home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sedang Merasa Stress? Coba Atasi Dengan Menggambar

Sedang Merasa Stress? Coba Atasi Dengan Menggambar

Mungkin banyak dari Anda yang belum tahu, kalau mengggambar atau sekedar corat-coret di kertas bisa menjadi salah satu cara meredakan stress. Laporan dari jurnal Art Therapy yang dirangkum oleh The Atlantic, menyebutkan bahwa kegiatan seni seperti menggambar secara signifikan mampu mengurangi gejala kecemasan. Tenang, dalam terapi ini, menggambar tidak hanya dilakukan oleh mereka yang memang pandai dalam hal gambar saja. Siapapun bisa menggunakan terapi seni ini sebagai cara meredakan stress.

Mengapa menggambar bisa menjadi cara meredakan stress?

Studi medis saat ini menunjukkan bagaimana stress kronis dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Untungnya, ada sejumlah cara mengurangi stress yang mudah mengikuti gaya hidup yang serba cepat dan sibuk, yaitu dengan menggambar apapun yang Anda suka. Apapun yang ada dalam pikiran Anda, bisa langsung Anda tuang di dalam kertas.

Berikut di bawah ini, merupakan hubungan antara bagaimana seni menggambar dan stress tubuh bisa mengatasi satu sama lain:

1. Menggambar sebagai respon untuk rileks

Di tengah menunggu atau di sela sela pekerjaan, Anda masih bisa meluangkan waktu untuk menggambar. Anda hanya perlu menyiapkan pensil dan buku catatan kecil (notebook). Mulailah untuk menggerakkan pensil dengan tangan, hal ini juga membantu membuat mata, tubuh, dan pikiran Anda jadi menyatu pada suatu hal.

Dokter ahli jantung dari Harvard University, Herbert Benson, mengidentifikasi seni menggambar sebagai respons dari relaksasi seseorang. Menurutnya, menggambar adalah keadaan fisik yang sedang beristirahat dalam sebuah respon melawan rasa stress tubuh dari dalam. Hal ini ditandai dengan adanya respon positif tubuh seperti penurunan tekanan darah, laju pernapasan yang stabil, dan denyut nadi lebih rendah.

2. Menggambar sebagai cara mengekspresikan perasaan

Rasa marah, sedih, atau bahkan kehilangan seseorang bisa menjadi akar dari kondisi stress tubuh dan pikiran. Emosi yang tertekan seperti itu, bisa menimbulkan masalah yang tidak Anda duga jika tidak terluapkan dengan baik.

Menurut Cathy Machioldi, seorang ahli di bidang terapi seni, ketika seseorang meluapkan stress lewat seni, mereka memiliki keuntungan untuk mengeksplorasi emosi yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata.

Contohnya, saat menggambar, mereka bisa membuat coretan gestural yang bekerja seirama dan mampu membangkitkan perasaan mereka yang tertahan. Maka dari itu, menggambar juga merupakan cara meredakan stress yang mudah dan sebagai alat efektif untuk melepaskan emosi terpendam.

3. Jadi lebih mengetahui diri sendiri

Ketika Anda mengekspresikan diri lewat seni, contohnya menggambar, Anda mampu mengakses alam bawah sadar dengan mudah, dan dapat mengetahui lebih dalam tentang diri sendiri. Pasalnya, ketika seseorang mengekspresikan dirinya lewat seni visual, hal ini dapat membantu Anda mengeksplorasi pikiran dan ide Anda sendiri. Malchiodi percaya, kalau dengan menggambar apapun bisa mengeksplor keyakinan diri, dan dengan menggambar pula Anda bisa menemukan sumber ketenangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How doodling trigger feeling of pleasure http://www.medicalnewstoday.com/articles/317929.php Diakses pada 5 Juli 2017

Doodling your way more mindful life https://www.psychologytoday.com/blog/arts-and-health/201401/doodling-your-way-more-mindful-life Diakses pada 5 Juli 2017

Making art activates brain reward pathway https://www.sciencedaily.com/releases/2017/06/170613120531.htm Diakses pada 5 Juli 2017

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 11/07/2017
x