6 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Sudah Tidak Layak Diperjuangkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 April 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang ingin memiliki hubungan asmara yang langgeng dan harmonis. Namun, tidak selamanya sebuah hubungan bisa berjalan mulus. Meski berat, kadang keputusan untuk menyudahi saja hubungan tersebut merupakan solusi terbaik bagi kedua pihak. Jika terus dipaksakan bertahan, bukannya tidak mungkin hubungan Anda dan si dia malah semakin membawa stres dan aura negatif dalam kehidupan masing-masing. Seperti apa tanda-tanda sebuah hubungan tidak bahagia?

Tanda-tanda hubungan tidak bahagia

Jenuh, bosan, marah, dan kecewa adalah bagian alami dari asam garam sebuah hubungan asmara. Maka sebelum benar-benar mantap menyudahi kisah Anda berdua, pertama yakini dulu perasaan Anda bahwa ini bukanlah emosi sesaat semata.

Anda bisa menanyakan pada diri Anda sendiri beberapa pertanyaan di bawah ini, untuk menemukan jawabannya.

Apakah Anda sering bertengkar, sampai mengeluarkan kata makian dan main fisik?

Baik itu yang masih pacaran sebulan atau sudah menikah hingga belasan tahun, rasanya tidak ada pasangan yang tidak pernah bertengkar. Bertengkar kecil itu hal yang wajar dan bisa menjadi bumbu penyedap percintaan Anda berdua.

Lain ceritanya jika Anda dan si dia lebih sering bertengkar dan membesar-besarkan masalah daripada bermesraannya. Ini adalah tanda darurat pertama yang harus Anda waspadai. Terlebih jika pertengkaran tersebut “dihiasi” dengan kata-kata caci-maki, hardikan, teriakan umpatan, saling lempar piring, hingga bahkan sudah sampai main fisik.

Kekerasan dalam rumah tangga ataupun kekerasan dalam pacaran tidak bisa ditoleransi, baik itu secara fisik, verbal, atau psikologis. Memaksakan bertahan dalam hubungan tidak sehat yang penuh kekerasan bisa mengancam kesehatan fisik serta kesejahteraan emosional dan psikologis Anda.

Apakah Anda perhitungan dalam menjalin hubungan?

Ketika salah satu pihak “hobi” menghitung kebaikan atau perbuatan manis yang ia lakukan untuk pasangan dan kemudian membanding-bandingkan perlakuannya dengan apa yang sudah pasangan lakukan untuknya, ini bisa menjadi pertanda sebuah hubungan tidak sehat yang tidak layak untuk dipertahankan.

Jika ia selalu menuntut mengharapkan lebih dari Anda untuk “membayar” apa yang sudah ia berikan untuk Anda, lambat laun ini akan membuat Anda selalu berpikiran negatif tentang diri sendiri (“Saya tidak pernah cukup untuknya” atau “Saya tidak pernah merasa dihargai”) sehingga pada akhirnya meruntuhkan kepercayaan diri Anda.

Ingat bahwa sebuah hubungan asmara yang sehat berfungsi layaknya sebuah kemitraan, di mana kedua pihak memiliki posisi yang sejajar dan sama kuat — bukan didasarkan oleh asas timbal balik dan hutang-piutang.

Apakah Anda takut berbicara dengan pasangan Anda tentang hal-hal penting?

Sebuah hubungan asmara yang sehat dilandasi dengan kejujuran dan saling keterbukaan. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak memiliki privasi sama sekali.

Mungkin memang tidak semua rahasia pada awalnya perlu dibeberkan langsung pada pasangan, tapi apakah Anda selalu merasa sungkan atau enggan untuk berbicara karena takut menyinggung perasaannya atau takut menghadapi respon pasangan setelah mengetahuinya?

Hal yang penting, apalagi menyangkut hubungan Anda, perlu diketahui oleh pasangan Anda. Jika Anda menutupi rahasia penting dari pasangan Anda, ini lama-lama bisa merusak kelanggengan hubungan Anda berdua. Ia bisa merasa terkhianati karena dibiarkan terus-menerus “buta” akan rahasia Anda. Rahasia yang dimaksud bisa termasuk orang-orang terdekat Anda (yang paling banyak menghabiskan waktu bersama Anda), informasi soal keuangan pribadi, atau kecenderungan penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.

Tidak peduli seberapa lama Anda telah berpacaran, Anda perlu tahu pasangan Anda luar dalam. Dengan begitu Anda bisa lebih mengenal satu sama lain, dan tidak ada yang disembunyikan sehingga semakin meningkatkan rasa kepercayaan terhadap pasangan.

membantu pasangan depresi

Apakah pasangan Anda hanya peduli dengan dirinya sendiri?

Pasangan yang serius berkomitmen biasanya sudah memiliki bayangan yang jelas dan terinci seputar masa depan, harapan, dan impiannya. Kehadiran dan posisi Anda dalam segala rencana hidupnya pun jelas terpatri.

Idealnya, sebuah hubungan yang sehat harus dipenuhi oleh rasa saling menghormati serta menghargai satu sama lain. Namun apabila sampai saat ini pasangan Anda hanya peduli dengan dirinya sendiri, hanya membicarakan dirinya melulu ketika berdua, kurang memberikan dukungan, bahkan untuk sekadar bertanya kabar masing-masing saja sangat jarang, tandanya mungkin Anda harus memikirkan ulang tentang masa depan Anda berdua.

Minimnya empati dan rasa hormat adalah masalah terbesar yang lambat laun akan menghancurkan hubungan Anda berdua. Perilaku melecehkan dan merendahkan, bahkan sesederhana seperti tidak meminta maaf keetika ia berbuat salah atau malah balik menyudutkan Anda, adalah tanda peringatan yang benar-benar perlu Anda waspadai betul. Hubungan yang hanya berjalan sepihak tidak akan pernah awet.

Apakah Anda merasa tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar?

Pasangan Anda seharusnya menjadi penyemangat terbesar Anda. Namun jika Anda selalu merasa cemas dengan penampilan Anda dan tidak percaya diri di hadapannya; Anda selalu merasa tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar ketika bersamanya; atau Anda kerap meragukan diri sendiri, ini bisa menjadi pertanda serius dari sebuah hubungan yang abusive dan manipulatif.

Misalnya saja, ia selalu melebih-lebihkan kesalahan sepele, seperti menuduh Anda tidak lagi sayang dan peduli dengannya saat salah membeli merek pasta gigi favoritnya.

Apakah Anda atau pasangan Anda cemburu berlebihan?

Cemburu itu wajar dalam menjalin hubungan, tapi jika cemburu berlebihan justru bisa jadi tidak baik untuk hubungan Anda.

Anda langsung marah melihat pasangan Anda berteman dengan lawan jenis. Bahkan ada beberapa orang yang cemburu sampai melarang pasangannya keluar rumah atau memintanya untuk tidak berteman dengan seseorang yang dicemburuinya tersebut, sehingga Anda lebih memilih untuk berbohong dengan pasangan Anda untuk menghindari konflik. Hati-hati, ini tanda Anda dan si dia menjalani hubungan tidak bahagia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pacar Ditaksir Orang Lain, Ini yang Bisa Anda Lakukan

Pacar ditaksir oleh orang lain adalah perkara yang umum tetapi terkadang membingungkan karena alasan cemburu yang tidak jelas.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anda Punya Sifat Posesif? Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Memiliki sifat posesif tidak akan pernah menguntungkan, justru ini akan merusak hubungan Anda dengan pasangan atau kerabat. Kenali apa itu posesif di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ketika Anda sudah cukup lama menjalani hubungan asmara, akan ada masanya di mana Anda mulai merasa ragu dengan pasangan. Normalkah merasa seperti itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Dampak Buruk Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Gaslighting adalah istilah baru untuk mengungkapkan manipulasi dalam sebuah hubungan. Dampaknya tentu saja cukup memengaruhi kehidupan korbannya, apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda toxic relationship

5 Tanda Anda Terjebak di Dalam Toxic Relationship, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyebab pasangan posesif

Sang Pacar Sangat Posesif? 4 Masalah Mental Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
hubungan tidak langgeng

4 Tanda Hubungan Asmara Tidak Langgeng dan Mungkin Segera Berakhir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
rasa cemburu

Sampai Batas Mana Cemburu Pada Pasangan yang Dibilang Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit