Presbikusis, Hilang Pendengaran di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa fungsi tubuh akan semakin berkurang, termasuk telinga. Hampir setiap satu dari dua lansia di atas usia 65 mengalami penurunan pendengaran dalam berbagai tingkat keparahan. Gangguan pendengaran ini disebut dengan presbikusis. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu presbikusis?

penyebab telinga gatal

Presbikusis adalah istilah medis untuk menggambarkan penurunan pendengaran yang berkaitan dengan usia. Walaupun kondisi ini bukan merupakan kondisi yang mengancam nyawa, penurunan pendengaran dapat berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari dan kualitas hidup jika tidak diberikan penanganan khusus.

Apa saja gejala presbikusis?

kesehatan telinga

Gejala presbikusis biasanya dimulai dengan penurunan kemampuan mendengar suara bernada tinggi. Anda mungkin akan menyadarinya saat mengalami kesulitan mendengar suara wanita atau anak-anak.

Anda juga mungkin akan kesulitan mendengar suara yang menjadi latar belakang atau mendengar orang lain berbicara dengan jelas. Gejala lain yang dapat terjadi antara lain:

  • Merasa suara tertentu terlalu keras bagi Anda
  • Kesulitan mendengar dalam lingkungan yang bising
  • Kesulitan membedakan suara ‘s’ dan ‘th’
  • Mengalami telinga berdenging atau tinnitus
  • Menyetel suara televisi atau radio lebih kencang dari biasanya
  • Meminta orang lain untuk mengulang apa yang mereka katakana
  • Tidak dapat memahami percakapan di telepon

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter, karena bisa jadi Anda mengalami gejala-gejala presbikusis.

Apa penyebab presbikusis?

Presbikusis biasanya termasuk gangguan pendengaran sensorineural. Jenis gangguan ini disebabkan oleh gangguan pada telinga, khususnya bagian dalam atau saraf pendengaran.

Beberapa perubahan pada telinga bagian dalam dapat menyebabkan kondisi ini. Perubahan-perubahan tersebut antara lain:

  • Perubahan struktur telinga dalam
  • Perubahan peredaran darah ke telinga
  • Gangguan saraf pada sistem pendengaran
  • Kerusakan pada rambut getar di telinga yang bertugas menghantarkan suara ke otak

belakang telinga bau

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders menyebutkan perubahan-perubahan di atas dapat terjadi akibat paparan berulang dari suara yang bising, seperti suara lalu lintas atau pekerjaan konstruksi, kantor yang bising, peralatan yang menimbulkan kebisingan, atau musik keras.

Presbikusis juga bisa disebabkan oleh perubahan ketersediaan darah ke telinga karena beberapa penyakit, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kondisi yang berkaitan dengan pembuluh darah (terjadi akibat diabetes)
  • Masalah peredaran darah lainnya

Kehilangan pendengaran dalam kasus di atas dapat dikategorikan menjadi ringan, sedang, atau berat.

Dalam beberapa kasus, presbikusis termasuk jenis gangguan pendengaran konduktif, yang telinga tidak sensitif karena kelainan telinga luar dan/atau telinga tengah. Kelainan tersebut mungkin termasuk:

  • Berkurangnya fungsi membran timpani (gendang telinga)
  • Berkurangnya fungsi tiga tulang kecil di telinga tengah yang membawa gelombang suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko mengalami presbikusis?

penyakit pada lansia

Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami presbikusis:

  • Riwayat keluarga
  • Paparan berulang suara bising
  • Merokok
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi untuk mengatasi kanker

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

kebersihan dan kesehatan telinga

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan lain yang menyebabkan penurunan pendengaran Anda. Biasanya, dokter akan memeriksa telinga Anda dengan sebuah alat yang dinamakan otoskop.

Jika dokter tidak dapat menemukan penyebab lain yang dapat menjelaskan kondisi Anda, dokter mungkin akan mendiagnosis Anda dengan presbikusis. Selanjutnya, Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis dan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui seberapa jauh pendengaran Anda telah berkurang.

Bagaimana cara mengobati presbikusis?

Penurunan pendengaran akibat bertambahnya usia tidak dapat disembuhkan. Namun, ada sejumlah cara untuk mengurangi efek yang muncul akibat presbikusis. Pilihannya adalah:

1. Alat bantu dengar

Jika Anda didiagnosis dengan kondisi ini, dokter biasanya akan menyarankan Anda memakai alat bantu dengar untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

2. Mempelajari bahasa isyarat

Pada beberapa kasus yang berat, dokter dapat menyarankan Anda untuk mempelajari cara menggunakan bahasa isyarat dan membaca gerakan bibir.

3. Implan koklea

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan implan koklea atau cochlear implant. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan sebuah alat elektronik kecil ke telinga Anda melalui operasi.

Implan ini membuat suara lebih kencang, tapi tidak dapat mengembalikan fungsi pendengaran ke keadaan semula. Prosedur ini biasanya hanya dilakukan pada penderita yang telah mengalami gangguan pendengaran berat.

Apakah kondisi saya bisa membaik jika sudah terlanjur mengalami presbikusis?

lansia mulai ompong

Presbikusis adalah kondisi yang akan terus berlanjut secara perlahan-lahan. Hal ini berarti, keadaan penderita akan semakin buruk seiring dengan berjalannya waktu.

Jika penderita telah kehilangan pendengaran, itu akan bersifat permanen. Meskipun begitu, penggunaan alat bantu dengar akan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan pengobatan yang dapat Anda lakukan. Tanyakan hal-hal apa saja yang dapat membantu Anda meminimalisir dampak dari penurunan pendengaran Anda terhadap kehidupan sehari-hari. Anda juga dapat mempertimbangkan pilihan pengobatan untuk depresi dan kecemasan, yaitu kondisi yang sering terjadi pada penderita presbikusis.

Adakah cara mencegah hilangnya pendengaran di usia tua?

kapan butuh perawat lansia

Anda mungkin tidak dapat mencegah terjadinya presbikusis, tapi Anda dapat melakukan beberapa langkah pencegahan untuk mencegah keadaan Anda agar tidak semakin parah. Jika Anda mengalami presbikusis, cobalah untuk:

  • Menghindari paparan berulang terhadap suara kencang
  • Menggunakan pelindung telinga, seperti ear plug, di tempat-tempat yang bising
  • Mengontrol gula darah Anda jika Anda menderita diabetes

Segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami gejala presbikusis. Seiring dengan memburuknya penurunan pendengaran, maka akan semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami penurunan kemampuan memahami percakapan. Akan tetapi, jika Anda segera mencari pertolongan, kondisi ini akan dapat diminimalisir.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit