home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Retina

Apa itu penyakit retina?|Jenis-jenis penyakit retina|Gejala penyakit retina|Faktor-faktor risiko penyakit retina|Diagnosis penyakit retina|Pengobatan penyakit retina
Penyakit Retina

Apa itu penyakit retina?

Sesuai dengan namanya, penyakit retina adalah segala penyakit mata yang menyerang retina.

Sebelum memahami lebih lanjut tentang beragam jenis penyakit retina, Anda perlu tahu fungsi penting bagian mata ini dalam proses penglihatan manusia.

Retina adalah bagian penting pada mata yang membuat Anda dapat melihat dengan jelas, membaca tulisan, hingga membedakan bentuk wajah seseorang.

Mudahnya, retina adalah lapisan di belakang mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya.

Retina mengandung jutaan sel peka cahaya (batang dan kerucut) dan sel saraf lainnya yang menerima dan mengatur informasi visual.

Informasi ini kemudian dikirimkan dari retina ke otak melalui saraf otak dan membuat Anda bisa melihat.

Ketika retina terganggu, penglihatan Anda juga akan ikut terganggu. Gangguan mata yang satu ini perlu pengobatan segera.

Seban jika tidak diobati, beberapa penyakit retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan parah hingga kebutaan.

Jenis-jenis penyakit retina

Penyakit retina terdiri dari berbagai jenis yang dapat dibedakan menurut penyebabnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa kelainan retina mata yang paling umum adalah sebagai berikut.

1. Robekan retina

Robekan retina atau retinal tear terjadi ketika zat bening seperti gel yang terletak di tengah mata Anda (vitreous) menyusut dan menarik retina hingga menyebabkan kerusakan jaringan.

Kondisi ini sering kali menyebabkan gejala yang muncul tiba-tiba, seperti floaters.

Dalam kasus yang langka, robekan retina dapat terjadi akibat cedera mata atau trauma pada retina.

Robekan retina dapat meningkatkan risiko ablasi retina (pelepasan retina) dan gangguan penglihatan parah.

2. Ablasi retina

Ablasi retina ditandai dengan adanya cairan di bawah retina.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika cairan melewati robekan retina sehingga menyebabkan retina terangkat dari lapisan jaringan di bawahnya.

3. Retinopati diabetik

Jika Anda menderita diabetes, pembuluh darah kecil (kapiler) di belakang mata Anda bisa rusak dan mengeluarkan cairan ke dalam dan ke bawah retina.

Hal ini menyebabkan retina membengkak, kemudian mengaburkan atau mengganggu penglihatan Anda.

Selain itu, ketika kapiler rusak, pembuluh darah abnormal baru diproduksi.

Pembuluh darah baru ini rapuh dan lebih rentan bocor sehingga lebih mudah mengeluarkan cairan ke dalam mata.

4. Membran epiretinal

Membran epiretinal adalah jaringan parut atau membran halus yang terletak di atas retina. Membran ini dapat menarik retina sehingga mengubah penglihatan Anda.

Benda-benda mungkin akan tampak buram atau bengkok.

5. Lubang makula

Lubang makula adalah cacat kecil di tengah retina di bagian belakang mata (makula).

Gangguan pada retina ini dapat berkembang akibat adanya tarikan abnormal antara retina dan vitreous.

Lubang makula juga mungkin terjadi setelah Anda mengalami cedera pada mata.

6. Degenerasi makula

Degenerasi makula merupakan penyakit retina yang terkait dengan usia. Pada kondisi ini, bagian tengah retina Anda mulai memburuk.

Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu degenerasi makula basah dan degenerasi makula kering.

Kebanyakan orang mengalami bentuk kering terlebih dahulu yang kemudian dapat berlanjut ke bentuk basah di salah satu atau kedua mata.

7. Retinitis pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit bawaan yang menyerang retina. Kondisi ini dapat perlahan memengaruhi retina dan menyebabkan hilangnya penglihatan.

Gejala penyakit retina

Berbagai jenis penyakit retina memiliki tanda-tanda dan gejala yang mirip, seperti.

Anda perlu segera menghubungi dokter ketika mengalami perubahan dalam penglihatan atau mengalami gejala-gejala di atas.

Dokter akan menentukan perawatan yang tepat untuk mengatasi kondisi Anda.

Faktor-faktor risiko penyakit retina

Kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit kelainan retina mata adalah:

  • usia,
  • merokok,
  • kelebihan berat badan,
  • mengidap penyakit diabetes,
  • trauma mata, dan
  • riwayat keluarga yang mengidap penyakit retina.

Diagnosis penyakit retina

Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh dan mencari kelainan di bagian mata lainnya.

Pemeriksaan berikut ini dapat membantu dokter menentukan lokasi dan luasnya penyakit.

1. Tes Amsler grid

Dokter mungkin menggunakan tes Amsler grid untuk menguji kejelasan penglihatan di tengah.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang menunjukkan gambar bergaris.

Dokter kemudian akan menanyakan apakah garis yang Anda lihat tampak pudar, patah, atau terdistorsi, lalu mencatatnya untuk memahami tingkat kerusakan retina.

2. Tomografi koherensi optik

Optical coherence tomography (OCT) atau tomografi koherensi optik adalah teknik untuk menangkap gambar yang tepat dari retina untuk mendiagnosis membran epiretinal, lubang makula, dan pembengkakan makula.

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memantau sejauh mana degenerasi makula memengaruhi penglihatan Anda serta memantau respons Anda terhadap pengobatan.

3. Fundus autofluorescence (FAF)

FAF dapat digunakan untuk menentukan perkembangan penyakit retina, termasuk degenerasi makula.

FAF memeriksa pigmen retinal (lipofuscin) yang meningkat dengan kerusakan atau difungsi retina.

4. Angiografi fluoresens

Tes ini menggunakan pewarna yang menyebabkan pembuluh darah di retina menonjol di bawah cahaya khusus.

Metode ini dapat mengidentifikasi pembuluh darah yang tertutup, pembuluh darah bocor, pembuluh darah abnormal baru, dan perubahan halus di bagian belakang mata.

5. Angiografi hijau indosianin

Tes ini menggunakan pewarna yang menyala saat terkena sinar inframerah.

Gambar yang dihasilkan menunjukkan pembuluh darah retina dan pembuluh darah pada posisi yang lebih dalam dan sulit dilihat.

6. USG

Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membantu melihat retina dan struktur lain di mata.

Pemeriksaan ini juga dapat mengidentifikasi jaringan tertentu yang dapat membantu menentukan diagnosis penyakit mata.

7. CT dan MRI

Dalam kasus yang jarang terjadi, metode pencitraan ini dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi cedera atau tumor mata.

Pengobatan penyakit retina

Tujuan utama pengobatan penyakit retina adalah untuk menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit dan memperbaiki penglihatan Anda.

Pengobatan penyakit-penyakit ini mungkin rumit dan terkadang termasuk darurat.

Pilihan pengobatan kelainan retina mata yang mungkin direkomendasikan dokter adalah berikut.

1. Laser

Operasi laser dapat memperbaiki robekan atau lubang retina. Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan laser untuk memanaskan titik-titik kecil di retina.

Ini menciptakan jaringan parut yang biasanya mengikat retina ke jaringan di bawahnya.

2. Penyusutan pembuluh darah abnormal

Dalam melakukan perawatan ini, dokter mungkin akan menggunakan teknik untuk mengecilkan pembuluh darah baru yang tidak normal dan berdarah.

Perawatan ini dapat mengatasi kondisi retinopati diabetik.

3. Pembekuan

Dalam proses ini, dokter akan menerapkan pembekuan ke dinding luar mata untuk mengobati robekan retina.

Suhu dingin yang intens akan mencapai bagian dalam mata dan membekukan retina.

4. Menyuntikkan udara atau gas ke mata

Teknik ini disebut dengan retinopeksi pneumatik yang digunakan untuk membantu memperbaiki beberapa jenis ablasi retina.

5. Operasi tekuk scleral

Operasi ini, disebut dengan tekuk scleral dilakukan untuk memperbaiki ablasi retina. Dalam prosedur ini, dokter akan menjahit sepotong kecil silikon ke permukaan mata luar (sklera).

Dokter kemudian akan menyambungkan kembali retina.

6. Mengevakuasi dan mengganti cairan di mata

Dalam prosedur yang disebut dengan vitrektomi ini, dokter akan menghilangkan cairan seperti gel yang mengisi dalam mata Anda (vitreous).

Dokter kemudian akan menyuntikkan udara, gas, atau cairan ke dalam mata.

7. Menyuntikkan obat ke mata

Dokter mungkin akan menyuntikkan obat ke dalam cairan vitreous di mata Anda.

Cara ini mungkin efektif dalam mengobati orang dengan degenerasi makula basah, retinopati diabetik, atau pembuluh darah yang pecah di dalam mata.

Segera hubungi dokter jika mengalami masalah penglihatan yang mungkin berhubungan dengan retina Anda.

Deteksi penyakit yang dilakukan dengan cepat dapat membantu dokter menentukan perawatan yang tepat untuk mengatasi kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Retinal diseases – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 5 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-diseases/symptoms-causes/syc-20355825

Specialists, T. (2021). Retinal diseases – The American Society of Retina Specialists . Retrieved 5 January 2021, from https://www.asrs.org/patients/retinal-diseases

Retinal Diseases. (2021). Retrieved 5 January 2021, from https://www.optometrists.org/eye-conditions/management-of-ocular-diseases/retinal-diseases/

Topics, H. (2021). Retinal Disorders | Retina | Macular Degeneration | MedlinePlus. Retrieved 5 January 2021, from https://medlineplus.gov/retinaldisorders.html

Retinal Diseases that Cause Blindness – Associated Retina Consultants. (2017). Retrieved 5 January 2021, from https://associatedretinaconsultants.com/retinal-diseases-that-cause-blindness/

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 30/04/2021
x