Alih-Alih Bikin Gemuk, Makan Cokelat Bisa Turunkan Berat Badan. Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cokelat merupakan salah satu musuh bebuyutan bagi orang yang sedang diet. Pasalnya, banyak orang percaya bahwa cokelat bisa bikin gemuk karena mengandung gula yang tinggi. Namun, ada pula yang percaya kalau makan cokelat justru bisa membuat berat badan turun lebih cepat. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Katanya, makan cokelat bisa bikin berat badan turun. Benarkah?

cokelat dan kecerdasan

Bagi Anda penggemar cokelat tapi sedang diet, tentu berusaha sekeras mungkin untuk menjauhi makanan favorit yang satu ini. Ya, Anda mungkin khawatir makanan satu ini dapat membuat program diet Anda jadi gagal total.

Padahal, cokelat memiliki banyak manfaat, lho. Selain membuat mood jadi lebih bahagia, cokelat juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah. Kabar baik bagi Anda yang sedang diet, cokelat ternyata bisa membantu menurunkan berat badan Anda.

Hal ini ditemukan oleh Will Clower, Ph.D., seorang ahli saraf yang berhasil menerbitkan buku Eat Chocolate, Lose Weight. Ia mengungkapkan bahwa makan cokelat 20 menit sebelum dan 5 menit setelah makan siang dan makan malam dapat menurunkan nafsu makan Anda hingga 50 persen.

Apa hubungannya makan cokelat dengan berat badan turun?

efek samping makan cokelat bagi lambung

Selama ini, cokelat dipercaya menjadi salah satu makanan manis yang dapat menaikkan gula darah dan berat badan secara drastis. Namun, penelitian justru membuktikan hal sebaliknya.

Para peneliti dari Institute of Diet and Health di Meinz, Jerman, mencoba meneliti peserta yang menjalankan tiga jenis diet, yaitu diet rendah karbohidrat, diet rendah karbohidrat sekaligus diet cokelat sebanyak 425 gram, dan kelompok kontrol yang tidak melakukan diet apa pun.

Setelah diteliti selama tiga minggu, hasil menunjukkan bahwa peserta yang melakukan diet cokelat mengalami penurunan berat badan sebanyak 10 persen lebih cepat, daripada orang yang melakukan diet rendah karbohidrat maupun kelompok kontrol. Bahkan, peserta yang melakukan diet cokelat melaporkan bahwa mereka juga mendapatkan tidur lebih nyenyak dan kadar kolesterolnya cenderung lebih stabil.

Cara kerja cokelat dalam menurunkan berat badan sebetulnya belum diketahui dengan jelas. Salah satu peneliti bernama Johannes Bohannon menduga, hal ini disebabkan oleh kandungan flavonoid pada biji kakao, sejenis antioksidan kuat yang terbukti ampuh menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi.

Flavonoid pada cokelat hitam dapat menghambat pemecahan lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Ini artinya, jumlah asupan lemak dan karbohidrat dari makanan akan lebih sedikit yang terserap oleh sistem pencernaan. Dengan begitu, tidak banyak pula timbunan lemak yang ada dalam tubuh Anda.

Orang yang terbiasa makan cokelat hitam juga akan lebih cepat kenyang. Kalau Anda lebih dulu merasa kenyang sebelum menyantap makan utama, hal ini tentu dapat mencegah Anda dari kalap makan saat waktu makan tiba.

Cara tepat makan cokelat untuk menurunkan berat badan

cokelat untuk sarapan

Supaya berat badan turun dengan cepat, Anda dianjurkan untuk makan satu batang cokelat setiap hari. Namun, perhatikan jenis cokelat yang Anda pilih dan cara mengonsumsinya.

Begini cara tepat makan cokelat yang bisa bikin berat badan turun.

1. Pilih cokelat hitam alias dark chocolate

Hindari cokelat putih kalau Anda ingin tetap bisa makan cokelat dengan enak meski sedang diet. Pasalnya, cokelat putih mengandung tambahan gula dan susu yang justru bisa membuat Anda cepat gemuk.

Mengapa harus memilih cokelat hitam? Cokelat hitam mengandung lebih sedikit gula dan asam lemak tak jenuh tunggal, dan rasa yang pahit sehingga membuat Anda jadi tak selera makan. Alhasil, Anda pun jadi lebih mampu mengendalikan porsi makan jika sudah makan cokelat sebelumnya.

2. Makan satu potong kecil cokelat setelah makan malam

Waktu paling tepat untuk makan cokelat saat diet adalah sebelum dan sesudah makan. Ingat, cukup konsumsi satu potong kecil cokelat untuk menjaga berat badan Anda tetap stabil. Hal ini dapat membantu Anda kenyang lebih lama dan terhindar dari kalap makan.

3. Bikin cokelat panas

Selain makan cokelat batangan, Anda juga bisa mengonsumsi cokelat dalam bentuk seduhan cokelat panas yang tidak mengandung gula. Caranya, larutkan sekitar 1,5 sendok makan bubuk kakao tanpa gula ke dalam seperempat cangkir air panas.

Anda boleh menambahkan setengah cangkir susu bebas lemak dan tambahkan seperempat cangkir air panas. Racikan cokelat panas ini hanya memberikan sekitar 99 kalori untuk Anda. Jadi, Anda tak perlu cemas berat badan akan naik setelah minum cokelat panas.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Goji Berry untuk Kesehatan, Termasuk untuk Diet

Goji berry banyak digunakan untuk kecantikan., namun ada pula manfaatnya untuk kesehatan., termasuk diet. Yuk, ketahui lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Herbal A-Z 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
asam lambung naik sebabkan kanker

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mitos varises

Meluruskan 6 Mitos Seputar Varises yang Banyak Dipercaya Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit