Helicobacter Pylori

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu helicobacter pylori?

Rangkaian tes Helicobacter pylori digunakan untuk mendeteksi infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) di dalam perut dan bagian atas usus halus (usus dua belas jari/duodenum). H pylori dapat menyebabkan tukak lambung. Namun demikian, kebanyakan orang yang memiliki H. pylori di dalam sistem pencernaannya tidak mengalami tukak.

Terdapat empat tes yang digunakan untuk mendeteksi H. pylori:

  • Tes antibodi darah. Tes darah untuk melihat apakah tubuh Anda telah membuat antibodi terhadap bakteri H. pylori. Apabila Anda memiliki antibodi terhadap H. pylori di dalam darah artinya Anda sedang terinfeksi atau pernah terinfeksi sebelumnya.
  • Tes napas urea. Tes napas urea memeriksa apakah Anda memiliki bakteri H. pylori di dalam perut. Tes ini dapat menunjukkan apabila Anda memiliki infeksi H. pylori. Tes ini juga dapat digunakan untuk melihat apakah pengobatan telah berhasil dilakukan untuk menghilangkan H. pylori.
  • Tes antigen feses. Tes antigen feses memeriksa apakah substansi yang memicu sistem imun untuk melawan infeksi H. pylori ada di dalam feses. Tes ini mungkin juga dilakukan untuk mendukung diagnosis infeksi H. pylori atau untuk mencari tahu apakah pengobatan untuk infeksi H. pylori telah berhasil.
  • Biopsi perut. Sampel kecil diambil dari lapisan perut dan usus halus saat melakukan endoskopi. Beberapa tes yang berbeda dapat dilakukan pada sampel biopsi.

Kapan saya harus menjalani helicobacter pylori?

Tes Helicobacter pylori mungkin dilakukan saat Anda mengalami sakit perut dan memiliki tanda-tanda dan gejala tukak. Beberapa dari tanda-tanda dan gejala termasuk:

  • sakit perut yang datang dan pergi dalam jangka waktu yang lama
  • kehilangan berat badan yang tidak diketahui sebabnya
  • gangguan pencernaan
  • merasa penuh atau kembung
  • mual
  • bersendawa

Anda mungkin mengalami tanda-tanda dan gejala yang lebih serius sehingga memerlukan pertolongan medis segera, termasuk sakit perut yang tajam, tiba-tiba, dan tidak hilang, feses yang berwarna hitam atau berdarah, atau muntah yang berdarah atau terlihat seperti ampas kopi.

Tes H. pylori dapat dirujuk saat Anda telah menyelesaikan serangkaian antibiotik resep unutuk mengonfirmasi bahwa bakteri H. pylori telah hilang. Namun demikian, tes lanjutan tidak dilakukan pada semua orang.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani helicobacter pylori?

Tes napas urea tidak disarankan untuk anak-anak. Pada anak-anak, tes yang lebih umum dilakukan adalah tes antigen feses.  Seseorang dapat mengalami sakit perut karena banyak hal, salah satunya adalah tukak yang disebabkan oleh H. pylori. Apabila seseorang menggunakan antasid dalam seminggu sebelum tes, tes rapid urease dapat mengeluarkan hasil negatif yang tidak tepat. Antimikroba, penghambat proton pump, dan preparasi bismut dapat mempengaruhi semua tes kecuali tes antibodi darah. Penting bagi Anda untuk mengetahui peringatan dan pencegahan sebelum melakukan tes ini. Bila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan kepada dokter untuk informasi dan instruksi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani helicobacter pylori?

Anda tidak perlu melakukan apapun sebelum melakukan tes antibodi darah.

Tes antigen feses

Obat-obatan dapat mengubah hasil dari tes ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter semua obat-obatan resep dan nonresep yang Anda gunakan. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menghentikan beberapa obat-obatan yang digunakan. Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan yang mengandung bismut (seperti pepto-bismol) selama 1 bulan sebelum tes dilakukan.

Jangan menggunakan penghambat proton pump (seperti Nexium atau Prilosec)  selama 2 minggu sebelum tes.

Biopsi perut atau tes napas urea

Jangan makan dan minum selama setidaknya 6 jam sebelum tes napas atau biopsi perut.

Banyak obat-obatan mempengaruhi hasil tes ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai semua obat-obatan resep dan nonresep yang Anda gunakan. Dokter mungkin akan menghentikan beberapa obat-obatan yang Anda.

  • jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan yang mengandung bismut (seperti pepto-bismol) selama 1 bulan sebelum tes dilakukan
  • jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan yang mengandung bismut (seperti pepto-bismol) selama 1 bulan sebelum tes dilakukan
  • jangan menggunakan penghambat H2 seperti, Pepcid, Zantac, Axid, atau Tagamet, selama 24 jam sebelum tes.

Konsultasikan kepada dokter Anda segala kekhawatiran yang Anda miliki mengenai tes, risiko-risiko, bagaimana tes dilakukan, atau maksud dari hasil tes.

Bagaimana proses helicobacter pylori?

Tes antibodi darah

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Tes napas urea

Sampel napas diambil saat Anda meniup balon, atau buih ke dalam botol yang berisi cairan. Penyedia layanan kesehatan yang mengambil sampel napas Anda akan:

  • mengambil sampel napas Anda sebelum memulai tes
  • memberikan Anda kapsul atau cairan untuk diminum yang mengandung penanda atau bahan radioaktif.
  • mengumpulkan sampel napas Anda dalam beberapa waktu yang berbeda. Sampel napas akan dites untuk melihat apakah sampel mengandung bahan yang terbentuk saat H. pylori bertemu dengan penanda atau bahan radioaktif

Tes urea biasanya berlangsung selama 30 menit.

Tes antigen feses

Sampel feses untuk tes ini dapat diambil di rumah. Apabila Anda di rumah sakit, penyedia layanan kesehatan Anda dapat membantu mengoleksi sampel.

Untuk mengumpulkan sampel, Anda perlu:

  • memindahkan feses ke dalam wadah kering. Feses padat atau cair dapat digunakan. Hati-hati dalam mengambil sampel, jangan biarkan sampel terkena urin atau tisu toilet
  • ganti tutup wadah dan beri label dengan nama Anda, dokter Anda, dan tanggal saat sampel diambil
  • cuci tangan setelah mengumpulkan sampel untuk menghindari penyebaran bakteri
  • bawa segera wadah yang tertutup ke dokter atau langsung ke laboratorium.

Dokter Anda mungkin juga akan menggunakan swab kapas yang dimasukkan ke dalam rektum Anda untuk mengambil sampel feses saat pemeriksaan.

Biopsi perut

Endoskopi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari perut dan usus dua belas jari. Dokter dapat mengambil hingga 10 sampel jaringan. Sampel jaringan dites di laboratorium untuk melihat apakah sampel mengandung H. pylori. Pada kasus yang jarang terjadi, sampel biopsi ditaruh di dalam wadah yang mendukung pertumbuhan bakteri H. pylori. Ini disebut kultur H. pylori. Apabila bakteri tumbuh di dalam kultur, tes (disebut tes kerentanan dan sensitivitas) dapat memastikan antibiotik mana yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani helicobacter pylori?

Dokter Anda akan mendiskusikan bagaimana kondisi Anda dan kemudian memberikan pengobatan yang cocok. Terkadang, dokter Anda mungkin akan merujuk ke pemeriksaan lanjutan. Ikuti instruksi dokter Anda.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil dari tes napas urea atau tes antigen feses biasanya tersedia dalam waktu beberapa jam. Hasil dari tes antibodi darah biasanya tersedia dalam waktu 24 jam. Hasil dari sampel biopsi yang diambil dengan endoskopi biasanya tersedia dalam waktu 48 jam. Hasil dari sampel biopsi yang dikultur dapat memakan waktu hingga 10 hari.

Hasil positif H. pylori antigen feses, tes napas, atau biopsi mengindikasikan bahwa sakit perut yang dialami seseorang adalah disebabkan oleh tukak lambung karena bakteri ini. Pengobatan dengan kombinasi antibiotik dan beberapa obat-obatan lain dapat diresepkan untuk membunuh bakteri dan menghentikan sakit dan tukak.

Tes darah positif untuk antibodi H. pylori dapat mengindikasikan adanya infeksi yang sedang berlangsung atau infeksi sebelumnya. tes lain untuk H. pylori seperti tes napas dapat dilakukan sebagai tes lanjutan untuk memastikan apa infeksi sedang berlangsung.

Hasil tes negatif berarti kurangnya kemungkinan seseorang memiliki infeksi H. pylori dan tanda-tanda dan gejala mungkin disebabkan oleh penyebab lain. Namun demikian, apabila gejala tidak menghilang, tes tambahan dapat dilakukan, termasuk biopsi jaringan yang lebih invasif untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

    Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengenal Makanan Cair dan Manfaatnya untuk Orang Sakit

    Beberapa orang dengan kondisi tertentu sulit makan, sehingga ia berisiko malnutrisi. Hal tersebut bisa dibantu dengan konsumsi suplemen makanan cair ini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Sponsored
    makanan cair untuk orang sakit
    Nutrisi, Hidup Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit

    Begini Dampak yang Ditimbulkan dari Bullying di Tempat Kerja

    Penindasan atau bullying dapat terjadi di mana dan kapan saja, termasuk saat bekerja. Dampak dari bullying di tempat kerja cukup serius dan perlu ditangani.

    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Psikologi 12/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Studi Terbaru: Terlalu Lama Duduk Dapat Sebabkan Kanker

    Studi terbaru menunjukkan adanya kaitan erat antara durasi duduk yang terlalu lama dan sering dalam meningkatkan risiko kematian karena kanker.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 12/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Sponsored
    tips menjaga kesehatan mental

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    Sponsored
    new normal

    5 Tips Beradaptasi dan Melindungi Diri di Masa New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    Sponsored
    foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

    Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    buah yang sudah dipotong

    3 Alasan Kenapa Sebaiknya Jangan Beli Buah yang Sudah Dipotong

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit