5 Tips Menurunkan Kadar HbA1C bagi Penderita Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi penderita diabetes, alat cek gula darah adalah teman sehari-hari. Kewajiban untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap aman terkendali membuat mereka akrab dengan alat yang satu ini. Dengan memiliki alat ukur pribadi, para penderita diabetes dapat dengan cepat mengetahui berapa kadar gula dalam darah sehingga dapat segera mengambil langkah antisipasi apabila diperlukan.

Meski dapat mengetahui keadaan gula darah dalam tubuh, cek harian yang biasa dilakukan oleh para diabetesi biasanya hanya bersifat menampilkan suatu keadaan dalam tempo sewaktu yang banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk itu, guna menangkap potret kondisi gula darah dalam jangka waktu yang lebih panjang digunakanlah tes Hemoglobin A1C, yang  lebih dikenal dengan tes HbA1C atau glikohemoglobin.

Tes hemoglobin A1C adalah tes gula darah yang mampu menangkap kondisi atau keadaan gula darah seseorang untuk jangka waktu tiga bulan terakhir, sehingga keseluruhan kondisi tubuh dapat lebih tergambar dengan baik. Melalui tes ini, kita dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan kontrol yang kita lakukan terhadap diabetes yang kita alami.

Tips menurunkan tingkat HbA1C

Hasil tes HbA1C sering digunakan oleh para dokter untuk mengetahui sukses tidaknya suatu rangkaian pengobatan pada pasien dengan diabetes. Untuk itu, para dokter biasanya menggunakan tes ini untuk menentukan apakah manajemen diabetes harus diubah atau diteruskan.

Batas aman dari tes ini adalah kurang dari 6 persen. Namun, bagaimana jika Anda telah melakukan apa yang diresepkan dokter namun hasil masih menunjukkan angka melebihi 6 persen bahkan lebih? Bisa jadi, itu adalah indikasi bahwa manajemen diabetes yang Anda lakukan belum berjalan dengan baik.

Konsumsi obat dan insulin adalah salah satu terapi yang akan membantu angka HbA1C kembali ke batas aman. Namun, Anda juga dapat mempercepatnya dengan mengubah gaya hidup dengan melakukan beberapa hal berikut.

Gerakkan tubuh Anda. Tak perlu merencanakan berbagai jenis olahraga rumit. Sebab, rencana olahraga yang terlalu muluk kadang dapat menjerumuskan Anda ke dalam kemalasan yang berakhir pada tidak berolahraga sama sekali. Gerakkan tubuh Anda dengan cara sederhana sesuai kegemaran Anda. Luangkanlah waktu 30 menit setiap harinya untuk menggerakkan tubuh Anda. Berjalan kaki atau bersepeda santai mengitari kompleks perumahan dapat menjadi satu pilihan yang baik untuk tetap aktif secara fisik.

Menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sudah menjadi hal umum bagi penderita diabetes untuk menjaga porsi makannya, pun kandungan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Makan dalam porsi seimbang adalah kunci untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Tips lainnya, makan dalam piring kecil dapat mencegah Anda untuk makan berlebih dibandingkan dengan menggunakan piring makan biasa.

Perhatikan jadwal makan. Mengontrol gula darah bukan berarti mengurangi bahkan melewatkan jadwal makan. Sebab, jika itu yang dilakukan, gula darah Anda akan mengalami fluktuasi yang cukup drastis. Disiplin waktu makan dapat membantu mengontrol rasa lapar Anda, sehingga tidak akan menjadi “geragas” ketika bertemu makanan. Anda juga dapat menyelipkan jadwal makan makanan ringan rendah kalori di tengah jadwal makan besar.

Taati rencana pengobatan Anda. Salah satu isu yang kerap muncul pada pasien diabetes adalah menurunkan dosis obat atau bahkan tak lagi meminumnya ketika hasil cek gula darah mandiri menunjukkan angka normal selama beberapa hari. Sebaiknya, selalu konsultasikan segala keputusan yang akan Anda ambil terkait rencana pengobatan Anda dengan dokter agar tak menimbulkan efek samping yang tak diperlukan di kemudian hari. Sekalipun mendapati  kondisi gula darah normal selama beberapa waktu, berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah bijak demi menjaga kestabilan tingkat HbA1C.

Memantau gula darah. Selalu lakukan pengecekan gula darah secara rutin sesuai dengan anjuran dokter untuk mendapatkan langkah antisipasi apabila diperlukan.

Mengelola diabetes tipe dua dalam diri merupakan suatu “pekerjaan” yang membutuhkan komitmen dan kedisiplinan dari para diabetesi. Dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, mengontrol diabetes bukanlah hal mustahil. Tetap lakukan tes ini paling tidak dua kali selama setahun untuk menjaga agar Anda tidak “kecolongan” oleh sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca