Nyeri Sendi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu nyeri sendi?

Nyeri sendi adalah keluhan sakit yang dirasakan pada satu atau lebih area persendian.

Sendi adalah bagian tubuh berupa bantalan yang berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang. Fungsi utama sendi adalah sebagai poros sehingga tulang dari anggota gerak tubuh dapat bergerak secara fleksibel dan tetap pada tempatnya. Persendian juga berfungsi untuk  memberikan kestabilan pada rangka tubuh manusia.

Nyeri pada persendian dapat menghambat aktivitas dan kualitas hidup. Sakit pada persendian juga dapat disertai dengan nyeri otot atau nyeri tulang, yang dapat membatasi gerakan Anda.

Namun, Anda bisa mengobati nyeri yang terasa dengan obat, terapi fisik, atau pengobatan alternatif.

Seberapa umum masalah nyeri sendi?

Dikutip dari WebMD, sakit sendi merupakan keluhan nyeri fisik yang sangat umum terjadi. Hampir semua orang dapat mengalami nyeri pada persendian tubuh di satu titik kehidupan mereka.

Risiko kerentanan seseorang mengalami nyeri juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala nyeri sendi?

Nyeri sendi biasanya ditandai dengan kemunculan rasa sakit pada salah satu persendian tubuh. Nyeri juga bisa muncul pada banyak persendian, baik terpisah dalam waktu yang berbeda (bergantian) atau berbarengan (menyebar)

Sendi itu sendiri ada banyak macamnya dan terdapat di hampir seluruh tubuh manusia, seperti leher, bahu, tangan, pergelangan tangan, siku, dan lutut. Namun, masalah sakit yang paling sering dilaporkan adalah sakit sendi lutut.

Gejala sakit yang terasa pada sendi umumnya dapat mencakup hal-hal seperti di bawah ini:

  • Kemerahan pada sendi
  • Sendi bengkak
  • Panas dan ngilu pada sendi
  • Bagian tubuh jadi kaku dan pincang
  • Sakit atau nyeri yang parah
  • Demam namun tidak disertai flu
  • Sendi terkunci dan tidak bergerak
  • Kehilangan rentang gerak sendi

Gejala sakit pada sendi dapat bersifat nyeri akut (sembuh dalam beberapa hari sampai minggu) atau nyeri kronis (berlangsung konstan lebih dari 3 bulan).

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segeratemui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Apalagi jika Anda mengalami gejala yang sulit untuk dijelaskan.

Apabila rasa sakit muncul akibat pembengkakan sendi yang terjadi secara tiba-tiba sehinggamembuat Anda tidak bisa bergerak, segera cari bantuan medis darurat.

Penyebab

Apa penyebab nyeri sendi?

Banyak kondisi berbeda yang dapat menyebabkan nyeri sendi.

Nyeri dapat terjadi ketika persendian mengalami kerusakan akibat cedera/trauma fisik yang mempengaruhi ligamen, bursa, atau tendon yang mengelilinginya. Sebagai contoh, keseleo akibat cedera saat olahraga, trauma akibat jatuh atau terpeleset, hingga cedera akibat kecelakaan bermotor.

Penyebab nyeri sendi juga dapat dipicu oleh kondisi medis tertentu. Namun, sakit sendi cenderung lebih umum disebabkan oleh peradangan. Peradangan pada sendi yang sampai menyebabkan nyeri disebut dengan arthritis. Arthritis itu sendiri memayungi beragam kondisi peradangan yang menyerang area persendian berbeda, misalnya radang selaput sendi, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, dan asam urat (gout).

Nyeri sendi juga umum disebabkan oleh:

  • Memburuknya osteoarthritis.
  • Kerusakan tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut.
  • Perdarahan di dalam ruang sendi.
  • Pseudogout.

Lebih lanjut, beberapa penyebab paling umum dari sakit sendi dijelaskan di bawah ini.

Cedera pada sendi

Joint injury atau cedera sendi dapat membahayakan atau melemahkan komponen struktural dari sendi itu sendiri. Setelah terjadi cedera, biasanya kondisi yang muncul pada tubuh Anda adalah memar, perubahan bentuk pada tulang, kerusakan struktur di sekitarnya, sampai kerusakan tulang rawan.

Apabila terjadi gangguan pada sendi, maka akan terjadi nyeri sendi yang bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Walaupun sudah sembuh, cedera juga bisa meningkatkan risiko osteoarthritis bertahun-tahun kemudian. Penyebab nyeri sendi ini meliputi:

Peradangan sendi

Joint inflammation atau peradangan sendi dapat terjadi ketika adanya cedera, penyakit, atau infeksi. Apabila sendi meradang, maka yang terjadi adalah sinovium menebal, produksi cairan sinovial meningkat, dan membuat sendi jadi membengkak.

Lalu, sel-sel inflamasi pun bergerak serta bersikulasi ke jaringan sendi dan mengakibatkan nyeri sendi. Saat meradang, yang terjadi adalah kemerahan, terasa hangat, kaku, juga nyeri di bagian sendi. Kondisi radang sendi ini termasuk:

  • Bursitis
  • Rheumatoid arthritis (rematik)
  • Lupus
  • Osteoarthritis
  • Psoriatic arthritis
  • Tendonitis

Infeksi sendi

Kuman yang meliputi bakteri, virus, atau jamur dapat bergerak dan menyebar pada bagian tubuh termasuk sendi. Kuman yang memasuki tubuh Anda melalui kulit, hidung, telinga, tenggorokan, atau luka dapat menyebar ke bagian sendi.

Maka dari itu bisa terjadi infeksi sendi yang mengakibatkan sakit sendi. Jangan khawatir karena infeksi yang terjadi bisa sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, apabila tertunda bisa menjadi kerusakan sendi permanen.

Penyakit lain

Nyeri sendi dapat terjadi di beberapa sendi pada saat yang bersamaan. Karena kita memiliki banyak sendi, kita mungkin mengalami sakit atau nyeri pada lebih dari satu sendi. Beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan sakit sendi:

  • Penyakit jaringan ikat
  • Kanker
  • Ankylosing spondylitis
  • Fibromialgia
  • Tumor tulang (jarang terjadi)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami sakit sendi?

Walaupun bukan tergolong kondisi kritis, namun nyeri sendi bisa membatasi kegiatan Anda sehari-hari.

Ada beberapa faktor yang membuat risiko Anda mengalami nyeri sendi menjadi semakin tinggi, di antaranya:

Obesitas

Berat badan yang berlebih bisa memberikan tekanan pada area tubuh Anda. Tekanan ini pun dapat menahan area sendi seperti sendi lutut.

Riwayat cedera sendi sebelumnya

Kegiatan sehari-hari sampai berolahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera sendi. Bila seseorang pernah mengalami cedera sendi sebelumnya, ia lebih berisiko untuk memiliki arthritis di kemudian hari.

Usia

Risiko terjadinya nyeri sendi bisa meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Pada orang lanjut usia, sakit pada sendi biasa terjadi karena fungsi tubuh sudah melambat untuk memproduksi sel-sel baru. Itu kenapa ketika Anda bertambah usia, sakit sendi pun semakin umum terjadi.

Riwayat keluarga

Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan artritis lebih berisiko untuk memiliki artritis di kemudian hari.

Jenis kelamin

Perempuan lebih berisiko untuk memiliki artritis.

Aktivitas tertentu

Aktivitas seperti olahraga ekstrim misalnya, memiliki risiko cedera sendi yang lebih tinggi. Di sisi lain aktivitas berat yang berulang juga dapat menimbulkan nyeri sendi di kemudian hari.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Saat Anda merasakan sakit sendi, komplikasi yang terjadi adalah ketika kesulitan untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan. Misalnya adalah ketika berjalan atau duduk dengan rasa yang kurang nyaman.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis terjadinya sakit sendi?

Sakit sendi jarang termasuk ke dalam keadaan darurat. Sebagian besar kasus sakit sendi ringan berhasil disembuhkan di rumah. Namun, untuk pencegahan dan merasa aman, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika nyeri sendi Anda disertai dengan:

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Ngilu dan panas di sekitar sendi
  • Deformitas sendi
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan sendi
  • Rasa sakit yang intens

Dokter Anda akan menemukan penyebab dari nyeri sendi Anda. Anda perlu untuk menjelaskan rasa sakit kepada dokter dengan rinci. Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan adalah:

  • Di mana Anda merasakan sakit?
  • Kapan nyeri mulai terjadi?
  • Apakah rasa sakit terasa semakin parah?
  • Apakah Anda memiliki gejala lain yang menyertai sakit sendi?

Untuk mendapatkan diagnosa terbaik, dokter mungkin melakukan beberapa tes, seperti tes darah, sinar-x untuk meminimalisir kemungkinan patah tulang, CT atau MRI scan, serta berbagai tes pergerakan.

Apa saja pilihan obat untuk sakit sendi?

Sakit sendi ringan  serta jangka pendek seharusnya masih bisa Anda atasi sendiri di rumah. Ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengobati nyeri sendi atau tulang dan nyeri otot:

  • Lindungisendi dengan penahan atau penutup
  • Istirahatkansendi, hindari kegiatan yang menyebabkan Anda sakit
  • Dinginkan sendi selama sekitar 15 menit, beberapa kali setiap hari
  • Kompressendi menggunakan pembalut elastis
  • Naikkan posisi sendi di atas posisi jantung Anda

Anda dapat menerapkan kompres es atau penghangat untuk menenangkan otot di sekitar sendi, yang akan membantu meredakan ketegangan dan mengurangi rasa sakit. Untuk meminimalisir gerakan, dokter dapat merekomendasikan menerapkan belat pada sendi.

Namun, Anda harus menghindari sendi tidak bergerak dalam waktu yang lama agar tidak menjadi kaku dan kehilangan fungsi. Jika mengalami nyeri sedang atau beberapa nyeri sekaligus, Anda dapat meminta perawatan lainnya kepada dokter.

Sebelum menentukan pilihan, alangkah baiknya bila Anda membicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping dari pengobatan, berapa lama pengobatan akan berlangsung, atau jika pengobatan dapat mengganggu obat atau suplemen yang Anda konsumsi saat ini.

Sebelumnya, ada baiknya pula untuk Anda mengetahui bahwa pengobatan kadang-kadang hanya memblokir rasa sakit bukan menyembuhkan. Jika tidak mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri, rasa sakit akan datang kembali. Anda bahkan mungkin berisiko melukai sendi lebih jauh karena tidak bisa merasakan sakit.

Dengan demikian, sebagian besar dokter pertama kali akan mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri sekaligus membantu Anda mengurangi rasa sakit. Beberapa metode yang digunakan untuk mengontrol rasa sakit adalah:

Obat minum

Obat minum, seperti obat nonstseroidal anti-inflammatory drugs(NSAID) dan parasetamol dapat membantu meredakan nyeri.

Beberapa antidepresan atau obat antieleptic dapat mengganggu sinyal rasa sakit pada sistem saraf, membuat Anda tidak lagi merasakan sakit, dan relaksan otot digunakan untuk mengurangi kejang dan tegang otot di sekitar sendi.

Agen topikal

Memanfaatkan agen topikan untuk mengurangi nyeri sendi yang mampu memicu pelepasan endorfin, hormon yang memblok rasa nyeri. Misalnya, seperti capsaicin atau zat yang ditemukan dalam cabai karena mampu meredakan nyeri sendi.

Zat tersebut dapat memblokir zat P yang membantu mentransmisikan sinyal rasa sakit. Selain itu, Anda juga dapat mencoba krim dengan kandungan metil salisilat.

Injeksi

Apabila Anda sudah mencoba minum obat pereda rasa nyeri namun tidak bekerja secara maksimal, yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan suntikan obat steroid. Hal ini dilakukan secara langsung ke dalam sendi setiap tiga sampai empat bulan.

Metode ini tergolong efektif, tetapi merupakan solusi jangka pendek yang memiliki efek samping. Efek samping yang bisa dirasakan adalah ketika steroid menutupi cedera, sendi pun bisa digunakan secara berlebihan dan merusaknya lebih jauh pula. Ada dua opsi injeksi lainnya seperti:

  • Membuang cairan yang menyebabkan pembengkakan pada sendi Anda.
  • Penyuntikan Hyaluronan, merupakan versi sintetis dari cairan sendi alami. Ini digunakan untuk mengobati osteoarthritis.

Terapi fisik

Melakukan terapi dapat secara efektif mengembalikan fungsi sendi dan meningkatkan rentang gerak. Hal ini juga membantu untuk menstabilkan sendi, meningkatkan jangkauan pergerakan, dan memperkuat otot di sekitarnya.

Ahli terapi biasanya akan menggunakan teknik seperti USG, terapi panas atau digin, serta stimulasi saraf listrik.

Pencegahan

Apa saja pencegahan yang bisa dilakukan?

Menurunkan berat badan

Menaruh banyak tekanan pada sendi, meregangkan sendi dan terlalu banyak bekerja menyebabkan nyeri. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat mengurangi beberapa tekanan pada sendi yang menyakitkan Anda.

Olahraga

Di samping diet, Anda harus mencoba olahraga ringan, misalnya berjalan kaki alih-alih dari berlari, untuk memperkuat sendi Anda. Berenang, yoga, berjalan kaki, dan bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik karena keduanya memungkinkan Anda untuk melatih sendi tanpa memberikan banyak pengaruh padanya.

Perbaiki postur juga posisi

Kendalikan dan jaga postur Anda saat akan melakukan sesuatu. Misalnya, ketika duduk, berjalan, berlari, dan aktivitas apapun. Lalu, hindari pula untuk berada di posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Coba untuk beristirahat, bergerak, atau pun melakukan peregangan sekitar setiap 30 menit atau lebih.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nyeri Pada Otot Paha? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sebagai salah satu bagian penopang tubuh, paha juga dapat mengalami kondisi nyeri otot. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi nyeri otot paha!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Nyeri otot di bagian punggung bisa terjadi saat ada kerusakan pada bagian otot Anda. Cari tahu lebih banyak mengenai penyebab serta cara mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 19/05/2020 . Waktu baca 7 menit

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Nyeri sendi bisa terjadi kapan pun di mana pun. Maka itu, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasi nyeri sendi dengan tepat agar tidak kambuh terus-terusan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sedang mengalami nyeri sendi rahang? Agar tidak salah penanganan, simak penyebab, gejala, dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi rahang di sini.

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit
nyeri otot dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit