningkatkan metabolisme, tubuh pun semakin mudah membakar banyak kalori. Hal ini bisa mencegah penumpukan lemak dari kalori berlebih.

Artinya, minum kopi dengan aturan yang tepat justru bisa bermanfaat pada penurunan berat badan.

Cara sehat minum kopi agar tidak bikin gemuk

Ada banyak cara untuk menikmati secangkir kopi tanpa takut bikin gemuk. Berikut ini beberapa tips minum kopi yang menyehatkan.

1. Hindari gula tambahan

Tidak hanya gula pasir atau cair, gula tambahan memiliki beragam bentuk, termasuk krim dan latte yang biasanya dicampurkan ke dalam kopi.

Meski begitu, kopi memiliki rasa pahit alami. Anda yang tidak tahan dengan rasa pahitnya mungkin tidak akan suka dengan kopi yang disajikan tanpa gula atau krim.

Nah, Anda bisa mengurangi jumlah pemanis tambahan secara bertahap untuk menyesuaikan selera.

Lain kali Anda membeli kopi latte, cobalah meminta setengah dari jumlah sirup manis yang biasa diberikan.


Ingin mendapatkan berat badan ideal?

Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


2. Batasi asupan kopi

minum kopi memicu gigi sensitif

Perlu untuk diketahui bahwa kopi bisa mengandung 50 – 200 miligram kafein per cangkir.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membatasi konsumsi kafein harian sebanyak 150 miligram atau 3 cangkir (660 ml) per hari.

Cobalah ikuti aturan minum kopi tersebut sehingga mendapatkan manfaat dari kopi sepenuhnya dan terhindar dari risiko minum kopi berlebihan.

Efek stimulasi kafein dari kopi dapat bertahan 3 – 5 jam di dalam tubuh. Sekitar setengah jumlah kafein yang Anda konsumsi tetap berada di tubuh Anda setelah 5 jam.

Untuk menghindari efek kafein yang mengganggu tidur, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi kopi minimal 6 jam sebelum tidur.

Waktu terbaik minum kopi adalah pada pagi hari menjelang siang.

Tips menikmati kopi tanpa gula

  1. Taburkan sedikit kayu manis.
  2. Gunakan susu almon tanpa pemanis atau santan.
  3. Gunakan sedikit pemanis alami tanpa kalori, seperti gula stevia.
  4. Tambahkan beberapa tetes ekstrak vanila.
  5. Tambahkan satu sendok cokelat hitam bubuk.

Kebiasaan minum kopi yang tidak sehat, seperti menambahkan gula atau mengonsumsinya dengan camilan manis, memang bisa bikin gemuk.

Mengonsumsi kopi sesuai aturan makan yang sehat, misalnya membatasi jumlahnya dan tidak menambahkan gula, krim, dan susu, justru menguntungkan.

Kafein dalam kopi berpotensi meningkatkan penurunan berat badan dengan membantu metabolisme tubuh.

Jadi, cobalah mengurangi gula tambahan dan zat aditif berkalori tinggi pada kopi Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acheson, K. J., Gremaud, G., Meirim, I., Montigon, F., Krebs, Y., Fay, L. B., Gay, L. J., Schneiter, P., Schindler, C., & Tappy, L. (2004). Metabolic effects of caffeine in humans: lipid oxidation or futile cycling?. The American journal of clinical nutrition, 79(1), 40–46. https://doi.org/10.1093/ajcn/79.1.40

Choo, E., Picket, B., & Dando, R. (2017). Caffeine May Reduce Perceived Sweet Taste in Humans, Supporting Evidence That Adenosine Receptors Modulate Taste. Journal of food science, 82(9), 2177–2182. https://doi.org/10.1111/1750-3841.13836

Drake, C., Roehrs, T., Shambroom, J., & Roth, T. (2013). Caffeine effects on sleep taken 0, 3, or 6 hours before going to bed. Journal of clinical sleep medicine : JCSM : official publication of the American Academy of Sleep Medicine, 9(11), 1195–1200. https://doi.org/10.5664/jcsm.3170

Evans, J., Richards, J. R., Battisti, A. S. (2022). Caffeine. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Icken, D., Feller, S., Engeli, S., Mayr, A., Müller, A., Hilbert, A., & de Zwaan, M. (2016). Caffeine intake is related to successful weight loss maintenance. European journal of clinical nutrition, 70(4), 532–534. https://doi.org/10.1038/ejcn.2015.183

Lopez-Garcia, E., van Dam, R. M., Rajpathak, S., Willett, W. C., Manson, J. E., & Hu, F. B. (2006). Changes in caffeine intake and long-term weight change in men and women. The American journal of clinical nutrition, 83(3), 674–680. https://doi.org/10.1093/ajcn.83.3.674

Malik, V. S., Popkin, B. M., Bray, G. A., Després, J. P., Willett, W. C., & Hu, F. B. (2010). Sugar-sweetened beverages and risk of metabolic syndrome and type 2 diabetes: a meta-analysis. Diabetes care, 33(11), 2477–2483. https://doi.org/10.2337/dc10-1079

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.00.05.23.3644. (2001). BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA. Retrieved July 8, 2022 from, https://asrot.pom.go.id/img/Peraturan/Keputusan%20Kepala%20BPOM%20No.%20HK.00.05.23.3644%20tentang%20Ketentuan%20Pokok%20Pengawasan%20SM.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro