Keguguran

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu keguguran?

Menurut Mayo Clinic, keguguran adalah kematian embrio atau janin secara tiba-tiba sebelum minggu ke-20 kehamilan atau sebelum 5 bulan.

Sebagian besar kasusnya terjadi sebelum minggu ke-13 kehamilan. Lewat dari usia 20 minggu, risiko komplikasi ini akan semakin kecil.

Keguguran menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dalam kehamilan atau janin gagal berkembang dengan baik. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Keguguran adalah komplikasi kehamilan yang umum terjadi. Setidaknya sekitar 10-20 persen kehamilan gugur sebelum waktunya. 

Ada lebih dari 80 persen kasus keguguran yang dilaporkan terjadi dalam trimester pertama kehamilan. Sekitar 50 persen kehamilan gugur saat wanita tersebut bahkan belum sadar dirinya hamil. 

Ibu hamil bisa menghindari komplikasi keguguran ini dengan menghindari faktor risikonya dan melakukan pencegahan lebih lanjut. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis

Keguguran ada banyak jenisnya. Tiap ibu hamil mungkin bisa mengalami jenis yang berbeda, tergantung sudah sejauh mana usia kehamilannya. Setiap jenisnya pun dapat menunjukkan gejala yang berbeda.

Berikut penjelasan setiap jenis keguguran yang harus Anda ketahui, menurut Mom Juction:

1. Keguguran dini (chemical pregnancy)

Kondisi ini terjadi ketika ada gangguan pada tumbuh kembang embrio di tahap paling awal kehamilan. Tanda yang paling umum adalah perdarahan vagina di trimester pertama.

Biasanya terjadi karena proses implantasinya tidak berhasil sehingga embrio tidak menempel di dinding rahim. Sebagian besar kasus early miscarriage dipengaruhi oleh kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi. 

2. Keguguran anembrionik (blighted ovum)

Keguguran anembrionik (blighted ovum) juga terjadi di tahap kehamilan awal. Pada kondisi ini, sel telur yang telah dibuahi berhasil menempel pada dinding rahim tapi tidak berkembang dengan baik.

Dokter dapat mendiagnosis hal ini lewat USG untuk melihat adanya kantung ketuban dan mendengar detak jantung bayi.

Untuk mengatasi blighted ovum, ibu harus dikuret untuk membersihkan sisa ovum yang tidak berkembang.

3. Keguguran diam-diam (silent atau missed miscarriage)

Kondisi ini terjadi ketika janin mati di awal kehamilan, tapi tubuh ibu tidak mengalami gejala keguguran umum seperti nyeri panggul atau perdarahan tiba-tiba.

Akan tetapi, wanita yang mengalami kondisi ini akan terus mengalami gejala kehamilan sebab jaringan sisa janin masih ada di dalam tubuh.

Beberapa gejala nyata dari silent miscarriage bisa berupa keputihan dan kram vagina.

Wanita perlu dikuret untuk menghilangkan sisa jaringan janin dari rahimnya.

4. Keguguran tidak terhindari (inevitable miscarriage)

Keguguran yang tidak terhindari ditandai dengan munculnya perdarahan vagina dan kram perut yang terjadi pada awal kehamilan.

Kondisi ini menyebabkan pembukaan leher rahim (serviks) yang menandakan bahwa janin di dalam tubuh Anda sedang dalam proses gugur.

5. Gugur tidak menyeluruh (incomplete abortion)

Kondisi ini tidak menyeluruh ditandai dengan pembukaan serviks dan keluarnya sebagian kecil jaringan janin dari saluran serviks. Pencitraan USG dapat mendeteksi sisa jaringan yang tertinggal di dalam rahim.

6. Keguguran total (complete miscarriage)

Dalam kondisi keguguran total, seluruh jaringan janin keluar dari dalam rahim. Beberapa tanda umum dari gugurnya janin di dalam kandungan adalah nyeri perut parah dan perdarahan vagina berat.

Pada kondisi ini, rasa sakit dan perdarahan mereda dengan cepat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keguguran?

Keguguran dapat terjadi secara sadar maupun tidak sadar karena tidak muncul tanda-tanda yang mungkin jelas.

Keguguran yang tidak memunculkan tanda-tanda dapat disebut dengan keguguran diam-diam (silent miscarriage). Tanda-tanda dari keguguran berbeda-beda antar individu.

Pada umumnya tanda keguguran adalah perdarahan. Perdarahan terjadi mulai dari perdarahan ringan dengan adanya bercak darah sampai perdarahan berat.

Perdarahan ini kadang muncul dan kadang tidak pada beberapa hari. Namun terkadang, perdarahan ringan terjadi pada trimester pertama kehamilan tetapi bukan merupakan tanda dari kematian janin,

Biasanya perdarahan yang menjadi tanda keguguran diikuti dengan rasa nyeri. Jika Anda mengalami perdarahan sebaiknya langsung periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi janin Anda.

Gejala dan tanda keguguran paling umum adalah:

  • Perdarahaan atau bercak darah, muncul dari ringan sampai berat
  • Perut dan punggung bawah terasa sakit atau kram yang parah
  • Vagina mengeluarkan cairan nonkeputihan atau jaringan
  • Demam
  • Lesu

Beberapa gejala atau tanda keguguran lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Apa yang terjadi selama keguguran?

Pada saat keguguran, biasanya wanita akan mengalami perdarahan dan kram. Hal ini disebabkan oleh kontraksi yang bekerja untuk meluruhkan isi rahim, yaitu gumpalan darah besar dan jaringan. Jika terjadi dengan cepat, keguguran biasanya dapat diselesaikan oleh tubuh tanpa komplikasi.

Jika terjadi keguguran tetapi wanita tersebut tidak tahu kalau dirinya mengalami kondisi ini, obat dapat diberikan untuk merangsang kontraksi.

Ketika wanita sudah mengalami banyak perdarahan tetapi tanpa diikuti dengan meluruhnya jaringan, sebaiknya janin segera dikeluarkan dengan cepat melalui proses dilatasi dan kuretase.

Dilatasi dan kuretase adalah prosedur pembedahan untuk menyelesaikan keguguran. Dilatasi dilakukan untuk membuka serviks (leher rahim) jika masih tertutup dan kuretase adalah proses mengeluarkan isi rahim dengan menggunakan alat penghisap dan pengikisan.

Anda dapat menunggu sampai waktunya tepat untuk mencoba hamil kembali. Sekitar 85 persen wanita yang telah mengalami keguguran dapat hamil kembali dalam kondisi sehat sampai waktu kelahiran.

Setelah mengalami keguguran, sebaiknya Anda makan makanan dengan gizi seimbang dan perbanyak makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C. Kedua zat ini diperlukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah yang banyak hilang saat perdarahan.

Makanan yang mengandung tinggi zat besi, yaitu daging merah, telur, dan sayuran berdaun hijau. Sementara makanan yang mengandung tinggi vitamin C, yaitu jeruk, tomat, dan brokoli.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Namun jika Anda mengalami tanda atau gejala keguguran di atas, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Wanita yang mengalami keguguran biasanya perlu segera menjalani dilatasi dan kuretase (D & C) Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa jaringan janin di dalam rahim.

Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab keguguran?

Ada beberapa hal yang jadi penyebab gugurnya janin di dalam kandungan, antara lain:

1. Masalah pada janin

Masalah genetik fatal yang dimiliki janin dalam kandungan dapat menyebabkan keguguran. Biasanya, kondisi ini bukanlah disebabkan karena faktor risiko ibu.

Sebanyak 60 persen dugaan keguguran disebabkan karena kelainan kromosom pada janin. Kromosom adalah struktur kecil yang ada di setiap sel manusia dan bertanggung jawab untuk membawa genetik. Tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom, satu dari ibu dan satu set dari ayah.

Dalam beberapa kasus, ketika sel telur dan sperma bertemu, salah satu kromosom ternyata rusak. Embrio yang dihasilkan jadi memiliki kelainan kromosom, sehingga kehamilan berakhir gugur.

Wanita yang mengalami kehamilan gugur berulang mungkin disebabkan ada kelainan kromosom dari kedua belah pihak.

2. Rahim ibu lemah

Inkompetensi serviks atau rahim yang lemah juga dapat menjadi faktor risiko janin gugur dalam kandungan. Keguguran yang diakibatkan hal ini cenderung terjadi di trimester kedua.

Beberapa gejala dari inkompentesi rahim adalah perut yang merasa seperti ditekan, kantung ketuban pecah, dan jaringan antara janin dan tali pusar keluar tanpa adanya rasa sakit.

3. Penyakit ibu yang tidak diobati

Penyakit kronis seperti diabetes yang tidak terkontrol atau masalah tiroid (hipertiroidisme dan hipotiroidisme) dapat membuat rahim ibu tidak berfungsi dengan baik. Alhasil embrio bakal janin tidak dapat bertahan hidup dan gugur.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Wanita yang menderita PCOS berisiko lebih tinggi mengalami keguguran berulang dalam hidupnya.

PCOS menyebabkan peningkatan hormon testosteron dalam tubuh sehingga menyebabkan ovulasi dan menstruasi tidak teratur. PCOS juga dapat mencegah lapisan endometrium tubuh wanita matang di waktu tepat.

Dokter dapat meresepkan obat diabetes metformin untuk mengurangi risiko janin gugur pada wanita hamil yang mengidap PCOS.

5. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri mycoplasma hominis dan ureaplasma urealyticum yang menyerang ibu hamil juga dapat berpotensi menyebabkan janin gugur dalam kandungan. 

Bakteri tersebut hidup di saluran kencing tubuh manusia dan meningkatkan risiko keguguran Infeksi bakteri ini bisa merusak endometrium (lapisan rahim) dan merusak embrio.

6. Merokok, alkohol, narkoba, dan terpapar racun lingkungan

Ibu perokok aktif atau yang sering terpapar asap rokok pasif dapat berisiko mengalami kondisin ini.

Ini karena nikotin dalam rokok bisa mengalir lewat plasenta dan menghambat darah untuk mencapai janin yang sedang berkembang. Selain itu, minum minuman beralkohol dapat memicu kegagalan kehamilan.

Paparan racun lingkungan yang lebih tinggi seperti asap industri, asap dari pembakaran barang laboratorium rumah sakit, atau asap pabrik juga dapat menyebabkan janin gugur dalam kandungan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risikonya?

Ada banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi:

  • Pernah keguguran sebelumnya, setidaknya dua kali atau lebih
  • Punya penyakit kronis seperti diabetes melitus yang tidak terkendali
  • Gangguan rahim atau serviks
  • Merokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Merokok selama hamil membuat Anda lebih berisiko mengalami keguguran daripada wanita yang tidak merokok.
  • Berat badan. Berat badan di bawah atau di atas rata-rata telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko komplikasi.
  • Tes prenatal invasif bisa sedikit meningkatkan risiko keguguran, contohnya seperti pengambilan sampel chorionic villus dan amniocentesis
  • Faktor hormonal dan masalah kekebalan tubuh ibu.
  • Hamil di atas usia 35 tahun.

Berbanding terbalik dengan kepercayaan selama ini, olahraga dan berhubungan intim saat hamil tidak pernah menyebabkan keguguran.

Pengobatan di dokter

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis keguguran?

Untuk mendiagnosis keguguran, dokter mungkin meminta Anda menjalani sejumlah tes berikut:

  • Pemeriksaan panggul, untuk membantu dokter mengetahui apakah serviks Anda mulai melebar.
  • Tes ultrasound atau USG, untuk memeriksa detak jantung janin dan mencari tahu apakah janin berkembang dengan baik.
  • Tes darah, penting untuk menentukan apakah Anda telah sepenuhnya mengeluarkan semua jaringan tali pusar ketika janin yang dikandung telah meninggal. Tes darah dapat termasuk pengukuran hormon kehamilan dan beta HCG.
  • Tes jaringan, untuk mendeteksi bahwa jaringan janin sudah keluar. Sampel jaringan dapat dikirim ke laboratorium untuk memastikan bahwa janin telah gugur.

Wanita yang mengalami kondisi ini harus menjalani pemeriksaan medis seperti yang disarankan oleh dokter kandungan. Pasalnya, gejala awal seperti kram perut dan flek bercak darah sering diabaikan dan dianggap menstruasi.

Jika Anda mengalami perdarahan berat, demam, atau sakit perut selama beberapa jam setiap hari, hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

Bagaimana prosedur penanganannya?

Cara menangani keguguran akan tergantung dari banyak hal.

Apabila Anda mengalami keguguran yang tidak sampai mengancam nyawa, Anda mungkin disarankan untuk lebih dulu beristirahat sampai perdarahan atau rasa sakitnya hilang.

Apabila jaringan janin sudah keluar dengan sendirinya, Anda akan disarankan untuk melakukan kuret untuk menghilangkan sisa jaringan janin dari rahim. Setelah kuret, menstruasi Anda kemungkinan akan mulai lagi dalam 4-6 minggu kemudian.

Untuk mempercepat pembersihan rahim dari sisa janin, dokter mungkin juga akan meresepkan obat tertentu. Memasukkan obat ke dalam vagina lebih efektif dan dapat mengurangi efek samping seperti mual dan diare ketimbang memakai obat yang minum.

Silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda tentang jenis, dosis, dan cara pakai obatnya.

Di rumah, dokter mungkin juga dapat menyarankan Anda menghindari olahraga, berhubungan intim, atau memasukkan apapun ke dalam vagina (misalnya tampon) selama dua minggu setelah keguguran. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda agar lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mencegah keguguran?

Ada beberapa cara untuk mencegah janin gagal bertahan di dalam kandungan, antara lain:

1. Minum suplemen asam folat

Mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat sebelum atau selama kehamilan dapat mencegah keguguran. Dokter menyarankan asupan 600 mg asam folat tiap hari juga untuk menghilangkan bayi kemungkinan cacat lahir.

2. Imunisasi rutin

Beberapa kondisi kronis meningkatkan risiko keguguran. Anda dapat mencegah penyakit seperti itu melalui vaksinasi.

Selama kehamilan, Anda juga  perlu menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda di dalam rahim

3. Olahraga secara teratur

Berolahraga secara teratur disarankan untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Selama kehamilan, ibu disarankan untuk melakukan olahraga yang aman seperti pilates dan yoga.

Hindari olahraga terlalu berat karena dapat meningkatkan suhu tubuh Anda dan mengurangi jumlah suplai darah ke janin.

4. Makan makanan bergizi

Ibu hamil wajib hukumnya untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Ibu hamil dapat mengonsumsi ikan laut yang kaya akan asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan dapat membantu meningkatkan produksi hormon untuk mengurangi peradangan rahim.

Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung biji-bijian seperti gandum utuh dan sereal yang baik untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap sehat.

Kapan bisa hamil lagi setelah keguguran?

Para ahli medis merekomendasikan Anda untuk menunggu setidaknya sampai siklus mentruasi Anda kembali normal dan sudah 1 kali haid sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil lagi.

Namun yang paling penting, Anda harus memastikan diri sendiri siap secara fisik dan mental apabila ingin hamil lagi setelah keguguran.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit