Punya Darah Kental, Ternyata Berisiko Kena Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Umumnya penyebab penyakit jantung umumnya adalah penumpukan plak di arteri. Meski demikian, ada pula berbagai kondisi seperti hipertensi, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi juga menjadi faktor tingginya risiko penyakit jantung (kardiovaskuler). Tidak hanya itu, darah kental juga disebut-sebut sebagai faktor yang juga membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Bagaimana bisa, ya? Cari tahu jawabannya di sini.

Mengapa orang yang punya darah kental berisiko sakit jantung?

Kondisi darah juga menjadi penentu stabilitas dan kesehatan fungsi jantung karena organ ini berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika kondisi darah bermasalah, kemungkinan besar aktivitas jantung juga akan terganggu. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah kondisi darah kental (tebal).

Orang yang memiliki darah tebal berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke. Darah kental sendiri merupakan darah mengandung lebih banyak sel darah merah.

Tidak hanya sel darah merah, Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa ketebalan darah (viskositas darah) juga dipengaruhi tingginya kadar lemak dalam darah dan peradangan kronis di dalam tubuh.

Jadi begini, darah yang normal akan mengalir lancar melewati pembuluh darah dan sampai ke jantung. Darah ini diibaratkan seperti air yang mengalir di dalam selang.

Sementara darah yang kental berisiko mengalir lebih lambat melewati pembuluh darah dan jantung. Jika dianalogikan, darah yang kental ini seperti madu yang melewati selang air.

Ketika aliran darah yang lambat tersebut bergerak, risiko untuk terjadi pengendapan semakin besar. Pada akhirnya, banyak gumpalan-gumpalan yang terbentuk.

Kondisi ini membuat banyak jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen serta nutrisi, termasuk jantung dan otot-ototnya. Efek dari darah kental inilah yang nantinya berisiko membuat seseorang mengalami gejala penyakit jantung, seperti sesak napas dan nyeri dada (angina).

Selain itu, darah kental membuat jantung harus bekerja ekstra untuk memindahkannya ke seluruh tubuh. Ini bisa membuat kesehatan jantung jadi menurun.

Golongan orang yang rentan memiliki darah kental

Darah kental bisa dialami siapa saja. Namun pada orang-orang tertentu, darah kental cenderung lebih mudah terbentuk, yakni pada orang dengan polisitemia vera.

Polycythemia vera adalah kelainan darah langka yang membuat tubuh meningkatkan sel-sel darah, terutama sel darah merah. Peningkatan sel darah merah inilah yang membuat darah jadi kental dan akhirnya berisiko besar memicu serangan jantung, stroke, dan kerusakan organ.

Situs kesehatan John Hopkins menyebutkan bahwa polisitemia vera disebabkan oleh perubahan mutasi genetik. Seseorang dengan kelainan darah ini, kerap kali mengalami tubuh lemas, sakit kelapa, pusing, dan mudah mengalami perdarahan pada gusi atau mimisan.

Tips mencegah pengentalan darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung

Peneliti sudah menemukan alasan kenapa darah kental berisiko menyebabkan penyakit jantung. Dengan begitu, meminimalkan viskositas darah bisa jadi salah satu cara mencegah penyakit jantung.

Guna mencegah darah mengental, Anda bisa menerapkan tips berikut ini:

  • Berhenti merokok

Merokok jadi penyebab penyakit jantung. Selain membuat darah menjadi lebih kental, zat kimia rokok juga menyebabkan peradangan pada pembuluh darah jantung dan meningkatkan tekanan darah.

Oleh karena itulah, Anda sangat dianjurkan untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Cobalah untuk mengurangi jumlah batang rokok per harinya. Jangan secara mendadak, tapi perlahan-lahan. Konsultasikan pada dokter atau ahli kesehatan jika Anda kesulitan untuk berhenti merokok.

  • Perbanyak minum air putih

Memperbanyak minum air putih bisa mencegah penyakit jantung. Ini karena air dapat melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi terbentuknya darah kental yang berisiko menyebabkan sakit jantung.

Anda bisa mengonsumsi air putih setidaknya 2 liter per hari. Namun melakukan hal ini bukan jaminan darah Anda tak akan mengental, tapi memang kebiasaan ini akan membuat tubuh terhidrasi dengan baik.

  • Konsumsi makanan sehat bergizi

Darah kental yang berisiko meningkatkan penyakit jantung juga terjadi karena konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. Jadi, mulai saat ini batasi konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung kolesterol tinggi.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung seperti kacang-kacangan dan ikan yang mengandung omega 3. Sempurnakan dengan tambahan buah dan sayur agar nutrisi menu makanan Anda jadi lebih lengkap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat hilangnya darah atau cairan tubuh dalam jumlah besar. Umumnya, ini karena perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit