Flu (Influenza)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa yang dimaksud dengan influenza?

Influenza atau flu adalah infeksi virus pada saluran pernapasan. Influenza (flu) adalah kondisi yang datang secara tiba-tiba, biasanya berlangsung selama 7 sampai 10 hari. 

Dikutip dari Medical News Today, empat jenis virus influenza adalah: 

Influenza A

Influenza A adalah penyebab epidemi flu musiman hampir setiap tahun di Amerika Serikat. Virus influenza A adalah jenis yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. 

Influenza A adalah satu-satunya virus yang dapat menyebabkan pandemi, yaitu penyebaran penyakit secara global. Flu burung dan flu babi disebabkan oleh virus ini. 

Influenza B

Influenza B adalah virus yang juga dapat menyebabkan epidemi flu musiman yang hanya menyerang manusia. Virus influenza B bermutasi lebih lambat daripada jenis A. 

Influenza C

Influenza C adalah penyebab beberapa penyakit ringan. Namun, virus ini tidak dapat menciptakan epidemi, atau kasus baru di masyarakat.  

Influenza D

Influenza D adalah virus yang seringkali menyerang ternak dan tampaknya tidak menginfeksi manusia. 

Influenza (flu) adalah kondisi yang bisa hilang begitu saja dan ada yang diobati menggunakan obat obatan alami atau obat resep. Kebanyakan influenza adalah penyakit yang umumnya bisa sembuh sepenuhnya. 

Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit pada musim gugur dan musim dingin.

Seberapa umumkah influenza?

Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza adalah kondisi yang bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. 

Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa sajakah tanda-tanda dan gejala dari influenza?

Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti 

  • Panas tinggi (sampai atau bahkan lebih dari 40°C)
  • Panas dingin dan nyeri otot 
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Batuk dan bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler
  • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Kebanyakan orang yang terkena flu dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan biasanya tidak perlu ke dokter.

Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab influenza?

Influenza atau flu adalah kondisi yang disebabkan oleh virus yang bisa dikaterogikan. Anda jenis flu dari  jenis A, B atau C. Jenis A adalah yang paling umum.

Orang yang terkena virus penyebab influenza akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang yang terinfeksi.

Influenza adalah kondisi yang bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau jika Anda memakan daging hewan tersebut.

Orang yang terkena virus influenza mungkin menularkan penyakitnya bahkan sebelum mereka merasakan gejala. Kecenderungan menularkan virus itu berlanjut sejak gejala awal muncul hingga lima hari kemudian. 

Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan lemah mungkin menularkan virus tersebut untuk waktu yang lebih lama. 

Virus influenza adalah virus flu yang terus berubah dan akan selalu muncul jenis baru. Jika Anda pernah mengidap influenza, tubuh Anda telah membuat antibodi untuk melawan jenis virus serupa lainnya. 

Itu adalah hal yang membuat Anda lebih “kebal” dari terinfeksi virus influenza atau flu. Jika suatu hari Anda mengidap flu yang mirip dengan yang pernah Anda lalui, antibodi tersebut adalah senjata yang dapat mencegah atau mengurangi infeksi. 

Namun, antibodi terhadap virus flu yang Anda temui di masa lalu tidak dapat melindungi Anda dari jenis influenza baru yang dapat sangat berbeda. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena influenza?

Beberapa faktor risiko untuk influenza adalah:

1. Usia

Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua. Influenza adalah kondisi yang cenderung menyerang anak-anak di bawah 1 tahun dan orang tua di atas 65 tahun. 

2. Kondisi tempat tinggal

Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara, lebih sering terkena influenza. Orang yang dirawat di rumah sakit juga adalah pihak yang punya risiko tinggi terkena flu. 

3.Sistem kekebalan tubuh lemah

Pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko Anda terkena komplikasi.

4. Penyakit kronis

Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.

5. Hamil

Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga. Wanita yang baru melahirkan hingga dua minggu setelahnya adalah juga pihak berisiko mengembangkan komplikasi yang berhubungan dengan flu. 

6. Kegemukan

Orang dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.

7. Penggunaan aspirin di bawah usia 19 tahun

Orang yang lebih muda dari 19 tahun dan menerima aspirin jangka panjang berisiko terkena sindrom Reye jika terinfeksi influenza. 

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dengan influenza?

Jika Anda berusia muda dan sehat, influenza adalah kondisi yang tidak serius. Meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menghadapinya, flu biasanya pergi dalam satu atau dua minggu tanpa efek apapun. 

Namun, komplikasi akibat influenza atau flu yang mungkin terjadi adalah:

Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti anjuran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk influenza?

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani influenza adalah:

1. Obat-obatan

Flu adalah kondisi yang bisa diatasi. Pengobatan yang paling baik adalah istirahat. Influenza tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, tetapi pengobatan lainnya bisa mengendalikan gejalanya, dan obat-obatan lain (antivirus) bisa memperpendek durasinya. 

Untuk mengatasi ketidaknyamanan, obat non-aspirin, seperti acetaminophen dan ibuprofen, sirup batuk, dan dekongestan bisa digunakan. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena akan sangat meningkatkan risiko terkena Reye’s Syndrome.

2. Menghirup uap hangat

Menghirup uap hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat dan membantu mengencerkan sekret hidung (ingus). Tuangkan air panas ke dalam baskom lalu hirup uap hangat yang dihasilkan oleh air panas tersebut. 

3. Menggunakan minyak esensial

Minyak esensial yang beraroma dapat ditambahkan. Anda dapat menggunakan selimut untuk membuat ruang tertutup bagi kepala Anda dan baskom agar uap air dapat terfokus ke hidung Anda. 

Tundukkan kepala Anda agar dapat mengarahkan uap air dengan lebih baik. Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan sekret hidung (ingus).

Tes apa yang paling umum untuk influenza?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut.

Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta x-ray untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan di rumah

Apa sajakah perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi influenza?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi influenza (flu) adalah:

  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot. 
  • Menghirup uap hangat misalnya dengan vaporizer dapat membantu mengencerkan sekret hidung (ingus)menipiskan sekres.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Minum air yang banyak adalah yang paling penting.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan konsumsi suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup: orang dewasa sehat membutuhkan waktu tidur ideal antara 7- 8 jam sehari untuk memberikan waktu bagi otot dan pikiran beristirahat
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit: Konsultasi dengan dokter atau apoteker Anda untuk mendapat obat penghilang rasa sakit, baik resep/nonresep. Obat-obatan ini dapat mengurangi rasa sakit yang diasosiasikan dengan pilek.

Pencegahan

Apa pencegahan yang dapat saya lakukan untuk menghindari influenza?

Menurut WHO, cara terbaik untuk terhindar dari influenza adalah dengan mendapatkan vaksin flu setiap hari. Influenza adalah virus flu yang akan berevolusi secara terus menerus. Karena itu, WHO membuat rekomendasi untuk memperbaharui komposisi vaksin. 

WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan. Vaksinasi influenza adalah langkah yang idealnya dilakukan sebelum musim flu dimulai. Namun, mendapatkan vaksinasi influenza kapan pun masih dapat membantu Anda terhindar dari flu. 

Vaksin flu adalah zat yang mengandung perlindungan dari tiga atau empat virus influenza yang diharapkan menjadi yang paling umum dalam musim flu di tahun itu. Vaksin tersedia dalam bentuk suntikan dan semprotan hidung. 

Namun menurut Mayo Clinic, ada kekhawatiran bahwa vaksin semprotan adalah cara yang tidak cukup efektif terhadap jenis influenza tertentu. Namun, vaksin semprotan diharapkan dapat efektif pada musim 2019-2020. 

Semprotan hidung masih tidak dianjurkan untuk beberapa kelompok, seperti wanita hamil, anak-anak berusia 2-4 tahun dengan asma, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh terganggu

Kandungan sebagian besar vaksin influenza adalah sejumlah kecil protein telur. Jika Anda memiliki alergi telur ringan, efek samping vaksin influenza yang akan Anda rasakan adalah gatal dan Anda tidak perlu mendapatkan upaya pencegahan lainnya.

Jika Anda memiliki alergi telur parah, Anda harus mendapat vaksinasi dalam pengaturan medis dan diawasi oleh dokter.  

Jika Anda mempunyai pertanyaan, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda yang mengerti solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan anjuran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 9, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca