Rheumatoid Arthritis (RA)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu rematik atau rheumatoid arthritis (RA)?

Rematik atau yang dalam bahasa medis disebut dengan rheumatoid arthritis adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun

Tidak seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis adalah kondisi yang memengaruhi lapisan sendi Anda, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Kondisi ini dapat menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi. 

Bagian tubuh yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Sementara bagian tubuh yang jarang terkena seperti paru-paru, mata, jantung, pembuluh darah, kulit dan saraf.

Rematik dapat memengaruhi kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas harian seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang. Peradangan sendi yang mengenai pinggul, lutut atau kaki dapat membuat sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri.

Seberapa umumkah penyakit kondisi ini?

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit yang seringnya dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, penyakit ini juga bisa dialami oleh orang dewasa muda, remaja, dan bahkan anak-anak. 

Wanita diketahui 2-3 kali lebih berisiko mengalami rematik dibanding pria. 

Anda dapat mengurangi kemungkinan menderita penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rematik?

Gejala paling khas dari rheumatoid arthritis adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang biasanya memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh.

Rematik tahap awal cenderung memengaruhi sendi kecil Anda terlebih dahulu, terutama sendi yang menempelkan jari-jari ke tangan dan kaki Anda. 

Seiring perkembangnya penyakit, gejala sering menyebar ke pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu. Dalam kebanyakan kasus, gejala terjadi pada persendian yang sama di kedua sisi tubuh Anda. 

Dikutip dari Mayo Clinic, sekitar 40 persen orang yang menderita rematik juga mengalami tanda dan gejala yang tidak berhubungan dengan persendian. Struktur bukan sendi yang dapat dipengaruhi oleh rheumatoid arthritis adalah: 

  • Kulit
  • Mata
  • Paru-paru
  • Jantung
  • Ginjal
  • Kelenjar ludah
  • Jaringan saraf
  • Sumsum tulang
  • Pembuluh darah

Tanda-tanda dan gejala-gejala rematik dapat bervariasi dalam tingkat keparahan dan mungkin dapat datang dan pergi. Seiring berjalannya waktu, rheumatoid arthritis adalah kondisi yang dapat menyebabkan persendian rusak dan bergeser keluar dari tempatnya.  

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala rematik yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Ingat, tubuh masing-masing orang berbeda. Jadi, selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab rematik?

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun. Artinya, penyakit ini disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan tubuh yang sehat. 

Sistem imun yang keliru menyerang jaringan sehat di sekitar sendi menyebabkan lapisan tipis sel, alias synovium, menutupi persendian menyebabkan sendi meradang dan bengkak. Synovium juga melepaskan bahan kimia yang akan merusak tulang rawan dan tulang dalam sendi Anda.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, synovium dapat menyebabkan sendi kehilang bentuk dan pada akhirnya menghancurkan sendi Anda sepenuhnya.  

Meski gangguan autoimun dipercaya sebagai penyebab utama rematik, namun sampai saat ini para peneliti belum mengetahui faktor apa saja yang dapat memicu gangguan tersebut. 

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rheumatoid arthritis adalah:

  • Jenis kelamin. Wanita berisiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria. 
  • Usia. Rematik dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada usia 40 sampai 60 tahun.
  • Riwayat keluarga. Jika orangtua, saudara kandung, paman, bibi, atau kakek dan nenek Anda terkena penyakit rematik, Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga. 

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini.  Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Penyakit rematik sulit didiagnosis pada stadium awal karena gejala awalnya sangat mirip dengan penyakit lain. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan menanyakan seputar riwayat kesehatan Anda. 

Biasanya, dokter akan melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Mencari pembengkakan dan kemerahan
  • Memeriksa fungsi sendi dan rentang gerak
  • Menyentuh sendi yang terkena untuk memeriksa kehangatan dan kelembutan
  • Menguji refleks dan kekuatan otot Anda. 

Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan sendi dan pemeriksaan X-ray. Beberapa pemeriksaan lain yang mungkin akan dilakukan dokter adalah tes laju endap darah (LED) yang mengukur peradangan, tes darah lengkap, dan tes faktor reumatoid (RF).

Apa saja pilihan pengobatan untuk rematik?

Cara terbaik untuk mengobati rheumatoid arthritis adalah dengan menggunakan obat-obatan, terapi, olahraga, serta edukasi guna menghindari aktivitas fisik yang dapat memicu nyeri sendi, 

Obat NSAID, seperti naprexen dan ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan bengkak jika rematik Anda kambuh. Dokter juga dapat memberikan obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs). 

Obat ini dapat memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis dan menyelamatkan sendi dan jaringan lain dari kerusakan permanen. DMARD yang sering diberikan oleh dokter  yaitu methotrexate (trexall), leflunomide (Arava), hydroxychloroquine (plaquenil) dan sulfasalazine (Azulfidine).

Jika diperlukan, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan terapi fisik dan olahraga khusus guna mengurangi gejala. Beberapa terapi yang mungkin disarankan dokter seperti berendam dengan air panas, menggunakan lampu pemanas, kompresan panas, dan terapi whirpool.  

Dalam kasus yang parah, dokter bisa menganjurkan pasien untuk melakukan prosedur operasi. Pengobatan rematik mungkin akan melibatkan pembedahan. Pembedahan dapat dibagi dalam beberapa prosedur berikut ini:

  • Total joint replacement. Saat operasi, dokter bedah akan mengangkat bagian sendi yang rusak dan memasukan alat buatan dari metal dan plastik.
  • Tendon repair. Sendi yang mengalami peradangan dan kerusakan dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi Anda melonggar atau sobek. Dokter bedah dapat memperbaiki tendon di sekitar sendi Anda.
  • Fusi sendi. Operasi penyatuan sendi dianjurkan untuk menstabilkan sendi atau meluruskannya kembali, dan jika menghilangkan nyeri saat penggantian sendi bukanlah pilihan.

Mungkin ada metode pengobatan lainnya yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi rematik. Silakan tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Perubahan gaya hidup & pengobatan rumahan

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rematik?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis adalah:

Olahraga

Latihan berdampak rendah dapat membantu meningkatkan pergerakan pada sendi dan meningkatkan mobilitas Anda. Olahraga juga dapat memperkuat otot, yang dapat membantu meringankan beberapa tekanan dari persendian Anda. 

Beristirahatlah

Anda mungkin membutuhkan istirahat ketika rematik kambuh. Tidur yang cukup akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta kelelahan. 

Kompres panas atau es

Kompres panas atau es dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit. Hal itu juga mungkin efektif untuk melawan kejang otot. 

Gunakan alat bantu

Alat tertentu, seperti belat dan brace dapat menahan sendi Anda dalam posisi istirahat. Ini dapat membantu mengurangi peradangan. 

Tongkat juga dapat mempertahankan pergerakan Anda, bahkan ketika rematik kambuh. Anda juga bisa memasang alat tambahan, berupa, tiang di rumah, seperti di kamar dan di sepanjang tangga. 

Makan makanan anti peradangan

Dokter mungkin akan merekomendasikan berbagai makanan anti peradangan untuk membantu mengurangi gejala Anda. Makanan tersebut termasuk yang banyak mengandung asam lemak omega-3. Contohnya adalah:

  • Ikan berlemak, seperti salmon dan tuna
  • Biji chia
  • Kacang kenari

Antioksidan, seperti vitamin A, C, dan E, juga dapat memperbaiki peradangan. Makan banyak serat juga penting. Menurut beberapa peneliti yang disebutkan Healthline, serat dapat membantu mengurangi respon peradangan. Pilih makanan gandum, sayuran, dan buah segar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Jika Anda seharian tidak lepas dengan HP, wajar bila Anda kemudian merasakan sakit tangan dan jari. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Hidup Sehat, Tips Sehat 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

    Nyeri sendi bisa terjadi kapan pun di mana pun. Maka itu, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasi nyeri sendi dengan tepat agar tidak kambuh terus-terusan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Gejala Asam Urat yang Tidak Umum dan Sering Diabaikan

    Selain nyeri dan bengkak, ada beberapa gejala lain dari penyakit asam urat yang tidak umum sehingga sering diabaikan. Apa saja contohnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Arthritis (Radang Sendi), Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Sedang mengalami nyeri sendi rahang? Agar tidak salah penanganan, simak penyebab, gejala, dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi rahang di sini.

    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    infeksi saluran kencing kemih

    Infeksi Saluran Kemih

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 13 menit
    prostatitis

    Prostatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
    pembengkakan prostat jinak adalah

    Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit
    terapi untuk psoriasis arthritis

    Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit