Personality Disorder (Gangguan Kepribadian)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi personality disorder

Apa itu personality disorder (gangguan kepribadian)?

Kepribadian atau personality adalah cara berpikir, merasa, dan berperilaku yang khas pada seseorang, yang membedakannya dengan orang lain. Karakter manusia yang khas ini biasanya tetap sama dari waktu ke waktu, yang umumnya dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, serta karakteristik yang diwariskan. 

Berdasarkan pengertian tersebut, personality disorder atau gangguan kepribadian adalah kepribadian yang menyimpang dari orang normal. Ini merupakan masalah kejiwaan atau gangguan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir, perilaku, serta perasaan yang tidak sehat. 

Seseorang dengan gangguan kepribadian umumnya mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain dan memahami situasi. Hal ini menyebabkan masalah dan keterbatasan dalam membangun hubungan serta menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, hingga aktivitas sosial, termasuk menghadapi stres

Penderita gangguan ini pun terkadang tidak dapat membedakan mana yang normal dan tidak. Ia menganggap bahwa perilaku dan cara berpikirnya tampak alami dan tidak memiliki masalah. Bahkan, ia mungkin menyalahkan orang lain atas situasi yang dihadapinya.

Seberapa umumkah kondisi ini

Personality disorder adalah gangguan mental yang umum terjadi pada usia berapa pun, dan biasanya menyerang lebih banyak wanita dibandingkan dengan pria. Gejala awal biasanya muncul pada masa remaja atau dewasa muda.

Kemungkinan, gangguan kepribadian dapat dihindari dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kepribadian Seseorang Bisa Berubah, Benarkah?

Jenis-jenis personality disorder

Personality disorder terbagi ke dalam beberapa tipe atau jenis, yang digolongkan dalam kelompok-kelompok kecil dengan perilaku dan gejala serupa. Berikut adalah tipe-tipe atau jenis-jenis gangguan kepribadian tersebut: 

Cluster A: Curiga

Culster ini ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang aneh dan eksentrik. Berikut adalah beberapa tipenya:

  • Paranoid

Orang yang mengidap paranoid sangat tidak percaya terhadap orang lain dan selalu merasa curiga. Ia berasumsi bahwa orang lain akan menyakiti atau menipunya. 

  • Schizoid

Seseorang dengan schizoid tidak tertarik untuk terlibat dalam hubungan personal atau melakukan interaksi sosial. Ia memilih untuk menyendiri dan tidak peduli dengan pujian atau kritik dari orang lain. 

  • Schizotypal

Orang dengan gangguan kepribadian schizotypal merasa tidak nyaman memiliki hubungan dekat dengan orang lain, memiliki pemikiran yang menyimpang, dan perilaku yang eksentrik. Ia pun mungkin memiliki kecemasan sosial yang berlebihan. 

Cluster B: Emosional dan Impulsif

Cluster ini ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang dramatis, terlalu emosiona, atau tidak dapat diprediksi. Berikut adalah tipe-tipenya:

  • Gangguan kepribadian antisosial

Orang yang memiliki gangguan antisosial seringkali mengabaikan atau melanggar hak orang lain, dan cenderung melanggaar normal sosial. Ia mungkin sering berbohong, menipu orang lain, atau bertindak impulsif.  

  • Borderline personality disorder

Orang yang memiliki gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) memiliki suasana hati, citra diri, serta hubungan yang tidak sabil, diikuti dengan perilaku impulsif. Ia pun sering merasa takut ditinggalkan dan kerap memiliki perasaan hampa yang berkelanjutan.

  • Histronic personality disorder

Pengidap gangguan histrionik dapat terus menerus meminta perhatian secara berlebihan. Ia mungkin merasa tidak nyaman jika tidak menjadi pusat perhatian  serta memiliki perubahan emosi yang berlebihan dan cepat. 

  • Gangguan kepribadian narsistik

Orang dengan narsistik merasa lebih penting daripada orang lain. Mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian dan gemar membual soal kesuksesan dan daya tariknya. Mereka sangat butuh pujian dari orang lain, tetapi tak punya empati terhadap orang lain. 

Cluster C: Gelisah

Cluster ini ditandai dengan kecemasan serta pemikiran atau perilaku yang menakutkan. Berikut adalah beberapa tipenya:

  • Avoidant personality disorder

Orang dengan avoidant personality disorder sering merasa kekurangan, inferior, atau tidak menarik. Ia biasanya terus memikirkan kritik dari orang lain dan menghindari partisipasi dengan aktivitas dan pergaulan baru. 

  • Dependent personality disorder

Seseorang dengan gangguan kepribadian dependen punya ketergantungan yang parah terhadap orang lain untuk menuruti kebutuhan fisik dan emosinya Mereka biasanya menolak untuk sendirian. Ia juga butuh jaminan ketika mengambil keputusan, dan selalu menoleransi kekerasan secara fisik dan verbal. 

  • Obsessive-compulsif personality disorder (OCPD)

Penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) punya keinginan yang luar biasa terhadap pencapaian. Ia sangat mengikuti aturan dan regulasi, serta rela mengabaikan hubungan personal untuk fokus pada pencapaian yang sempurna.

Perlu dipahami, OCPD berbeda dengan OCD (gangguan obsesif kompulsif (OCD). OCD merupakan jenis gangguan kecemasan yang memiliki pikiran serta perilaku tidak terkendali dan berulang. 

Tanda-tanda dan gejala personality disorder

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan kepribadian?

Setiap tipe gangguan kepribadian menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda. Namun, dilansir dari Mayo Clinic, seseorang dengan gangguan kepribadian tertentu umumnya juga memiliki setidaknya satu gejala atau tanda yang mengacu ke gangguan kepribadian lainnya.  

Adapun secara umum, gejala dan tanda gangguan kepribadian adalah:

  • Senantiasa diliputi perasaan negatif, seperti stres, gelisah, perasaan tidak berharga, atau amarah. 
  • Kerap mnghindari orang lain, tidak percaya pada orang lain, merasa hampa, dan tidak terhubung secara emosional.
  • Sulit mengendalikan perasaan dan perilaku yang negatif. 
  • Sering tidak mampu menjaga hubungan yang stabil dan dekat dengan orang lain, termasuk keluarga dan teman. 
  • Kadang kehilangan kontak dengan realita.

Tak hanya itu, seseorang dengan gangguan ini pun terkadang memiliki masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi atau penyalahgunaan zat (kecanduan).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda atau orang di sekitar ANda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Jika tidak mendapatkan penanganan, gangguan kepribadian bisa menyebabkan masalah signifikan pada kehidupan seseorang.

Penyebab & faktor risiko personality disorder

Apa penyebab gangguan kepribadian (personality disorder)?

Penyebab dari gangguan kepribadian tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini, kondisi ini dipicu oleh kombinasi dari beberapa faktor, yaitu: 

  • Gnetik yang diturunkan dari keluarga. Ini karena beberapa elemen kepribadian juga cenderung bersifat genetik atau diwariskan dari orangtua kepada Anda.
  • Lingkungan dan keadaan sosial, seperti kehidupan keluarga yang tidak stabil atau kacau (orang tua yang alkoholisme atau memiliki masalah mental) atau trauma masa kecil (seperti pelecehan). 
  • Faktor biologis. Beberapa peneliti mempercayai bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kelainan struktur atau ketidakseimbangan zat kimia di otak.

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko gangguan kepribadian?

Ada banyak faktor risiko untuk gangguan kepribadian, yaitu:

  • Pernah mengalami kejadian traumatis.
  • Pernah menjalani kesulitan pada masa kecil, seperti kekerasan atau diabaikan.
  • Terdapat kelainan dalam struktur dan zat kimia di otak. 
  • Riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya. 

Diagnosis personality disorder

Bagaimana dokter mendiagnosis gangguan kepribadian?

Ada beberapa cara yang mungkin dilakukan dokter atau ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, untuk mendiagnosis seseorang dengan gangguan kepribadian, yaitu: 

  • Pemeriksaan fisik, seperti tes laboratorium atau tes pemindaian, serta menanyakan riwayat kesehatan Anda untuk mencari kondisi medis lain yang mungkin menyebabkan gejala.
  • Evaluasi psikiatrik, termasuk diskusi tentang pemikiran, perasaan, dan tingkah laku, serta pemberian kuisioner untuk membantu melihat kemungkinan kriteria dari gangguan kepribadian.

Untuk mendapatkan informasi mengenai pasien dan guna menegakkan diagnosis, dokter atau ahli kesehatan mental umumnya juga akan mewawancarai keluarga Anda. Dokter juga dapat menanyakan kejadian yang penting atau mempengaruhi Anda secara emosional.

Kriteria untuk diagnosis personality disorder

Setiap gangguan kepribadian memiliki kriteria diagnostiknya sendiri. Namun, secara umum, dokter dan ahli kesehatan mental akan menentukan diagnosis gangguan kepribadian jika pasien memiliki setidaknya dua dari kriteria di bawah ini: 

  • Cara Anda memandang dan menafsirkan diri sendiri, orang lain, dan peristiwa. 
  • Cara Anda bersikap ketika menghadapi atau berhubungan dengan orang lain. 
  • Kesesuaian respon emosional Anda. 
  • Sebaik apa Anda mengatur dorongan dari hati Anda. 

Terkadang, sulit untuk menentukan tipe gangguan kepribadian yang dialami seseorang, mengingat gejala yang muncul punya kemiripan satu sama lain. Gangguan lain seperti depresi, gelisah, dan penyalahgunaan zat, juga mungkin akan mempersulit diagnosis. Oleh karena itu, diagnosis yang akurat membutuhkan waktu dan tenaga untuk menentukan perawatan yang tepat.

Pengobatan personality disorder

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati gangguan kepribadian (personality disorder)?

Perawatan yang ditentukan untuk Anda tergantung pada jenis gangguan kepribadian yang Anda alami. Agar pengobatan berjalan efektif dan beriringan, pendekatan kelompok seringkali dibutuhkan. Pasalnya, gangguan kepribadian membutuhkan pengobatan jangka panjang, bisa berbulan-bulan atau bahkan tahunan. 

Pendekatan kelompok ini umumnya termasuk dokter atau perawat utama, seperti psikiater, psikolog atau terapis lainnya, perawatan psikiatris, apoteker, atau pekerja sosial. Namun, bila Anda mengalami gejala yang ringan dan bisa dikontrol, Anda mungkin hanya butuh perawatan dari dokter serta seorang psikiater atau terapis lainnya. 

Adapun beberapa jenis pengobatan yang umum dilakukan, yaitu: 

  • Psikoterapi

Psikoterapi atau terapi bicara mungkin bisa membantu mengatur gangguan kepribadian atau personality disorder. Saat psikoterapi berlangsung, Anda dan terapi akan mendiskusikan kondisi Anda, termasuk perasaan dan pemikiran Anda. Ini bisa menjadi cara untuk bisa mengontrol gejala dan tingkah laku yang mengganggu keseharian Anda. 

Ada banyak tipe psikoterapi yang mungkin akan Anda lakukan. Beberapa tipe psikoterapi yang biasanya digunakan, yaitu terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT), terapi tingkah laku dialektikal, psychoanalytic atau psychodynamic therapy, dan lainnya. Selain itu, terapi keluarga juga mungkin bermanfaat untuk gangguan mental ini.

  • Obat-obatan

Belum ada obat-obatan yang khusus untuk mengobati gangguan kepribadian. Namun, ada beberapa obat yang dapat membantu mengontrol gejala, seperti: 

  • Antidepresan, yang dapat mengatasi depresi, kemarahan, atau impulsivitas.
  • Penstabil mood, yang mencegah mood swing dan mengurangi kekesalan dan keagresifan.
  • Obat antipsikotik, juga dikenal sebagai neuroleptik, yang dapat membantu orang yang kehilangan kesadaran dengan kenyataan.
  • Obat anticemas, yang membantu meringankan kegelisahan, kecemasan, dan insomnia.
  • Program rawat inap 

Dalam beberapa kasus, gangguan kepribadian parah memerlukan perawatan khusus kejiwaan di rumah sakit. Pengobatan ini umumnya disarankan ketika Anda tidak bisa merawat diri Anda dengan benar atau ketika Anda membahayakan diri sendiri dan orang lain. 

Setelah kondisi Anda stabil, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan program rawat jalan. 

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi gangguan kepribadian (personality disorder)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan kepribadian:

  • Aktif dalam merawat diri

Cara ini bisa membantu Anda untuk mengatur gangguan kepribadian yang Anda miliki. Jangan melewatkan sesi terapi, meskipun Anda merasa malas. Fokus terhadap tujuan perawatan Anda dan bekerja keraslah dalam menggapai hal itu. 

  • Konsumsi obat sesuai arahan dokter

Meskipun Anda sudah merasa membaik, jangan berhenti mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Jika Anda berhenti, gejala gangguan kepribadian (personality disorder) mungkin akan kembali atau Anda akan mengalami gejala lain secara tiba-tiba. 

  • Pelajari kondisi Anda

Mempelajari kondisi kesehatan Anda bisa mengembangkan dan memotivasi Anda untuk tetap melakukan perawatan. 

  • Lakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik bisa membantu mengelola banyak gejala, seperti depresi, stres, dan gelisah. Ini juga bisa menurunkan risiko kenaikan berat badan akibat pengobatan yang Anda konsumsi. Pertimbangkan beberapa kegiatan, seperti berjalan, jogging, berenang, berkebun, atau berbagai aktivitas lainnya yang Anda sukai. 

  • Hindari konsumsi alkohol dan narkoba

Alkohol dan obat-obatan terlarang bisa memperburuk gejala personality disorder. Oleh karena itu, hindari konsumsi keduanya.  

  • Segera konsultasi jika timbul masalah atau gangguan

Jangan melewatkan kunjungan medis kepada para ahli, terutama bila Anda merasa tidak baik. Anda mungkin punya masalah kesehatan lain yang perlu diketahui, atau Anda juga mungkin mengalami efek samping dari pengobatan. 

Apa yang bisa dilakukan jika orang terdekat mengalami gangguan kepribadian (personality disorder)?

Jika orang yang Anda cintai mengidap gangguan kepribadian atau personality disorder, bekerja samalah dengan ahli kesehatan mental untuk merundingkan langkah terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda mungkin juga akan mengetahui banyak hal tentang pengalaman Anda sendiri. 

Orang dengan gangguan kepribadian membutuhkan bantuan orang lain. Ia mungkin akan marah atau Adefensif, jadi hindari perdebatan dengannya. Daripada berdebat, fokuslah pada perasaan Anda dan ungkapkan perhatian Anda pada kepribadiannya. 

Cek Kadar Alkohol Dalam Darah

Komplikasi personality disorder

Gangguan kepribadian atau personality disorder bisa memberikan efek buruk pada pengidapnya dan orang-orang di sekitar mereka. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti pada hubungan, lingkungan kerja, dan sekolah, serta bisa menjurus pada isolasi sosial atau penyalahgunaan alkohol dan narkoba. 

Oleh karena itu, seseorang dengan kondisi ini perlu segera mendapat penanganan yang tepat. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau ahli kesehatan mental.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Keuntungan Jadi Jomblo dari Sisi Psikologis

Tak perlu galau jika Anda belum juga menemukan kekasih. Berikut keuntungan jadi jomblo dari sisi psikologis, menurut para peneliti.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hubungan Harmonis 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kecanduan 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
avoidant personality tidak mau bergaul

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
takut pada anjing

Takut Berlebihan Terhadap Anjing, Tanda Gangguan Cynophobia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit