home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Punya Darah Kental, Ternyata Berisiko Kena Penyakit Jantung

Punya Darah Kental, Ternyata Berisiko Kena Penyakit Jantung

Umumnya penyebab penyakit jantung umumnya adalah penumpukan plak di arteri. Meski demikian, ada pula berbagai kondisi seperti hipertensi, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi juga menjadi faktor tingginya risiko penyakit jantung (kardiovaskuler). Tidak hanya itu, darah kental juga disebut-sebut sebagai faktor yang juga membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Bagaimana bisa, ya? Cari tahu jawabannya di sini.

Mengapa orang yang punya darah kental berisiko sakit jantung?

Kondisi darah juga menjadi penentu stabilitas dan kesehatan fungsi jantung karena organ ini berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika kondisi darah bermasalah, kemungkinan besar aktivitas jantung juga akan terganggu. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah kondisi darah kental (tebal).

Orang yang memiliki darah tebal berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke. Darah kental sendiri merupakan darah mengandung lebih banyak sel darah merah.

Tidak hanya sel darah merah, Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa ketebalan darah (viskositas darah) juga dipengaruhi tingginya kadar lemak dalam darah dan peradangan kronis di dalam tubuh.

Jadi begini, darah yang normal akan mengalir lancar melewati pembuluh darah dan sampai ke jantung. Darah ini diibaratkan seperti air yang mengalir di dalam selang.

Sementara darah yang kental berisiko mengalir lebih lambat melewati pembuluh darah dan jantung. Jika dianalogikan, darah yang kental ini seperti madu yang melewati selang air.

Ketika aliran darah yang lambat tersebut bergerak, risiko untuk terjadi pengendapan semakin besar. Pada akhirnya, banyak gumpalan-gumpalan yang terbentuk.

Kondisi ini membuat banyak jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen serta nutrisi, termasuk jantung dan otot-ototnya. Efek dari darah kental inilah yang nantinya berisiko membuat seseorang mengalami gejala penyakit jantung, seperti sesak napas dan nyeri dada (angina).

Selain itu, darah kental membuat jantung harus bekerja ekstra untuk memindahkannya ke seluruh tubuh. Ini bisa membuat kesehatan jantung jadi menurun.

Golongan orang yang rentan memiliki darah kental

Darah kental bisa dialami siapa saja. Namun pada orang-orang tertentu, darah kental cenderung lebih mudah terbentuk, yakni pada orang dengan polisitemia vera.

Polycythemia vera adalah kelainan darah langka yang membuat tubuh meningkatkan sel-sel darah, terutama sel darah merah. Peningkatan sel darah merah inilah yang membuat darah jadi kental dan akhirnya berisiko besar memicu serangan jantung, stroke, dan kerusakan organ.

Situs kesehatan John Hopkins menyebutkan bahwa polisitemia vera disebabkan oleh perubahan mutasi genetik. Seseorang dengan kelainan darah ini, kerap kali mengalami tubuh lemas, sakit kelapa, pusing, dan mudah mengalami perdarahan pada gusi atau mimisan.

Tips mencegah pengentalan darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung

Peneliti sudah menemukan alasan kenapa darah kental berisiko menyebabkan penyakit jantung. Dengan begitu, meminimalkan viskositas darah bisa jadi salah satu cara mencegah penyakit jantung.

Guna mencegah darah mengental, Anda bisa menerapkan tips berikut ini:

  • Berhenti merokok

Merokok jadi penyebab penyakit jantung. Selain membuat darah menjadi lebih kental, zat kimia rokok juga menyebabkan peradangan pada pembuluh darah jantung dan meningkatkan tekanan darah.

Oleh karena itulah, Anda sangat dianjurkan untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Cobalah untuk mengurangi jumlah batang rokok per harinya. Jangan secara mendadak, tapi perlahan-lahan. Konsultasikan pada dokter atau ahli kesehatan jika Anda kesulitan untuk berhenti merokok.

  • Perbanyak minum air putih

Memperbanyak minum air putih bisa mencegah penyakit jantung. Ini karena air dapat melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi terbentuknya darah kental yang berisiko menyebabkan sakit jantung.

Anda bisa mengonsumsi air putih setidaknya 2 liter per hari. Namun melakukan hal ini bukan jaminan darah Anda tak akan mengental, tapi memang kebiasaan ini akan membuat tubuh terhidrasi dengan baik.

  • Konsumsi makanan sehat bergizi

Darah kental yang berisiko meningkatkan penyakit jantung juga terjadi karena konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. Jadi, mulai saat ini batasi konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung kolesterol tinggi.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung seperti kacang-kacangan dan ikan yang mengandung omega 3. Sempurnakan dengan tambahan buah dan sayur agar nutrisi menu makanan Anda jadi lebih lengkap.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Harvard Health Publishing. (2019, September 25). Is blood like your waistline – the thinner, the better? Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/is-blood-like-your-waistline-the-thinner-the-better [Accessed on June 4th, 2020]

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on June 4th, 2020]

Polycythemia Vera. (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/polycythemia-vera [Accessed on June 4th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 20/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x