Anemia Pernisiosa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah salah satu bentuk dari anemia megaloblastik yang dipicu oleh kekurangan asupan vitamin B-12 untuk membuat sel-sel darah merah sehat.

Tanpa vitamin B-12 yang cukup, tubuh akan memproduksi sel-sel darah merah besar abnormal yang disebut makrosit. Berhubung ukurannya besar, sel-sel abnormal ini tidak dapat keluar meninggalkan sumsum tulang, tempat sel-sel darah merah dibuat, sehingga tidak dapat memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Inilah yang menyebabkan jumlah sel darah  merah pembawa oksigen dalam aliran darah berkurang.

Kata “pernisiosa” dari jenis anemia ini diambil dari serapan bahasa Inggris, yaitu  pernicious yang berarti buruk atau merusak. Anemia pernisiosa disebut “merusak” karena dulunya dianggap mematikan akibat belum tersedianya perawatan yang memadai.

Jika tidak kunjung diatasi dengan tepat, defisiensi vitamin B-12 dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Namun, anemia pernisiosa kini cukup mudah diatasi dengan suplementasi vitamin B-12; baik lewat suntikan atau secara oral (obat minum).

Seberapa umum anemia pernisiosa?

Anemia jenis ini merupakan kondisi langka. Tingkat kejadiannya sebesar 0,1% pada populasi umum dan 1,9% pada orang yang berusia di atas 60 tahun, menurut Journal of Blood Medicine.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah penyakit yang terjadi secara perlahan dan sulit untuk dikenali pada awalnya.

Beberapa tanda dan gejala yang dapat muncul pada anemia ini meliputi:

  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan

Pada beberapa kasus langka, beberapa orang dapat memiliki tanda dan gejala neurologis, seperti:

  • Cara berjalan yang tidak seimbang
  • Spastisitas, yaitu kekakuan dan ketegangan otot
  • Neuropati periferal, yaitu mati rasa pada lengan dan kaki
  • Luka progresif pada saraf tulang belakang
  • Hilang ingatan

Tanda-tanda dan gejala lain dari defisiensi B-12, yang mungkin sama dengan anemia pernisiosa, meliputi:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, segeralah bicara pada dokter Anda untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia pernisiosa?

Penyebab anemia pernisiosa adalah kekurangan vitamin B12. Tubuh membutuhkan asupan vitamin B-12 untuk membuat sel-sel darah merah yang sehat serta menjaga sistem saraf agar bekerja dengan optimal.

Namun, menerapkan pola makan yang kurang sehat dan minim gizi dapat membuat tubuh kekurangan asupan vitamin B-12. Vitamin B12 merupakan nutrisi yang terdapat dalam beberapa jenis makanan, misalnya daging merah, susu, telur, dan kacang-kacangan seperti kedelai.

Penyebab lainnya adalah ketidakmampuan tubuh untuk menyerap cukup vitamin B12 dari makanan karena tidak memiliki faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di perut). Kurangnya protein ini menyebabkan tubuh kekurangan vitamin B12.

Setelah Anda mengonsumsi vitamin B-12, vitamin ini menyebar ke perut Anda di mana ia berikatan dengan IF. Keduanya kemudian diserap di bagian terakhir usus kecil Anda.

Dalam kebanyakan kasus anemia pernisiosa, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel yang menghasilkan IF di perut. Jika sel-sel ini hancur, tubuh tidak dapat membuat faktor intrinsik. Otomatis, tubuh juga jadi tidak dapat menyerap vitamin B-12 dari makanan bergizi yang Anda cerna.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena anemia pernisiosa?

  • Memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini
  • Merupakan keturunan Eropa Utara atau Skandinavia
  • Memiliki diabetes tipe 1, kondisi autoimun, atau penyakit usus tertentu seperti penyakit Crohn’s
  • Pernah mengalami pengangkatan bagian lambung atau usus
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Vegetarian yang ketat dan tidak mengonsumsi suplemen B-12

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa timbul akibat anemia pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah kondisi yang bisa menambah kerja berat pada jantung tubuh Anda. Pasalnya, kekurangan darah semakin buat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Jantung yang bekerja terlalu keras dapat menyebabkan kondisi berikut:

  • Bising jantung  (heart murmur) yang juga merupakan kelainan jantung
  • Detak jantung cepat
  • Aritmia jantung
  • Pembesaran jantung
  • Gagal jantung

Diagnosis

Bagaimana anemia pernisiosa didiagnosis?

Untuk mendiagnosis anemia pernisiosa dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan juga keluarga. Ada kemungkinan anemia bisa didapatkan dari warisan alias turun temurun.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda dapat memeriksa kulit pucat atau kekuningan karena pembesaran hati. Dokter juga mungkin akan mendengarkan jantung Anda untuk memeriksa apakah debar teratur atau tidak.

Dokter Anda juga dapat memeriksa tanda-tanda kerusakan saraf.  Fungsinya untuk melihat seberapa baik otot, mata, indera, dan refleks tubuh Anda bekerja. Dokter Anda dapat mengajukan pertanyaan atau melakukan tes untuk memeriksa status mental, koordinasi, dan kemampuan berjalan Anda.

Tes dan prosedur diagnostik

Berikut adalah beberapa pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis anemia pernisiosa:

1. Hitung Darah Lengkap

Hitung darah lengkap atau complete count blood (CBC) adalah tes pertama yang akan dianjurkan dokter untuk mendiagnosis berbagai jenis anemia. Tes ini tujuannya untuk mengukur seberapa banyak jumlah darah di tubuh Anda.

Nantinya, sejumlah kecil darah akan diambil dari vena (biasanya di lengan Anda) menggunakan jarum.

CBC memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit di dalam Anda. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membantu sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Sedangkan hematokrit adalah ukuran seberapa banyak ruang sel darah merah mengambil dalam darah Anda. Tingkat hemoglobin atau hematokrit yang rendah adalah tanda anemia.

Pada beberapa etnis atau ras tertentu, standar jumlah darah di dalam tubuhnya mungkin berbeda-beda. Nantinya dokter akan menjelaskan berbagai metode serta hasil tes darah Anda.

CBC juga akan memberikan hasil jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam darah Anda. Apabila ada hasil abnormal, kemungkinan ada tanda anemia, kelainan darah,  infeksi, atau kondisi lain.

Tes darah lengkap juga dapat melihat rata-rata volume korpuskuler. Ini adalah ukuran ukuran rata-rata sel darah merah Anda. Volume korpuskuler dapat menjadi petunjuk tentang apa yang menyebabkan anemiaanemia pernisiosa Anda.

2. Tes darah lanjutan

Jika hasil tes darah mengkonfirmasi bahwa Anda menderita anemia, Anda mungkin perlu tes darah lain untuk mengetahui jenis anemia apa yang Anda miliki. Berikut contohnya

3. Tes hitungan retikulosit

Tes ini akan dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah merah muda dalam tubuh Anda. Tes ini akan menunjukkan apakah sumsum tulang Anda membuat sel darah merah pada tingkat yang benar. Orang yang mengalami anemia pernisiosa biasanya memiliki jumlah retikulosit yang rendah.

4. Tes kadar vitamin

Tes ini akan dilakukan untuk menentukan kadar serum folat dan kapasitas pengikatan zat besi di dalam tubuh. Tes kadar vitamin juga dapat membantu menunjukkan apakah Anda menderita anemia pernisiosa atau jenis anemia lainnya.

5. Tes sumsum tulang

Tes sumsum tulang dapat dilakukan untuk mencari tahu apakah sumsum tulang Anda sehat dan menghasilkan cukup sel darah merah. Dua tes sumsum tulang adalah aspirasi dan biopsi.

Untuk aspirasi, dokter mengeluarkan sedikit sumsum tulang cair melalui jarum. Untuk biopsi, dokter Anda mengangkat sejumlah kecil jaringan sumsum tulang melalui jarum yang lebih besar. Sampel sumsum tulang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pada kasus hasil anemia pernisiosa, sel-sel sumsum tulang biasanya berubah menjadi sel-sel darah yang ukurannnya lebih besar.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati anemia pernisiosa?

Perawatan untuk anemia pernisiosa meliputi 2 bagian proses. Pertama, dokter akan mengatasi defisiensi vitamin B-12 dan memeriksa defisiensi zat besi. Suntikan vitamin B-12 dapat diberikan per hari atau per minggu hingga kadar B-12 kembali normal (atau hampir normal).

Selama beberapa minggu pertama perawatan, dokter dapat merekomendasikan untuk membatasi aktivitas fisik. Setelah kadar vitamin B-12 normal, Anda hanya perlu mendapatkan suntikan 1 kali sebulan. Anda dapat memberikan suntikan sendiri atau meminta orang lain menyuntikkannya di rumah.

Apabila kadar B-12 dalam tubuh Anda mulai normal, dokter juga dapat merekomendasikan untuk mengonsumsi dosis suplemen B-12 secara rutin sebagai pengganti suntikan. Suplemen dapat berupa pil atau semprotan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia pernisiosa?

Beberapa hal yang Anda lakukan di rumah untuk membantu Anda mengatasi anemia pernisiosa adalah:

Makan makanan kaya akan vitamin B12 dapat mencegah rendahnya kadar vitamin B12. Sumber makanan dengan vitamin B12 yang baik meliputi:

  • Sereal dengan tambahan vitamin B12
  • Daging, seperti daging sapi, hati, unggas dan ikan
  • Telur dan produk susu (seperti susu, yogurt dan keju)
  • Makanan yang diperkaya vitamin B12, seperti minuman berbahan dasar kedelai dan burger vegetarian)
  • Apabila Anda seorang vegetarian ketat, bicarakan dengan dokter untuk memeriksakan kadar vitamin B12 secara rutin.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 12, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca