Anemia Sideroblastik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/01/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

c

Definisi

Apa itu anemia sideroblastik?

Anemia sideroblastik adalah jenis anemia yang langka, ditandai dengan adanya kelebihan zat besi.

Anemia sideroblastik disebabkan oleh sumsum tulang yang menghasilkan sel darah imatur (sideroblas) berbentuk cincin, bukannya kepingan cakram seperti sel darah merah yang sehat (eritrosit).

Pada orang yang memiliki anemia sideroblastik, tubuhnya memiliki zat besi tetapi tidak dapat memasukkannya ke dalam hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang dibutuhkan sel darah merah untuk mengangkut oksigen secara efisien.

Kelebihan zat besi di dalam tubuh membuat sel imatur mengandung banyak radikal bebas yang dapat menghancurkan sel-sel darah merah sehat. Akibatnya, sel darah merah jadi lebih cepat mati dan berkurang jumlahnya.

Seberapa umum kondisi ini?

Anemia sideroblastik adalah kondisi yang dapat memengaruhi semua jenis kelamin di segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada pria sebelum usia 30 tahun. Meski demikian, beberapa kasus menyatakan jenis anemia ini juga banyak ditemukan pada pasien di atas usia 70 tahun.

Sekitar 10% orang dengan anemia sideroblastik mengalami leukemia. Orang dengan anemia jenis ini kemungkinan juga mengalami hemochromatosis, yaitu penyakit kelebihan zat besi yang umum.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia sideroblastik?

Gejala anemia sideroblastik mirip dengan gejala anemia yang umum. Anda mungkin merasa gampang lelah dan sulit bernapas.

Gejala lain dari anemia sideroblastik yang wajib Anda ketahui adalah sebagai berikut:

  • Warna kulit pucat
  • Denyut jantung yang cepat (takikardia)
  • Sakit kepala
  • Palpitasi jantung
  • Sakit pada dada

Faktor Risiko

Apa saja faktor risiko yang bisa membuat saya terkena anemia sideroblastik?

Keturunan dan perubahan kondisi tubuh adalah dua faktor risiko utama dari anemia sideroblastik. Berikut adalah penjelasannya. 

1. Keturunan

Apabila salah satu atau kedua orangtua Anda memiliki penyakit ini, Anda dapat mewarisi mutasi gen yang memicunya.

Anemia sideroblastik sering disebabkan oleh mutasi atau perubahan pada gen yang mengganggu produksi hemoglobin normal. Pada kondisi ini, tubuh Anda mencoba menebus kekurangan hemoglobin dengan menyerap lebih banyak zat besi dari makanan. 

Dalam kasus yang paling parah, anemia sideroblastik dapat menyebabkan kerusakan organ, terutama pada hati.

2. Didapat selama hidup

Anemia sideroblastik adalah kondisi yang mungkin didapat semasa hidup Anda, meski sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Penyebab pasti dari anemia sideroblastik yang didapat sampai sekarang belum diketahui. Namun, diduga bahwa penyakit ini dapat muncul sebagai efek samping dari penggunaan obat tertentu (terutama obat tuberkulosis) dan penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang. Anemia ini juga diduga disebabkan oleh paparan bahan kimia beracun yang terlalu sering. 

Penyakit lain seperti gangguan kekebalan tubuh, tumor, atau penyakit metabolisme juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami anemia sideroblastik di satu titik hidup Anda.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis anemia sideroblastik?

Anemia sideroblastik adalah kondisi yang cukup sulit didiagnosis dengan pasti karena gejalanya mirip dengan jenis anemia lain. Selain itu, anemia jenis ini berkembang lambat, sehingga tidak banyak orang yang sadar sudah memilikinya sejak lama.

Untuk mendiagnosis anemia sideroblastik, kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan diri dan juga keluarga. 

Setelah itu, dokter akan melakukan tes darah. Dampel darah Anda akan dikirim ke laboratorium untuk kemudian diamati jumlah dan bentuk sel darahnya. 

Selain tes darah, dokter Anda juga dapat menyarankan pemindaian MRI dan tes genetik untuk membantu mendiagnosis jenis anemia yang Anda alami.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati anemia sideroblastik??

Anemia sideroblastik adalah kondisi yang dapat diatasi dengan beberapa perawatan tertentu. Akan tetapi, cara perawatannya akan tergantung pada jenis atau faktor risiko yang menyebabkan Anda terkena anemia ini. Misalnya sebagai berikut:

1. Minum suplemen vitamin B6

Dokter mungkin akan menyarankan Anda mengonsumsi suplemen yang kaya vitamin B6 (piridoksin). Selain itu, makan makanan mengandung vitamin B6 seperti daging, telur, dan susu.  

2. Minum obat pengurang zat besi

Anda juga dapat diberikan dokter obat resep untuk menghilangkan sebagian zat besi tambahan dalam tubuh Anda. Dokter Anda mungkin mempertimbangkan infus deferoxamine atau yang disuntikkan ke dalam otot. 

3. Transfusi darah

Dokter juga dapat menyarankan Anda melakukan transfusi darah, terutama jika Anda tidak merespons terapi vitamin B6. Namun, ada kekurangannya. Transfusi dapat membuat kadar zat besi Anda lebih buruk dan menyebabkan kerusakan hati. 

4. Transplantasi sumsum tulang

Kemungkinan dokter juga akan melakukan transplantasi sumsum sebagai pengobatan pilihan terakhir. Nanti dokter akan mengambil donor sel yang sehat dan akan disuntikkan ke sumsum tulang Anda. 

Pencegahan dan Perawatan

Bagaimana cara pencegahan dan perawatan di rumah untuk anemia sideroblastik?

Kemunculan anemia pada dasarnya tidak dapat dicegah. Namun, kekambuhan gejalanya dapat dihindari dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Makan dan minum asupan seperti buah yang kaya akan  vitamin C.
  • Hentikan minum alkohol mulai dari sekarang
  • Konsumsi makanan cukup vitamin B12 dan asam folat dalam makanan Anda seperti sayur sawi atau bayam, daging merah tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, 
  • Lakukan pemeriksaan dokter berkala apabila Anda bekerja di tempat yang penuh paparan polusi, radiasi, dan juga bahan kimia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

    Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 menit baca

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    anemia rash

    Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
    menjaga kebersihan diri

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca