Hati-hati, Sinar Biru dari Gadget Kesayangan Bisa Bikin Mata Buta

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Canggihnya teknologi membantu manusia untuk melakukan pekerjaan, salah satunya ponsel. Sebelum diciptakan ponsel, orang akan bertukar informasi melalui surat. Berbeda dengan zaman sekarang, hanya menjentikkan jari di atas layar ponsel, pesan kita sudah tersampaikan kepada orang lain.

Tidak aneh jika sekarang banyak orang, termasuk Anda menghabiskan waktu berkutat dengan ponsel, laptop, atau perangkat digital lainnya untuk mendapatkan informasi atau sekadar mencari hiburan. Meskipun mempermudah Anda untuk mendapatkan suatu informasi, semua perangkat digital tersebut ternyata memiliki efek buruk bagi kesehatan Anda.

Penelitian menyebutkan bahwa sinar biru (blue light) yang terpancar dari smartphone, laptop, dan perangkat digital lainnya bisa merusak indera penglihatan dan jadi penyebab kebutaan. Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Kenapa sinar biru jadi penyebab kebutaan?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Toledo di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa paparan sinar biru yang terlalu lama bisa memicu sel-sel fotoreseptor (peka cahaya) pada mata untuk menghasilkan molekul beracun yang membahayakan mata.

Molekul yang disebut sebagai retinal ini awalnya berfungsi untuk membantu sel fotoreseptor untuk menangkap cahaya dan menyalurkan sinyal ke otak. Namun, adanya sinar biru bisa mengubah retinal menjadi molekul yang berbahaya untuk sel fotoreseptor karena bisa melarutkan membran sel fotoreseptor.

Sinar biru memiliki penjang gelombang yang lebih pendek dan lebih banyak energi dibanding dengan warna lainnya. Saat sinar ini masuk ke mata, lensa dan retina tidak dapat memblokir atau memantulkannya sehingga mengenai dan merusak sel fotoseptor.

“Sel fotoreseptor yang mati tidak dapat meregenerasi dan akan rusak”, ungkap Dr. Kasun Ratnayake, anggota penelitian di University of Toledo seperti dilansir dari Huffington Post.

Rusaknya sel fotoreseptor bisa menyebabkan degenerasi makula (macular degeneration), yaitu penyebab kebutaan yang paling sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun atau lebih. Makula atau organ kecil dekat pusat retina yang mempertajam objek yang dilihat oleh mata. Makula ini dapat rusak seiring bertambahnya usia. Namun, akan terjadi lebih cepat salah satunya karena sinar biru dari smartphone, laptop, atau perangkat digital lainnya.

Degenerasi makula memang tidak menyebabkan orang buta secara total, bisa pada satu mata saja. Namun, penglihatan akan jadi kabur atau tidak seterang penglihatan normal. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari yang sederhana, seperti mengenali wajah seseorang, membaca, mengemudi, atau menulis.

Bagaimana caranya mengurangi radiasi sinar biru pada mata?

Awas! Ini Bahayanya Jika Anda Tidur Dekat Ponsel

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, bukan? Agar Anda memperkecil risiko degenerasi makula akibat paparan sinar biru dari ponsel, laptop, dan perangkat digital lainnya, Anda harus mengurangi penggunaan benda-benda tersebut.

Misalnya, menghindari bermain ponsel sebelum tidur atau di waktu-waktu senggang. Jika Anda biasanya membaca e-book atau berita melalui ponsel, Anda bisa beralih ke koran atau buku yang dicetak.

Dr. Ajith Karunarathne, asisten dosen di Fakultas Kimian dan Biokimia di University of Toledo menyarankan untuk melindungi mata dari blue light dengan memakai kacamata hitam khusus, yang didesain untuk menyaring UV dan blue light. 

Selain mengurangi paparan blue light, degenerasi makula dapat diperlambat perkembangannya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Cobalah untuk berhenti dari kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mata Kering

Pemakai lensa kontak sudah biasa mengalami mata kering. Tapi tahukah bahwa penyebab mata kering Anda mungkin adalah pil KB yang Anda gunakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Mata Silinder (Astigmatisme)

Mata silinder (astigmatisme) bisa menyebabkan penglihatan menjadi buram. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatan dari kelainan refraksi mata ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Cara Mengobatinya

Cacing loa-loa adalah jenis cacing yang sering bersarang di mata Anda. Apa penyebab cacing di mata? Seperti apa gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Heterochromia, Saat Kedua Mata Anda Berbeda Warna

Pernahkah Anda melihat seseorang memiliki dua warna mata alami yang berbeda? Hal itu dinamakan mata heterochromia. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca resep kacamata

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat bayam hijau

Kenali Manfaat Bayam Hijau untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mempertajam penglihatan mata

Berbagai Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit