home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pacaran yang Sehat Itu Sebenarnya Seperti Apa, Sih? Ini 5 Tandanya!

Pacaran yang Sehat Itu Sebenarnya Seperti Apa, Sih? Ini 5 Tandanya!

Menjalin hubungan yang sehat saat berpacaran merupakan kebutuhan. Alih-alih mencari kenyamanan dengan pasangan, jika hubungan pacaran Anda tidak sehat justru ketidaknyamanan atau bahkan bahaya bisa datang pada Anda. Untuk itu, coba Anda bercermin apakah hubungan Anda dengan pasangan, termasuk kondisi pacaran yang sehat? Atau sebaliknya? Yuk cari tahu bagaimana tanda-tanda hubungan pacaran yang sehat agar Anda bisa memperbaikinya.

Hubungan pacaran yang sehat adalah hubungan kedekatan yang akan membawa lebih banyak kesenangan dan kenyamanan daripada membawa banyak stres dalam kehidupan.

Adakah batasan khusus untuk membuat hubungan pacaran menjadi sehat?

Batasan itu seperti sebuah pagar rumah Anda, dan Anda adalah penjaga pintu pagar itu. Hanya Anda, orang yang bisa menentukan sejauh apa orang lain bisa masuk ke dalam rumah Anda. Yang jelas, batasan ini berfungsi untuk mengendalikan diri dan merawat diri agar aman dalam menjalin hubungan. Intinya ada 4 poin penting yang bisa membuat hubungan pacaran Anda akan membawa kesenangan daripada stres. Yaitu, saling menghargai, percaya, jujur, dan komunikasi.

Lalu, apa saja tanda-tandanya kalau hubungan pacaran termasuk sehat?

1. Tidak ada yang lebih mendominasi atau mengendalikan

Maksudnya, pacaran yang sehat harus menempatkan kedua kekasih sebagai sosok yang sejajar atau seimbang. Kalau ada sosok yang lebih dominan, biasanya sosok itulah yang akan banyak mengatur, mengendalikan, dan mendominasi pasangannya. Misalnya mengatur pakaian pasangan atau membatasi pergaulan dan kegiatan pasangan.

Sepasang kekasih dengan hubungan yang sehat akan memiliki pendapatnya masing-masing dan keduanya saling menghormati satu sama lain. Tidak ada yang lebih mengatur-atur atau mengendalikan hidup pasangannya.

2. Tidak menuntut pasangan untuk membahagiakannya

Salah satu tanda hubungan yang sehat adalah saat sepasang kekasih sama-sama memiliki anggapan bahwa kebahagiaan datangnya dari diri sendiri. Bukan menganggap pasangannya sebagai sumber kebahagiaan dan pasanganlah yang bertanggung jawab untuk membuat dirinya bahagia.

Kesadaran bahwa kebahagiaan datang dari diri sendiri bisa membuat keduanya tidak saling berharap terlalu tinggi. Justru, keduanya akan sama-sama memiliki inisiatif yang tinggi untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri agar bisa lebih bahagia, bukannya justru sibuk “memperbaiki” pasangannya.

3. Saling menghargai batasan masing-masing

Pacaran yang sehat adalah pacaran yang bebas dari paksaan. Karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk menentukan batasan-batasan yang diinginkan. Misalnya batasan fisik seperti tidak mau dicium.

Dalam pacaran yang sehat, bila satu pihak sudah menyatakan bahwa dirinya tidak mau dicium, pasangannya wajib menghormati batasan tersebut dan tidak memaksa dengan cara apa pun, termasuk dengan cara manipulasi seperti berjanji untuk menikahinya.

Pasangan Anda juga mungkin menetapkan batasan yaitu tidak boleh saling membuka isi chat dalam ponsel pasangannya. Bila salah satu pihak terus saja melanggar batasan ini, berarti pacaran sudah tidak sehat lagi.

4. Mampu mengelola konflik dengan baik

Dalam hubungan yang sehat, konflik bukan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Konflik justru diterima sebagai bagian alami dari kehidupan. Jika Anda dengan pasangan Anda bisa selalu menangani konflik dengan kepala dingin hingga masalah diselesaikan, inilah salah satu tanda bahwa hubungan Anda berdua merupakan hubungan yang sehat.

Namun, bila setiap kali muncul konflik Anda dan pasangan saling mengancam putus atau menggunakan kekerasan (baik itu verbal maupun fisik), inilah tanda hubungan Anda justru bersifat toxic atau beracun.

5. Mengutamakan komunikasi dan mau mendengarkan

Selalu terbuka dalam berkomunikasi dan mau mendengarkan pasangan merupakan ciri yang dimiliki orang dengan hubungan pacaran yang sehat. Sepasang kekasih yang menjalin hubungan sehat akan sadar bahwa apa yang ada di pikiran mereka masing-masing hanya diri mereka sendirilah yang tahu. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan menjadi hal yang penting bagi pasangan tersebut.

Pacaran akan jadi bermasalah bila masing-masing pihak merasa bahwa ia tidak perlu menyampaikan keinginannya karena harusnya pasangannya sudah tahu apa saja yang ia inginkan, tanpa diberi tahu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Twardowski Jennifer. 2015. 10 Characteristics of Healthy Relationship. [Online] Tersedia pada: https://www.huffingtonpost.com/jennifer-twardowski/10-characteristics-of-a-healthy-relationship_b_8578954.html (Diakses 7/1/2018)

DiDonato Theresa Catch. 2014. 6 Sign of Healthy Relationship. [Online]. Tersedia pada: https://www.psychologytoday.com/blog/meet-catch-and-keep/201405/6-sure-signs-healthy-relationship (Diakses 7/1/2018)

Sex and Healthy Relationship. Tanpa Tahun. Health Sex is About Respect. [Online] Tersedia pada: http://www.loveisrespect.org/healthy-relationships/sex-and-healthy-relationships/ (Diakses 7/1/2018)

Indiana University. Tanpa Tahun. Setting Boundaries with Difficult People. [Online] tersedi a pada: http://new.ipfw.edu/affiliates/assistance/selfhelp/relationship-settingboundaries.html  (Diakses 5/1/2018)

Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 18/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x