Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Disseminated intravascular coagulation (DIC) adalah kondisi terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah kecil tubuh. Pembekuan darah ini dapat mengurangi atau menghambat aliran darah melalui pembuluh darah, yang dapat merusak organ tubuh.

Pada DIC, peningkatan pembekuan menggunakan platelet dan faktor pembekuan pada darah. Platelet adalah fragmen sel darah yang menempel untuk menutup luka kecil pada dinding pembuluh darah dan menghentikan perdarahan. Faktor pembekuan adalah protein yang diperlukan untuk pembekuan darah normal.

Dengan sedikitnya platelet dan faktor pembekuan pada darah, perdarahan serius dapat terjadi. DIC adalah kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan internal dan eksternal.

Perdarahan internal terjadi pada bagian dalam tubuh. Perdarahan eksternal terjadi di bawah atau dari kulit atau mukosa. (Mukosa adalah jaringan yang melapisi beberapa organ dan rongga tubuh, seperti hidung dan mulut.)

Seberapa umumkah kondisi ini?

DIC adalah penyakit yang dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Disseminated intravascular coagulationadalah kondisi yang dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Perdarahan, kadang dari beberapa lokasi pada tubuh, adalah salah satu dari gejala DIC. Dikutip dari Healthline, perdarahan dari jaringan mukosa (pada mulut dan hidung) serta perdarahan dari area eksternal lainnya dapat terjadi. Selain itu, DIC dapat menyebabkan perdarahan internal.

Gejala disseminated intravascular coagulation atau DIC lainnya adalah:

  • Pembekuan darah
  • Berkurangnya tekanan darah
  • Mudah memar
  • Perdarahan pada rektum atau vagina
  • Bintik-bintik merah pada permukaan kulit (petechiae)

Jika Anda memiliki kanker, DIC umumnya mulai dengan perlahan, dan pembekuan pada pembuluh darah lebih umum terjadi daripada perdarahan berlebih.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Apabila protein yang digunakan pada proses pembekuan darah normal menjadi terlalu aktif, DIC dapat terjadi.

Dikutip dari situs US Department of Health and Human Services, kondisi ini berkembang melalui dua tahap. 

Pada tahap awal, pembekuan yang terlalu aktif menyebabkan pembekuan darah di seluruh pembuluh darah. Gumpalan dapat mengurangi atau menghalangi aliran darah, hingga merusak organ. 

DIC adalah kondisi ketika pembekuan yang terlalu aktif menghabiskan platelet dan protein yang membantu pembekuan darah normal. Tanpa platelet dan faktor pembekuan tersebut, DIC adalah kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan terjadi tepat di bawah kulit, di hidung atau mulut, atau jauh di dalam tubuh. 

Infeksi, trauma berat (seperti cedera otak), peradangan, operasi dan kanker diketahui berkontribusi terhadap kondisi ini.

Beberapa penyebab disseminated intravascular coagulation yang lebih jarang adalah:

Anda juga dapat mengalami DIC apabila Anda mengalami shock.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Faktor risiko untuk disseminated intravascular coagulation (DIC) adalah:

  • Pernah melakukan operasi
  • Pernah melahirkan
  • Pernah mengalami keguguran
  • Pernah melakukan transfusi darah
  • Pernah menerima anestesi
  • Pernah mengalami sepsis atau infeksi darah akibat jamur atau bakteri
  • Pernah memiliki beberapa jenis kanker, terutama leukemia
  • Pernah mengalami kerusakan serius pada jaringan seperti cedera pada kepala, luka bakar atau trauma
  • Pernah mengalami penyakit hati.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

DIC adalah kondisi dapat diidentifikasi melalui beberapa tes yang terkait dengan level platelet, faktor pembekuan dan komponen darah lainnya. Namun tidak ada prosedur standar. Berikut adalah beberapa tes yang dapat dilakukan jika dokter menduga DIC.

  • fibrin degradation product
  • pemeriksaan darah lengkap
  • partial thromboplastin time
  • D-dimer test
  • fibrinogen serum
  • prothrombin time

Apa saja pengobatan untuk disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Perawatan DIC tergantung pada penyebab kondisi. Penentuan dan perawatan penyebab adalah tujuan utama. Untuk mengatasi masalah pembekuan, Anda dapat diberikan antikoagulan yang disebut heparin untuk mengurangi dan mencegah pembekuan.

Namun, heparin mungkin tidak diberikan jika Anda memiliki kekurangan platelet parah atau berdarah berlebihan.

Orang-orang dengan DIC akut adalah pihak yang memerlukan rawat inap, seringkali dalam unit perawatan intensif (ICU), di mana perawatan bertujuan untuk memperbaiki masalah yang menyebabkan DIC dan menjaga fungsi organ.

Perawatan dukungan dapat meliputi:

  • Transfusi plasma untuk menggantikan faktor pembekuan darah jika perdarahan berat.
  • Obat pengencer darah (heparin) untuk mencegah pembekuan darah apabila jumlah besar darah membeku.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi disseminated intravascular coagulation (DIC)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi disseminated intravascular coagulation (DIC):

Jika Anda memiliki disseminated intravascular coagulation (DIC), tanyakan dokter seberapa sering Anda harus melakukan perawatan lanjutan dan tes darah. Tes darah dapat membantu melihat seberapa baik darah Anda membeku.

Anda juga mungkin memerlukan obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah atau menjaga pembekuan darah dari membesar. Jika Anda menggunakan pengencer darah, beri tahu tim medis Anda.

Pengencer darah dapat terlalu mengencerkan darah Anda dan penyebabkan perdarahan. Banyak perdarahan setelah jatuh, cedera, mudah memar atau perdarahan dapat menunjukkan bahwa darah Anda terlalu encer.

Selain itu, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan obat atau produk yang dijual bebas, seperti vitamin, suplemen atau obat herbal. Beberapa produk ini juga dapat mempengaruhi pembekuan darah dan perdarahan.

Sebagai contoh, aspirin dan ibuprofen dapat mengencerkan darah Anda terlalu banyak. Hal ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Jika Anda memerlukan operasi, dokter dapat menyesuaikan jumlah obat yang Anda konsumsi sebelum, saat dan setelah operasi untuk mencegah perdarahan. Prosedur ini dapat dilakukan untuk operasi gigi, namun jarang dilakukan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Penggumpalan Darah di Kaki Saat Hamil

    Wanita hamil berisiko hingga 5-10 kali lebih mungkin untuk mengalami penggumpalan darah di kaki, daripada yang tidak hamil. Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kehamilan & Kandungan, Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit

    Pembekuan Darah Setelah Melahirkan: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?

    Banyak wanita yang mempertanyakan apakah pembekuan darah setelah melahirkan normal terjadi. Sebenarnya masih normal, tapi ada juga yang bahaya. Ini bedanya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Melahirkan, Kehamilan 19 April 2018 . Waktu baca 7 menit

    Mengenal Proses Pembekuan Darah Secara Lengkap Saat Tubuh Terluka

    Proses pembekuan darah yang terjadi dalam tubuh memiliki andil besar saat penyembuhan luka. Yuk, kenali mekanismenya lebih lanjut disini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 9 April 2018 . Waktu baca 4 menit

    4 Fakta Penting Tentang Trombosit Darah yang Perlu Anda Tahu

    Demam berdarah (DBD) biasanya menyebabkan jumlah trombosit di dalam darah menjadi berkurang. Tapi, apa itu trombosit? Apa efeknya kalau jumlahnya kurang?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Penyakit Musiman, Health Centers 28 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tidak boleh minum pil kb

    5 Golongan Wanita yang Ternyata Tidak Boleh Minum Pil KB (Anda Salah Satunya?)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
    proses pembekuan darah

    Memahami Proses Pembekuan Darah (Koagulasi) Saat Terjadi Luka

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Tamara Alessia
    Dipublikasikan tanggal: 8 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit
    serotonin adalah

    Berkenalan Dengan Serotonin, Zat Kimia Alami yang Bisa Mengatur Emosi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
    pembekuan darah di perut

    Waspada, Gejala Pembekuan Darah di Perut yang Bisa Jadi Tanda Kanker

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit