Hipertiroid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipertiroid?

Hipertiroid atau hipertiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin. Tiroid merupakan kelenjar berbentuk mirip kupu-kupu berukuran kecil, yang terletak di leher bagian depan.

Kondisi ini bisa menjadi masalah serius apabila Anda mengacuhkannya. Diagnosis dari hipertiroid dan pilihan pengobatannya akan tergantung pada penyebabnya.

Tujuan dari kebanyakan pengobatan hipertorid adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah risiko komplikasi. Di sisi lain, kebanyakan orang yang didiagnosis hipertiroid berhasil sembuh.

Penyebab

Apa penyebab hipertiroid?

Kelenjar tiroid bekerja memproduksi tetraiodothyronine atau tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3). Dua hormon tersebut memiliki peran utama dalam proses metabolisme untuk menggunakan dan menyimpan energi dalam sel tubuh.

Hipertiroid terjadi ketika tiroid menghasilkan T4, T3, atau keduanya terlalu banyak. Normalnya, kelenjar tiroid Anda melepaskan jumlah hormon yang tepat, tapi terkadang bisa memproduksi terlalu banyak.

Kondisi hipertiroid ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, di antaranya adalah:

Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah gangguan autoimun di mana antibodi yang diproduksi oleh sistem imun Anda merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi terlalu banyak T4.

Kondisi ini adalah kondisi yang menjadi penyebab paling umum dari hipertiroid.

Nodul tiroid yang hiperfungsi

Beberapa contohnya adalah adenoma toksik, gondok multinodular toksik, atau penyakit Plummer.

Bentuk dari hipertiroid ini muncul ketika satu atau lebih adenoma di tiroid Anda memproduksi terlalu banyak T4.

Adonema merupakan bagian dari kelenjar yang membentuk dinding sendiri dari kelenjar lain, membentuk benjolan non-kanker (jinak) yang dapat menyebabkan pembesaran tiroid.

Tiroiditis

Terkadang kelenjar tiroid Anda bisa meradang setelah kehamilan, kondisi lain yang berhubungan dengan autoimun, atau alasan yang tak diketahui.

Peradangan bisa disebabkan kelebihan hormon tiroid yang tersimpan di kelenjar Anda. Kelebihan itu bocor hingga ke aliran darah Anda.

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena hipertiroid?

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kondisi hipertiroid.

  • Faktor keturunan, khususnya yang memiliki riwayat penyakit Graves
  • Berjenis kelamin perempuan
  • Riwayat personal dengan penyakit kronis, seperti diabetes tipe 1, anemia pernisiosa, dan inufisiensi adrenal primer

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala hipertiroid?

Hormon T4, T3, atau keduanya yang berjumlah banyak bisa menyebabkan hipermetabolik, yaitu kondisi saat tingkat metabolisme melonjak tinggi.

Ketika mengalami hipermetabolik, Anda akan mengalami peningkatan detak jantung dan tekanan darah, serta tremor tangan/bergetar.

Anda mungkin juga akan mudah berkeringat dan tak tahan dengan suhu panas.

Hipertiroid juga bisa menyebabkan sering buang air besar, penurunan berat badan, dan siklus menstruasi yang tidak teratur pada wanita.

Kelenjar tiroid itu sendiri bisa membengkak menjadi gondok yang berbentuk simetris atau terjadi pada satu sisi.

Mata Anda mungkin juga akan menonjol keluar, tanda Anda terkena exophthalmos, sebuah kondisi yang berhubungan dengan penyakit Graves.

Gejala-gejala lain yang muncul akibat hipertiroid adalah:

  • Selera makan meningkat
  • Gugup
  • Gelisah
  • Tak mampu berkonsentrasi
  • Merasa lemah
  • Detak jantung tak teratur
  • Kesulitan tidur
  • Rambut halus dan rapuh
  • Gatal
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Perkembangan payudara pada laki-laki
  • Pusing
  • Napas pendek
  • Hilang kesadaran
  • Napas menjadi sangat cepat dan tidak teratur

Kapan saya harus ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter ketika mulai merasakan penurunan berat badan, detak jantung tak teratur, keringat yang tidak biasa, bengkak di bagian leher Anda, atau tanda dan gejala yang lain yang berhubungan dengan hipertiroid.

Anda perlu mendeskripsikan dengan baik perubahan apa yang Anda rasakan, sebab tanda dan gejala hipertiroid bisa saja mirip dengan beberapa kondisi kesehatan lain.

Jika Anda pernah atau sedang melalui perawatan terkait hipertiroid, temui dokter Anda secara rutin agar kesehatan Anda bisa terpantau dengan baik.

Komplikasi

Komplikasi yang bisa terjadi akibat hipertiroid

Beberapa komplikasi yang mungkin muncul akibat hipertiroid adalah sebagai berikut:

Masalah jantung

Beberapa komplikasi yang paling fatal dari hipertiroid adalah masalah jantung. Jika tidak ditangani dengan baik, kelebihan hormon tiroid ini bisa membuat jantung Anda berdetak lebih cepat.

Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat karena kelebihan hormon. Harvard Health Publishing menyebut kondisi itu bisa menyebabkan berbagai masalah, yaitu:

  • Ritme jantung yang tidak normal

Beberapa gangguan jantung bisa jadi akibat tiroid yang dirangsang secara berlebihan.

Kondisi yang paling umum adalah sinus takikardia, yaitu (1) detak jantung dengan kecepatan tak normal yang bisa mencapai 100 detak per menit, dan (2) fibrilasi atrial, yaitu irama yang tidak teratur di ruang atas jantung.

  • Tekanan darah tinggi

Kondisi hipertiroid membuat pembuluh darah relaks, menurunkan tekanan darah diastolik (angka kedua atau bawah dalam pembacaan tekanan darah).

Namun, kelebihan hormon yang diproduksi kelenjar tiroid juga bisa meningkatkan kontraksi jantung dan menyebabkan peningkatan tekanan sistolik (angka pertama atau atas dalam pembacaan tekanan darah). 

  • Nyeri dada

Kapanpun jantung berdetak lebih kuat dan memompa lebih banyak darah, otot jantung membutuhkan lebih banyak oksigen.

Jika pasien dengan hipertiroid juga mengalami penyumbatan pada arteri koroner, mereka mungkin akan merasakan nyeri dada yang dinamakan angina.

Angina terjadi ketika arteri koroner menyempit karena tidak bisa membawa semua kelebihan darah yang diminta otot jantung. 

  • Gagal jantung

Dengan memaksa jantung untuk bekerja dengan lebih keras dan cepat, tiroid yang terlalu aktif bisa melemahkan jantung dan menyebabkan gagal jantung.

Itu merupakan kondisi ketika jantung tidak bisa memompa cukup darah yang dibutuhkan tubuh.

Tulang rapuh

Salah satu komplikasi hipertiroid yang tidak dirawat adalah tulang yang rapuh dan melemah (osteoporosis).

Kekuatan tulang Anda salah satunya dipengaruhi oleh jumlah kalsium dan mineral yang dikandungnya.

Terlalu banyak hormon tiroid mengganggu kemampuan tubuh untuk memasukkan kalsium ke dalam tulang Anda. 

Masalah mata

Pasien dengan oftalmopati Graves kemungkinan bermasalah dengan matanya. Masalah itu termasuk mata menonjol, merah atau bengkak, sensitivitas terhadap cahaya, dan penglihatan kabur atau ganda.

Jika tidak ditangani, beberapa masalah mata akibat hipiertiroid bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan. 

Kulit merah dan bengkak

Dalam kasus langka, pasien dengan penyakit Graves dapat memiliki dermopathy Graves. Kondisi ini bisa berpengaruh pada kulit, menyebabkan merah dan bengkak.

Hal ini biasanya terjadi pada tulang kering atau kaki lainnya. 

Tirotoksikosis

Komplikasi lain akibat hipertiroid adalah tirotoksikosis. Ini adalah kondisi terjadinya peningkatan gejala secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan demam, denyut nadi cepat, bahkan delirium. Jika ini terjadi, segera cari perawatan medis. 

Diagnosis

Bagaimana dokter menentukan diagnosis hipertiroid?

Langkah pertama dalam diagnosis hipertiroid adalah dengan melihat riwayat kesehatan dan tes fisik.

Hal tersebut bisa menjelaskan tanda-tanda yang dirasakan pasien hipertiroid, seperti pengurangan berat badan, detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, mata menonjol, dan kelenjar tiroid yang membesar.

Ada beberapa tes yang akan dilakukan untuk mendiagnosis kondisi Anda, yaitu:

Tes kolesterol

Dokter Anda mungkin akan mengecek kondisi kolesterol dalam tubuh Anda. Kolesterol rendah bisa menjadi tanda peningkatan laju metabolisme yang berarti tubuh Anda membakar kolesterol dengan cepat.

T4, free T4, T3

Tes ini mengukur kadar hormon (T4 dan T3) dalam darah Anda.

Tes stimulasi tiroid terhadap hormon

Thyroid stimulating hormone (TSH) merupakan hormon kelenjar di bawah otak yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon.

Ketika kadar hormon tiroid normal atau tinggi, hasil TSH akan lebih rendah. Meski begitu, hasil TSH yang sangat rendah bisa menjadi tanda awal penyakit hipertiroid.

Tes trigliserida

Kadar trigliserida adalah salah satu yang mungkin akan diuji untuk menentukan apakah Anda terkena hipertiroid atau tidak.

Hampir sama dengan kolesterol rendah, trigliserida yang rendah juga bisa menjadi tanda peningkatan laju metabolisme.

Pemindaian dan pengambilan kelenjar tiroid

Melalui tes ini, dokter akan melihat apakah tiroid Anda bekerja terlalu aktif. Tes ini secara khusus akan menentukan apakah hanya satu area atau keseluruhan kelenjar tiroid yang menjadi penyebab aktivitas terlalu aktif tersebut.

Dalam tes ini, Anda akan disuntikan isotop radioaktif ke dalam vena di bagian dalam siku atau tangan Anda.

Anda kemudian akan berbaring dengan kepala direntangkan ke belakang, sementara kamera khusus akan menunjukkan gambar kelenjar tiroid Anda di layar komputer. 

Ultrasound

Ultrasound akan menentukan ukuran seluruh kelenjar tiroid serta berat di dalamnya. Dokter juga akan menggunakan tes ultrasound untuk menentukan apakah massa berbentuk padat atau kistik.

CT atau MRI scan

Tes CT atau MRI akan menunjukkan apakah ada tumor di kelenjar pituitari (kelenjar di bawah otak) yang menyebabkan hipertiroid.

Pengobatan di dokter

Apa saja obat ataupun pengobatan medis untuk mengobati hipertiroid?

Ada beberapa cara mengobati hipertiroid. Semuanya bergantung pada usia, kondisi fisik, penyebab yang mendasari hipertiroid, preferensi, hingga seberapa parah gangguan yang Anda alami.

Pengobatan yang mungkin dilakukan dokter untuk hipertitoid adalah: 

Yodium radioaktif

Kelenjar tiroid Anda akan menyerap yodium radioaktif, yang kemudian akan menyusutkan kelenjar.

Gejala biasanya mereda dalam beberapa bulan. Kelebihan yodium radioaktif akan menghilang dari tubuh dalam beberapa minggu. 

Pengobatan ini bisa membuat aktivitas tiroid cukup lambat hingga tidak cukup aktif (hipotiroid), dan Anda mungkin akan mengonsumsi obat setiap hari untuk membuang tiroksin dalam tubuh. 

Pengobatan anti-tiroid

Pengobatan ini bekerja dengan mengurangi gejala hipertiroid secara bertahap dengan mencegah kelenjar tiroid Anda untuk memproduksi kelebihan hormon.

Pengobatan ini termasuk methimazole (Tapazole) dan propylithiouracil. Gejala akan mulai bereaksi setelah pengobatan berjalan beberapa minggu atau bulan, tapi pengobatan ini biasanya akan berlanjut hingga setahun atau lebih. 

Pada beberapa pasien, pengobatan ini bisa menghapus hipertiroid secara permanen, meski beberapa lainnya ada yang mengalami kekambuhan.

Propylthiouracil umumnya dikonsumsi jika Anda tidak bisa toleransi dengan methimazole sebab obat ini bisa menyebabkan kerusakan hati.

Beberapa orang yang alergi terhadap obat ini akan mengalami ruam kulit, gatal-gatal, demam atau nyeri sendi. Itu juga bisa membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. 

Beta blocker

Pengobatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan tidak memengaruhi kadar tiroid. Namun, obat ini bisa mengurangi gejala hipertiroid, seperti tremor, denyut jantung yang cepat, dan jantung berdebar. 

Oleh karena alasan itu, dokter mungkin akan meresepkan obat ini untuk membantu Anda merasa lebih baik seraya menunggu kadar tiroid Anda mendekati normal.

Obat-obatan ini biasanya tidak direkomendasikan untuk pasien yang mengidap asma. Efek samping obat ini adalah kelelahan dan disfungsi seksual. 

Operasi tiroid (thyroidectomy)

Jika Anda sedang hamil atau tidak ampuh dengan obat anti-tiroid, dan tidak mau atau tidak bisa melakukan terapi yodium radioaktif, Anda mungkin akan memilih operasi tiroid untuk mengatasi masalah Anda. Operasi tiroid merupakan pilihan yang ditemukan pada beberapa kasus saja. 

Dalam operasi tiroid, dokter akan mengangkat sebagian besar kelenjar tiroid Anda. Risiko dari operasi ini adalah kerusakan pada pita suara dan kelenjar paratiroid.

Kelenjar paratiroid adalah empat kelenjar kecil yang berada pada bagian belakang kelenjar tiroid yang mengontrol kadar kalsium pada darah Anda. 

Pengobatan di rumah

Mengonsumsi makanan tertentu tidak akan menyembuhkan hipertiroid, tapi beberapa nutrisi dan mineral punya peranan penting untuk menurunkan gejalanya.

Gaya hidup atau langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menyusun rencana diet. 

Diet bisa memberikan efek pada produksi hormon tiroid dan fungsinya. Medical News Today menghimpun beberapa makanan yang dianjurkan untuk orang dengan hipertiroid, di antaranya adalah: 

Makanan rendah yodium 

Jika Anda berencana melakukan perawatan yodium radioaktif untuk mengatasi hipertiroid, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan diet rendah yodium, seperti makanan dan minuman di bawah ini:

  • Garam tak yodium
  • Putih telur
  • Sayuran segar atau beku
  • Teh dan kopi hitam
  • Rempah-rempah
  • Minyak sayur
  • Gula, selai, jeli, dan madu
  • Kacang tanpa garam
  • Soda dan limun
  • Bir 
  • Porsi sedang daging sapi, ayam, kalkun, dan kambing
  • Buah-buahan dan jus buah

Sayur-sayuran

Beberapa sayur-sayuran mengandung komponen yang bisa mengurangi produksi hormon tiroid dan dapat mengurangi penyerapan yodium oleh tiroid. Efek tersebut mungkin menguntungkan untuk orang dengan hipertiroid. 

Meskipun begitu, Anda juga tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak makanan di bawah ini: 

  • Kubis
  • Sawi hijau, akar lobak
  • Kale
  • Bok choy
  • Kembang kol
  • Brokoli 

Makanan mengandung selenium

Selenium merupakan mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme hormon. Penelitian menyebutkan bahwa selenium bisa memperbaiki gejala penyakit tiroid autoimun, seperti penyakit tiroid mata.

Makanan tersebut termasuk tuna, udang, daging sapi, ayam, nasi, oatmeal, bayam, dan telur. 

Makanan mengandung zat besi

Zat besi merupakan nutrisi penting bagi tubuh, termasuk untuk kesehatan tiroid. Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke sel lain dalam tubuh. 

Anda dapat mempertahankan asupan zat besi yang cukup dengan mengonsumsi makanan-makanan berikut: 

  • Kismis
  • Kerang dan ikan
  • Kacang-kacangan
  • Cokelat
  • Daging ayam, sapi, dan babi
  • Bayam
  • Tahu

Makanan mengandung kalsium dan vitamin D

Hipertiroid yang berlangsung lama punya hubungan dengan penurunan kepadatan mineral tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis. Itu sebabnya, Anda disarankan mengonsumsi makanan dan minuman kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, keju, dan yogurt.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jenis Olahraga Apa yang Paling Cocok untuk Penderita Tiroid? Cek di Sini

    Mengidap penyakit tiroid bukan berarti Anda tidak bisa berolahraga. Nah, berikut ini beragam olahraga yang dapat penderita tiroid pilih.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Andini Anissa
    Penyakit Tiroid, Health Centers 23/09/2019 . 4 menit baca

    4 Penyakit yang Menyebabkan Mata Menonjol (Proptosis Mata)

    Orang dengan penyakit tiroid, biasanya memiliki mata yang menonjol. Nyatanya, ada penyebab lain yang membuat Anda mengalami penonjolan bola mata.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 02/07/2019 . 4 menit baca

    Selain Dingin, Ini 5 Kondisi yang Menyebabkan Badan Tiba-tiba Menggigil

    Menggigil merupakan hal yang wajar bagi tubuh saat cuaca dingin. Tapi, bagaimana jika Anda mengalami badan tiba-tiba menggigil tanpa sebab yang jelas?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 21/03/2019 . 4 menit baca

    Masalah Hormon Tiroid dan Kadar Kolesterol Tinggi, Apa Hubungannya?

    Faktor keturunan, pola makan, serta gaya hidup kerap diyakini sebagai penyebab kolesterol tinggi. Lantas, apakah hormon tiroid juga dapat turut andil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Tiroid, Health Centers 12/02/2019 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit tiroid stillbirth

    Penyakit Hipertiroid Bisa Meningkatkan Risiko Stillbirth Alias Kematian Janin

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 08/12/2019 . 4 menit baca
    cara mencegah hipertiroid

    4 Cara untuk Menurunkan Risiko Hipertiroid (Kelenjar Tiroid yang Terlalu Aktif)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 24/11/2019 . 4 menit baca
    penyakit tiroid bayi cacat

    Hati-hati, Penyakit Tiroid Pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Cacat

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 23/11/2019 . 4 menit baca
    hipertiroid gejala

    Mengenal Berbagai Gejala Hipertiroid dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/10/2019 . 5 menit baca