Kejang Parsial

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kejang parsial?

Kejang parsial adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya sinyal-sinyal listrik yang tidak normal di bagian otak. Kejang awalnya terjadi di lengan atau kaki dan kemudian bergerak ke atas pada sisi tubuh yang sama. Kejang ini tidak berlangsung lama.

Seberapa umumkah kejang parsial?

Segala golongan usia dapat mengalami kejang ini. Namun, biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia di atas 1 tahun, atau orang-orang yang berusia di atas 65 tahun. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kejang parsial?

Kejang parsial sering terjadi pada salah satu bagian tubuh terlebih dahulu kemudian pindah ke bagian atas lain. Awalnya, terjadi pada tangan atau kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Kejang ini dapat mempengaruhi gerakan kepala, mulut dan mata, bibir, pengeluaran air liur, dan pola kontraksi otot pada bagian tubuh. Gejala seperti mati rasa, kesemutan, dan perasaan merayap pada kulit dapat terjadi.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-­tanda atau gejala-­gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kejang parsial?

Walaupun sebagian besar kejang tidak dapat diidentifikasi penyebabnya, namun beberapa dapat digolongkan karena adanya pemicu dan tanpa pemicu.

Kejang karena adanya pemicu:  terjadi karena kondisi alami dalam tubuh, seperti:

  • Kurangnya-GLUT 1;
  • Keturunan;
  • Penyakit bawaan;
  • Ketidakseimbangan kimiawi atau metabolisme dalam tubuh;
  • Demam atau infeksi;
  • Masalah mental;
  • Alzheimer.

Kejang dengan pemicu: dapat terjadi setelah kecelakaan, memiliki penyebab seperti:

  • Luka pada kepala atau otak;
  • Alkohol atau narkotika;
  • Mengalami penyakit otak;
  • Stroke;
  • Tumor otak;
  • Hypertrophic sebagian;
  • Displasia kortikal;
  • Detox atau penetralisir racun ;
  • Beberapa obat-obatan lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kejang parsial?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini seperti:

  • Penuaan;
  • Riwayat kesehatan keluarga;
  • Cedera kepala, Anda dapat membatasi risiko ini dengan menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi atau helm saat mengendarai atau menghindari kegiatan yang memiliki risiko cedera kepala yang tinggi.
  • Kejang dan penyakit pembuluh darah lainnya.
  • Demensia
  • Infeksi otak: seperti meningitis;
  • Demam tinggi pada anak-anak kadang-kadang berhubungan dengan kejang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kejang parsial?

Metode pengobatan utama untuk kejang adalah penggunaan obat-obatan. Penggunaan lebih dari satu obat anti kejang atau antikonvulsan kadang-kadang dapat dilakukan. Dokter akan mengambil sampel darah secara teratur untuk memastikan bahwa telah memberikan dosis obat yang tepat. Pemberian dosis obat diatur agar kadar obat dalam darah seusai untuk perlindungam terhadap terjadinya kejang. Meskipun telah menggunakan obat, beberapa orang dapat terus mengalami kejang. Orang yang baru saja didiagnosis dengan epilepsi harus mengambil tindakan pencegahan sampai mereka yakin bahwa gangguan tersebut dapat dikendalikan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kejang parsial?

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis. Dokter juga dapat melakuan CT scan dan MRI pada otak, atau juga dapat dilakukan electroencephalography (EEG). Tes-tes ini dapat membantu dokter untuk mengetahui adanya penyebab kejang.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang parsial?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kejang parsial:

Gunakanlah obat yang telah diresepkan.

Beritahu keluarga atau teman Anda tentang kejang yang terjadi pada Anda dan apa yang harus dilakukan jika kejang tersebut terjadi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Epilepsi merupakan gangguan saraf yang dapat mengganggu perkembangan anak. Namun, bisakah mendeteksi epilepsi sejak janin di dalam kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

8 Mitos Seputar Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah

Kata siapa orang yang memiliki sakit epilepsi tidak bisa hamil? Cari tahu di sini untuk mitos-mitos seputar epilepsi yang lainnya!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Akhir tahun ini, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pil KB bisa mengubah bentuk otak. Benarkah demikian dan apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Apa Itu Gangguan Mental Organik? Kenali Kondisinya di Sini

Anda mungkin tahu depresi atau gangguan bipolar, namun belum sepenuhnya paham dengan gangguan mental organik. Yuk, pelajari kondisi ini lebih dalam.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
sakit kepala saat puasa

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
meningitis adalah

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020