Ensefalopati Hepatik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu ensefalopati hepatik?

Ensefalopati hepatik adalah kondisi yang merujuk pada perubahan kepribadian, psikologis, dan sistem saraf pada orang dengan yang mengalami gagal hati. Kadar amonia yang tinggi di dalam aliran darah dan otak mungkin menjadi penyebabnya.

Amonia diproduksi oleh bakteri di dalam perut dan usus. Biasanya, hati memecah amonia sehingga membuatnya tidak berbahaya. Namun, orang dengan penyakit hati memiliki lebih banyak amonia karena hati mereka tidak berfungsi. Amonia masuk ke dalam darah, menuju otak, dan menyebabkan gejala yang mengganggu fungsi otak.

Seberapa umumkah ensefalopati hepatik?

Ensefalopati hepatik adalah kondisi yang lebih umum dialami oleh orang dengan sirosis hati. Sirosis tidak menular dan tidak bisa diwarisi dari orangtua ke anak, tapi jika tidak terobati bisa mengakibatkan koma dan kematian.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ensefalopati hepatik?

Gejala utama ensefalopati hepatik adalah:

  • Bingung dan pikun.
  • Mengantuk.
  • Suasana hati (mood) yang berubah-ubah.
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Gejala lain yang mungkin muncul dari ensefalopati hepatik adalah sakit kuning, kesulitan berbicara, gemetar, dan mudah marah. Selain itu, orang dengan kondisi ini mungkin juga memiliki gejala penyakit hati yang meliputi adanya cairan di dalam perut dan kaki bengkak.

Beberapa tanda atau gejala mungkin ada yang tidak tercantum di atas. Jika merasa cemas tentang gejalanya, konsultasi ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda atau anggota keluarga serta kerabat Anda memiliki gejala di atas, terutama bagi yang sebelumnya terkena penyakit hati. Penyakit ini mungkin berkembang pesat dan sangat membahayakan.

Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab ensefalopati hepatik?

Kelainan yang merusak hati dan menyebabkan gagal hati dapat mengakibatkan ensefalopati hepatik. Beberapa kelainan ini adalah hepatitis karena virus (seperti hepatitis B dan hepatitis C), infeksi parah, penyakit autoimun, kanker, dan sindrom Reye.

Penyebab lain ensefalopati hepatik adalah penggunaan obat-obatan seperti obat anti radang nonsteroid (NSAID) dan terlalu banyak minum alkohol. Orang dengan sirosis bisa terkena ensefalopati dari penggunaan sedatif dan analgesik.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ensefalopati hepatik?

Faktor-faktor tertentu mungkin meningkatkan risiko ensefalopati hepatik adalah:

  • Dehidrasi.
  • Makan terlalu banyak protein.
  • Perdarahan dari dalam usus, perut, atau esofagus.
  • Infeksi.
  • Gangguan ginjal.
  • Kekurangan oksigen.
  • Obat yang menekan sistem saraf sentral (misalnya barbiturate atau obat penenang benzodiazepine).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk ensefalopati hepatik?

Ensefalopati hepatik mungkin membutuhkan pengobatan darurat yang memerlukan rawat inap. Tujuan pengobatan ensefalopati hepatik adalah untuk menemukan dan mengobati penyebab, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, perdarahan sistem pencernaan, hingga masalah metabolisme. Jika penyebab khusus ensefalopati hepatik adalah perdarahan pada sistem pencernaan, maka pasien harus diobati secepatnya.

Obat bernama lactulose bertindak sebagai obat pencahar dan membantu mengosongkan usus, sehingga bakteri tidak dapat membuat amonia. Terkadang, antibiotik bernama neomycin juga digunakan. Obat ini membunuh bakteri di dalam usus sehingga jumlah amonia berkurang.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk ensefalopati hepatik?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap. Dokter mungkin melakukan tes darah dan x-ray untuk mengesampingkan masalah lain karena ensefalopati hepatik mirip dengan gejala penyakit lain. Penyakit ini termasuk meningitis, kadar gula darah rendah, kanker otak, dan penyumbatan darah di dalam otak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ensefalopati hepatik?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi ensefalopati hepatik adalah:

  • Hubungi dokter jika ada anggota keluarga dengan penyakit hati mengalami perubahan kebiasaan, kepribadian, atau mental.
  • Jangan minum alkohol, terlebih jika Anda menderita sirosis.
  • Jangan lupa bahwa konsumsi obat tidur bisa menyebakan kelainan pada orang dengan penyakit hati.

Ingat bahwa ensefalopati hepatik mungkin bisa sembuh seperti semula. Namun, peluang kematian tinggi jika mengalami koma.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Penderita hepatitis perlu mengindari beragam pantangan agar penyakit yang dideritanya tidak semakin parah. Berikut adalah pantangan bagi penderita hepatitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Health Centers 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Berbagai jenis makanan ini dapat membantu meringankan kerja organ hati untuk pasien yang memiliki kondisi hepatitis. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/02/2020 . Waktu baca 5 menit

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Obat herbal digunakan sebagai alternatif untuk mengobati suatu penyakit. Namun, ada beberapa daftar obat herbal yang bisa meningkatkan penyakit hati.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 11/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Setelah aborsi, Anda tentu saja akan bisa haid lagi karena Anda sudah tidak lagi hamil. Namun, waktu kedatangannya bisa berbeda untuk tiap wanita.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 07/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin hepatitis A

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/07/2020 . Waktu baca 7 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
temulawak obat hepatitis

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 3 menit
meningitis adalah

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit