Alpha-Fetoprotein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alpha-fetoprotein?

Alpha fetoprotein (AFP) adalah protein yang diproduksi oleh hati dan kantung telur (yolk sac) pada janin selama proses kehamilan. Setelah melahirkan, tingkat AFP dalam darah akan menurun. AFP tidak memiliki fungsi spesifik pada tubuh orang dewasa. Pada pria, wanita (yang tidak hamil), dan anak-anak, AFP dalam darah dapat menunjukkan adanya beberapa jenis kanker terutama kanker testis, ovarium, perut, pankreas, atau hati. Tingginya kadar AFP juga dapat ditemukan pada pengidap Hodgkin’s disease, limfoma, tumor otak, dan kanker sel ginjal.

Kapan saya harus menjalani alpha-fetoprotein?

Tes AFP dilakukan untuk:

  • memeriksa kecacatan otak dan tulang pada janin (disebut neural tube defects) dalam tubuh wanita hamil. Diperkirakan sebanyak 2 dari setiap 1.000 kelahiran mengalami neural tube defects. Cacat lahir akibat kerusakan sistem tabung saraf pada janin ini tidak terkait dengan usia ibu. Kebanyakan ibu dengan bayi neural tube defects juga tidak memiliki riwayat kelainan ini
  • memantau perkembangan janin dari ibu yang mengidap Down syndrome
  • mendeteksi jenis kanker tertentu, terutama kanker testis, ovarium, atau hati. Namun, 5 dari 10 jumlah penderita kanker hati tidak memiliki tingkat AFP yang tinggi
  • mengevaluasi efektivitas pengobatan kanker yang sedang dijalani
  • mendeteksi kanker hati (disebut hepatoma) pada orang yang memiliki sirosis atau hepatitis B kronis

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani alpha-fetoprotein?

Beberapa tes lain, seperti tes USG dan tes amniocentesis, kemungkinan akan dilakukan apabila lab menemukan kadar AFP yang tidak normal dalam tubuh. Apabila tes USG gagal menemukan penyebab AFP yang tidak normal, dokter akan melakukan tes amniocentesis. Tes amniocentesis dapat mengukur kadar AFP dalam air ketuban. Namun, normalnya kadar AFP juga tidak menjamin kehamilan normal atau bayi yang sehat. Banyak ibu dengan kadar AFP normal dalam air ketuban, memiliki kadar AFP dalam darah yang tidak normal. Mereka cenderung memiliki risiko yang lebih rendah untuk memiliki anak dengan neural tube defects.

Tingkat AFP dalam darah sering diukur dengan maternal serum triple atau quadruple screening test.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani alpha-fetoprotein?

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini. Apabila sedang hamil, Anda akan ditimbang terlebih dahulu karena kisaran hasil tes akan ditentukan berdasarkan berat badan Anda. Kisaran hasil tes juga akan disesuaikan dengan ras, usia, dan berapa minggu usia kandungan Anda.

Bagaimana proses alpha-fetoprotein?

Darah Anda akan diambil sebagai sampel tes AFP. Pengambilan darah dilakukan di laboratorium diagnostik sesuai dengan prosedur rawat jalan. Biasanya, prosedur ini hanya memakan waktu beberapa menit dan relatif tanpa rasa sakit. Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum menjalani tes AFP.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani alpha-fetoprotein?

Setelah menjalani tes, Anda dapat kembali pulang. Biasanya, hasil tes akan keluar dalam satu hingga dua minggu.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Normal:

Kisaran normal untuk Alpha-Fetoprotein (AFP) test dapat bervariasi tergantung laboratorium yang Anda pilih. Kisaran yang tertulis disini hanya berupa gambaran rentang hasil secara umum.

Alpha-fetoprotein dalam darah
Pria dan wanita (yang tidak hamil): 0–40 nanogram per milliliter (ng/mL) atau microgram per liter (mcg/L)2
Wanita hamil (usia kandungan 15–18 minggu): 10-150 ng/mL or mcg/L3

Tabel di atas merupakan pengukuran umum untuk hasil tes ini. Kisaran normal untuk tes AFP dapat bervariasi tergantung laboratorium yang Anda pilih. Diskusikan dengan dokter apabila ada pertanyaan seputar hasil tes Anda. Perkiraan usia kandungan yang tepat dapat mendukung hasil tes dalam mengukur jumlah AFP yang akurat. Dari minggu ke-14 masa kandungan, jumlah AFP secara bertahap akan terus meningkat dan perlahan akan menurun pada satu hingga dua bulan menjelang kelahiran. Kisaran normal untuk perempuan kulit hitam umumnya lebih tinggi dari perempuan berkulit putih. Sementara itu, kisaran normal untuk perempuan Asia sedikit lebih rendah dari perempuan kulit putih.

Kisaran normal nilai AFP setiap wanita akan disesuaikan berdasarkan usia, berat badan, dan ras. Selain itu, usia janin atau kehamilan dan penyakit diabetes pada ibu juga harus dipertimbangkan. Intinya, dokter dan pasien (khususnya wanita) perlu menyesuaikan rentang nilai AFP yang normal ketika menjalani tes AFP.

Abnormal

Indeks naik

Pada wanita hamil, tingginya kadar Alpha-fetoprotein (AFP) menandakan:

  • prediksi usia janin atau kehamilan yang tidak tepat
  • wanita mengandung bayi kembar
  • bayi mengidap neural tube defect
  • usus bayi atau organ perut lainnya berada di luar tubuh (disebut omphalocele atau cacat dinding perut). operasi setelah lahir akan diperlukan
  • bayi meninggal

Pada pria/wanita (yang tidak hamil), tingginya kadar Alpha-fetoprotein (AFP) menandakan:

  • kanker hati, testis, atau ovarium
  • penyakit hati, seperti sirosis atau hepatitis
  • penyalahgunaan alkohol

Indeks turun

Pada wanita hamil, rendahnya tingkat alpha-fetoprotein menandakan:

  • prediksi usia janin atau kehamilan yang tidak tepat
  • bayi mungkin mengidap Down syndrome

Pada pria/wanita (yang tidak hamil), alpha-fetoprotein tidak ditemukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

    Ibu positif COVID-19 bisa tetap menyusui bayinya tanpa menularkan virus selama menjalankan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

    Saat Anda atau pasangan memiliki infeksi saluran kemih, apakah artinya Anda berdua harus stop berhubungan seks? Cari tahu selengkapnya pada artikel ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

    Setelah olahraga, otot di dalam tubuh Anda bekerja keras untuk menghasilkan energi. Untuk itu, Anda perlu melakukan relaksasi tubuh. Simak caranya berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

    Risiko penularan COVID-19 di kereta dan transportasi umum lain sangat tergantung pada kedekatan posisi penumpang dengan orang yang terinfeksi.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cek kehamilan dengan test pack

    Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    Konten Bersponsor
    gaya hidup sehat lansia

    Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    kesehatan dan kebahagiaan anak

    Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    penyebab penyakit batuk

    5 Kondisi Medis yang Bisa Menyebabkan Batuk

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit