Panu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu panu (tinea versicolor)?

Panu adalah infeksi jamur pada kulit yang ditandai dengan bercak berwarna terang maupun gelap. Panu muncul akibat infeksi jamur Malassezia yang ditemukan pada permukaan kulit. 

Pada dasarnya, manusia memang memiliki jamur dalam jumlah normal yang hidup di kulitnya, Umumnya, jamur seperti Malassezia, tidak menyebabkan masalah kesehatan. Banyak mikrobiota (atau organisme mikroskopik), termasuk jamur ini yang berperan untuk melindungi Anda dari infeksi dan patogen lain yang dapat membahayakan atau menyebabkan penyakit.

Jamur dapat hidup berdampingan dengan sel tubuh, dan saling mendukung (simbiotik).

Namun, kadang jamur dapat berkembang biak secara berlebihan dan memengaruhi warna atau pigmentasi alami dari kulit. 

Itulah sebabnya Anda akan mendapati bagian kulit Anda berwarna lebih terang atau gelap dibandingkan dengan kulit sekitar. 

Kondisi ini terjadi saat jamur sejenis dari famili Malasseiza menyebabkan infeksi atau menekan sistem imun Anda. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tapi bisa menyebabkan gatal.

Panu juga umumnya tidak menular. 

Seberapa umum penyakit ini?

Penyakit kulit yang satu ini termasuk umum terjadi. Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, dari seluruh latar belakang etnis serta lebih umum pada remaja dan dewasa muda. Orang dewasa lebih mungkin terkena panu apabila mereka berada di area dengan iklim subtropis.

Panu lebih umum terjadi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Kondisi ini sering terjadi di daerah beriklim panas dan lembap. Panu sering muncul pada orang-orang yang banyak berkeringat. 

Meski tidak menular, panu bisa saja muncul pada lebih dari satu anggota keluarga.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala panu (tinea versicolor)?

Salah satu tanda dan gejala yang paling jelas dari panu adalah warna tidak merata pada beberapa bagian kulit. Umumnya, tandanya muncul pada bagian lengan, dada, leher, atau punggung. 

Bercak tinea versicolor mungkin berwarna cokelat tembaga, lebih pucat dari kulit di sekitarnya, atau merah muda. Bercak putih mungkin lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki kulit gelap. 

Gejala panu ditandai dengan:

  • Berwarna lebih terang (lebih umum) atau lebih gelap dibandingkan kulit sekitar
  • Jadi merah muda, merah, gelap, atau cokelat
  • Kering, gatal, dan bersisik
  • Makin kentara saat berjemur
  • Rentan menghilang di cuaca yang lebih dingin dan tidak begitu lembap

Panu yang muncul pada orang berkulit gelap dapat menyebabkan kehilangan warna kulit. Kondisi ini dikenal sebagai hipopigmentasi. 

Bagi beberapa orang, kulit yang terkena jamur ini dapat menggelap, bukannya terang. Kondisi ini disebut hiperpigmentasi.

Beberapa orang yang terkena panu tidak memiliki perubahan yang berarti pada warna kulit atau penampilannya. Secara umum, bercak pucat yang muncul juga tidak memengarui kerentanan kulit terhadap cahaya matahari. 

Kondisi yang mirip dengan panu

Beberapa kondisi kulit bisa jadi memiliki gejala yang mirip-mirip dengan panu. Kondisi tersebut salah satunya adalah vitiligo

Perbedaan antara vitiligo dengan panu termasuk:

  • Vitiligo tidak memengaruhi tekstur kulit Anda
  • Vitiligo biasanya muncul pada jari, pergelangan tangan, ketiak, mulut, mata, atau selangkangan
  • Vitiligo sering membentuk bercak yang simetris. 

Ruam yang disebabkan oleh pityriasis rosea juga mirip dengan panu. Namun bedanya, kondisi tersebut biasanya didahului oleh “herald patch”, satu-satunya bercak merah kulit bersisik yang muncul beberapa hari atau minggu sebelum ruam. 

Ruam ini biasanya muncul dalam bentuk pohon cemara di bagian punggung. Tidak diketahui apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, kondisi tersebut tidak berbahaya ataupun menular. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah kondisi ini memburuk dan kemungkinan kondisi yang lebih buruk lainnya. Bicarakanlah dengan dokter untuk emndapatkan penanganan yang tepat.

Anda perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala panu berikut ini: 

  • Kulit Anda tidak membaik dengan tindakan perawatan mandiri
  • Infeksi jamur kembali muncul
  • Bercak panu menutupi area besar pada tubuh Anda. 

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Gejala yang muncul antara Anda dengan pasien lain mungkin saja tidak sama.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab panu (tinea versicolor)?

Penyebab panu adalah tumbuhnya jamur Malassezia dengan cepat dan tidak terkendali pada permukaan kulit. Namun, para dokter belum mengetahui secara pasti mengapa hal itu bisa terjadi. 

Malassezia adalah bagian dari mikrobiota, yaitu mikroorganisme yang ditemukan pada kulit normal. Mereka bergantung pada lipid (lemak) untuk bertahan hidup. 

Sebanyak 14 spesies Malassezia yang berbeda telah diidentifikasi. Spesies yang paling umum menyebabkan panu adalah M. globosa, M. resta, dan M. sympodialis. 

Biasanya, Malassezia jarang tumbuh di daerah seboroik (kulit kepala, wajah, dan dada) tanpa menyebabkan ruam. 

Penyebab panu berdasarkan jenisnya

Dikutip dari DermNet NZ, jenis tinea versicolor putih atau hipopigmentasi diduga disebabkan oleh bahan kimia yang diproduksi oleh Malassezia dan dilepaskan ke lapisan epidermis kulit. Bahan kimia itu kemudian merusak fungsi melanosit (yang menghasilkan melanin, yaitu pigmen penentu warna rambut atau kulit). 

Sementara itu, jenis panu yang menimbulkan bercak merah muda merupakan tinea versicolor yang agak meradang karena dermatitis yang disebabkan oleh Malassezia.

Panu merah muda dan dermatitis seboroik dapat terjadi bersamaan karena keduanya terkait dengan Malassezia

Beberapa hal yang membuat jamur pada kulit berkembang dengan cepat sehingga menyebabkan tinea versicolor, antara lain:

  • Cuaca panas dan lembap
  • Keringat berlebih
  • Kulit berminyak
  • Sistem imun yang melemah
  • Perubahan hormon

Apa yang membuat saya berisiko terkena penyakit ini?

Beberapa faktor lingkungan dan biologis dapat menyebabkan Anda lebih berisiko terkena panu. Berikut faktor risiko untuk terkena tinea versicolor, antara lain:

  • Riwayat keluarga terhadap penyakit ini
  • Keringat berlebih
  • Iklim lembap dan hangat
  • Sistem imun yang lemah
  • Menggunakan obat yang melemahkan sistem imun
  • Beberapa jenis kanker

Diagnosis

Bagaimana panu (tinea versicolor) didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Ada juga beberapa prosedur tambahan yang dapat membantu dokter mendeteksi tinea versicolor.

Berikut serangkaian tes diagnosis tinea versicolor yang mungkin akan Anda jalani:

Wood’s lamp

Dokter juga dapat menggunakan Wood’s lamp, mesin spesial yang menggunakan sinar ultraviolet, untuk melihat kulit Anda. Apabila terdapat jamur, kulit akan tampak kuning atau hijau di bawah sinar.

Biopsi

Dokter juga dapat melakukan biopsi atau sampel jaringan pada kulit dan tes jamur pada lapisan kulit luar. Sampel jamur pada kulit juga dapat dites pada kultur jamur untuk melihat apakah Anda memiliki kondisi.

Pemeriksaan mikroskopik

Dokter dapat melakukan penggoresan pada kulit. Penggoresan kulit dilakukan untuk mengambil sel dari kulit untuk pengujian. Sel kulit yang diambil akan dilihat di bawah mikroskop untuk melihat apakah sel mengandung jamur yang menyebabkan kondisi ini.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati panu?

Dokter akan menentukan pengobatan tergantung seberapa parah kondisi yang Anda alami.

Dalam beberapa kasus ringan, Anda bisa mengobatinya sendiri di rumah. Krim atau sabun antijamur yang dijual bebas bisa membantu mengobati panu.

Berikut adalah pengobatan dan obat yang umum digunakan untuk menghilangkan panu.

Obat antijamur oles (topikal)

Tinea versicolor ringan dapat diatasi dengan obat antijamur. Krim dan lotion yang mengandung selenium sulfide, ketoconazole, atau pyrithione zinc. Beberapa pilihan obat lainnya, antara lain:

  • Gel terbinafine
  • Krim ciclopirox
  • Larutan natrium tiosulfat. 

Gunakan obat ke seluruh area yang terkena sebelum tidur, sesuai anjuran dokter (biasanya antara 3 hari atau sekitar 2 minggu, tergantung tingkat keparahan panu). 

Saat menggunakan krim, salep, atau lotion, cuci dan keringkan terlebih dulu area yang terkena. Oleskan tipis obat sekali atau dua kali sehari. 

Gunakanlah sampo dan sabun khusus sementara waktu selagi panu belum hilang. Jika Anda menggunakan sampo, bilas setelah mengoleskan pada rambut Anda selama lima hingga 10 menit. 

Jika kondisi Anda tak kunjung membaik setelah empat minggu, hubungi dokter. Anda mungkin memerlukan obat yang lebih kuat. 

Obat tersebut juga membantu melindungi kulit dari sinar matahari atau sumber cahaya UV buatan. Biasanya, warna kulit normal akhirnya akan keluar. 

Obat antijamur oral (minum)

Obat ini, termasuk itrakonazole dan flukonazol, digunakan saat panu menjalar ke area besar pada tubuh Anda. Obat ini juga dapat digunakan ketika obat krim tidak bekerja dengan baik. 

Terbinafine oral, obat antijamur digunakan untuk mengobati infeksi dermatofita, tapi tidak efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Malassezia, seperti panu. 

Penting untuk mengikuti semua arahan dokter untuk menggunakan obat-obatan tersebut. Menggunakan obat tidak sesuai anjuran bisa saja membuat panu lebih mudah kembali. 

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi panu (tinea versicolor)?

Kasus ini bisa jadi terjadi berulang kali karena jamur yang menyebabkan panu merupakan jamur yang umum tinggal di kulit. Obat pembersih dapat digunakan untuk membantu mencegah kondisi ini datang kembali. 

Anda mungkin perlu menggunakan obat pembersih jika infeksi terus kembali, terutama jika Anda tinggal di daerah yang panas dan lembap. 

Metode paling efektif untuk mencegah panu adalah dengan menjaga kebersihan. Singkirkan kotoran dan minyak berlebih pada kulit supaya tidak menularkan infeksi ini kepada orang lain. 

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah panu:

  • Hindari berjemur atau paparan sinar matahari berlebih. Berjemur menyebabkan panu lebih mudah terlihat.
  • Hindari terlalu banyak berkeringat.
  • Hentikan penggunaan produk perawatan kulit yang berminyak. Gunakan produk yang tidak berminyak atau non-komedogenik.
  • Kenakan pakaian longgar
  • Jangan gunakan tanning bed atau sun lamp. Hal-hal tersebut menyebabkan panu lebih terlihat.
  • Anda juga dapat membantu mencegah panu dengan menggunakan obat resep, terutama kalau cuaca kurang bersahabat dan suhu udara terasa lembap.

Selalu konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020