Gampang Percaya Dengan Hal Berbau Mistis? Mungkin Gejala Gangguan Skizotipal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hidup di zaman digital yang kian hari semakin canggih, ironisnya masih banyak juga orang yang masih percaya dengan hal-hal gaib dan berbau mistis. Misalnya saja, pergi ke tempat pesugihan untuk mendapat nomor togel atau meminta keturunan. Tapi tahukah Anda bahwa memercayai hal-hal yang berbau mistis, hingga sulit berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain, bisa menjadi salah satu gejala gangguan jiwa yang disebut gangguan skizotipal? Kenapa begitu?

Apa itu gangguan skizotipal?

Kepribadian menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, karena kepribadian menentukan cara pandang Anda akan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Gangguan skizotipal adalah gangguan kepribadian yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk menjalin hubungan dekat dengan orang lain karena merasa sangat tidak nyaman untuk berinteraksi. Selain itu, seseorang dengan gangguan ini memiliki cara berpikir yang abnormal sehingga memiliki perilaku yang cenderung eksentrik.

Orang yang mengalami gangguan ini sering memiliki pemikiran yang salah akibat pemaham tentang kejadian sehari-hari yang keliru, meskipun kejadian tersebut merupakan hal yang biasa bagi orang lain. Mereka sangat mempercayai takhayul dan memiliki pemikiran sendiri akan suatu hal meskipun hal tersebut tidak wajar atau menyimpang dari norma sosial dari lingkungan di sekitarnya.

Pola pemikiran “nyeleneh” tersebut sering menimbulkan kecemasan dan depresi bagi penderitanya. Akibatnya penanganan yang dilakukan hanya berfokus pada gejala depresi dan gangguan kecemasan tanpa mengatasi gejala gangguan kepribadian yang dialaminya.

Penyebab gangguan skizotipal

Banyak hal yang diperkirakan menjadi penyebab gangguan skizotipal. Salah satu teori menyatakan munculnya gangguan ini merupakan hasil interaksi dari faktor keturunan, sosial, dan kejiwaan.

Gangguan skizotipal kemungkinan dapat berasal dari sifat yang diwariskan, namun peran sosial seperti pola asuh dan pergaulan sosialsemenjal masa kecil, faktor temperamen, serta bagaimana ia menyelesaikan masalah juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan gangguan kepribadian.

Gejala gangguan kepribadian skizotipal

Secara umum, gangguan kepribadian skizotipal menyebabkan pola kemampuan sosial dan interpersonal yang sangat minim akibat pola pikir yang tidak wajar. Gangguan ini juga disertai rasa tidak nyaman berinteraksi dan tidak memiliki kemampuan dalam menjalani hubungan dekat.

Namun, secara lebih spesifik gejala yang dialami pengidap gangguan ini lebih bervariasi. Ini termasuk:

  • Memiliki kepercayaan kuat terhadap hal magis, mistis, gaib, klenik, meskipun bertentangan pada norma
  • Sering berilusi tentang pengalaman supranatural, atau kejadian yang tidak biasa
  • Memiliki ide yang tidak wajar
  • Memiliki cara bicara dan perkataan yang tidak jelas untuk dipahami orang lain
  • Sering menunjukan emosi yang tidak wajar
  • Sangat merasa tidak nyaman pada situasi sosial
  • Terlalu merasa paranoid akan hal tertentu
  • Memiliki penampilan yang tidak biasa atau eksentrik
  • Sangat sedikit memiliki teman dekat atau orang kepercayaan selain keluarga dekat
  • Mengalami kecemasan sosial dan rasa paranoid untuk berinteraksi dengan seseorang meskipun sudah kenal lama.

Bagaimana skizotipal dapat dikenali?

Seseorang hanya dapat dinyatakan mengalami gangguan skizotipal ketika ia telah beranjak dewasa. Pasalnya, gangguan kepribadian hanya dapat terbentuk dalam waktu yang lama. Individu pada usia anak dan remaja masing mengalami perubahan dan pematangan kepribadian secara terus-menerus. Gejala gangguan skizotipal dapat meningkat hingga dewasa kemudian menurun pada usia dewasa akhir sebelum masuki usia lansia atau sekitar 40-50 tahun.

Diagnosis yang dilakukan tenaga profesional kejiwaan kemungkinan melibatkan gejala dan pola perilaku sebelumnya pada seseorang yang dicurigai mengalami gangguan kepribadian skizotipal. Penetapan diagnosis pada individu sebelum memasuki usia dewasa dapat dilakukan ketika gejala dari gangguan ini sudah ada dan menetap selama minimal satu tahun. Selain itu deteksi dini akan gangguan ini berdasarkan adanya riwayat keluarga yang memiliki yang mengalami gangguan skizofrenia.

Apa bedanya skizotipal dan skizofernia?

Gangguan kepribadian skizotipal sering disalahartikan sebagai gangguan mental serius skizofrenia. Keduanya dapat memicu gejala psikosis yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk membedakan mana kenyataaan yang sebenarnya dan ma yang hanya halusinasi/imajinasi.

Namun frekuensi dan intensitas episode halusinasi dan delusi pada gejala gangguan kepribadian skizotipal secara umum lebih ringan dibandingkan pada skizofernia. Umumnya, seseorang dengan gangguan skizotipal sedikit banyak masih menyadari bedanya kenyataan dengan pemikiran, namun orang dengan skizofrenia akan sangat sulit mengatasi gejala delusi yang dialaminya. Mereka umumnya tidak bisa membedakan mana alam yang nyata dan ilusi.

Meskipun keduanya berbeda namun pengobatan skizofernia dapat memberikan efek positif terhadap pengindap gangguan skizotipal.

Pengobatan gangguan skizotipal

Pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk penderita gangguan kepribadian skizotipal karena jika tidak tertangani terdapat peluang penurunan kemampuan sosial dan okupasional yang serius. Penanganan komprehensif seperti terapi kejiwaan dan konsumsi obat dibutuhkan untuk membentuk pola pikir dan perilaku baru serta meringankan gejala dari gangguan skizotipal. Namun kemungkinan hal tersebut perlu dilakukan pada waktu yang lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Berusaha menjadi lebih baik tidak sama dengan menjadi seorang perfeksionis. Namun, berusaha menjadi sempurna itu baik atau buruk, sih?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Terlalu yakin ditaksir selebriti atau orang terkenal adalah tanda khas dari erotomania syndrome. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apatis

Mengenali Ciri-ciri Sikap Apatis dan Cara Mengatasi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit