Jerawat Pustula (Jerawat Nanah)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pustula?

Pustula adalah benjolan kecil di permukaan kulit yang berisi nanah, sehingga dikenal pula dengan sebutan jerawat bernanah. Jenis jerawat ini muncul sebagai benjolan yang ukurannya lebih besar dari komedo dengan puncak berwarna keputihan dan kulit sekitarnya berwarna kemerahan. 

Umumnya, jerawat ini muncul di area wajah. Namun, bagian tubuh lainnya yang cenderung berminyak juga dapat diserang jerawat ini, seperti dada dan punggung. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sama seperti jenis jerawat lainnya, jerawat pustula dapat terjadi pada siapa saja. Namun, jerawat yang termasuk kategori jerawat inflamasi ini paling sering menyerang remaja di masa pubertas. 

Meski begitu, orang dewasa juga dapat mengalami masalah kulit ini akibat berbagai faktor. Untuk mengurangi risiko kemunculannya, hindari berbagai faktor pemicunya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pustula?

Jerawat bernanah memiliki tanda yang berbeda dengan bentuk jerawat lainnya dan terkadang berbeda pada setiap orang. Namun, jerawat pustula umumnya menimbulkan gejala seperti:

  • Ada benjolan besar yang lebih besar dari komedo
  • Benjolan berdiameter sekitar 5-10 millimeter
  • Bagian puncak benjolan berwarna putih, seperti komedo tertutup
  • Kulit di sekeliling jerawat tampak memerah akibat peradangan
  • Terasa nyeri saat benjolan disentuh
  • Muncul di area wajah, leher, punggung, atau area genital
  • Terkadang muncul bersamaan dengan jerawat papula

Kemungkinan ada tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika ada kekhawatiran pada tanda dan gejala tertentu, konsultasikan pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila pengobatan rumahan yang dilakukan tidak kunjung membuat jerawat pustula membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Hal ini juga berlaku ketika penyakit kulit tidak menular ini menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu. Terlebih lagi ketika Anda telah menggunakan obat jerawat tertentu dan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan terasa terbakar. 

Jika kondisi ini terjadi, hentikan pemakaian obat agar jerawat tidak semakin parah. Kondisi tersebut kemungkinan menandakan adanya iritasi atau alergi terhadap obat

Apabila jerawat yang pecah menyebabkan rasa nyeri, infeksi mungkin sudah terjadi. Selain itu, perawatan dokter juga akan diperlukan terutama ketika jerawat bernanah diikuti oleh gejala lain, berupa:

  • Demam
  • Kulit di sekitar jerawat terasa hangat dan lembap
  • Mual, muntah, dan diare

Penyebab

Apa penyebab pustula?

Tidak jauh berbeda dengan penyebab jerawat lainnya, jerawat pustula terbentuk akibat penyumbatan pori-pori. Begini, pori-pori seharusnya menjadi pintu keluar sebum (minyak) dan keringat. Namun, jalur ini tertutup akibat penumpukan sel kulit mati. 

Penyumbatan pori-pori (folikel rambut)

Jika sebum yang dihasilkan kelenjar sebaceous (sebasea) berlebihan, sebum berlebih tidak akan dapat keluar karena bukaan pori-pori yang menyempit. Akibatnya, sebum dan sel kulit mati terjebak di dalam pori-pori. 

Kondisi ini yang nantinya menyebabkan bakteri penyebab jerawat di permukaan kulit (P.acnes) memakan sebum dan terus berkembang biak. Bakteri yang tumbuh ini dapat memicu infeksi, sehingga tubuh membentuk perlawanan berupa zat peradangan. 

Alhasil peradangan tersebut membuat dinding pori-pori jadi rusak dan ukuran jerawat bernanah menjadi membesar serta membengkak. 

Reaksi alergi

Selain penyumbatan, jerawat pustula terkadang dapat muncul akibat reaksi alergi terhadap makanan atau gigitan serangga beracun. Adanya nanah pada jerawat ini terbentuk dari sel darah putih. 

Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang kalah dan mati melawan infeksi dari bakteri dan kotoran yang menyumbat pori. Akibatnya, benjolan besar berisi nanah ini pun muncul dan mengiritasi kulit di sekitarnya. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena pustula?

Penyumbatan pori yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan penumpukan sel kulit mati tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang terkena jerawat bernanah, antara lain:

  • Perubahan hormon androgen yang memicu aktivitas kelenjar sebaceous dalam memproduksi sebum lebih banyak.
  • Genetik, salah satu atau kedua orangtua memiliki masalah jerawat
  • Orang dengan masalah kulit, seperti eksim tangan (dishidrotik) atau psoriasis.
  • Penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, atau lithium

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Umumnya, diagnosis jerawat pustula dilakukan lewat pemeriksaan kulit secara langsung. Hal ini bertujuan agar dokter dapat menentukan pengobatan jerawat berdasarkan tingkat keparahan. 

Setelah pemeriksaan awal, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis kulit ketika kondisinya cukup parah. Dengan begitu, dokter dan Anda dapat mencegah keparahan terus berlanjut sekaligus mempercepat pemulihan kulit dari jerawat. 

Apa saja pilihan pengobatan untuk pustula?

Jika dokter telah mendiagnosis tingkat keparahan jerawat pustula yang Anda alami, biasanya mereka akan merekomendasikan sejumlah pilihan pengobatan, yaitu:

Obat topikal jerawat

Salah satu jenis pengobatan yang sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi jerawat, terutama pustula adalah obat topikal jerawat. Perawatan ini biasanya tersedia dalam berbagai bentuk, seperti pembersih wajah, losion, krim, dan gel. 

Kebanyakan obat jerawat ini memiliki satu atau beberapa bahan aktif. Selain itu, obat topikal jerawat pun dapat diperoleh secara bebas maupun dengan resep dokter. Berikut ini beberapa senyawa aktif yang ada di obat jerawat. 

  • Benzoil peroksida untuk membunuh dan menghambat bakteri penyebab jerawat
  • Asam salisilat untuk mengangkat penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori
  • Retinoid untuk membersihkan pori-pori dan mencegah produksi minyak berlebih
  • Keratolitik untuk mengelupas permukaan kulit

Selalu gunakan obat topikal jerawat sesuai aturan pakai dan instruksi dari dokter. 

Antibiotik

Jika perawatan tidak menunjukkan hasil yang efektif selama 6 hingga 8 minggu, dokter akan merekomendasikan pengobatan tambahan dengan antibiotik. 

Antibiotik biasanya digunakan bersama dengan benzoil peroksida. Hal ini bertujuan agar senyawa aktif tersebut lebih ampuh dalam membunuh bakteri penyebab  jerawat pustula. 

Meski begitu, pengobatan ini tidak boleh dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Bila jerawat bernanah terlihat membaik, penggunaan antibiotik akan dihentikan dan hanya benzoil peroksida atau asam salisilat yang akan dipakai. 

Terapi fotodinamik

Pada kasus jerawat pustula yang parah, dokter mungkin akan menganjurkan terapi fotodinamik (PDT). 

Terapi PDT adalah salah satu pengobatan yang membantu mengobati jerawat yang parah. Pada saat terapi ini berlangsung, daerah kulit yang berjerawat akan diolesi larutan yang membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya. 

Larutan tersebut biasanya akan menempel 15 menit hingga 3 jam. Kemudian, dokter kulit akan memakai laser atau cahaya untuk menghancurkan jerawat sekaligus bekas jerawat agar kulit lebih halus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pustula?

Tidak hanya obat dan perawatan dari dokter, pengobatan rumahan dan kebiasaan yang lebih sehat juga membantu Anda mempercepat proses pemulihan. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah kemunculan jerawat pustula. 

Berikut beberapa pengobatan rumahan yang dapat membantu mengobati jerawat yang bernanah dilansir dari Medline Plus

  • Rutin mencuci muka setidaknya dua kali sehari dengan sabun yang lembut 
  • Pilih pembersih wajah yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat
  • Hindari menggosok atau mencuci kulit berulang kali
  • Bila kulit kepala berminyak, cuci rambut setiap hari
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung alkohol, seperti toner
  • Batasi pemakaian kosmetik berbahan dasar minyak
  • Oleskan lidah buaya ke area jerawat untuk mengurangi peradangan
  • Tidak memencet jerawat agar lapisan kulit tidak rusak dan meninggalkan bekas
  • Menggunakan masker sesuai dengan jenis kulit 
  • Kelola stres dan hindari makanan pemicu jerawat, seperti makanan manis
  • Selalu bersihkan riasan sebelum tidur di malam hari

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

Saat Anda di rumah saja, mungkin Anda bingung mengapa Anda menjadi jerawatan. Hal ini memang bisa terjadi. Lalu mengapa jerawat muncul meski hanya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 29 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 27 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Mitos atau Fakta: Jerawat Muncul Karena Faktor Keturunan

Faktor munculnya jerawat memang banyak, tetapi banyak orang yang mengira bahwa faktor keturunan menjadi salah satu penyebab utama. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dermatologi, Jerawat, Health Centers 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit