Metode Lamaze, Mengurangi Rasa Sakit Melahirkan Dengan Teknik Pernapasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Takut merasakan sakit yang tak tertahankan saat melahirkan normal? Tenang, dengan teknik pernapasan yang benar, maka rasa sakit Anda saat melahirkan akan sedikit berkurang. Napas yang tidak teratur saat melahirkan dan Anda yang panik justru dapat membuat proses persalinan Anda berjalan lebih lama dan lebih terasa menyakitnya. Terdapat satu teknik pernapasan yang dapat membantu Anda saat melahirkan normal, teknik ini bernama metode Lamaze. Apa itu? Bagaimana caranya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu metode lamaze?

Metode Lamaze adalah teknik yang digunakan untuk membantu ibu hamil saat persalinan normal dengan fokus pada kontrol pernapasannya. Sehingga, kemungkinan rasa sakit yang timbul pada saat persalinan normal dapat dikurangi. Sesuai dengan namanya, metode Lamaze pertama kali dikembangkan oleh seorang dokter kandungan dari Perancis yang bernama Ferdinand Lamaze pada tahun 1950-an. 

Seiring waktu tujuan dari metode Lamaze berkembang menjadi untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil bahwa ia mampu untuk melahirkan, menurut Lamaze International. Kelas Lamaze bertujuan untuk membantu ibu hamil belajar dalam menanggapi rasa sakit saat persalinan normal, sehingga ibu hamil merasa lebih nyaman dan aman saat melakukan persalinan. Memang, sejatinya semua wanita pasti bisa melahirkan normal ini adalah sebuah proses alami dan sehat.

Seperti apa metode Lamaze dilakukan?

Metode Lamaze dilakukan dengan cara mengatur pernapasan Anda untuk mengurangi rasa sakit. Pengaturan pernapasan dilakukan dengan berbagai macam pola, seperti menghirup napas dalam-dalam selama lima detik dan keluarkan selama lima detik, dan ulangi terus menerus. Pola lainnya, yaitu dengan mengambil dua napas pendek dan kemudian mengeluarkannya, sehingga akan terdengar seperti “hee-hee-hoooo”.

Dengan melakukan pola pernapasan yang teratur dan secara perlahan, maka dapat mengurangi denyut jantung, kecemasan, dan persepsi sakit. Fokus Anda pada saat persalinan juga lebih ke pernapasan, sehingga mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit. Pernapasan yang teratur juga dapat menyediakan oksigen yang cukup bagi Anda dan bayi Anda, sehingga persalinan berjalan jauh lebih lancar. Hal ini dapat memunculkan kenyamanan untuk diri Anda dan bayi Anda yang juga berusaha untuk keluar.

Selain mengajarkan teknik pernapasan, Lamaze juga mengajarkan teknik relaksasi sentuhan untuk meminimalkan rasa sakit. Teknik relaksasi sentuhan ini memungkinkan pasangan Anda untuk turut serta membantu persalinan. Pasangan Anda belajar untuk mengetahui bagian mana pada otot Anda yang tegang dan kemudian pasangan Anda dapat menyentuhnya untuk membantu Anda mengendurkan otot-otot yang tegang.

Anda juga diharapkan fokus saat melakukan Lamaze di waktu persalinan. Pilih objek tertentu yang membuat Anda fokus, bisa berupa benda maupun hanya menatap mata pasangan Anda. Dengan menatap mata pasangan, ini dapat memberi kekuatan lebih pada Anda, pasangan Anda juga dapat mempraktikkan pola pernapasan bersama-sama dengan Anda, mengingatkan Anda untuk tetap fokus, dan lain sebagainya.

Selain untuk meringankan rasa sakit, Lamaze juga dirancang untuk menghemat energi Anda saat melahirkan, sehingga Anda tidak mudah merasa lelah saat persalinan maupun setelah persalinan. Jika Anda ingin belajar bagaimana cara melakukan metode Lamaze lebih lanjut, sebaiknya ikuti kelas Lamaze karena ada banyak teknik yang akan diajarkan. Jangan lupa mengajak pasangan Anda untuk ikut serta!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019 . 7 menit baca

Memahami Cara Melahirkan Normal, dari Tahapan Hingga Tips Persiapannya

Butuh banyak persiapan sebelum menjalani proses melahirkan normal, salah satunya termasuk mengetahui cara dan proses berlangsungnya. Mari cari tahu di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 25/07/2019 . 13 menit baca

Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Ingin coba melahirkan normal setelah caesar sebelumnya? Tunggu dulu. VBAC adalah metode persalinan yang belum tentu dibolehkan untuk semua wanita hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 03/03/2019 . 7 menit baca

Mengenal Metode ILA untuk Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit

Takut sakit saat melahirkan normal? Sekarang Anda tidak perlu khawatir, sudah banyak metode untuk mengurangi rasa sakit. Salah satunya metode ILA, apa itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 31/10/2018 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 menit baca
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . 4 menit baca
Teknik persalinan kurangi rasa sakit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019 . 4 menit baca
banyak darah nifas

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/08/2019 . 4 menit baca