Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Saat Pikiran Dilanda Stres, Jaga Kekebalan Tubuh Dengan 7 Cara Ini

    Saat Pikiran Dilanda Stres, Jaga Kekebalan Tubuh Dengan 7 Cara Ini

    Kebanyakan orang mungkin pernah mengalami stres. Namun, ternyata stres dapat memengaruhi tubuh dan menyebabkan Anda mudah terserang penyakit. Apalagi jika stres yang Anda miliki berlangsung lama, ini mungkin akan meningkatkan risiko Anda terserang penyakit. Bagaimana bisa? Apa yang harus Anda lakukan untuk tetap jaga kesehatan tubuh? Simak jawabannya di sini.

    Apakah stres bisa menyebabkan penyakit?

    Stres dapat terjadi karena perubahan lingkungan sekitar, sehingga tubuh akan bereaksi dan meresponnya sebagai upaya perlindungan. Saat stres melanda, biasanya tubuh akan mencoba memulihkan keadaan tersebut. Namun, jika stres sering terjadi, maka tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh.

    Akibatnya, kinerja tubuh akan terganggu. Permasalahan tersebut tentunya dapat melibatkan banyak sistem, organ, dan kelenjar yang dipengaruhi oleh respon stres. Berikut adalah macam-macam reaksi tubuh Anda ketika dilanda stres berat.

    Mual

    Sebuah penelitian melaporkan bahwa stres dapat membuat produksi hormon serotonin dan adrenalin terganggu. Akibatnya, saat Anda mengalami stres, Anda akan mengalami mual. Hal ini terjadi karena ketika Anda sedang stres, usus Anda akan mengirimkan pesan ke otak bahwa Anda harus merasa takut dan menyebabkan mual.

    Gangguan pencernaan

    Rasa cemas dan khawatir yang berujung menjadi stres, dapat menyebabkan banyak tekanan pada perut dan usus, termasuk asam lambung dan pencernaan. Sehingga sering kali ketika Anda mengalami stres, Anda akan merasa ada sesuatu yang salah terjadi pada perut Anda.

    Mudah sakit

    Tubuh Anda setip harinya bertempur melawan virus atau bakteri yang akan dan telah menyerang tubuh. Ternyata, stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh akibatnya dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit ringan, seperti mual, batuk, flu, kelenjar getah bening bengkak, lidah terasa kering, pusing, sakit kepala, atau sakit perut.

    Tetap jaga kesehatan saat stres melanda

    Kegelisahan atau rasa khawatir berlebih yang berujung menjadi stres dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh Anda. Meski begitu, ada beberapa cara untuk jaga kesehatan Anda ketika stres menyerang. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

    1. Konsultasi dengan dokter Anda

    Bila Anda sudah mengalami gejala yang menunjukkan stres, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Lakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk memastikan masalah kesehatan lainnya tidak memicu perasaan yang membuat Anda stres.

    Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan seperti obat antidepresan untuk membantu Anda mengatasi stres yang berlebihan.

    2. Olahraga setiap hari

    Lakukanlah olahraga setiap hari secara rutin agar Anda bisa jaga kesehatan. Namun, sebelum memulainya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dulu. Bahan kimia yang dihasilkan selama olahraga sedang bisa sangat bermanfaat dalam meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

    Latihan aerobik dan penguatan secara teratur juga merupakan cara yang efektif untuk melatih tubuh Anda menghadapi stres yang tak terkendali.

    3. Konsumsi makanan sehat

    Banyak orang melampiaskan stres yang dialami pada makanan. Sehingga tidak memerhatikan makanan yang dikonsumsi sehat atau tidak, yang penting stres akan mereda setelah makan.

    Meskipun Anda sedang stres, Anda perlu makan makanan yang sehat juga. Anda bisa mengonsumsi alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk sebagai pelampiasan stres Anda.

    Makanan-makanan sehat tersebut dapat membantu mencegah stres berkepanjangan. Juga, mengandung nutrisi baik yang telah terbukti mampu memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon stres kortisol, dan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia).

    4. Belajarlah untuk bersantai

    Teknik relaksasi dapat memicu respons relaksasi, yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan kewaspadaan mental yang tenang. Ini adalah kebalikan dari respon “fight or flight”.

    Teknik relaksasi dapat menawarkan potensi nyata untuk mengurangi kecemasan dan kekhawatiran. Ini juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi stres. Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, ritme beta menjadi ritme alfa yang rileks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam perut, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas seperti yoga dan tai chi.

    5. Perluas pertemanan

    Rasa kesepian membuat Anda lebih sulit untuk mengelola stres. Orang yang memiliki jaringan teman yang besar tidak hanya memiliki harapan hidup yang lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang tidak, tapi mereka juga memiliki sedikit kejadian dari banyak jenis penyakit.

    6. Bicaralah dengan terapis profesional

    Konseling psikologis dapat membantu Anda mengembangkan strategi penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah yang memicu stres yang berlebihan.

    Terapis akan membantu Anda mengenali jenis pikiran dan keyakinan apa yang menyebabkan Anda menjadi terlalu stres. Terapi juga dapat membantu Anda menyarankan cara-cara untuk membantu Anda berubah, dan dengan kemauan Anda juga untuk berubah. Karena keberhasilan terapis juga didukung oleh kemauan Anda.

    7. Istirahat yang cukup

    Jaga kesehatan Anda dengan istirahat secukupnya. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika Anda stres dan kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan penyakit. Maka, usahakan untuk tetap tidur yang cukup setiap malam.


    Stres dan butuh teman berbagi cerita?

    Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How to Tell If Anxiety Is Making You Feel Ill https://www.webmd.com/balance/guide/how-worrying-affects-your-body#3 diakses 15 Februari 2018.

    How Worrying Affects the Body http://www.calmclinic.com/anxiety/signs/feeling-ill diakses 15 Februari 2018.

    Stress Symptoms https://www.webmd.com/balance/stress-management/stress-symptoms-effects_of-stress-on-the-body#1 diakses 15 Februari 2018.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui Dec 07, 2020
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: