Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Osteoporosis adalah kondisi di mana terjadi pengeroposan tulang dan berkurangnya kepadatan massa tulang secara terus-menerus. Sayangnya, banyak mitos yang tidak benar mengenai osteoporosis. Sebagai contoh, osteoporosis merupakan bagian dari penuaan atau wanita saja yang dapat terkena osteoporosis. Bagaimana fakta tentang osteoporosis tersebut, lalu apa lagi mitos osteoporosis yang tidak benar? Simak penjelasan berikut ini.

4 mitos osteoporosis dan fakta dibaliknya

Anda mungkin sering mendengar mitos bahwa osteoporosis merupakan hal alami yang akan dirasakan oleh semua orang saat bertambah tua. Padahal, itu hanyalah mitos tersebut belum terbukti kebenarannya. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya sekaligus mitos-mitos lain yang berkaitan dengan osteoporosis.

1. Mitos osteoporosis bagian dari proses penuaan

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa osteoporosis adalah bagian dari proses penuaan. Dalam kata lain, osteoporosis adalah hal yang wajar dan akan dialami semua orang. Namun, sayangnya itu hanya mitos belaka.

Ya, mitos mengenai osteoporosis ini mungkin termasuk salah satu yang paling banyak dipercaya orang. Padahal, Anda bisa saja menjaga kondisi kesehatan tulang untuk meminimalisasi risiko dari osteoporosis.

Osteoporosis memang umumnya dialami oleh orang lanjut usia, setelah menginjak usia di atas 50 tahun. Namun, bukan berarti semua orang yang sudah tua pasti akan mengalami kondisi ini

Lagipula, berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di Cleveland Clinic, sebagian besar orang akan kehilangan massa tulangnya seiring dengan pertambahan usia, tapi bukan berarti orang-orang ini mengalami osteoporosis.

Orang yang memiliki risiko mengalami osteoporosis adalah orang dengan faktor keturunan, kekurangan vitamin D, dan terlalu banyak asupan kafein. Tak hanya itu, orang yang memiliki kebiasaan merokok, jarang olahraga, dan mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi refluks asam lambung dan kanker prostat juga memiliki kecenderungan tersebut.

Maka itu, bisa dikatakan mitos mengenai osteoporosis tersebut tidak benar. Apalagi, osteoporosis sebenarnya masih bisa dicegah jika Anda membiasakan diri meningkatkan asupan kalsium, vitamin D, dan membiasakan diri berolahraga.

2. Hanya wanita yang akan mengalami osteoporosis

Mitos berikutnya mengenai osteoporosis adalah hanya wanita yang bisa mengalami kondisi tersebut, sementara laki-laki tidak. Sebenarnya, mitos ini tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, wanita memiliki kecenderungan yang lebih besar mengalami osteoporosis.

Namun, bukan berarti mitos tersebut benar. Pasalnya, laki-laki masih memiliki kemungkinan untuk mengalaminya. Hanya saja, laki-laki umumnya baru akan mengalami osteoporosis jika usianya telah menginjak 65 tahun ke atas.

Sementara, osteoporosis sering kali dialami wanita sejak usia 50 tahun ke atas. Mitos mengenai osteoporosis lebih rentan dialami oleh wanita disebabkan karena massa tulang wanita berkurang cukup drastis disebabkan kadar estrogen di dalam tubuh setelah menopause. Namun, bukan berarti osteoporosis hanya berisiko terjadi pada wanita.

3. Mitos osteoporosis bukan masalah anak muda

Selanjutnya, mitos yang juga banyak dipercaya adalah hanya orang lanjut usia saja yang bisa mengalami kondisi tersebut. Padahal, seperti yang telah disebutkan, osteoporosis juga mungkin terjadi pada usia muda. Apalagi, jika ada kondisi kesehatan tertentu yang dimilikinya.

Hal ini berarti, mitos yang menyatakan osteoporosis tidak mungkin dialami oleh anak muda adalah tidak benar. Lagipula, tidak ada salahnya jika mempersiapkan diri lebih awal. Artinya, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan tulang sejak masih muda.

Salah satunya, Anda bisa rutin berolahraga dan menjaga asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi demi mengurangi risiko mengalami osteoporosis di kemudian hari. Dengan mengonsumsi makanan sehat, Anda bisa mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mencegah pengeroposan tulang.

4. Patah tulang bukan masalah yang serius

Mitos berikutnya tentang osteoporosis adalah patah tulang bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Padahal, satu dari dua wanita dan satu dari empat pria mengalami patah tulang karena osteoporosis. Artinya, jika Anda mengalami patah tulang, bisa jadi disebabkan oleh kondisi tersebut.

Patah tulang bisa memengaruhi kondisi fisik, mental, emosional, bahkan menyebabkan kematian. Patah tulang di bagian panggul sering kali menyebabkan kematian. Bahkan, sekalipun Anda melakukan operasi penggantian tulang pinggul, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi.

Sebagai contoh, aritmia, komplikasi anestesi, pneumonia, serangan jantung, hingga infeksi. Maka itu, akan lebih baik jika Anda berupaya menjaga kesehatan tulang sedini mungkin.

Anda bisa berkonsultasi pada dokter mengenai apa saja yang bisa Anda lakukan demi menjaga kesehatan tulang yang Anda miliki. Maka itu, jangan memercayai mitos bahwa patah tulang, khususnya karena osteoporosis, bisa disepelekan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Berbagai Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Osteoporosis

Pengeroposan tulang bukanlah penyakit orang tua. Bahkan orang muda bisa mengalaminya. Apa sebenarnya penyebab osteoporosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Gejala Umum Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Osteoporosis awalnya sulit dikenali karena tulang keropos biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Kenali gejala-gejalanya lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Menghabiskan waktu di rumah selama pandemi cenderung membuat orang jadi pasif. Padahal, kurang gerak merupakan salah satu penyebab keropos tulang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab keropos tulang 1
Osteoporosis, Health Centers 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ada beberapa makanan dan minuman yang bisa mengurangi kepadatan tulang sehingga menjadi pantangan bagi penderita osteoporosis. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Muskuloskeletal, Osteoporosis, Health Centers 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi osteoporosis

Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
makanan penguat tulang

5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
olahraga untuk osteoporosis

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat tulang keropos pengobatan osteoporosis

6 Pilihan Obat Osteoporosis untuk Mencegah Tulang Makin Keropos

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit