Periode Perkembangan

Apa yang Terjadi Jika Ibu Tertular Tokso Saat Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Pernah mendengar mengenai toksoplasmosis atau biasa disebut dengan tokso? Ini adalah salah satu penyakit yang lebih dikenal menyebar melalui kucing. Padahal, tidak hanya kucing yang dapat menyebarkan penyakit ini, melainkan juga hewan peliharaan lain, seperti anjing.

Tokso juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan mentah atau setengah matang, peralatan dapur yang terkontaminasi, konsumsi susu kambing yang tidak dipasteurisasi, atau makan buah atau sayuran yang tidak dicuci. Mungkin toksoplasmosis tidak berbahaya bagi orang sehat, tetapi bagi ibu hamil ini sangat membahayakan bayinya dan dapat berdampak jangka panjang.

Bahaya toksoplasmosis pada kehamilan

Toksoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan masalah serius ketika Anda mengalaminya saat hamil. Toksoplasmosis tidak dapat menyebar dari orang ke orang. Namun, bisa menyebar dari ibu ke bayi dalam kandungan selama kehamilan atau dari transfusi darah atau organ yang terinfeksi dengan parasit toksoplasma.

Penyakit ini dapat membahayakan kesehatan bayi Anda saat dalam kandungan. Parasit yang menyebabkan penyakit ini dapat menginfeksi plasenta dan bayi dalam kandungan, sehingga dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati (stillbirth), kerusakan otak, dan dampak buruk lainnya.

Pada awalnya, bayi yang lahir dari ibu yang mengalami toksoplasmosis saat kehamilan terlihat normal. Namun, setelah beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian, bayi Anda mungkin saja mengalami beberapa masalah, seperti:

  • Infeksi mata atau disebut dengan chorioretinitis
  • Masalah pada pendengaran
  • Gangguan belajar
  • Pertumbuhan tertunda

Penanganan yang baik dapat membantu menurunkan tingkat keparahan dari masalah ini. Namun, akan lebih baik jika Anda tetap mencegah penyakit ini sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Sebelum kehamilan, Anda bisa melakukan vaksinasi TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) untuk mencegah penyakit ini.

Bagaimana dengan ibu menyusui yang terinfeksi toksoplasmosis?

Mempunyai penyakit toksoplasmosis saat kehamilan sudah diketahui dapat menyebar ke bayi Anda dan membahayakan kesehatannya. Namun, bagaimana jika mempunyai toksoplasmosis saat sedang menyusui bayi, apakah dapat membahayakan bayi juga?

Jawabannya adalah tidak. Anda tetap dapat menyusui bayi Anda ketika Anda dinyatakan mengalami infeksi toksoplasmosis. Hal ini karena penyakit infeksi toksoplasmosis tidak dapat menyebar ke bayi Anda melalui air susu ibu atau ASI. Walaupun Anda dapat terkena toksoplasmosis karena konsumsi susu kambing yang tidak dipasteurisasi, namun parasit Toxoplasma gondii  yang menyebabkan toksoplasmosis tidak pernah ditemukan terkandung dalam ASI.

Mungkin bisa saja parasit ini berpindah ke bayi Anda jika puting payudara Anda lecet dan berdarah atau terjadi peradangan pada payudara Anda selama beberapa minggu menyusui. Namun, tetap saja penularan dari ASI sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Bagi Anda yang pernah menderita toksoplasmosis beberapa tahun sebelum Anda menyusui, Anda juga tetap dapat memberikan ASI kepada bayi Anda tanpa khawatir bayi Anda akan terinfeksi parasit ini. Pada dasarnya, ASI memang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi dan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Jika Anda masih khawatir, tidak ada salahnya Anda diskusikan dengan dokter Anda mengenai pilihan Anda untuk menyusui atau tidak.

Bagaimana cara mencegah toksoplasmosis?

Selain melakukan vaksinasi TORCH, Anda juga bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk menghindari toksoplasmosis, baik sebelum maupun selama kehamilan.

1. Hati-hati saat memelihara kucing

Jika Anda memelihara kucing di rumah, hati-hati saat membersihkan kotoran maupun kandangnya. Gunakan sarung tangan saat membersihkan dan cuci tangan setelah membersihkan kandang. Juga, cuci tangan Anda setelah bermain atau memegang kucing. Bersihkan kandang kucing setiap hari. Butuh beberapa hari bagi kotoran kucing untuk bisa menyebabkan infeksi. Jangan memberi makan kucing daging mentah atau setengah matang. Biarkan kucing berada di dalam rumah, sehingga menjaganya dari infeksi yang ditularkan oleh tikus atau burung. Serta, jauhkan kucing dari dapur dan meja makan.

2. Cegah penularan dari makanan

Untuk mencegah penularan dari makanan, sebaiknya cuci tangan Anda sebelum menyiapkan atau memasak makanan. Bersihkan tangan Anda setelah memasak dan juga bersihkan seluruh peralatan masak Anda. Juga, cuci sayuran dan buah-buahan sebelum digunakan, terutama buah dan sayur yang Anda makan mentah. Masak daging sampai benar-benar matang. Serta, hindari konsumsi susu kambing yang tidak dipasteurisasi, maupun keju atau krim yang terbuat dari susu kambing yang tidak dipasteurisasi.

3. Perhatikan saat melakukan kegiatan di luar rumah

Jika Anda hobi berkebun, cuci tangan Anda setelah berkebun atau setelah terkena tanah. Dan, juga cuci tangan Anda sampai bersih setelah Anda mengunjungi tempat bermain yang berada di luar ruangan di mana terdapat binatang. Toksoplasmosis tidak hanya datang dari kucing, melainkan juga dari beberapa hewan peliharaan atau hewan ternak

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: Oktober 10, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca