Dermatitis Perioral

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dermatitis perioral?

Dermatitis perioral adalah jenis dermatitis yang menyebabkan munculnya ruam kemerahan berupa bintil-bintil kecil (papula) di sekitar mulut.

Penyakit kulit tidak menular ini bersifat ringan, tapi bisa disertai dengan rasa gatal dan sensasi perih seperti terbakar.

Istilah perioral itu sendiri merujuk pada “erupsi”, atau masalah kulit pada wajah bagian bawah yang muncul secara cepat dan mendadak.

Penyebab dermatitis perioral masih belum diketahui pasti. Namun, berbagai faktor paparan eksternal (dari lingkungan sekitar) dipercaya dapat menjadi pemicu kemunculan gejala penyakit ini.

Seberapa umumkah penyakit kulit ini?

Dermatitis perioral adalah penyakit kulit yang sebagian besar ditemukan pada wanita berusia 20-50 tahun. Penyakit kulit ini jarang dialami oleh laki-laki, tapi mungkin menyerang anak-anak.

Berdasarkan kebanyakan kasus, gejala penyakit ini sering ditemukan pada orang-orang yang menggunakan obat dermatitis atau salep kortikosteroid.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dermatitis perioral?

Secara keseluruhan, dermatitis ini menyebabkan bagian kulit di sekitar mulut terlihat memerah.

Kemunculan gejala dermatitis perioral juga ditandai dengan terdapatnya ruam kemerahan dan bintil-bintil kecil di sekitar mulut.

Biasanya ruam kemerahan yang muncul tidak terlalu mencolok. Bintil bisa serupa dengan warna kulit atau berwarna kemerahan menyerupai jerawat, tapi dengan tekstur yang lebih lunak. Kemunculan ruam berbintil bisa bertahan dalam waktu lama.

Ruam kemerahan berbintil bisa terasa gatal ataupun tidak sama sekali, tapi umumnya akan terasa perih.

Pada beberapa kasus, dermatitis perioral bisa menyebabkan kulit bagian mulut terasa kering, mengeras, dan terkelupas. Selain itu, sesekali sensasi terbakar juga bisa muncul.

Selain di sekitar mulut, gejala dermatitis ini juga bisa muncul pada area sekitar mata, pipi, hidung, dan alat kelamin.

Pada alat kelamin, gejala yang muncul serupa seperti pada mulut, tapi bagian kulit yang terdampak adalah kulit dekat anus, labia pada wanita, dan skrotum (buah zakar) pada pria.

Kapan saya harus ke dokter?

Gejala bisa berlangsung dalam waktu yang lama.

Namun, Anda perlu segera menemui dokter spesialis kulit begitu menyadari kemunculam gejala penyakit kulit ini. Apalagi jika gejala yang muncul tidak kunjung hilang.

jika dibiarkan tanpa pengobatan, gejala dapat bertambah parah sehingga kulit akan lebih rentan mengalami iritasi atau infeksi.

Kondisi ini akan membuat kulit semakin sulit untuk pulih dan kembali normal.

Pengobatan medis diperlukan untuk mengatasi gejala dengan cepat dan mencegah perkembangan penyakit.

Penyebab

Apa yang menyebabkan dermatitis perioral terjadi?

Penyebab munculnya ruam kemerahan di sekitar mulut masih belum diketahui pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang diketahui memengaruhi kemunculan gejala dermatitis perioral. Faktor-faktor itu berhubungan dengan kondisi genetik, kerja hormon, dan lingkungan.

Pada sebagian besar kasus, ditemukan terdapatnya hubungan antara efek samping penggunaan obat kortikosteroid topikal dengan penyakit kulit ini.

Penggunaan salep kortikosteroid dalam waktu lama bisa memicu terjadinya erupsi pada kulit. Ruam-ruam kemerahan dengan bintil-bintil meruapakan respons dari kulit terhadap kuatnya kandungan steroid pada obat.

Diperkiarakan bahwa obat kortikosteroid topikal memengaruhi mikroflora yang terdapat pada rambul folikel kulit yang menyebabkan erupsi terjadi.

Selain efek samping dari obat kortikosteroid topikal, salah satu laporan yang dirilis oleh NCBI mengungkapkan gejala dermatitis perioral dapat dipengaruhi pula oleh penggunaan obat kortikosteroid semprot dan hisap.

Kendati demikian, mekanisme kemunculan gejala akibat penggunaan obat ini juga belum diketahui secara pasti.

Beberapa kemungkinan lainnya yang berhubungan dengan penyebab dermatitis perioral  yang masih diteliti secara lebih jauh adalah:

  • Infeksi dari bakteri, jamur Candida albicans, dan tungau jenis Demodex
  • Paparan pasta gigi yang mengadung flourin
  • Paparan produk kosmetik seperti campuran foundation dan pelembab serta tabir surya
  • Pengaruh dari kerja sistem hormon akibat pil kontrasepsi

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena penyakit ini?

Perempuan merupakan kelompok orang yang lebih berisiko untuk mengalami dermatitis jenis ini, terutama di rentan umur 20-50 tahun.

Selain itu beberapa kondisi lainnya yang memungkinkan seseorang untuk terjangkit dermatitis perioral adalah ketika:

  • Mengalami ketidakseimbangan hormon.
  • Memiliki atau sedang mengalami alergi.
  • Menggunakan obat kortikosteroid topikal secara rutin.
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung pewangi.
  • Menggunakan kosmetik.
  • Mengonsumsi pil KB atau menggunakan kontrasepsi jenis lainnya.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis dermatitis ini?

Untuk mendiagnosis dermatitis perioral, dokter terlebih dahulu akan melakukan identifikasi gejala dan melihat distribusi ruam pada kulit Anda.

Dokter juga akan mencari tahu berapa lama gejala sudah berlangsung dan pada kondisi kulit seperti apa gejala mulai muncul.

Dokter dapat menganjurkan tes kulit atau pengujian tambahan lain untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Gejala dermatitis perioral sering disalahkira sebagai salah satu jenis rosacea, yaitu acne vulgaris.

Obat dan pengobatan

Bagaimana cara mengobati penyakit kulit ini?

Untuk mengobati dermatitis perioral, penderita perlu menghindari setiap faktor yang menjadi pemicu kemunculan gejala.

Apabila diketahui penggunaan salep kortikosteroid berpengaruh terhadap kemunculan ruam kemerahan, maka penggunaaannya harus secepatnya dihentikan.

Gejala dermatitis perioral juga bisa diatasi dengan penggunaan obat-obatan dan melakukan perawatan kulit secara rutin. Namun umumnya, pengobatan seperti ini membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan gejala.

1. Pengobatan topikal

Biasanya obat kortikosteroid topikal memang diberikan untuk mengatasi rasa gatal dan perih.

Jika penggunaan obat ini justru menjadi pemicu munculnya gejala, dokter biasanya akan memberikan krim atau gel yang mengandung  metronidazole, clindamycin, eritromisin, belerang untuk meredakan peradangan.

Hasil maksimal dari pengobatan topikal untuk dermatitis perioral biasanya baru akan terlihat selama tiga bulan pengobatan dengan obat yang diaplikasikan secara rutin tiap harinya.

Pengobatan melalui salep kortikosteroid mungkin dilakukan apabila sebelumnya penderita menggunakan obat dengan potensi yang lebih tinggi.

Untuk mengatasi gejala dermatitis perioral dengan cepat, salep dengan potensi steroid yang ringan bisa diberikan.

2. Pengobatan antibiotik

Jika pengobatan topikal tidak membantu meredakan gejala, maka biasanya dokter juga akan meresepkan antibiotik oral seperti tetracycline, doxycycline, dan minocycline.

Tujuan pengobatan antibiotik oral untuk dermatitis perioral adalah mempercepat pemulihan. Namun selama pengobatan antibiotik, penderita juga tetap melakukan pengobatan secara topikal.

Biasanya pengobatan antibiotik akan dihentikan kurang dari 3 bulan dengan kondisi gejala yang sebagian besar telah pulih.

Dosis antibiotik yang diberikan adalah 0.2 mg/kg – 0.5 mg/kg selama dua laki sehari harinya atau 0.1 hingga 0.005 mg/kg per hari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis perioral?

Perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mempercepat penyembuhan dermatitis perioral adalah:

  • Tidak menggaruk atau menyentuh terlalu keras bagian kulit yang terdampak.
  • Menghentikan penggunaan obat topikal yang mengandung steroid.
  • Menghentikan penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung pewangi selama gejala berlangsung.
  • Membersihkan muka dengan hanya menggunakan air selama gejala muncul.
  • Memilih sunscreen atau produk tabir surya dalam bentuk cair atau gel.
  • Mengaplikasikan pelembab kulit nonkosmetik pada kulit yang terdampak secara rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 17/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit