home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenali Whiplash, Cedera Leher Pasca Kecelakaan Bermotor

Mengenali Whiplash, Cedera Leher Pasca Kecelakaan Bermotor

Whiplash syndrome adalah istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan cedera leher yang disebabkan oleh pergerakan cepat, tiba-tiba, dan sangat kuat berasal dari depan, samping, atau belakang kepala. Whiplash paling sering terjadi saat kecelakaan bermotor, tapi cedera leher ini juga dapat diakibatkan oleh kecelakaan olahraga, kekerasan fisik, atau trauma lainnya, misalnya saat terjatuh.

Istilah “whiplash” pertama kali digunakan pada tahun 1928. Istilah “railway spine”, digunakan untuk menggambarkan kondisi serupa yang umum terjadi pada orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan kereta sebelum 1928. Whiplash syndrome menggambarkan kerusakan pada struktur dan jaringan lunak leher dan kepala, sedangkan “whiplash associated disorders”, alias komplikasi gangguan Whiplash, menggambarkan kondisi cedera leher yang lebih parah dan kronis.

Bagaimana whiplash syndrome bisa terjadi?

Whiplash syndrome terjadi ketika jaringan lunak (otot dan ligamen) leher menderita ketegangan karena suatu gerakan cepat yang menyebabkan kepala terpelanting ke depan lalu belakang (atau sebaliknya), atau dari sisi kanan-kiri, melampaui jangkauan gerak normalnya.

Pergerakan mendadak ini menyebabkan tendon dan ligamen leher tertarik meregang dan robek, menghasilkan reaksi yang mirip seperti retakan cambukan. Selain itu, trauma leher ini juga bisa melukai ruas tulang belakang, cakram antar tulang, saraf, dan jaringan lunak leher lainnya.

Dilansir dari Medicine Net, studi terbaru yang menyelidiki whiplash syndrome pada crash dummies (boneka peraga) saat kecelakaan bermotor menggunakan kamera berkecepatan tinggi menemukan bahwa gaya tabrakan dari belakang memaksa tulang leher bawah ke posisi sangat teregang, sementara tulang leher atas berada dalam posisi mengendur. Akibatnya, tabrakan ini menyebabkan bentuk “S” abnormal pada tulang belakang leher yang sangat menonjol. Diperkirakan bahwa pergerakan tidak normal inilah yang menyebabkan kerusakan pada jaringan halus yang menahan posisi tulang leher.

Apa yang dapat terjadi setelah mengalami cedera leher akibat whiplash syndrome?

Gejala biasanya muncul dalam waktu 24 jam setelah insiden yang menyebabkan cedera leher tersebut, dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Tanda dan gejala umum dari whiplash syndrome, termasuk:

  • Nyeri leher; leher terasa kaku
  • Sakit kepala, khususnya di bagian bawah tengkorak
  • Pusing, berkunang-kunang
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan konstan

Gejala kurang umum lainnya yang terkait dengan nyeri kronis jangka panjang, termasuk:

  • Masalah konsentrasi dan ingatan
  • Telinga berdenging
  • Sulit tidur nyenyak
  • Mudah marah
  • Nyeri kronis pada leher, bahu, atau kepala

Gejala mungkin tidak akan muncul selama beberapa waktu, dan akan mulai timbul setelah beberapa hari. Gejala juga bisa hadir langsung beberapa saat setelah insiden. Maka dari itu penting untuk memperhatikan setiap perubahan fisik selama beberapa hari selanjutnya pasca kecelakaan.

Kesemutan dan mati rasa di bahu, lengan, dan sepanjang tangan juga dapat terjadi setelah Anda mengalami insiden. Anda harus segera menindaklanjuti dengan dokter jika gejala menyebar ke bahu atau lengan, terutama jika menggerakkan kepala terasa menyakitkan, atau lengan Anda terasa lemah.

Untungnya, whiplash syndrome pada umumnya bukanlah merupakan cedera yang mengancam nyawa, tetapi dapat menyebabkan cacat sebagian berkepanjangan. Pukulan hebat yang menyebabkan ketegangan leher kadang juga dapat menyebabkan gegar otak. Karena gegar otak bisa menjadi kondisi serius, Anda perlu segera menemui dokter. Anda membutuhkan perawatan medis darurat jika Anda merasa kebingungan, mual, sangat mengantuk, atau tidak sadarkan diri.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi cedera leher akibat Whiplash syndrome?

Dokter biasanya akan menanyakan sejumlah pertanyaan tertentu terkait dengan cedera Anda, seperti bagaimana cedera terjadi, di bagian mana Anda merasa paling sakit, dan apakah rasa sakitnya tumpul, tajam, atau seperti tertusuk berulang kali.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kisaran gerak leher dan mencari adanya area lebam, misalnya dengan rontgen, untuk dapat memastikan rasa sakit Anda tidak terhubung ke cedera lain atau penyakit degeneratif seperti arthritis. CT scan dan MRI scan akan memungkinkan dokter untuk memeriksa adanya kerusakan atau peradangan jaringan, tulang belakang, atau saraf.

Pengobatan untuk cedera leher seperti ini relatif sederhana. Dokter pada umumnya akan menganjurkan Anda menggunakan obat pereda rasa nyeri non-resep, seperti Tylenol, paracetamol, ibuprofen, atau aspirin. Cedera leher yang lebih serius mungkin membutuhkan obat resep, dan relaksan otot untuk mengurangi kejang otot. Anda mungkin akan diberikan kerah penyangga untuk menjaga leher Anda tetap stabil. Kerah tidak boleh dipakai selama lebih dari tiga jam pada satu waktu, dan hanya boleh digunakan beberapa hari pertama setelah cedera.

Ini kabar baiknya: Whiplash syndrome akan dapat pulih dengan sendirinya seiring waktu. Untuk membantu mempercepat proses pemulihan, Anda bisa mengompresnya dengan es, secepat mungkin setelah mengalami cedera. Es yang digunakan untuk kompres harus terlebih dulu dibungkus oleh handuk atau kain untuk menghindari kontak langsung antara kulit dengan es yang bisa menyebabkan cedera kulit. Anda harus berbaring di tempat tidur dengan menempatkan kepala Anda (yang terlebih dulu disangga oleh bantal) di atas kompres selama 20-30 menit setiap 3-4 sekali dalam 2-3 hari ke depan. Setelahnya, baru Anda bisa terapkan air hangat pada leher Anda — dengan kompres kain atau mandi berendam air hangat.

Anda juga mungkin ingin mencoba pengobatan alternatif untuk cedera leher Anda, misalnya dengan:

  • Akupunktur
  • Pijat: meringankan beberapa ketegangan di otot leher
  • Chiropractic
  • Ultrasound
  • Stimulasi saraf elektronik: Arus listrik lembut ini dapat membantu mengurangi nyeri leher

Berapa lama cedera leher akibat Whiplash syndrome bisa sembuh total?

Waktu pemulihan cedera leher tergantung pada seberapa serius trauma Whiplash Anda. Kebanyakan kasus akan mereda dalam beberapa hari. Yang lainnya dapat menghabiskan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih, untuk bisa sembuh. Hal ini dipengaruhi oleh kecepatan pemulihan yang berbeda-beda pada setiap orang.

Setelah gejala akut dari cedera leher menghilang, dokter akan memulai proses rehabilitasi untuk melatih otot-otot leher Anda lebih kuat dan lentur. Rehabilitasi juga dilakukan guna memulihkan cedera dan mengurangi kemungkinan Anda mencederai leher kembali di masa depan.

Pemanasan leher ringan boleh mulai dijalankan di tahap ini, dan Anda bisa tingkatkan intensitasnya seiring dengan waktu penyembuhannya. Tapi, jangan mulai beolahraga tanpa mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter Anda. Dan, jangan terburu-buru.

Jangan mencoba untuk kembali ke rutinitas fisik harian sampai Anda dapat:

  • Menoleh kedua sisi tanpa merasakan sakit atau kaku
  • Menganggukkan kepala dari depan ke belakang, atau sebaliknya, dalam satu gerakan penuh
  • Menggelengkan kepala dari kedua sisi dalam satu gerakan penuh tanpa rasa sakit atau kaku

Jika Anda memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik seperti biasa sebelum cedera leher benar-benar sembuh, Anda bisa merisikokan nyeri leher kronis dan cedera permanen.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Whiplash http://www.healthline.com/health/whiplash#Overview1 accessed August 2, 2016

Neck Strain and Whiplash http://www.webmd.com/back-pain/neck-strain-whiplash?page=2 accessed August 2, 2016

Whiplash http://www.medicinenet.com/whiplash/page2.htm accessed August 2, 2016

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 07/09/2016
x