Periode Perkembangan

Dampak Bulimia Terhadap Ibu Hamil dan Bayi

Oleh

Masa kehamilan adalah masa seorang ibu menyiapkan nutrisi untuk anak dalam kandungannya dan nutrisi untuk dirinya saat menjalani kehamilan dan pasca melahirkan. Kecukupan nutrisi merupakan hal paling penting untuk keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi. Gangguan makan atau bulimia dapat menurunkan asupan ibu hamil sehingga mengurangi persediaan nutrisi saat hamil.

Sama seperti bulimia pada umumnya, bulimia pada ibu hamil juga dapat disebabkan kekhawatiran akan kenaikan berat badan, meskipun kenaikan berat badan saat hamil merupakan hal yang wajar. Kondisi bulimia pada wanita sebelum kehamilan meningkatkan risiko berhentinya siklus menstruasi bahkan menghilangkan peluang untuk memiliki anak, namun saat hamil efek buruk terhadap kesehatan dapat menjadi lebih besar, baik terhadap ibu maupun bayi.

Apa itu bulimia?

Apa itu bulimia?

Bulimia merupakan gangguan pola makan. Penderita bulimia seringkali tidak dapat berhenti makan dan selalu melahap sejumlah besar makanan dalam jangka waktu pendek tanpa bisa dikontrol. Lalu, mereka akan membuat diri mereka muntah, berpuasa, dan berolahraga sangat keras namun tidak teratur untuk menurunkan berat badan, sehingga pasien dengan bulimia biasanya tidak mengalami kelebihan berat badan.

Dampak bulimia pada ibu hamil saat kehamilan

Di masa kehamilan, tubuh akan berupaya menyimpan nutrisi cadangan yang lebih banyak untuk menjaga kesehatan kandungan. Kondisi bulimia saat hamil menyebabkan gangguan kesehatan yang mengancam proses kehamilan.

1. Diabetes saat hamil

Dorongan untuk memakan makanan dalam jumlah yang banyak oleh penderita bulimia berisiko meningkatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga menyebabkan diabetes saat kehamilan. Meskipun makanan dikeluarkan kembali, tidak menutup kemungkinan tetap terjadi peningkatan glukosa dalam darah, sedangkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup.

2. Mengalami keguguran

Perempuan dengan bulimia aktif akan mengalami peningkatan risiko mengalami keguguran akibat adanya hambatan perkembangan bayi dalam kandungan, disebabkan berkurangnya sumber makanan bayi dari plasenta. Salah satu yang meningkatkan risiko keguguran adalah mengalami diabetes saat kehamilan.

3. Melahirkan bayi prematur

Di samping tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh untuk dirinya sendiri, kondisi bulimia pada ibu hamil meningkatkan risiko lahir prematur sebesar tiga kali lipat.

Dampak bulimia pada ibu hamil pasca kehamilan

Setelah melahirkan, dampak bulimia yang masih dapat dialami oleh ibu bayi adalah gangguan psikologis dan kesulitan untuk memberikan ASI.

1. Depresi postpartum

Dapat terjadi sesaat setelah melahirkan atau, hingga, satu tahun pasca melahirkan. Bulimia yang pada dasarnya dapat menyebabkan gangguan mood akan mempengaruhi interaksi ibu dengan bayi. Ibu dengan depresi postpartum akan merasa mudah lelah, mudah tersinggung,mengalami perubahan waktu tidur dan pola makan, serta menarik diri dari lingkungan.

2. Gejala baby blues

Kondisi ini juga merupakan gangguan mood yang biasanya terjadi setelah empat sampai lima hari pasca melahirkan. Gejala ini ditandai dengan perasaan negatif yang biasanya menyebabkan ibu bayi menangis tanpa alasan yang jelas. Selain itu juga disertai dengan perubahan perasaan yang ekstrem atau dikenal dengan mood swings.

3. Psikotik

Merupakan bentuk yang paling serius dari depresi yang menyebabkan individu berhalusinasi. Akibatnya muncul perilaku tidak wajar, pemikiran untuk bunuh diri, hingga menyakiti anaknya sendiri.

4. Tidak memberikan ASI

Salah satu masalah yang dialami penderita bulimia pasca melahirkan adalah merasa khawatir saat memberikan ASI dan tidak dapat memberikan ASI hingga enam bulan. Berdasarkan hasil penelitian, ibu dengan gangguan makan berisiko dua kali lipat tidak dapat memberikan ASI hingga bayi berusia enam bulan.

Dampak bulimia terhadap bayi   

Berikut merupakan gangguan perkembangan pada bayi apabila ibu hamil mengalami bulimia secara aktif:

1. Lahir cacat

Periode kehamilan merupakan periode yang menentukan kualitas kesehatan bayi saat dilahirkan. Gangguan pola makan akan menyebabkan terbatasnya nutrisi pada ibu hamil, akibatnya bayi dalam kandungan tidak memperoleh nutrisi yang cukup sehingga mengalami masalah perkembangan. Bentuk kecacatan yang terjadi dapat berupa kebutaan atau keterbelakangan mental akibat terganggunya perkembangan otak janin.

2. Bayi berat lahir rendah (BBLR)

Hal ini disebabkan jika ibu memiliki indeks masa tubuh yang terlalu rendah. Kurangnya asupan saat hamil akan mengurangi jumlah nutrisi bayi dan dapat menghambat perkembangan bayi dalam kandungan. Bayi dengan BBLR juga memiliki risiko masalah kesehatan.

Bulimia merupakan gangguan makan yang menyebabkan seseorang membatasi hingga mengurangi asupan secara ekstrem. Bulimia pada kondisi hamil tidak hanya mengurangi asupan nutrisi ibu hamil tetapi juga nutrisi janin. Efek bulimia pada ibu hamil tidak hanya dialami saat proses kehamilan tetapi juga pasca kehamilan, namun konsekuensi  lebih besar dialami oleh bayi.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Mei 21, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 2, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca