Penyebab Petechiae, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Petechiae adalah ruam atau bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu yang muncul pada kulit. Ruam merah ini biasanya muncul di lengan, kaki, perut, dan bokong Anda. Bisa juga muncul di dalam mulut atau kelopak mata Anda. Ketahui penyebab petechiae berikut.

Meskipun petechiae adalah ruam, sebenarnya ini disebabkan oleh perdarahan di bawah kulit. Bedanya petechiae dengan ruam biasanya adalah ruam tidak menonjol atau bahkan rata, dan saat ditekan tidak akan terjadi perubahan warna pada ruam.

Apa penyebab petechiae?

Petechiae terjadi saat pembuluh darah kecil (pembuluh kapiler) pecah. Ketika pembuluh kapiler pecah, darah bocor ke kulit Anda. Infeksi dan reaksi terhadap obat juga bisa menyebabkan kondisi ini. Selain itu ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan munculnya ruam merah ini, antara lain:

1. Ketegangan yang berkepanjangan

Petechiae kecil pada wajah, leher dan dada bisa disebabkan oleh ketegangan yang berkepanjangan selama melakukan aktivitas. Misalnya saat menangis, batuk, muntah, dan angkat beban berat.

2. Reaksi dari obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu juga sering dikaitkan dengan munculnya petechiae. Obat yang dapat menyebabkan kondisi ini sebagai efek samping meliputi antibiotik, antidepresan, obat anti kejang, pengencer darah, obat ritme jantung, obat antiinflamasi nonsteroid, dan obat penenang.

3. Infeksi penyakit

Petechiae mungkin disebabkan oleh sejumlah infeksi jamur, virus, dan bakteri. Beberapa penyakit tersebut meliputi sitomegalovirus (CMV), endokarditis (infeksi lapisan dalam jantung), meningococcemia, mononukleosis, rocky mountain spotted fever, demam berdarah, sepsis, dan sakit tenggorokan.

Penyakit lainnya yang menjadi penyebabnya antara lain vaskulitis (pembengkakan pembuluh darah), trombositopenia (jumlah trombosit rendah), leukemia, scurvy (kekurangan vitamin C), dan kekurangan vitamin K.

4. Cedera dan terbakar sinar matahari

Cedera yang melibatkan pembekuan darah bisa menyebabkan petechiae di wajah dan mata. Bekas gigitan dan pukulan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Cedera akibat luka bakar bisa mengakibatkan ruam merah pada wajah, leher, dan dada. Paparan sinar matahari yang berlebihan juga kadang bisa memunculkan ruam merah akibat kondisi ini.

Kapan harus periksa ke dokter?

Beberapa penyebab utama dari petechiae mungkin serius dan perlu diobati. Bila Anda atau anak Anda mengalami kondisi ini, segera hubungi dokter. Sulit untuk mengetahui apakah Anda memiliki gejala yang ringan atau serius, oleh karena itu Anda perlu periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Selain itu, jika Anda mengalami gejala seperti hilang kesadaran, linglung, demam tinggi, perdaharan hebat, atau sakit kepala yang parah bersamaan dengan kemunculan bintik-bintik merah, segera hubungi dokter. Ini bisa menjadi pertanda kondisi yang parah atau mengancam nyawa.

Adakah komplikasi yang terkait dengan petechiae?

Petechiae tidak memiliki komplikasi yang terkait, dan begitu bintik-bintik merah mereda, tidak akan menimbulkan bekas luka.

Namun, jika kondisi ini adalah gejala penyakit tertentu, beberapa komplikasi mungkin terjadi, antara lain:

  • Kerusakan pada ginjal, hati, limpa, jantung, paru-paru, atau organ lainnya.
  • Berbagai masalah jantung.
  • Infeksi yang bisa terjadi di bagian tubuh yang lain.

Bagaimana mengatasi petechiae?

Sebelum memberikan pengobatan, dokter Anda akan memeriksa apa yang menyebabkan Anda memiliki petechiae dan gejala lainnya. Dokter Anda mungkin meresepkan obat-obatan ini untuk mengobati penyebab bintik-bintik tersebut:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.
  • Kortikosteroid untuk menurunkan peradangan.
  • Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda seperti azathioprine (Azasan, Imuran), methotrexate (Trexall, Rheumatrex), atau cyclophosphamide.
  • Kemoterapi, terapi biologis, atau radiasi untuk mengobati kanker

Anda juga bisa melakukan pengobatan di rumah untuk menghilangkan gejala, yaitu dengan beristirahat dan minum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau paracetamol. Minum air putih yang cukup dan minum cairan tambahan untuk mencegah dehidrasi juga bisa Anda lakukan untuk meredakan gejalanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Babesiosis

Babesiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kutu. Cari tahu obat diare, penyebab, gejala, cara mengatasi, dan makanan untuk babesiosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Kulit dapat menunjukkan tanda tertentu saat dipakaikan produk skincare baru. Begini cara mengetahui apakah skincare Anda cocok atau tidak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam di sekujur tubuh. Bagaimana cara mengobati penyakit campak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit



Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gejala alergi kulit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit kelainan darah

Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit