Dishidrosis (Eksim di Tangan dan Kaki)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dishidrosis (eksim di tangan dan kaki)?

Eksim dishidrosis adalah jenis dermatitis atopik yang ditandai dengan kemunculan bintil-bintil lepuhan di telapak tangan dan kaki, atau pada sela-sela jari. Dishidrosis termasuk penyakit kulit yang tidak menular.

Eksim dishidrosis tidak menimbulkan peradangan yang membuat kulit di tangan dan kaki memerah. Namun, lepuhan dapat berisi cairan yang terasa gatal dan perih.

Eksim di tangan dan kaki khas dishidrosis (atau dishidrotik) tidak dapat disembuhkan. Bintil lepuhan biasanya dapat sembuh dalam tiga minggu, tapi kondisi ini umumnya kambuh berulang kali. Hal ini dapat berakibat pada retakan dan penebalan kulit.

Istilah medis lain yang juga dipakai untuk untuk menjelaskan dishidrosis adalah pompholyx dan vesicular eczema. Selain itu, dishidrotik juga sering disebut eksim pada tangan dan kaki.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Dishidrosis adalah jenis dermatitis ketiga terbanyak yang paling sering terjadi pada orang dewasa berumur 20 hingga 40 tahun. Kemunculan eksim di tangan dan kaki dua kali lebih umum dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Orang yang memiliki riwayat alergi seperti asma dan rinitis alergi, atau keturunan dari keluarga dengan eksim dishidrosis lebih rentan mengalami jenis eksim ini.

Sekitar setengah dari mereka yang memiliki eksim di kaki dan tangan juga menderita dermatitis atopik (eksim).

Meski tidak bisa dihindari seutuhnya, kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Anda bisa berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pengobatan eksim.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala eksim dishidrosis?

Setiap macam dermatitis memiliki gejala utama yang mirip, seperti ruam kemerahan yang terasa gatal. Namun, dishidrosis memiliki ciri yang berbeda dibandingkan jenis eksim lainnya.

Eksim dishidrosis ditandai dengan munculnya lepuhan/lentingan kecil di kaki dan tangan dengan karakteristik berikut ini.

  • Lepuhan muncul di tangan, kaki, dan jari-jari. Lebih umum timbul di bagian ujung, lipatan, dan tepi jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Lepuhan berukuran sangat kecil (dengan diameter 3 mm atau kurang) dan biasanya berisi cairan.
  • Lepuhan berwarna buram dan mendalam. Ada yang rata dengan kulit dan ada yang sedikit menonjol serta tidak mudah pecah.
  • Lepuhan-lepuhan yang kecil bisa menjadi satu dan membentuk lepuhan besar.
  • Lepuhan bisa terasa gatal, nyeri, atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Lepuhan bertambah buruk bila tersentuh air, sabun, atau zat yang mengiritasi.
  • Menggaruk akan membuat lepuhan pecah sehingga kulit berkerak dan akhirnya retak. Retakan ini memerlukan waktu mingguan atau bulanan untuk sembuh.
  • Cairan dari lepuhan berasal dari serum darah yang terkumpul di antara sel-sel kulit yang teriritasi.
  • Dalam sejumlah kasus, lepuhan bisa disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan munculnya benjolan di bawah ketiak.
  • Kuku pada jari tangan atau jari kaki yang terkena bisa tampak berbintik-bintik.

Pada beberapa kasus, lepuhan kulit sulit terlihat pada bagian jari tangan dan kaki karena tekstur kulit yang lebih tebal.

Kadang, lepuhan yang besar akan terbentuk dan terasa sakit. Biasanya lepuhan akan terasa gatal dan menyebabkan kulit bersisik hingga mengelupas. Area eksim yang terinfeksi pun menjadi pecah-pecah dan sakit jika disentuh.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya dishidrosis. Jadi konsultasikanlah pada dokter kulit sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satu saja gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun seputar dishidrosis, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab penyakit ini?

Penyebab dermatitis, termasuk dishidrosis, hingga saat ini masih belum diketahui pasti. Namun, para ahli menduga kemunculannya berkaitan erat dengan riwayat kondisi seperti alergi musiman, penyakit dermatitis kontak, dan jenis eksim lainnya.

Kebanyakan kasus yang ditemukan menunjukkan bahwa dishidrosis bisa digolongkan menjadi penyakit keturunan. Jika Anda memiliki keluarga yang mengalami dishidrosis, peluang Anda untuk terkena penyakit ini akan lebih tinggi.

Faktor Pemicu

Apa saja pemicu eksim dishidrosis?

Berikut beberapa faktor pemicu yang turut menyebabkan munculnya eksim di tangan dan kaki.

  • Sering mengalami stres.
  • Memiliki kulit sensitif.
  • Terkena zat pemicu alergi seperti serbuk sari.
  • Tangan dan kaki lembab akibat keringat berlebihan atau kontak yang terlalu lama dengan air.
  • Kontak sehari-hari dengan benda yang mengandung logam nikel, seperti kunci, ponsel, bingkai kacamata, stainless steel, kancing logam dan resleting.
  • Mengonsumsi makanan mengandung nikel, seperti kakao, coklat, oatmeal, kacang-kacangan, almond, dan makanan kaleng.
  • Menggunakan barang yang mengandung kobalt, seperti piring berwarna biru kobalt, cat dan pernis, peralatan medis tertentu, dan perhiasan.
  • Mengonsumsi makanan mengandung kobalt, seperti kerang, sayuran hijau, hati, susu, kacang-kacangan, tiram, dan daging merah.
  • Terpapar garam kromium yaitu material yang digunakan dalam pembuatan semen, mortar, kulit, cat dan antikorosi.

Amat memungkinkan juga bagi Anda untuk mengalami dishidrosis bersamaan dengan jenis dermatitis kontak lainnya. Penting untuk memahami jenis, gejala serta pemicu eksim yang mungkin Anda miliki agar Anda dapat mengelolanya dengan lebih baik.

Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Anda memiliki dishidrosis adalah dengan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana dokter mendiagnosis eksim dishidrosis?

Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis eksim dishidrosis berdasarkan pemeriksaan fisik.

Tidak ada tes laboratorium yang secara khusus memastikan diagnosis penyakit ini. Akan tetapi, dokter bisa menganjurkan beberapa tes untuk mengeliminasi masalah kulit lain yang menimbulkan gejala serupa sehingga diagnosis lebih mengerucut.

Contohnya, dokter mungkin saja melakukan tes pada kulit Anda untuk jenis jamur yang menyebabkan masalah seperti athlete’s foot (kutu air). Alergi dan sensitivitas kulit dapat diungkap dengan memaparkan sebagian kulit Anda pada berbagai zat.

Apa saja pengobatan untuk eksim dishidrosis?

Kemunculan eksim di tangan dan kaki dapat dikendalikan dengan perawatan tertentu. Bergantung pada tingkat keparahan ciri dan gejala yang muncul, pilihan pengobatan eksim dishidrosis adalah:

1. Kortikosteroid

Krim dan salep kortikosteroid amat berpotensi untuk mempercepat hilangnya lepuhan. Pada kasus dishidrosis yang parah, dokter kadang juga meresepkan pil kortikosteroid seperti prednisone.

Kompres lembap juga dapat diterapkan setelah mengoleskan kortikosteroid untuk meningkatkan penyerapan obat. Kendati ampuh, steroid harus digunakan dengan hati-hati karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping serius.

2. Fototerapi

Jika pengobatan lain tidak efektif, dokter dapat menganjurkan satu jenis terapi cahaya khusus. Fototerapi menggabungkan paparan cahaya ultraviolet dengan obat khusus yang dapat membuat kulit Anda lebih menerima efek cahaya tersebut.

3. Salep penekan sistem imun

Obat-obatan seperti tacrolimus dan pimecrolimus dapat mengatasi gejala dengan cara menekan fungsi sistem imun saat tubuh terkena zat pemicu alergi atau iritasi. Obat ini bisa menjadi alternatif bagi penderita yang ingin mengurangi pemakaian kortikosteroid.

4. Suntikan botox

Dokter juga dapat menganjurkan suntik botox untuk mengatasi kasus dishidrosis yang parah. Suntikan pada area kulit yang bermasalah akan mengurangi produksi keringat dan meredakan gejala gatal.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kambuhnya dishidrosis?

Berikut adalah perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan yang bisa membantu mencegah kambuhnya eksim dishidrosis.

  • Mengompres dingin pada bagian kulit yang bermasalah.
  • Rutin menggunakan salep sesuai anjuran dokter.
  • Rutin mengoleskan pelembap yang diresepkan dokter atau pelembap alami seperti petroleum jelly, minyak mineral, dan lain-lain.
  • Menghindari makanan yang mengandung mineral nikel dan kobalt.
  • Tidak menggaruk atau memecahkan lepuhan.
  • Menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mencuci tangan, tapi tidak berlebihan.
  • Menghindari kontak berlebihan dengan air.
  • Menghindari produk perawatan yang dapat menyebabkan kambuhnya eksim, seperti losion atau sabun yang mengandung pewangi.

Dishidrosis memang menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, terutama karena kulit yang terdampak berada di tangan dan kaki. Penyebabnya pun tidak diketahui secara pasti, tapi ada sejumlah faktor risiko yang bisa Anda hindari.

Jika Anda merasa mengalami gejala eksim dishidrosis, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat. Perawatan juga akan membantu mencegah kambuhnya penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Impetigo

Impetigo adalah penyakit infeksi kulit bagian paling atas yang sangat menular. Apa penyebab dan gejalanya? Bagaimana mengobati kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Prutitus atau kulit gatal merupakan kondisi yang umum terjadi. Penyebab penyakit ini cukup banyak. Apa saja itu? Bagaimana cara meredakannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Heloma

Heloma adalah lapisan kulit yang menebal dan terbentuk saat kulit sering berada di bawah tekanan. Biasanya muncul pada kaki dan tangan. SImak info selengkapnya Hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jari tangan gatal

5 Gangguan Kesehatan Penyebab Gatal di Jari Tangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara mengobati tangan gatal berair

Cara Jitu Menghilangkan Gatal Akibat Bintik Berair di Tangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit kuku paronikia paronychia

Paronikia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit