Anemia Pernisiosa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/07/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anemia pernisiosa?

Anemia jenis pernisiosa adalah salah satu bentuk anemia megaloblastik yang dipicu oleh kekurangan asupan vitamin B-12 untuk membuat sel-sel darah merah sehat.

Tanpa vitamin B-12 yang cukup, tubuh akan memproduksi sel-sel darah merah besar abnormal yang disebut makrosit.

Berhubung ukurannya besar, sel-sel abnormal ini tidak dapat keluar meninggalkan sumsum tulang, tempat sel-sel darah merah dibuat, sehingga tidak dapat memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Inilah yang menyebabkan jumlah sel darah  merah pembawa oksigen dalam aliran darah berkurang.

Dikutip dari situs US Department of Health & Services, kata “pernisiosa” dari jenis anemia ini diambil dari serapan bahasa Inggris, yaitu  pernicious yang berarti buruk atau merusak. Anemia pernisiosa disebut “merusak” karena dulunya dianggap mematikan akibat belum tersedianya perawatan yang memadai.

Jika tidak kunjung diatasi dengan tepat, defisiensi vitamin B-12 dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Namun, anemia pernisiosa kini cukup mudah diatasi dengan suplementasi vitamin B-12; baik lewat suntikan atau secara oral (obat minum).

Seberapa umum kondisi ini?

Anemia jenis ini merupakan kondisi langka. Tingkat kejadiannya sebesar 0,1% pada populasi umum dan 1,9% pada orang yang berusia di atas 60 tahun, menurut Journal of Blood Medicine.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah penyakit yang terjadi secara perlahan dan sulit untuk dikenali pada awalnya.

Anemia jenis apapun menyebabkan gejala yang beragam. Beberapa tanda dan gejala yang dapat muncul pada anemia pernisiosa meliputi:

  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan

Pada beberapa kasus langka, beberapa orang dapat memiliki tanda dan gejala neurologis, seperti:

  • Cara berjalan yang tidak seimbang
  • Spastisitas, yaitu kekakuan dan ketegangan otot
  • Neuropati periferal, yaitu mati rasa pada lengan dan kaki
  • Luka progresif pada saraf tulang belakang
  • Hilang ingatan

Tanda-tanda dan gejala lain dari defisiensi B-12, yang mungkin sama dengan anemia pernisiosa, meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Linglung
  • Depresi
  • Sembelit (konstipasi)
  • Hilangnya nafsu makan
  • Asam lambung

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, segeralah bicara pada dokter Anda untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia pernisiosa?

Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, tergantung jenisnya. Anemia pernisiosa disebabkan oleh kurangnya faktor intrinsik atau penyebab lainnya, seperti infeksi, operasi, obat-obatan, maupun pola makan.

Kekurangan faktor intrinsik

Faktor intrinsik merupakan protein yang dibuat di perut. Protein ini membantu tubuh Anda menyerap vitamin B12. Pada beberapa orang, respons autoimun menyebabkan faktor intrinsik berkurang.

Respon autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi (protein) yang menyerang dan merusak jaringan tubuh atau sel.

Pada anemia pernisiosa, tubuh membuat antibodi untuk menyerang dan menghancurkan sel-sel parietal. Sel-sel ini melapisi perut dan membuat faktor intrinsik. Penyebab munculnya respon autoimun ini masih belum diketahui.

Akibat serangan antibodi, perut berhenti memproduksi faktor intrinsik. Tanpa faktor intrinsik, tubuh tidak mampu menyalurkan vitamin B12 melalui usus kecil sebagai tempat penyerapan vitamin. Kondisi ini memicu defisiensi vitamin B12.

Kekurangan faktor intrinsik juga dapat terjadi jika Anda sudah pernah menjalani bedah perut. Jenis operasi ini mengurangi jumlah sel parietal yang bertugas membuat faktor intrinsik.

Pada kasus yang jarang terjadi, anak-anak dilahirkan dengan kelainan bawaan yang mencegah tubuh membuat faktor intrinsik. Gangguan ini disebut congenital pernicious anemia.

Penyebab lainnya

Selain kurangnya faktor intrinsik, anemia pernisiosa juga disebabkan oleh faktor lain. Malabsorpsi di usus kecil dan asupan makanan rendah vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia pernisiosa.

Malabsorpsi di usus kecil

Terkadang, anemia pernisiosa disebabkan oleh adanya gangguan pada penyerapan vitamin B12 di usus kecil. Gangguan ini dipicu oleh:

  • Terlalu banyak bakteri jahat di usus kecil. Kondisi ini merupakan penyebab umum dari anemia pernisiosa pada orang dewasa. Bakteri menggunakan vitamin B12 sebelum usus kecil selesai menyerapnya.
  • Penyakit yang mengganggu penyerapan vitamin B12, seperti penyakit celiac. Penyakit celiac merupakan kelainan genetik ketika tubuh tidak bisa menerima protein yang disebut gluten. Selain celiac, penyakit HIV dan penyakit Crohn (penyakit radang usus) juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Obat-obatan tertentu yang memengaruhi pertumbuhan bakteri atau menghambat penyerapan vitamin B12 oleh usus kecil. Obat-obatan tersebut termasuk antibiotik, obat kejang, dan obat diabetes tertentu.
  • Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh bagian usus kecil.
  • Infeksi cacing pita. Cacing pita mengambil asupan vitamin B12 dalam tubuh. Pemicu infeksi ini adalah konsumsi ikan yang terinfeksi cacing pita, maupun kebiasaan makan ikan yang dimasak kurang matang.

Pola makan rendah vitamin B12

Beberapa orang menderita anemia pernisiosa karena mereka tidak memiliki cukup asupan vitamin B12 dalam diet mereka. Penyebab anemia pernisiosa ini kurang umum dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Sumber makanan kaya vitamin B12, di antaranya:

  • Sereal sarapan yang mengandung vitamin B12
  • Daging seperti daging sapi, hati, unggas, dan ikan
  • Telur dan produk susu (seperti susu murni, yogurt, dan keju)
  • Makanan yang diperkaya dengan vitamin B12, seperti minuman berbahan dasar kedelai dan burger vegetarian

Para vegetarian yang tidak mengonsumsi hewan, produk susu, dan suplemen vitamin B12 cenderung berisiko terkena anemia pernisiosa.

Bayi yang disusui oleh ibu vegetarian juga berisiko terkena anemia pernisiosa. Bayi-bayi ini dapat menunjukkan gejala anemia dalam beberapa bulan setelah dilahirkan.

Pasalnya, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyimpan vitamin B12 dalam tubuh mereka. Umumnya, dokter akan mengobati bayi dengan memberikan suplemen vitamin B12.

Kelompok lain, seperti lansia dan pecandu alkohol, juga mungkin berisiko terkena anemia pernisiosa. Mereka mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dalam makanannya.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena anemia pernisiosa?

  • Memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini
  • Merupakan keturunan Eropa Utara atau Skandinavia
  • Memiliki diabetes tipe 1, kondisi autoimun, atau penyakit usus tertentu seperti penyakit Crohn’s
  • Pernah mengalami pengangkatan bagian lambung atau usus
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Vegetarian yang ketat dan tidak mengonsumsi suplemen B-12

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa timbul akibat anemia pernisiosa?

Anemia dapat menyebabkan komplikasi jika tidak diobat. Anemia pernisiosa adalah kondisi yang bisa menambah kerja berat pada jantung tubuh Anda. Pasalnya, kekurangan darah semakin buat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Jantung yang bekerja terlalu keras dapat menyebabkan kondisi berikut:

  • Bising jantung  (heart murmur) yang juga merupakan kelainan jantung
  • Detak jantung cepat
  • Aritmia jantung
  • Pembesaran jantung
  • Gagal jantung

Diagnosis

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Cara mendiagnosis anemia, termasuk anemia pernisiosa,dengan riwayat kesehatan Anda dan juga keluarga. Ada kemungkinan anemia bisa didapatkan dari warisan alias turun temurun.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda dapat memeriksa kulit pucat atau kekuningan karena pembesaran hati. Dokter juga mungkin akan mendengarkan jantung Anda untuk memeriksa apakah debar teratur atau tidak.

Dokter Anda juga dapat memeriksa tanda-tanda kerusakan saraf.  Fungsinya untuk melihat seberapa baik otot, mata, indera, dan refleks tubuh Anda bekerja. Dokter Anda dapat mengajukan pertanyaan atau melakukan tes untuk memeriksa status mental, koordinasi, dan kemampuan berjalan Anda.

Tes dan prosedur diagnostik

Berikut adalah beberapa pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis anemia pernisiosa:

1. Hitung Darah Lengkap

Hitung darah lengkap atau complete count blood (CBC) adalah tes pertama yang akan dianjurkan dokter untuk mendiagnosis berbagai jenis anemia. Tes ini tujuannya untuk mengukur seberapa banyak jumlah darah di tubuh Anda.

Nantinya, sejumlah kecil darah akan diambil dari vena (biasanya di lengan Anda) menggunakan jarum.

CBC memeriksa kadar hemoglobin dan hematokrit di dalam Anda. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membantu sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Sedangkan hematokrit adalah ukuran seberapa banyak ruang sel darah merah mengambil dalam darah Anda. Tingkat hemoglobin atau hematokrit yang rendah adalah tanda anemia.

Pada beberapa etnis atau ras tertentu, standar jumlah darah di dalam tubuhnya mungkin berbeda-beda. Nantinya dokter akan menjelaskan berbagai metode serta hasil tes darah Anda.

CBC juga akan memberikan hasil jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam darah Anda. Apabila ada hasil abnormal, kemungkinan ada tanda anemia, kelainan darah,  infeksi, atau kondisi lain.

Tes darah lengkap juga dapat melihat rata-rata volume korpuskuler. Ini adalah ukuran ukuran rata-rata sel darah merah Anda. Volume korpuskuler dapat menjadi petunjuk tentang apa yang menyebabkan anemiaanemia pernisiosa Anda.

2. Tes darah lainnya

Jika hasil CBC menunjukkan bahwa Anda mengidap anemia, Anda mungkin memerlukan tes darah lain untuk mencari tahu jenis dan tingkat keparahan anemia yang dimiliki.

Reticulocyte count mengukur jumlah sel darah merah muda dalam darah Anda. Tes ini akan mengevaluasi kinerja sumsum tulang Anda dalam membuat sel-sel darah merah secara normal. Pasien anemia pernisiosa memiliki jumlah retikulosit yang tergolong rendah.

Tes pengukur folat serum, zat besi, dan pengikat besi juga dapat membantu diagnosis anemia pernisiosa atau jenis anemia lainnya.

Tes umum lain, yang disebut Combined Binding Luminescence Test, terkadang memberikan hasil yang tidak akurat. Para ilmuwan masih bekerja untuk mengembangkan tes yang lebih mutakhir.

Dokter mungkin akan merekomendasikan tes darah lainnya untuk memeriksa:

  • Tingkat vitamin B12. Tingkat vitamin B12 yang rendah dalam darah merupakan tanda anemia pernisiosa. Namun, tingkat vitamin B12 dalam darah bisa saja menunjukkan hasil yang tidak akurat akibat adanya gangguan dari antibodi.
  • Kadar homocysteine dan methylmalonic acid (MMA). Tingginya kadar MMA dalam tubuh Anda merupakan tanda anemia pernisiosa.
  • Antibodi faktor intrinsik dan antibodi sel parietal. Antibodi ini juga merupakan tanda anemia pernisiosa.

3. Tes sumsum tulang

Tes sumsum tulang dapat menunjukkan kinerja sumsum tulang Anda yang sehat dalam membuat sel-sel darah yang cukup. Tes sumsum tulang terbagi menjadi dua, yaitu aspirasi dan biopsi.

Untuk aspirasi sumsum tulang, dokter akan mengambil sejumlah kecil cairan sumsum tulang melalui sebuah jarum. Sampel diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel yang rusak.

Sementara itu, biopsi sumsum tulang dapat dilakukan bersamaan atau setelah aspirasi. Untuk tes ini, dokter akan mengambil sejumlah kecil jaringan sumsum tulang melalui sebuah jarum. Sampel jaringan diperiksa untuk mengetahui jumlah dan jenis sel di sumsum tulang.

Pada anemia pernisiosa, ukuran sel-sel sumsum tulang yang berubah menjadi sel-sel darah menjadi lebih besar dari ukuran normal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati anemia pernisiosa?

Perawatan untuk mengatasi anemia dilakukan tergantung jenisnya. Anemia pernisiosa meliputi 2 bagian proses. Pertama, dokter akan mengatasi defisiensi vitamin B-12 dan memeriksa defisiensi zat besi. Suntikan vitamin B-12 dapat diberikan per hari atau per minggu hingga kadar B-12 kembali normal (atau hampir normal).

Selama beberapa minggu pertama perawatan, dokter dapat merekomendasikan untuk membatasi aktivitas fisik. Setelah kadar vitamin B-12 normal, Anda hanya perlu mendapatkan suntikan 1 kali sebulan. Anda dapat memberikan suntikan sendiri atau meminta orang lain menyuntikkannya di rumah.

Apabila kadar B-12 dalam tubuh Anda mulai normal, dokter juga dapat merekomendasikan untuk mengonsumsi dosis suplemen B-12 secara rutin sebagai pengganti suntikan. Suplemen dapat berupa pil atau semprotan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan untuk mencegah dan mengatasi anemia pernisiosa?

Beberapa hal yang Anda lakukan di rumah dapat membantu Anda mengatasi dan mencegah anemia pernisiosa adalah makan makanan kaya akan vitamin B12 dapat mencegah rendahnya kadar vitamin B12. Sumber makanan dengan vitamin B12 yang baik meliputi:

  • Sereal dengan tambahan vitamin B12
  • Daging, seperti daging sapi, hati, unggas dan ikan
  • Telur dan produk susu (seperti susu, yogurt dan keju)
  • Makanan yang diperkaya vitamin B12, seperti minuman berbahan dasar kedelai dan burger vegetarian)
  • Apabila Anda seorang vegetarian ketat, bicarakan dengan dokter untuk memeriksakan kadar vitamin B12 secara rutin.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rheumatoid Arthritis dan Anemia: Apakah Hubungannya?

Rheumatoid arthritis dapat dikaitkan dengan jenis lain dari anemia. Cari tahu lebih lanjut tentang hubungan rheumatoid arthritis dan anemia berikut ini.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 05/10/2016 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Anemia Defisiensi Vitamin B12 Terjadi?

Kekurangan vitamin B12 bisa membawa masalah untuk kesehatan Anda, salah satunya dapat menyebabkan anemia defisiensi. Simak penjelasan lengkapnya di sini

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 17/05/2016 . Waktu baca 3 menit

Komplikasi Defisiensi Vitamin B12 atau Anemia Defisiensi Folat

Komplikasi anemia defisiensi folat terkadang dapat berkembang terutama jika Anda sudah mengalami kekurangan vitamin sejak dulu. Simak penjelasannya di sini.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 17/05/2016 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa dapat disebabkan oleh kurangnya faktor intrinsik atau penyebab lainnya. Simak penyebab anemia pernisiosa secara lebih lengkap.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 10/05/2016 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala anemia dan ciri-cirinya adalah

Gejala Anemia dari yang Paling Umum Hingga Spesifik Per Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2016 . Waktu baca 10 menit

Vegetarian Memiliki Risiko yang Lebih Tinggi Terkena Anemia

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2016 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendiagnosis Anemia Pernisiosa?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2016 . Waktu baca 4 menit

Fakta Tentang Anemia Terkait Defisiensi Vitamin

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2016 . Waktu baca 4 menit