5 Hal yang Menandakan Anda Terjebak Dalam Toxic Relationship

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tidak semua orang yang menjalani hubungan menyadari kalau hubungannya tersebut tidak berjalan bahagia. Hal ini membuat mereka yang sudah terjerat, sulit untuk keluar dari hubungan yang toxic. Arti dari toxic relationship sesuai dengan sebutannya, yakni “meracuni” kesejahteraan fisik dan mental Anda diam-diam. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk mengenali tanda apa saja yang muncul dari toxic relationship agar bisa segera melepaskan diri.

Tanda Anda terjebak dalam hubungan toxic

pasangan mengancam putus

Hubungan asmara bisa dikatakan “sehat” juga bisa sebaliknya tidak sehat. Hubungan asmara yang sehat artinya kedekatan yang Anda jalin dengan pasangan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan ketimbang stres. Ini berbanding terbalik dengan toxic relationship. atau juga Anda kenal dengan hubungan asmara yang tidak bahagia.

Hubungan asmara dapat dikatakan toxic adalah ketika kedua pihak tidak saling mendukung, tidak saling menghormati, dan tidak memiliki kebersamaan. Ketika ada konflik, salah satu pasangan justru berusaha untuk merusak atau merendahkan pasangannya. Hubungan ini sangat beracun karena bisa menguras tenaga dan pikiran, terutama yang menjadi korbannya.

Berikut ini adalah ciri-ciri Anda berada di dalam hubungan yang toxic (toxic relationship):

1. Merasa gagal jadi diri sendiri

Tanda pertama yang bisa dikenali ketika seseorang berada dalam toxic relationship adalah tidak menjadi diri sendiri. Anda sulit menjadi dan menerima diri sendiri akibat terus-terusan dibombardir kritikan pedas oleh pasangan yang merusak kepercayaan dan harga diri.

Anda bahkan tidak merasa bisa untuk berbicara atau terbuka padanya. Anda yang dulu bahagia dan penuh energi sekarang justru lebih banyak diam dan cepat pasrah.

Jika saat ini Anda sedang mengalami hal ini, coba telaah kembali. Hubungan asmara yang sehat adalah yang saling mendukung, membahagiakan, dan tentu saja membuat Anda bebas menjadi diri sendiri.

2. Tidak pernah bisa berkomunikasi dengan baik

Setiap konflik dan perdebatan yang ada dalam hubungan idealnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan pasangan.

Sekarang coba ingat-ingat, apakah Anda dan pasangan melakukan hal itu? Jika pasangan justru tak ingin membahasnya hingga melakukan kekerasan emosional, Anda perlu hati-hati karena ini bisa jadi Anda menjalani hubungan yang toxic.

Apabila untuk hal sepele dan remeh pasangan meluapkannya dengan cara yang kasar, sebaiknya pikirkan kembali kualitas hubungan Anda. Pasalnya, komunikasi dan negosiasi menjadi aspek penting dalam sebuah hubungan.

3. Selalu dikendalikan oleh pasangan

Salah satu tanda utama dari toxic relationship yaitu ketika salah satu pasangan sangat mengendalikan atau suka mengatur.

Anda bahkan tak bisa lagi leluasa bergaul dengan teman, keluarga, dan siapa pun orang yang ditemui selain pasangan. Bahkan, pasangan bisa sampai membuat daftar hal apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan.

Meski terlihat jelas, sayangnya banyak yang tak sadar bahwa dirinya telah dikendalikan dan masuk dalam jeratan toxic relationship.

Banyak yang menganggap bahwa pasangannya melakukan hal ini karena terlalu cinta. Padahal, tidak ada cinta yang diwujudkan dengan cara mengendalikan Anda secara tidak sehat.

4. Sulit untuk berkembang

Sudah menjadi hak setiap orang untuk tumbuh dan belajar setiap hari. Dalam hubungan yang sehat, pasangan biasanya akan mendukung dan mendorong Anda untuk menunjukkan sisi terbaik dalam diri.

Sayangnya dalam hubungan yang toxic, ciri-ciri yang muncul justru sebaliknya. Perkembangan diri Anda dan keinginan untuk belajar justru dipandang sebagai ancaman.

Sebagai contoh, ketika Anda mengutarakan keinginan untuk les masak pasangan justru meremehkan. Misalnya, dengan mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah bisa meski belajar bertahun-tahun.

Padahal pasangan yang baik adalah yang menyemangati dan mendukung selama hal itu baik untuk Anda ke depannya.

5. Orangtua dan teman tidak menyetujui hubungan Anda

Ketika seseorang dimabuk asmara sering kali logikanya tertutup oleh perasaan. Perasaan yang begitu besar membuat seseorang selalu memaklumi semua kesalahan yang dilakukan pasangannya tanpa perlu diperbaiki.

Ketika Anda tidak bisa melihat hal ini sebagai hal yang kurang sehat, orangtua dan teman terdekat biasanya mampu melihatnya. Orang-orang di luar hubungan Anda biasanya dapat melihat dan menilai tanda toxic relationship yang tidak disadari.

Jika orangtua atau teman terdekat pernah mengkritik hubungan Anda hingga tak merestuinya, coba pikirkan baik-baik. Jangan justru bersikap defensif atau menolak mentah-mentah apa yang mereka katakan.

Mereka melakukan hal itu karena menyadari tanda bahayanya dan menyayangi Anda. Setelah “dibangunkan” oleh orang sekitar, kini saatnya Anda mendengarkan kata hati untuk menilai apakah hubungan ini layak diteruskan atau tidak.

Dampak buruk dari hubungan toxic

dbd saat hamil trauma masa kecil hubungan asmara

Disadari atau tidak, ternyata toxic relationship memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hubungan yang tidak sehat sangat mungkin membuat seseorang tidak bahagia dan terus berhadapan dengan stres yang tidak berujung. Akibatnya, bukan hanya kesehatan mental saja yang memburuk, fisik pun juga menjadi sasaran.

Dilansir dari situs yang dikelola oleh University of Southern California, hubungan yang toxic membuat seseorang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung. Ini karena hubungan yang tidak bahagia membuat seseorang cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi, obesitas, dan mengalami perlambatan dalam proses penyembuhan luka.

Tips jitu terlepas dari hubungan toxic

hubungan asmara

Hubungan yang tidak sehat bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda. Untuk terlepas dari jeratan hubungan yang toxic dan ingin mengubah hubungan menjadi lebih baik, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Cobalah untuk menjalin kembali komunikasi yang lebih sehat dan tegas

Komunikasi adalah kunci untuk memperbaiki hubungan yang tidak sehat. Tetapi, ingat bahwa komunikasi ini tidak digunakan untuk saling menyalahkan. Alih-alih membuat hubungan lebih nyaman, komunikasi yang salah justru bisa menyulut api pertengkaran.

Jikalau Anda dan pasangan berkomitmen ingin memperbaiki hubungan, cobalah untuk menjalin komunikasi lebih intens dan lebih tegas.

Tujuannya, untuk saling membuka diri; membicarakan bagaimana perasaan Anda dan pasangan dari hati ke hati dalam menjalani hubungan tersebut. Anda juga bisa memberi kritik pada pasangan agar menjadi lebih baik sekaligus menerika kritikan dari pasangan.

Lewat cara ini, Anda akan tahu masalah yang dihadapi sekaligus memikirkan solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Ingat selalu untuk tidak melontarkan kata-kata yang bisa menyakiti perasaan atau merendahkan pasangan.

Minta bantuan

Jika Anda dan pasangan hanya menemukan jalan buntu untuk memperbaiki hubungan yang toxic. Jangan ragu utnuk meminta bantuan pada sahabat, orangtua, atau psikolog. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam masalah yang ujungnya bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik.

Putuskan untuk keluar dari hubungan tersebut

Bila Anda merasa pasangan tidak mau memperbaiki hubungan, keluar dari hubungan toxic ini adalah jalan terbaik. Pasalnya, memaksakan diri untuk menjalin hubungan yang tidak sehat ini akan membuat Anda terus berada di siklus yang sama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Hubungan asmara yang berjalan terlalu cepat malah bisa berubah menjadi tidak sehat. Ini tanda-tandanya yang perlu Anda kenali.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Menghadapi Orang dengan Kepribadian yang Toxic

Tidak bisa dipungkiri akan selalu ada orang berkepribadian toxic di sekitar Anda. Simak artikel ini untuk mengetahui tips menghadapi orang yang toxic.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Codependent Relationship, Ketika Anda Terlalu Banyak Berkorban Demi Pasangan

Mengutamakan kebahagiaan pasangan memang baik. Namun, selalu berkorban demi pasangan juga tidak dianjurkan. Mengapa begitu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Alasan Mengapa Hubungan Tanpa Status Jarang Berbuah Manis

Bagi kebanyakan orang, menjalin sebuah hubungan tanpa status tidak jarang berakhir dengan pahit, alias tidak bahagia dan merugikan waktu saja, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 5 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Dampak Buruk Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
orang negatif dan toxic

Orang yang Negatif Ternyata Beda dengan Orang Toxic, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit