Hubungan yang Tidak Bahagia Bisa Merusak Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap manusia adalah makhluk sosial sehingga setiap orang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Hubungan sosial yang baik pada dasarnya bermanfaat bagi perkembangan kepribadian seseorang serta dapat memperkuat kesehatan fisik dan mental dengan cara membantu seseorang merespon stress. Meskipun demikian, tidak semua hubungan antar individu itu baik, beberapa termasuk toxic relationship, yang dapat membuat seseorang tidak bahagia dan kondisi mentalnya tertekan setiap saat.

Toxic relationship dapat dialami oleh siapa saja dan dalam jenis hubungan apapun, baik itu hubungan personal, profesional, pertemanan, saudara bahkan hubungan orang tua dengan anak. Baik atau buruknya hubungan yang dimiliki seseorang berdasarkan efek yang diberikan kepada kedua pihak, walaupun dampak buruk dari suatu hubungan itu sendiri sering kali tidak disadari oleh seseorang yang menjalaninya.

BACA JUGA: Curiga Pasangan Anda Manipulatif? Kenali 6 Tanda Bahayanya

Di saat hubungan yang baik dapat memberikan rasa aman dan dukungan serta dapat menghargai satu sama lain, toxic relationship ditandai dengan kurangnya atau tidak adanya hal tersebut. Toxic relationship juga tidak selalu bersifat abusive, di mana seseorang mengalami kekerasan fisik dan verbal, namun dapat ditunjukan dengan sikap kurang saling percaya, kurang memberikan dukungan, dan hanya selalu mementingkan diri dari salah satu ataupun kedua pihak.

Ciri dan tanda hubungan yang bersifat toksik

Meskipun tidak ada hubungan yang sempurna, namun terdapat beberapa tanda jika Anda berada di dalam toxic relationship, di antaranya:

  • Merasa tidak bahagia – merupakan tanda jika hubungan Anda tidak dapat memberikan semangat atau dukungan yang dibutuhkan. Hal ini juga dapat disebabkan dengan masalah dalam berkomunikasi dan tidak memahami satu sama lain.
  • Merasa dikontrol secara berlebihan – dapat terjadi dalam berbagai hal terutama larangan berlebih untuk Anda berpendapat dan melakukan hal yang diinginkan. Perlakuan tersebut juga dapat menghambat mental Anda untuk berkembang, menjauhkan diri dari orang terdekat lainnya hingga menyebabkan penurunan kepercayaan diri.
  • Berpikiran negatif akan diri sendiri – hal ini dapat dipicu oleh kekerasan verbal yang diterima ataupun cara berkomunikasi dan kritik saat menghabiskan waktu bersama.

BACA JUGA: Mengenali KDRT Dalam Rumah Tangga Anda

  • Suatu hubungan hanya berjalan satu sisi – tidak ada proses menerima dan memberi seperti dimana hanya ada satu pihak yang berusaha untuk memberikan dukungan atau memenuhi kebutuhan.
  • Sering mengalami gangguan emosi – ditandai dengan rasa sedih, marah atau kecewa saat berkomunikasi ataupun saat menghabiskan waktu bersama.

Dampak hubungan yang tidak bahagia terhadap kesehatan

Hubungan yang tidak baik dengan orang terdekat sudah pasti tidak akan membuat Anda bahagia namun terdapat beberapa dampaknya terhadap kesehatan yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  • Lebih mudah memicu kegemukan – di samping meningkatkan kadar kolesterol, stres akibat hubungan dapat memicu keinginan memakan makanan dengan tinggi lemak dan tinggi gula sebagai cara mengurangi stress. Jika masalah dalam hubungan tidak dapat terselesaikan maka kemungkinan Anda akan lebih banyak memakan makanan tersebut dan akibatnya lebih berisiko memicu kegemukan.
  • Meningkatkan stress – kondisi stress kronis menyebabkan sekresi hormone kortisol berlebih dan meningkatkan tekanan darah. Kedua berkontribusi meningkatkan tekanan darah dalam waktu yang lama.
  • Menurunkan kekebalan tubuh – berada dalam suatu masalah dan keadaan darah tinggi memicu kewaspadaan tubuh dalam waktu yang lama dan hal ini dapat menurunkan kewaspadaan tubuh terhadap penyakit sehingga tubuh lebih rentan terhadap serangan virus.
  • Sakit kepala – kondisi ini mungkin dialami oleh beberapa orang saat berada di dalam suatu tekanan yang berlangsung secara konstan.
  • Mengurangi kualitas tidur – memikirkan suatu permasalahan hubungan terus-menerus menyulitkan otak untuk beristirahat meskipun saat kita merasa lelah. Itulah sebabnya dalam suatu permasalahan tertentu kualitas tidur adalah hal utama yang pertama kali terganggu. Akibatnya dapat menyebabkan perubahan waktu tidur, kualitas tidur, dan berbagai masalah kesehatan.
  • Gangguan psikologis – adalah dampak yang dapat ditimbulkan jika suatu hubungan sudah sangat merusak kesehatan mental seseorang. Gangguan tersebut dapat berupa fobia sosial, panic attack, dan gangguan kepribadian. Hal ini harus ditangani dengan serius agar tidak menjadi gangguan psikologis yang menetap.
  • Masalah kesehatan jantung – jika toxic relationship sudah dapat memicu faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti kolesterol dan kegemukan, maka tidak heran jika dampak akhirnya adalah penyakit jantung. Hal ini sudah terbukti dalam suatu penelitian pada 9011 individu di Inggris yang menunjukan hubungan yang tidak baik dengan orang terdekat secara signifikan meningkatkan risiko sebesar 34% untuk terkena penyakit jantung koroner. Dalam kasus lainnya hal tersebut juga dapat menyebabkan sindroma patah hati.

BACA JUGA: Bisakah Seseorang Berhubungan Seks Sambil Tidur?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit