Gangrene

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangrene?

Gangrene adalah kematian dan pembusukan jaringan tubuh karena kehilangan suplai darah atau infeksi bakteri serius.

Kondisi ini sering memengaruhi jari tangan, kari kaki, dan anggota badan, tapi juga dapat memengaruhi otot dan organ dalam.

Matinya jaringan di tubuh ini akan lebih mudah diobati jika didiagnosis dan mendapat perawatan lebih awal.

Jenis-jenis gangrene

Jaringan tubuh yang mati ini tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Dikutip dari laman Mayo Clinic, berikut ini beberapa jenis gangrene yang perlu Anda ketahui adalah:

Gangrene kering

Gangrene kering adalah jaringan mati yang ditandai dengan mengering dan mengerutnya kulit. Warna kulit yang awalnya kecokelatan bisa menjadi lebih gelap, kebiruan, bahkan hitam.

Kondisi ini terjadi secara perlahan, paling sering pada orang dengan diabetes atau aterosklerosis.

Gangrene basah

Gangrene basah adalah jaringan mati akibat infeksi bakteri. Bila diperhatikan, kondisi ini menimbulkan pembengkakan, melepuh, dan berair.

Kondisi ini bisa terjadi akibat luka bakar parah, cedera, atau radang dingin. Umumnya, kondisi ini menyerang penderita diabetes yang tidak menyadari adanya luka, baik di jari maupun kaki.

Gangrene gas

Gangrene gas adalah matinya jaringan otot dalam. Kondisi ini awalnya tidak menampakan gejala apa pun. Namun, seiring waktu permukaan kulit akan menjadi pucat, kemerahan, dan keunguan.

Penampilan kulit akan menggembung dan bila ditekan akan ada gas yang keluar dari dalam jaringan.

Matinya jaringan paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium perfringens, yang berkembang pada cedera atau luka bedah yang kehabisan pasokan darah. Bakteri yang menginfeksi akan menghasilkan gas, itulah sebabnya akan ada gas yang keluar.

Gangrene internal

Gangrene internal adalah matinya jaringan yang menyerang satu atau lebih organ tubuh, seperti usus, kantong empedu, atau usus. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah ke organ internal mengalami penyumbatan.

Seseorang mengalami kondisi ini biasanya akan merasakan demam parah dan perlu diobati agar tidak berakibat fatal.

Gangrene fournier

Gangrene fournier adalah matinya jaringan pada organ genital oleh bakteri. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan.

Gangrene sinergis bakteri progresif

Kondisi yang disebut juga dengan gangrene Meleney ini adalah jenis yang paling langka. Kondisi ini berkembang dari luka operasi dalam satu atau dua minggu.

Seberapa umum gangrene?

Gangrene adalah kondisi yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus.

Gangren juga rentan dialami oleh orang yang memiliki masalah/kerusakan pada pembuluh darah sehingga aliran darah terganggu, contohnya aterosklerosis (pengerasan arteri jantung).

Jika orang dengan kondisi tersebut tidak mengikuti pengobatan dengan benar, risiko terjadinya gangrene jadi lebih besar.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangrene?

Gangrene adalah kondisi yang dapat menimbulkan tanda serta gejala beragam.

Beberapa tanda dan gejala gangrene yang mungkin terjadi adalah:

  • Warna kulit berubah dari pucat ke biru, ungu, merah, lalu kehitaman.
  • Adanya pembengkakan atau lepuhan yang berisi cairan.
  • Ada garis yang terlihat jelas antara kulit yang sehat dengan yang rusak.
  • Luka mengeluarkan bau busuk, nyeri parah tiba-tiba, dan diikuti sensasi mati rasa.
  • Kulit dingin ketika disentuh.

Jika jaringan yang mati ada di bagian bawah permukaan kulit, biasanya disertai demam dan kelelahan.

Pada kasus parah, jaringan yang mati akibat infeksi bakteri bisa menyebabkan syok septik. Ini menandakan bahwa infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah.

Gejala dan tanda dari syok septic atau sepsis yang berawal dari gangrene meliputi:

  • Tekanan darah rendah
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Sesak napas

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Gangrene adalah kondisi serius yang butuh penanganan segera.

Hubungi dokter jika Anda mengalami rasa sakit tanpa penyebab yang jelas di area tubuh dan diikuti oleh gejala berikut ini:

  • Demam terus-menerus
  • Warna kulit berubah dan hangat bila disentuh
  • Kotoran mengeluarkan bau busuk
  • Nyeri mendadak di kulit yang terluka

Penyebab

Apa penyebab gangrene?

Gangrene memiliki banyak faktor penyebab. Kondisi ini dapat dipicu oleh satu faktor penyebab saja, atau kombinasi dari beberapa faktor.

Penyebab gangrene yang paling umum adalah:

Kurangnya pasokan darah

Pada dasarnya, penyebab gangrene adalah terhambatnya aliran darah di bagian tubuh yang terkena.

Jaringan-jaringan pada tubuh memerlukan pasokan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah.

Darah juga berfungsi untuk mengangkut racun di dalam tubuh. Bila aliran darah terhambat akibat plak menumpuk di  pembuluh arteri, darah tidak akan mengalir lancar ke berbagai jaringan tubuh.

Akhirnya, sel-sel pada jaringan tersebut mati dan awalnya akan memunculkan warna merah, biru hingga keunguan.

Infeksi

Adanya luka yang lama sembuh atau tidak diobati dengan baik adalah salah satu penyebab gangrene.

Luka terbuka ini mengundang bakteri untuk berkembang biak, menginfeksi, dan akhirnya mematikan jaringan.

Trauma

Luka yang sifatnya traumatis, seperti luka tembak atau luka kecelakaan, adalah penyebab lain dari gangrene.

Kondisi ini memberikan peluang besar pada bakteri untuk menginfeksi jaringan lebih dalam.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko saya mengalami gangrene?

Semua orang bisa mengalami kematian jaringan tubuh. Namun, ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memiliki peluang lebih besar mengalami gangrene, yaitu:

Diabetes

Memiliki penyakit diabetes membuat kadar gula darah tinggi. Kondisi ini menghambat aliran darah ke bagian tubuh yang terluka. Akhirnya, mengundang bakteri untuk menginfeksi luka dan mematikan jaringan.

Masalah pada pembuluh darah dan obesitas

Orang yang memiliki masalah pembuluh darah, seperti aterosklerosis berisiko mengalami kematian jaringan.

Ini disebabkan oleh menyempit dan mengerasnya arteri sehingga menghalangi aliran darah ke tubuh.

Tidak hanya pembuluh darah yang bermasalah, orang yang obesitas juga berisiko tinggi mengalami kondisi ini.

Kelebihan berat badan memberikan tekanan pada pembuluh arteri yang bisa mengganggu aliran darah.

Mengalami cedera atau operasi

Baik cedera atau operasi yang menimbulkan luka terbuka berisiko mengalami kematian jaringan jika tidak dirawat dengan baik.

Sistem imun yang lemah

Orang yang sistem imunnya lemah, seperti memiliki penyakit HIV atau menjalani terapi akan lebih mudah terinfeksi jika memiliki luka.

Kondisi ini bisa berakhir dengan matinya jaringan jika tidak ditangani dengan baik.

Diagnosis & pengobatan

Bagaimana dokter mendiagnosis gangrene?

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes kesehatan, meliputi:

  • Tes darah untuk mengukur peningkatan jumlah sel darah putih pertanda infeksi sekaligus mencari area tubuh yang terinfeksi.
  • Tes pencitraan, seperti X-ray, CT scan, atau MRI untuk menilai sejauh mana infeksi telah menyebar
  • Arteriogram untuk melihat kondisi pembuluh arteri dan seberapa baik aliran darah pada pembuluh tersebut.
  • Memeriksa kultur jaringan atau cairan dari kulit yang terluka

Bagaimana cara mengobati gangrene?

Gangrene bisa diobati dan sembuh dengan penanganan yang tepat.

Dokter akan melakukan berbagai macam cara, tergantung dari tingkat keparahan agar komplikasi tidak terjadi. Berikut merupakan beberapa pilihan perawatan untuk matinya jaringan tubuh.

1. Pakai antibiotik

Matinya jaringan yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa ditangani dengan antibiotik, baik antibiotik minum atau lewat suntikan.

Jenis antibiotik yang paling umum diresepkan sebagai obat gangrene adalah:

2. Operasi vaskular

Pada kasus yang lebih serius, dokter perlu melakukan proses pembedahan pada jaringan tubuh yang terlanjur terinfeksi. Contohnya, membaiki pembuluh darah yang buruk dan tidak lancar.

Pembedahan ini disebut operasi vaskular dan bertujuan untuk meningkatkan aliran darah melalui pembuluh darah ke jaringan tubuh.

3. Depridemen jaringan

Selain operasi vaskular, dokter juga bisa merekomendasikan pengangkatan jaringan yang mati. Tujuannya, agar infeksi tidak menyebar dan semakin memburuk serta membersihkan tubuh dari jaringan yang mati.

4. Biosurgery

Perawatan gangrene selanjutnya adalah terapi debridemen larva atau juga dikenal sebagai biosurgery.

Operasi ini menggunakan jenis larva tertentu untuk memakan jaringan tubuh yang mati serta terinfeksi dan meninggalkan jaringan tubuh yang sehat

Larva tertentu ini juga membantu melawan infeksi dengan melepaskan zat yang membunuh bakteri sembari merangsang proses penyembuhan di bagian yang terkena.

Dokter akan menaruh larva pada luka dan ditutup kain kasa dengan kencang. Setelah beberapa hari, perban dibuka dan belatung pada luka dibersihkan.

3. Terapi oksigen hiperbarik

Terapi oksigen hiperbarik adalah terapi pengobatan gangrene yang mengharuskan Anda duduk atau berbaring di dalam ruang khusus bertekanan tinggi. Anda juga akan mengenakan sebuah penutup kepala plastik yang berisi oksigen untuk Anda hirup.

Oksigen ini nantinya akan masuk ke aliran darah agar mencapai ke daerah aliran darah yang mampet dan menyebabkan infeksi.

Terapi ini juga mampu membunuh bakteri penyebab gas gangrene dan mencegah terjadinya amputasi.

4. Amputasi

Dalam kasus yang sudah amat parah, kadang bagian tubuh yang terinfeksi harus diamputasi. Ini adalah cara terakhir untuk mencegah gangrene menyebar ke bagian tubuh lain.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup untuk mengatasi gangrene?

Perawatan di rumah dapat mendukung proses pemulihan kulit dari gangrene yang telah diobati. Ini meliputi berbagai hal, seperti:

  • Menjaga kadar gula darah tetap normal agar kulit yang terluka cepat pulih, salah satunya cek gula darah rutin
  • Menggunakan obat yang diresepkan dokter secara rutin, baik obat gangrene maupun penyakit lain yang meningkatkan risikonya, seperti obat diabetes.
  • Memeriksakan kesehatan tubuh secara berkala, jika Anda memiliki penyakit diabetes atau masalah pada pembuluh darah

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah gangrene?

Meski fatal, gangrene adalah kondisi yang dapat Anda cegah. Berikut ini ada beberapa tips mencegah matinya jaringan tubuh, yaitu:

  • Pasien diabetes harus rutin melakukan perawatan kaki ke dokter setidaknya satu tahun sekali, apalagi jika Anda memiliki luka diabetes.
  • Menjaga berat badan tetap ideal, dengan mengatur kembali pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik sesuai kondisi.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol berlebihan.
  • Jaga kebersihan luka terbuka dengan mencucinya dengan air, menggunakan kasa, dan memastikan luka selalu kering.
  • Tidak membiarkan tubuh terpapar suhu dingin dalam waktu yang lama karena bisa mengganggu sirkulasi darah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    sakit tangan main hp

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020